Ingin Cepat Naik Jabatan? Nih To-do-list nya

Sejak kecil manusia selalu hidup dalam persaingan. Selama sekolah, kita harus dihadapkan pada persaingan-persaingan nilai dan prestasi. Semakin bertambahnya umur, level persaingan juga makin meningkat. Kalau sewaktu SD persaingannya di seputar mobil-mobilan merek apa. Sewaktu SMP mereka sudah mengenal naik motor. Hingga persaingannya pun jadi: 
“Berangkat sekolah, naik motor apa?” 
Ketika SMA, mereka semakin tergoda untuk mencoba naik mobil. Lalu di sekolah timbul persaingan: 
“Ke sekolah kamu naik mobil apa?”
Pokoknya semakin tinggi tingkat pendidikan, persaingan mereka semakin meninggi. Mungkin saat mereka kuliah nanti pertanyaannya jadi gini : 
“Kamu ke kampus bawa pesawat jet bikinan negara mana?”
Sama halnya ketika di dunia kerja. Persaingan juga terjadi disini. Antar karyawan semacam saling sodok-sodokan biar dapat jabatan tertinggi di kantor. Mereka berebut perhatian dari atasan. Padahal yang sebetulnya butuh perhatian kan atasan. Soalnya dia lagi nggak pakai bawahan.

Nah, kalau kamu kepengen naik jabatan cepat, berikut ini Nilni memberikan beberapa tip yang bisa kamu gunakan agar makin disayang atasan. Dan pastinya, naik jabatannya cepat! Naik jabatan tapi gajinya nggak naik nggak apa-apa kan ya? Yuk ah, simak :



1. Introspeksi

Adalah sebuah kewajaran kalau seorang pegawai yang baru pertama kali bekerja melakukan kesalahan. Lantaran mereka belum tahu apa-apa. Itu lazim. 

Karyawan baik yang ingin cepat naik jabatan selalu belajar dari kesalahan. Kesalahan lalu yang pernah dia lakukan, akan ia pelajari dan evaluasi baik-baik agar nggak menimbulkan kesalahan di masa mendatang. Sehingga ini akan mendatangkan perhatian tersendiri bagi dari atasan jika ia menunjukkan perkembangan yang semakin membaik.


2. Rapi

Emang sih, ada pepatah yang mengatakan:

“Don’t judge book by it’s cover.”

Tapi apa iya, bosmu mau menunggu kamu membuktikan bahwa kamu bisa bekerja dengan baik? Enggak lah. Bos hanya mau melihat saat kesan pertama. Kinerja, belakangan. Kalau sejak awal kamu sudah mengesankan, bos akan senantiasa mengingatmu. Kapanpun. Dimanapun. Sehingga citra baik itu akan membuatmu bisa bekerja dengan lebih baik.


3. Utarakan keresahan

Mungkin kamu sudah bekerja lama di perusahaan. Tapi ternyata kenaikan pangkat nggak kunjung menghampiri. Sekalinya naik, yang naik pangkatnya saja. Gajinya enggak.

Nah, disaat-saat seperti ini kamu perlu untuk bicara kepada atasan. Mengutarakan kejujuran. Tapi itu semua dengan catatan kalau kamu memang layak dan pantas untuk naik jabatan. Kalau belum ya, ada baiknya memantaskan diri terlebih dahulu.


4. Sampaikan Ide

Kalau kamu punya kreativitas, jangan pernah ragu untuk mengungkapkannya. Sampaikan ide-ide menarik kamu kepada atasan. Niscaya ia akan dengan senang hati menerimanya. Jika itu bagus dan bermanfaat untuk perusahaan, pasti mereka akan menampung dan mengimplementasikannya kok. Tapi kalau belum diterima, jangan putus asa. Selalu salurkan kalau kamu memang punya ide bagus. Dari situ, atasan akan yakin bahwa kamu memang memiliki antusiasme tinggi terhadap pekerjaan, dan yang paling penting: pantas naik jabatan.


5. Proaktif Dan Ringan Tangan

Saat bekerja, akan ada saatnya kamu nganggur dan nggak punya pekerjaan sama sekali. Jika kamu mengalaminya, langsung lah bersikap proaktif dan riangan tangan untuk memberi bantuan pada siapapun yang membutuhkannya. Bisa juga ini termasuk kalau ada OB yang lagi sibuk membuatkan minum. Bantulah ya, bantu! Pasti atasan akan bilang:
“Wuiiiih... rajin bangeeeeeet.”
Asal setelah itu beliau nggak bilang:
“Kayaknya kamu lebih cocok jadi OB daripada direktur deh.”


6. Peduli

Jadilah karyawan yang selalu peduli dan bisa menemukan keresahan-keresahan yang mungkin jarang tersentuh atau bahkan jarang dibahas oleh perusahaan. Bahas itu, kemudian perjuangkan. Kalau memang itu benar-benar menjadi keresahan semua pegawai, lalu kamu memperjuangkannya, pasti mereka bakal membantu kamu kok. Pasti. Mereka akan bersimpati. Atasan juga. Akhirnya kamu dapat nilai plus di mata atasan.


7. Konsisten dan Penuhi Target

Bekerjalah secara konsisten setiap hari. Selalu penuhi target yang ditetapkan perusahaan. Setiap hari, perusahaan pasti selalu memberikan target agar karyawan terpacu untuk mengerjakannya. Konsistenlah untuk bekerja. Minimal, sesuai target. Jika bisa melakukan lebih, itu akan lebih baik. Dan yang pasti kamu akan di cap sebagai karyawan yang rajin oleh atasan. Lagi-lagi, nilai plus deh.


8. Positif

Jadilah pribadi yang positif. Mulai dari pikiran, hati, ucapan hingga perbuatan. Selalulah menyapa dan memberi senyuman setiap kali bertemu dengan pegawai ataupun atasan. Citra positif itu akan tertanam kuat dalam dirimu. Sehingga berdampak bagi kinerja, dan pada akhirnya kamu dapat bekerja dengan baik. Atasan selalu menyukai karyawan yang memiliki sikap baik.


9. “Make it simple”

Agar kamu dapat melakukannya, buatlah pekerjaan kamu sesederhana mungkin. Sesuatu itu biasanya menjadi rumit saat kita nggak mengorganisir pekerjaan. Aturlah pekerjaan kamu serapi mungkin. Agar kamu punya nilai prioritas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Sehingga membuat kamu lebih ringan dan terjadwal dalam menjalani hari-hari ditempat kerja.


10. Bersih Dan Jujur

Beuh, judul diatas udah kayak slogan caleg aja deh. Iya, slogan caleg kan emang gitu? Meskipun tampak klise, tapi kalau kamu ingin naik jabatan ya kuncinya harus bersih dan jujur. Pertama kita bahas yang bersih dulu aja yuk. Ini maksudnya kalau kamu ke kantor harus mandi dulu. Biar bersih. Gitu. 

Ehm, tapi maksud lain sebenarnya adalah, kamu bersih dari korupsi sekecil apapun di kantor. Contoh: pas disuruh belanja, notanya sesuai. Jangan malah minta ke mbak-mbak kasirnya untuk menggelembungkan dana biar kamu bisa nilep sisanya. Itu namanya nggak bersih. Plus nggak jujur.

Yang kedua, jujur. Intinya hampir mirip sama yang bersih diatas tadi. Jujur itu ya diresapi sungguh-sungguh, dan diamalkan sebenar-benarnya. Nggak cuma teori doang. Kalau kamu jadi karyawan yang bersih dan jujur, pasti atasan akan mengingatmu. Apalagi kalau kamu pernah menemukan sesuatu yang pernah hilang dari atasanmu. Kenangan, misalnya.


11. Datang Lebih Awal, Pulang Paling Akhir

Lazimnya karyawan, mereka datang dan pulang tepat waktu. Meski ada yang sering datang telat dan pulang lebih cepat juga sih. Kalau begitu kondisinya, otomatis kerjanya juga pas dan bahkan kurang loh. Perusahaan kan memberi waktu untuk kerja 8 jam. Lha kalau datangnya telat terus pulangnya cepat, korupsi waktu dong. Masak hobinya koar-koar menyatakan benci pada koruptor kok diri sendiri aja sering korupsi waktu. Gimana sih? Introspeksi dulu dong ah.

Dengan berangkat lebih awal dan pulang paling akhir, berarti waktu kamu lebih banyak. Dan seharusnya, secara kinerja lebih produktif. Seharusnya!

Kalau di kantor, atasan itu sering pulang telat loh. Sengaja. Emang karena masih banyak tanggungan juga. Kalau atasan pulang telat, dan ternyata kamu pulangny bareng, beliau pasti akan hafal. Dan kamu, dapat poin plus-plus sebagai karyawan yang disinyalir, rajin.

Naik jawabatan di perusahaan adalah keinginan semua pegawai. Tapi yang paling penting dari itu semua adalah: memantaskan diri. Bong Chandra, yang merupakan seorang motivator termuda nomer 1 di Asia Tenggara pernah berkata :
“Anda nggak mungkin berpenghasilan $ 1000 kalau kapasitas Anda masih $ 200. Cara agar bisa mencapai penghasilan $ 1000 ya: tingkatkan kualitas!”

Oleh : Ahmad Mufid

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni