BBM Bersubsidi Langka? Cuek Aja!

Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, kita udah nemuin isu baru lagi di negara Indonesia. Yap, langkanya BBM. Baru juga masalah sengketa pemilihan presiden (pilpres) mereda, eh, udah muncul satu masalah lagi. Ya emang sih namanya masalah tuh selalu begitu, satu pergi, satu lagi dateng. Kayak jerawat.

Langkanya BBM (Bahan Bakar Minyak) ini memang cukup membuat kita jadi BBM juga, ya. Iya, Bangun Bangun Modar. Mau kemana – mana dengan menggunakan kendaraan pribadi, mesti capek – capek ngantri di pom bensin buat isi ulang. Alhasil, belakangan ini pom bensin gak kalah rame antriannya sama bioskop kalo lagi ada film baru. Hmm..

Efek yang paling krusial sih, pastinya fenomena kelangkaan BBM ini akan merambat ke kesehatan dompet kita. Kalo dompet kita sakit, mesti ada suntikan dana terus menerus, deh. Iya, langkanya BBM tentu akan membuat segala macam kebutuhan barang ataupun jasa menjadi lebih mahal. Harga – harga yang terus meningkat tentunya akan membuat kita merasa berat karena sulit beradaptasi dengan harga – harga baru. Selain itu, manajemen finansial kita pun akan otomatis akan berubah menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Hal ini pasti jadi PR banget nih buat mahasiswa. Yap, gimanapun keadaannya, pandai – pandai mengatur keuangan tentu berarti banget buat mahasiswa. Dengan kondisi BBM yang langka dan pasti akan merembet kemana – mana, termasuk biaya makan, transportasi, biaya jajan, kuliah dan lain – lain yang akan berimbas pada minta ditambahinnya duit kiriman, mahasiswa juga harus pintar memutar otak untuk bisa bertahan dan tetap irit di tengah – tengah harga yang mahal. 

Selain uangnya bisa terpakai untuk kebutuhan yang lain, kita juga bisa menabung, kan? Nah, pada ulasan kali ini, nilni.com punya rahasianya. Ga perlu takut dan bingung menghadapi langkanya BBM ini. Ya meskipun kamu juga termasuk salah satu manusia langka, sih. 



Cari kos yang deket kampus

Sebagai mahasiswa yang butuh tempat perlindungan dan tempat berteduh, ada baiknya kita cari tempat kos yang lokasinya nggak jauh dari kampus. Memang sih harganya jauh lebih mahal sedikit dibandingkan dengan tempat kos yang lokasinya agak jauh dari kampus. Tapi, dibanding kalian harus repot – repot bikin pengeluaran khusus untuk bensin? Cara ini adalah cara yang sangat sederhana sebagai solusi menghadapi langkanya BBM bersubsidi.

Kalau tempat kos deket kampus, kita bisa menggunakan sepeda atau bahkan hanya dengan berjalan kaki menuju kampus. Udah irit, sehat lagi. Selain gak perlu repot ataupun mahal – mahal beli BBM untuk kendaraan bermotor kita, kita juga bisa menunjukkan kepedulian kita secara nyata terhadap bumi, loh. Dengan menggunakan sepeda atau berjalan kaki, kita bisa menggerakkan peduli bumi dan go green. Kan malah jadi keren! 


Bike to Campus

Semisal mendapatkan tempat kos yang lokasinya dekat kampus itu sesulit mendapatkan kembali hati mantan yang hilang, sebetulnya nggak masalah kok kalau kamu cari tempat kos yang lokasinya agak jauh dan masih di sekitar kampus. Kamu bisa menggunakan sepeda untuk pergi ke kampus setiap pagi. Hal ini sekarang termasuk hal yang keren dan dinamis, kok. Semenjak gerakan ramah lingkungan dan go green ramai muncul di berbagai kalangan, aktivitas bersepeda menuju kantor, sekolah ataupun kampus pun mulai banyak dicanangkan. 

Naik sepeda pun terbilang aman, loh. Selama kamu menggunakan alat – alat pelindung yang lengkap dan sesuai, dan selama kamu gak pake sepeda roda tiga kayak anak balita. Kebanyakan anak – anak gaul juga sekarang udah mulai merambah dunia persepedaan untuk menuju tempat beraktivitasnya. Ditambah lagi, sekarang mulai banyak bermunculan jenis – jenis sepeda yang unik dan lucu. Mulai dari sepeda gunung (Mountain bike), sepeda lipat, sepeda tinggi, sepeda kerangjang dan masih banyak lagi. Tapi jangan sepeda motor lah ya. Sama aja.


Bawa bekal dari rumah

Ingat – ingat pesan mama, kalau kita nggak pernah boleh jajan sembarangan. Perkataan mama memang selalu benar. Langkah ini menjadi langkah yang sangat solutif menghadapi kelangkaan harga BBM yang berimbas pada naiknya harga kebutuhan kita sehari – hari. Biar kamu makin jadi anak kos yang struggle dan mandiri, ada baiknya kamu masak sendiri untuk menekan biaya jajan.

Selain lebih sehat, aman dan terjangkau, kamu juga bisa mengontrol sendiri budget yang kamu keluarkan untuk urusan perut. Menu – menu apa yang mau kamu makan hari ini pun bisa kamu pilih sesuka hati. Khususnya buat cewek, bawa bekal dari rumah dengan masak sendiri, juga bisa melatih diri kamu menjadi wanita yang semakin istriable, loh :3

Selain makanan, jangan lupa juga untuk selalu membawa bekal air putih dari rumah. Tubuh kita tentu memerlukan cairan yang sangat banyak. Anjurannya, 8 gelas perhari. Membawa bekal air putih dari rumah jauh lebih baik dibandingkan kamu harus membeli air minum kemasan. Selain boros, kamu juga akan menyumbang sampah plastik yang harus memerlukan penguraian dalam waktu yang cukup lama. 


Jauhi gaya hidup boros

Supaya dompet kita senantiasa sehat dan isinya selalu cukup buat beli Pertamax, maka langkah solutif selanjutnya adalah mengurangi gaya hidup boros. Sebaiknya, kamu perlu mengurangi perilaku – perilaku konsumtif untuk menyelamatkan isi dompet kamu. Kurangi belanja atau membeli sesuatu yang tidak ada perlunya, atau kurangi kegiatan yang kesannya hanya membuang – buang waktu, uang serta tenaga. 

Pastikan bahwa kamu bisa memilih dan memilah mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Prioritaskan apa yang menjadi tanggung jawab dan kebutuhan utama, dan disitulah kamu benar – benar menggunakan uang yang ada di dompet kamu. 

Hidup boros akan selalu merugikan diri kamu, kok. Jangan lupa juga untuk menabung, berapapun jumlahnya. Buat atau beli celengan yang memang kamu khususkan untuk menampung uang  receh ataupun uang kembalian. Meskipun  Cuma sedikit – sedikit, tapi kalau udah banyak, bisa digunakan buat beli Pertamax satu jerigen juga, kok.


Ikuti alur kenaikan BBM, jangan latah!

Biarpun BBM dibilang langka, sebagai mahasiswa kita juga jangan latah. Ada demo, ikut – ikutan demo. Ada orang – orang yang ngantri di pom bensin di seluruh penjuru negeri, ikut – ikutan ngantri. Sebagai mahasiswa, tentu kamu harus bisa melihat suatu fenomena sosial dari sudut pandang yang berbeda, yang lebih kritis dan membangun. Jangan melulu demo tentang turunkan harga BBM dan sejenisnya, coba sekali – sekali demo untuk mengkritik pemerintah tentang sarana dan pra sarana transportasi umum yang harus dibenahi. 

Jangan pula latah menghadapi antrian panjang di pom bensin, seolah – olah nggak ada hari esok untuk isi bensin. Kalaupun besok bensin habis total, barangkali Indonesia sedang bersiap – siap untuk bertransformasi menjadi wilayah negara dengan aktivitas pejalan kaki terbanyak, kayak Eropa.


Nikmati transportasi umum

Satu langkah lagi yang cukup solutif menghadapi kelangkaan BBM tanpa harus pusing – pusing mikirin, adalah menikmati transportasi umum yang ada, bagaimanapun keadaannya. Berdesak – desakan, antri dan menunggu lama, gerah, panas dan lain sebagainya memang nggak bisa kita atur sendiri. Tapi paling tidak, satu – satunya cara untuk bisa nyaman menggunakannya adalah dengan cara menikmatinya. Kamu bisa belajar banyak, lho, dari penggunaan transportasi umum. 

Kamu akan banyak ketemu orang – orang baru, dapat kenalan baru (yang biasanya ngajak ngobrol ketika bosan), banyak nemuin orang dengan karakter – karakter tertentu, dan lain – lain. Mulai dari orang yang bau ketek sampe orang yang wangi kayak mandi parfum, akan kamu temuin di dalam kendaraan umum. Syukur – syukur kamu bisa nemuin jodoh juga di kendaraan umum. Kali aja gitu..

Itulah 6 tips dari nilni.com untuk menghadapi kelangkaan BBM bersubsidi. Gak usah terlalu serius ah, cuek aja.

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni