Creative Hack : Sering Mengangkat Pantat dari Tempat Duduk itu Penting, Why?

Apakah kamu orang yang suka duduk berlama-lama di kursi yang empuk? Duduk berlama-lama di depan komputer atau televisi? Tahukah kamu, kalau kebiasaan suka duduk itu ternyata kurang baik.

Dari kurang baiknya untuk kesehatan dan membuat kita malas, kebiasaan suka duduk ternyata menjadi habits yang benar-benar bahaya lho. 

Dan bahayanya nggak hanya membunuh tubuhmu, tapi juga merusak aktivitas kerjamu yang pastinya super sibuk.

Nah, Nilni punya tujuh alasan mengapa kamu harus sering bangun dari tempat dudukmu, dan perbanyak waktu untuk berdiri. Beberapa poin yang akan kita baahas disini bisa jadi mengagetkanmu :

1. Lebih menyenangkan ngobrol langsung dengan rekan kerja – bukan hanya mengirim email saja
Image by Svein Halvor Halvorsen/flickr
Apakah kamu termasuk orang yang lebih suka mengirim email atau sms dengan rekan satu kantor daripada berbicara langsung dengannya? Email dan instant messenger bisa menjadi solusi kalau kamu malas untuk berdiri dan menghampiri meja kerja orang lain di kantormu. 
Tetapi sayangnya, berkomunikasi dengan cara seperti itu, melalui email atau chatting, kurang menyenangkan, tidak terbuka, membosankan, rasanya kita seperti robot atau mesin.
Ketika orang-orang di kantor lebih memilih untuk berkomunikasi via email atau chatting, kita akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk. Oran-orang lebih memilih untuk berinteraksi dengan layak komputer daripada berinteraksi face to face. Akibatnya, kita menjadi kurang tertarik untuk berpartisipasi secara nyata, untuk berkomunikasi secara langsung.

Ada penelitian dari seorang ahli, namanya Robert Kraut. Ia dan timnya meneliti dan menemukan, bahwa kurangnya keterlibatan sosial setiap hari menyebabkan perasaan kesepian, depresi, dan ketidakpuasan dengan hidup yang kita miliki.

Maka dari itu, ayo ubah kebiasaan kita dan rajinlah berdiri kalau kamu mau berhubungan dengan rekan kerja. Dengan berjalan dari meja ke meja, ke meja mereka dan mengajukan pertanyaan secara langsung, kita akan mendapatkan lebih banyak interaksi secara sosial dan melibatkan diri dengan dunia nyata.


2. Dengan berdiri, kamu bisa lebih kreatif 
Steve Jobs sedang memimpin rapat tim Apple, dari Film Jobs
Dari sekian banyak tips menjadi lebih produktif, berdiri adalah salah satunya. Dengan berdiri, pikiran kamu bisa lebih fokus dan lebih cekatan dalam melakukan sesuatu. Dan satu lagi, ternyata berdiri juga bisa membantu kita untuk lebih kreatif. Percaya?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh profesor Andrew Knight dan Markus Bauer, mereka yang melakukan transaksi dan bekerja sama sambil duduk di ruang konferensi kerja, ternyata kurang tertarik, atau nggak tertarik bekerjasama.
Ada banyak rahasia tidak terungkap kalau kita bekerja sama sambil duduk. Mungkin sekilas susah dilihat, tapi kalau kita melakukan kerjasama sambil berdiri, kesannya adalah komunikasinya lebih terbuka dan lebih antusias dan bersemangat.
Mereka yang bekerja sambil berdiri, di sisi lain, lebih terlibat dan lebih terbuka untuk bekerja sama dengan rekan kerja mereka. Jika itu yang terjadi, secara otomatis, orang yang lebih suka berdiri akan lebih bisa memimpin tim dan bekerja secara tim. Dan bukankah orang yang suka duduk lama itu kesannya individualistis?

Jadi, apa artinya ini?

Tempat kerja yang mendorong timnya untuk lebih banyak berdiri, akan menciptakan lebih banyak output kolaboratif dan lebih kreatif. Bekerja sambil duduk tidaklah dilarang, tetapi cobalah perbanyak berdiri saat bekerja, maka rekan kerja dan tim kita akan lebih mudah dalam menemukan solusi yang lebih kreatif, menemukan cara baru untuk survive, dan bisa lebih menikmati keharmoninas di tempat kerja.


3. Berdirilah secara berkala untuk membantu lebih fokus
Image by Bondan Satria
Barangkali meja kerja dan kursi dudukmu itu sangat nyaman dan enak, sehingga kamu merasa bisa lebih prouktif dengan hal itu. Tapi benarkah demikian? Justru seringkali jika tempat duduk dan meja kita terlalu nyaman, kita jadi cepet ngantuk dan selalu berpikir bahwa kita butuh tidur siang. Right?

Cobalah berdiri, meskipun nggak mengeluarkan banyak tenaga, tapi hal sederhana itu bisa membantumu untuk membakar kalori, memompa darahmu, dan meningkatkan tingkat energimu.

Lain halnya kalau kamu duduk, tubuhmu tenang dan nggak melakukan pergerakan, hal ini menyebabkan aliran darah ditubuhmu melambat. Akibatnya, kamu sudah tahu, kamu jadi nggak fokus, dan pikiranmu mulai berkelana kemana-mana. Right?

Ilmuwan olahraga, Jack Groppel, memberikan pandangannya tentang berdiri. Perusahaan Jack mempunyai misi untuk membantu tempat kerja seseoran jadi lebih aktif setiap harinya. Menurunya, berdiri, walaupun hanya beberapa menit saja, bisa membantumu untuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, dan merangsang tubuh dan pikiranmu.

Jadi, lupakan secangkir kopimu, sering-seringlah berdiri, dan kamu akan merasakan efek energi yang sama, bahkan seringkali lebih baik.


4. Rajin berdiri bisa membangun skill kita untuk berinteraksi sosial
Kalau kamu banyak menghabiskan hari-hari untuk mengetik, bukannya berbicara, kamu perlahan-lahan akan mulai berbicara dengan diri sendiri saat bekerja,
“Seperti ada yang kurang dengan diriku ini. Kenapa saya sering merasa kesepian?” 
Hal tersebut sangatlah wajar. 

Ketika kamu hanya membaca, kemudian membuka email dari rekan kerja atau mengirim email ke siapapun itu, entah ke rekan kerja yang satu bilik denganmu atau mereka berada di lantai lain, suasana hatimu seringkali menjadi kurang positif. Maka dari itu, mengisolasi diri sepanjang hari, di depan komputer tanpa melakukan interaksi sosial, juga berbahaya karena bisa mengikis kemampuan sosial kita.

Mungkin kamu memiliki alasan kalau rekan kerjamu kurang begitu kompeten dalam membuka dan membalas email. Tetapi, disisi lain, duduk di depan komputer terlalu sering membuat kemampuan kita untuk berkomunikasi di dunia nyata memburuk.
Ketika kita membatasi diri untuk berinteraksi dengan oranglain, dengan orang-orang nyata, bertatap muka, kita membatasi interaksi sosial kita yang, pada saatnya nanti, menyebabkan kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain berkurang bahkan buruk sekali.
Teknologi yang kita nikmati sekarang ini, memungkinkan kita untuk beriteraksi dengan cara instan, bahkan kita nggak perlu berdiri kita sudah bisa melihat muka orang yang kita ajak ngobrol. Contoh saja skype dan google hangout. Aplikasi seperti itu sangat membantu kita untuk berinteraksi dengan orang yang jauh dengan kita.

Tetapi kalau aplikasi itu juga digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang, bahkan, satu kantor dengan kita, hal itu menghalangi kita untuk berbicara langsung dengan orang lain.

Dengan begitu banyak waktu yang dihabiskan di tempat duduk, di depan komputer, kemudian seperti terisolasi, kita bisa menjadi antisosial, dan kita nggak lagi mampu berkomunikasi dan bertatap muka dengan baik.

Maka dari itu, ayo terus asah keterampilan sosial kita dengan berbicara dengan orang di sekitar kita, ajukan pertanyaan secara langsung setiap kali kita bisa melakukannya.


5. Berhenti membungkuk

Image Credit
Kebiasaan duduk sambil membungkuk, secara fisik mempengaruhi bagaimana kita berdiri juga. Salah satu cara untuk menjaga kondisi punggung kita tetap prima adalah dengan cara memperbaiki cara kita duduk. Jangan suka membungkuk.

Pada tahun 2006, European Journal of Pubic Healty menemukan, sebagian besar dari kita menghabiskan hari-hari untuk miring ke depan, menjulurkan leher dan melengkungkan punggung kita untuk lebih melihat apa yang ada di layar komputer atau TV. Postur membungkuk seperti itu, bagaimanapun, sudah menjadi habits dan nggak akan hilang ketika kita berdiri.

Duduk membungkuk selama delapan jam atau lebih setiap hari bisa menyebabkan masalah seperti kyphosis, yang membuat kita menjadi nggak dapat berdiri dengan benar.

Jangan biarkan meja kerjamu menentukan postur tubuhmu. Alih-alih duduk dan bersandar untuk mencari posisi duduk yang lebih baik setiap hari, lebih baik berdisi saja.

Tentu saja, berdiri sepanjang hari adalah sangat ideal, tapi nggak semua orang nyaman menukar kenyamanan mereka saat ini untuk berdiri. Jika posisi dudukmu susah diatur dan kursimu sangat mendukung untuk membuat kita duduk sambil membungkuk, cobalah sisihkan beberapa menit untuk mengaturnya. Kursi terlalu pendek? Rombaklah kurismu, atau tambahkan satu atau dua bantal di bagian bawah sampai kamu dapat berhenti membungkuk ke depan.


6. Sering berdiri membuat kinerja otak meningkat
Meeting tim G I Joe, Film GI Joe 2013
Coba sekali-kali kita renungkan, apakah otak kita bekerja dengan baik? Jika kita menghabiskan sebagian besar hari-hari kita untuk duduk enak di atas kursi, Otak kita mungkin menjadi bekerja kurang optimal.

Kita sudah tahu, tubuh kita lebih banyak dirugikan daripada mendapat manfaatnya ketika kita lebih memilih untuk sering duduk daripada berdiri. Maka dari itu, kondisi mentalmu juga ditentukan oleh postur dudukmu. Saat kamu mulai kerja di awal hari, tubuhmu akan menyesuaikan dan mencari posisi paling nyaman untuk bekerja. Dan, seperti yang disebutkan sebelumnya, aliran darahmu dapat melambat.

Akibatnya, kamu mungkin akan mengalami gangguan pada fungsi otak – akibat aliran darah melambat.
Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa kamu merasa seperti nggak bisa fokus pada sesuatu? Ini mungkin ada hubungannya dengan berapa lama waktu untuk berdiri. Linda Wasmer Andrews dari Psychology Today menunjukkan bahwa, duduk di tempat kerja menyebabkan mentalitas kita menurun.
Setiap hari kita menatap layar yang nggak berubah, membiarkan pikiran kita berada di zona itu terus, atau mencoba untuk mengatasi beberapa tugas sekaligus daripada berfokus. Dalam kedua hal tersebut, aktivitas yang kita lakukan sambil duduk ternyata mempengaruhi kemampuan kita untuk fokus.


7. Rapat kerja lebih efektif kalau dilakukan sambil berdiri
Tim Fast Furious 6 sedang meting proyek terbaru
Kamu sudah tahu bahwa meeting seringkali berlangsung membosankan dan  memakan waktu yang nggak perlu. Meeting seringkali membuatmu kehilangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk di meja. Terlalu lama meting memaksamu untuk duduk yang waktu selesainya seringkali tidak menentu, tak berujung, dan diselingi perdebatan yang nggak penting. 

Nah, jika hal itu terjadi di kantormu, untuk mempersingkat rapat staf berikutnya, cobalah minta semua orang di ruangan untuk tetap berdiri disaat meeting.
Pikirkan cara ini: Ketika kita rapat sambil berdiri, kita pada umumnya nggak akan menghabiskan banyak waktu. Dengan begitu, berdiri biasanya menjadi nggak nyaman. Nah, kalau sudah nggak nyaman, rapat cenderung cepat menemukan titik temu sehingga kita bisa kembali ke meja kerja masing-masing.
Seperti disebutkan sebelumnya, berdiri selama sesi berkumpul ini juga meningkatkan kreativitas dan kemauan untuk bekerja sama.


Hentikan Rutinitas, Cobalah Cara Kerja yang Kreatif

Tertarik untuk mengubah kebiasaan dudukmu?Mengubah kebiasaan dari duduk jadi berdiri nggak harus menjadi luar biasa. Ada banyak cara untuk bekerja dengan waktu berdiri lebih banyak dalam rutinitas pekerjaanmu.
Beberapa cara kreatif yang bisa kamu coba antara lain, menggunakan meja tinggi supaya kamu mengetiknya sambil berdiri, mencuci piring dan gelas setelah makan siang, memasak di dapur sambil berdiri, membuat ruang kerja yang terbuka atau tidak dibatasi tembok agar seluruh tim lebih mudah berinteraksi. 
Sehingga orang-orang menjadi mudah untuk berbicara dengan rekan kerja lainnya, dan jangan lupa membeli pedometer untuk mengukur progres harian kamu.

Ketika kita mencoba cara ini, bekerja dengan lebih sering berdiri, sedangkan orang lain duduk, mungkin terlihat aneh pada awalnya. Abaikan saja anggapan rekan kerjamu.

Ingatlah bahwa dengan berdiri, kita akan menjadi lebih sehat, dan siapa tahu, mungkin kamu akan memulai tren baru yang populer di kantor. Dan ketika tren itu muncul, orang-orang di kantor mulai berbelanja meja yang tinggi untuk membantu mereka berdiri.

Oleh : Rizqi Akbarsyah

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni