Ini Dia Cara Untuk Menghadapi Orang Sulit Diatur

Dalam pergaulan, kita pasti menemukan bermacam-macam manusia, lengkap dengan berbagai karakter yang mereka miliki. Namun dari sekian karakter tersebut, akan ada manusia-manusia sulit. Yakni jenis manusia yang lebih gemar memendam pikiran negatif dan kerap menyalahkan keadaan jika terjadi suatu masalah. 

Manusia jenis ini, selain menyulitkan dirinya sendiri, juga akan menyulitkan orang-orang disekitarnya dalam berinteraksi dengannya. Salah satu contohnya adalah ketika mengadakan perjanjian atau kesepakatan. Berikut tips-tips yang bisa Anda gunakan ketika mengalami kesulitan ‘deal’ dengan orang tersebut.


Ini Dia Cara Untuk Menghadapi Orang Sulit via thedianerehmshow.org

Ubah Anggapan Kamu

Cara paling jitu ketika kamu ingin mengadakan ‘deal’ dengan orang tersebut adalah mengawalinya dari dirimu sendiri. Ya, ini satu-satunya cara paling aman yang bisa kamu gunakan. Bukan menyuruh orang lain untuk berubah, namun kamu memulainya dengan mengubah anggapan kamu tentang orang tersebut. 

Kalau semula kamu menganggap dia adalah orang yang sulit dan jahat yang patut dihindari, maka sekarang anggaplah bahwa dia hanya orang yang memiliki karakter sulit. Namun bukan berarti sifat tersebut dapat mempengaruhi kamu ketika mengadakan perjanjian bisnis, bukan? Untuk itu, lupakan tentang apapun sikapnya, dan tetap berfokuslah pada perjanjian bisnis yang ingin kamu capai dengannya. Pastikan juga terjadi win-win solution dalam perjanjian tersebut.


Akhiri Hubungan

Jika kasusnya kamu menjalin hubungan dengan orang dengan berkepribadian sulit, jalan satu-satunya adalah dengan mengakhiri hubungan tersebut. Setidaknya ada 2 alasan kenapa mengakhiri hubungan dengan orang tersebut menjadi pilihan penting yang harus kamu ambil :

  1. Pertama: Untuk membuat pikiran dan kepribadianmu sehat, kamu butuh untuk bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang yang bisa memberi asupan positif. Bersikap tegas dengan jalan mengakhiri hubungan berarti tidak mengijinkan pikiran dan kepribadian kamu menjadi tercemar.
  2. Kedua: Dengan kamu bersikap tegas, lambat laun dia juga akan belajar bahwa apa-apa yang selama ini selalu menjadi pemicu keributan adalah dirinya sendiri, yang selalu tak sadar ketika melakukan kesalahan dan lebih sadar untuk menyalahkan ketika terjadi permasalahan.


Mengakhiri hubungan tak berarti mengakhiri silaturahmi, bukan?


Berjiwa Besarlah 

Orang negatif akan bereaksi negatif ketika mendapat perlakuan negatif. Bahkan tak jarang mereka juga akan bereaksi negatif saat menerima perlakuan positif. Benang merah sebetulnya bukan terletak pada siapa yang salah. Tapi lebih kepada bagaimana respon yang kita berikan saat memperoleh perlakuan apapun.

Jika kamu sudah merasa telah memberi respon positif namun tetap mendapat perlakuan negatif, berjiwa besarlah. Mengalah bukan berarti kalah. Justru itu akan membuat kamu lebih dihargai dan tentu akan menjadi lebih dewasa secara kepribadian.

Ide ini mungkin terdengar tampak kontra-intuitif dan tak masuk akal. Namun hanya dengan cara ini kontra yang sedang kamu hadapi jadi mereda dan kepribadian kamu menjadi lebih matang. Lagi pula jika suatu saat dia telah sadar akan apa yang dia lakukan, dia akan sadar dan mendatangimu untuk meminta maaf. 


Pahami Posisi Dia

Daripada menghakimi perilakunya yang sulit, alangkah baiknya memahami posisi dia dengan membayangkan kalau kamu jadi dia. Bayangkan ketika kamu mengalami penderitaan menjadi orang sulit.

Berangkat dari hal tersebut kamu akan lebih memilih untuk secara sadar, sabar dan dewasa menghadapi dia. Juga, memaklumi tindakannya dan mengesampingkan egomu.

Ketika dapat memahami kondisi seseorang dengan memulai dari akar permasalahan akan membuat kamu terhindar dari tindakan impulsif yang cenderung lebih mengarah ke hal-hal negatif dalam memberi respon.


Jadilah Diri Sendiri

Ini adalah saat yang penting untuk menujukkan aslinya kepribadian kamu. Bukan karena ingin dipuji. Tapi lebih karena kepribadianmu sebenarnya akan memang akan terlihat bukan karena tak terjadi apapun selama menjalani hidup. Justru adanya masalah lah yang membuat kepribadianmu terasah dan teruji.

Jadi jika kamu menghadapi masalah – termasuk bertemu dengan orang yang sulit – tetaplah untuk menjadi diri sendiri. Orang boleh untuk menjadi pribadi yang susah dan menjengkelkan. Tapi kamu tetap harus bertanggungjawab dengan dirimu sendiri. Jangan sampai sikap mereka bisa merusak kepribadianmu. Jangan pernah untuk mengijinkan diri kamu dibuat sulit oleh sikap-sikap mereka. 

Hidupmu adalah tanggungjawabmu sendiri. Pun jika kamu mengikuti mereka untuk menjadi negatif, mereka belum tentu akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu padamu yang timbul karena keputusanmu untuk mengikuti arus yang mereka ciptakan.

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni