Eh, Skrispsimu Udah Sampai BAB Berapa?

Coba tebak, apa yang akan terjadi jika kamu lagi enak-enaknya ketawa ngakak karena bercandaan sama teman-teman, tiba-tiba ada seseorang yang muncul dari balik tirai lalu bertanya :
“Eh, skrispsimu udah sampai BAB berapa?”
Niscaya secara tiba-tiba tawamu akan terhenti seketika. Lalu kamu menganga dalam tempo yang cukup lama. Mulutmu terbuka. Kedua matamu tak berkedip. Dan kamu hanya akan bisa sadar kembali setelah dibawa ke ruang ICU rumah sakit.

Begitulah skripsi. Sedemikian menegangkan. Ia seolah merampas seluruh hak setiap manusia untuk menjalani hidup bahagia di dunia. Menebar tawa. Menebar canda. Semua jadi tiada ketika lontaran kata ‘skripsi’ masuk dalam menu pembahasan utama.

Tapi disini Nilni bakal ngasih tips buat kamu biar nggak takut lagi menghadapi skripsi. Karena ketakutan akan skripsi itu nggak ada dimana-mana. Hanya di pikiran kamu saja. Percaya deh. Kalau sudah dihadapi, pasti kelak kamu akan bergumam:
“Oh, ternyata skripsi itu gini doang. Cemen banget ih.”
Udah nggak sabar? Yuk baca tips menghadapi skripsi dari Nilni berikut ini :



1. Yakin

Coba hitung lagi, sudah berapa tahun kamu kuliah? Hitung dulu. Mas Penulis tungguin nih.

“1, 2, 3, ............... 7 tahun, Mas Penulis.”

Wuih, lama juga ya. Itu jangan-jangan adik angkatanmu udah jadi dosenmu sendiri deh pasti. Nah, dengan waktu selama itu, apa sih yang membuat kamu ragu untuk mengerjakan skripsi? Hah? Apa? Jawab! Nggak ada kan?

Kalau sudah 7 tahun kuliah, kamu pasti punya sesuatu ini: YAKIN!

Iya, kamu punya. Dengan durasi kamu belajar yang begitu lama, sudah pasti skripsi merupakan hal yang sepele buat kamu. Jadi kalau kamu takut, hajar aja itu rasa ketakutan dengan cara melakukannya. Nggak ada cara lain: KERJAKAN!


2. Akan selalu ada yang membantumu

Percaya deh, pasti akan ada teman-teman yang siap membantumu. Tapi bukan berarti membantu dalam hal ngetik skripsi, riset sampai pendadaran juga sih. Kalau itu ya, kamu harus melakukannya sendiri.

Maksud membantu disini adalah, misal kamu sudah bisa menemukan ide untuk mengerjakan skrispsi, panggillah teman-temanmu. Ajak kopdar kemana gitu. Kamu yang mentraktir mereka dong pastinya. Nah, pada saat itulah, ungkapkan ide skripsimu dan mintalah masukan dari mereka. Coba lakukan. Karena pasti akan kamu peroleh hasil yang nggak kamu duga sebelumnya.


3. Topik Menarik

Eh, kamu tadi kuliah lamanya 7 tahun kan, ya?

Selama itu, pasti ada topik menarik yang bisa kamu gunakan sebagai proyek skripsi. Coba renungkan lagi. Kamu sudah sering menerima mata kuliah itu, dan pasti kamu juga yang paling tahu mana sela-sela yang bisa kamu gali untuk dijadikan proyek skripsi.


4. Bayangkan Saat Kamu Lulus

“Hey Mas Penulis, wong ngerjain aja belum, kok sudah mikirin lulus?”

Dipikirkan saja dulu. Bahagia-bahagianya. Kalau sudah lulus, kamu bisa foto bareng orangtua pakai toga. Kalau sudah lulus, kamu akan terhindar dari berpusing-pusing ria memikirkan skripsi. Fokusmu tinggal: kerja dan cari jodoh!

“Kalau udah lulus itu enak kok.”

“Emang, Mas Penulis udah lulus?”

“Udah dong. Tepat waktu. Serius!”

“Wuih, bantuin ngerjain skripsi dong, Mas Penulis.”

“Wah, maaf, saya sudah lupa. Apa itu skripsi? Apa itu wisuda. Maaf.”

Jangan dimasukkan hati ya. Itu cuma bercandaan doang kok. Tapi lulus tepat waktunya serius sih. Dulu saya membayangkan dulu bahagianya lulus. Lalu berjuang mengejarnya. Dan ternyata, lulus itu enak. Coba deh. Minimal, bayangkan dulu. Baru kemudian benar-benar memperjuangkannya.


5. Bikin Target 

Tanpa target, kamu nggak akan merasa tertantang untuk mengejarnya. Cara menentukan target, bisa dengan melihat, ada berapa kali wisuda di kampusmu dalam setahun. Kalau di kampus saya sih 4 kali: Januari, April, Juli, dan Oktober.

Dengan melihat itu, kamu bisa segera mencanangkan mau lulus bulan apa. Kalau kamu memang pemberani dan serius ingin lulus, tulis itu di blog, bikin image untuk ava twitter, cover dan foto profil facebook. Contohnya begini: “Oktober Lulus!”


6. Narasumber dan Referensi

Sejauh pengalaman saya, skripsi itu terbagi menjadi dua: saat malas dan saat on fire. Kalau lagi malas, nyentuh aja enggak. Yakin. Satu-satunya cara untuk menghindari malas ya seperti nomer 5: bikin target. Dengan mengingat target, dengan mengingat sudah berapa banyak orang yang tahu targetmu di blog, facebook dan twitter, pasti sekonyong-konyong kamu akan memperjuangkannya demi menjaga nama baik.

Lalu yang kalau saat on fire, ini kesempatan langka. Jangan lewatkan! Kalau saya, hajar aja! Nggak tiap hari loh on fire mengerjakan skripsi itu muncul. Jadi kalau lagi kondisi up gitu, langsung tancap gas. Pol. Tanpa ampun!

Lalu cari juga narasumber dan referensi yang terpercaya. Agar riset skripsimu kuat. Sehingga ketika kelak dosen penguji siap membantai, kamu juga sudah siap untuk memberikan jawaban yang akurat dan dapat dipercaya keabsahannya.


7. Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing itu ada 2 macam: bisa dipilih dan dipilihkan kampus. Kalau bisa memilih, pastikan untuk memilih dosen yang enak dan peduli dengan topik skripsi yang kamu kerjakan. Cara mengecek dia bakal peduli atau enggak, bisa dilihat dari tiap kali beliau mengajar. Antusias kah dengan mahasiswa? Kalau jawabanny iya, tunggu apalagi. Minta aja beliau untuk bersedia jadi dosen pembimbingmu.

Tapi kalau kasusnya yang kedua, dipilihkan kampus, yang sabar ya? Karena nasib kita sama! Dulu saya juga dipilihkan kampus. Tapi nggak ada alasan untuk nggak bisa juga kok. Karena kampus pasti juga sudah mempertimbangkan dengan matang kenapa memilih dosen tersebut untuk jadi pembimbing skripsimu.


8. Jalin Hubungan Dengan Narasumber dan Dosen

Bisa lulus dengan sukses itu bukan semata-mata karena kamu jago teknis. Tapi ada faktor lain yang tampaknya nggak berhubungan tapi ini berpengaruh penting terhadap kelangsungan skripsimu. Yakni, menjalin hubungan yang baik dengan narasumber untuk skripsimu dan dosen pembimbing.

Kamu bisa memulainya dengan komunikasi yang baik, ngobrol intensif, dan menepati janji kalau mau bimbingan ataupun wawancara. Kalau lagi ngobrol, bahasannya pun nggak harus melulu tentang skripsi. Sekali waktu kamu juga boleh kok membahas hal-hal yang nggak berhubungan dengan skripsi. Pastikan bahwa itu adalah perbincangan yang membahas hal ringan-ringan kayak: sudah punya anak berapa, sudah punya (suami atau istri) berapa, dan berapa harga sebuah rudal rusia.


9. Tanding Dengan Sesama Pejuang Skripsi

Skripsi itu pasti akan malas untuk kita kerjakan, kalau ngerjainnya sendirian. Karena letak kontrol hanya pada diri sendiri. Jadi sewaktu-waktu kita bisa memberi pemaafan semisal sehari aja nggak ngerjain skripsi. Cobalah untuk bertanding melawan sesama pejuang skripsi. Caranya :

  • Membuat komunitas di twitter. Misal: @PejuangSkripsi (Kamu juga bisa menyesuaikan itu dengan nama kota masing-masing. Jogja: @PejuangSkripsiYK, Bandung: @PejuangSkripsiBDG, Jakarta: @PejuangSkripsiJKT dan lain sebagainya).
  • Menentukan deadline. Misal, jatah menyelesaikan 1 BAB hanya seminggu. Kalau telat, besok pas kopdar, bayarin makan. Kopdar juga penting deh. Siapa tahu disana ada perbincangan soal skripsi sampai mengundang mentor segala. Kan lumayan tuh, bisa belajar bareng plus konsultasi.
  • Semoga berhasil!

Oleh : Ahmad Mufid

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni