Produktivitas Menurun? Coba Cara Ekstrem Ini!

Salah satu hal paling ngeselin dalam hidup terjadi ketika seluruh waktumu telah terjadwal, tapi dalam proses-proses menjalaninya mengalami kemacetan yang mengancam terhentinya produktivitas. Waini, biang keladi yang jadi momok hampir semua orang. Menakutkan. Bahkan saking menakutkannya, mungkin film-film horor masa depan nggak perlu lagi ada kuntilanak, genderuwo atau pocongnya. Tapi cukup kemandekan produktivitas kayak gitu.

Kamu pernah mengalaminya?


Setiap orang hampir pasti pernah mengalaminya karena hal ini bersifat alamiah. Meski demikian, bukan berarti ini nggak ada solusinya. Maka dari itu disini Nilni bakal ngasih cara-cara ekstrem yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan produktivitas. 

Produktivitas Menurun? Coba Cara Ekstrem Ini! via Shopify.com

1. Stop Kerja!

“Hey Mas penulis, kamu edan ya?”

Ehm, enggak juga. Tapi boleh dong ya kalau disini saya ngajakin edan dengan stop kerja. Bukan apa-apa nih, pikiran kan sama halnya dengan fisik. Ia juga punya rasa capek. Mau sampai kapan memforsir otak tiada henti? Kasihan loh. Bisa-bisa panas.

“Ya kalau panas kan bisa saya pakai buat menggoreng pisang.”

Wah, ide bagus tuh. Tapi terserah deh. Termasuk kalau istirahatnya dipakai untuk menggoreng pisang. Tapi pada intinya hal yang paling penting adalah mengistirahatkan pikiran, lalu mengisinya dengan hal-hal yang berbeda jauh dengan apa yang sedang kamu kerjakan.

Jadi misalnya kamu stres gara-gara kelamaan nulis. Nah, istirahatnya bisa dipakai buat push up atau ngutak-atik radio yang rusak. Nggak usah lama-lama juga tapi. Sepuluh menit cukup lah. Setelah itu balik lagi ke pekerjaan. Lalu, rasakan bedanya!


2. Bermain

Ada banyak permainan yang bisa kamu mainkan untuk mengatasi pikiran yang sedang stres. Mulai dari permainan yang tradisional hingga modern. Nggak perlu mahal. Yang murah juga ada kok. Main remi atau uno pun bisa mengobati pikiran yang sedang suntuk gara-gara kebanyakan deadline yang belum kelar. Atau main PES, Clash of Clans dan lain sebagainya juga boleh. Asal kamu tahu, ada banyak manfaat bagi kesehatan loh yang dihasilkan dari bermain. Diantaranya dapat memperkuat berbagai keterampilan kognitif seperti navigasi spasial, memori, penalaran dan persepsi.


3. Cek Email atau Media Sosial

Kalau piknik aja nggak sempat, yaudah, sempat-sempatin deh buka email. Siapa tahu ada yang ngirim sesuatu. Penawaran dari MLM, misalnya. Atau sesekali buka twitter, siapa tahu nggak ada yang mention. Ya kalau ada yang mention, syukurlah. Berarti ada kegiatan: membalas mention. Tapi kalau nggak ada, cari-carilah. Contohnya: stalking timeline mantan. 

Eh, jangan remehkan stalking deh. Ada banyak manfaat yang kita nggak tahu loh dari aktivitas stalking. Bisa jadi kamu dapat info menarik. Mantan nikah, misalnya. Kan menarik tuh. Atau kalau nggak, kamu bakal dapat manfaat lain. Seperti dapat info bisnis. Siapa tahu mantan kamu punya bisnis yang kamu bisa join. Seperti bisnis MLM, misalnya.


4. Tunda Pekerjaan

Setiap orang pasti punya daftar tugas paling penting: MIT – Most Important Task. Biasanya ini termaktub dalam buku: to do lists. Siapa coba yang tahan dalam hidup keteraturan? Emang kamu nggak mau gitu, sekali-kali ngerusak pola dengan cara melakukan hal yang diluar biasanya seperti melakukan segala sesuatu secara berurutan?

Kalau kamu punya daftar buku ‘to do list’ dan selalu melakukan setiap hari secara berurutan, cobalah sekali-kali gitu mengacak-acak urutannya. Nggak ekstrem-ekstrem banget tapi. Kalau ada hal-hal yang memang benar-benar nggak bisa dibalik atau berdampak buruk ya jangan diacak-acak. Lakukan ini hanya untuk hal-hal kecil saja. 

Misal kamu terbiasa mengecek email pagi hari, nah, nggak dosa juga kan, kalau sekali waktu kamu mengecek siang hari? Siapa tahu dengan cara ini berasa ada penyegaran dalam harimu. Sehingga hari-harimu yang terasa monoton sedikit berubah menjadi lebih dinamis.


5. Lewatkan Saja

Di kantor, seringkali atasan ngasih tugas yang keluar dari bidang kita. Emang sih, itu bisa bikin berkembang kalau mau mencoba. Lah, tapi kalau didepan sana sudah terbentang deadline demi deadline yang haus akan sentuhanmu, masak ya kamu mau nerima dan mengorbankan apa yang sudah kamu rencanakan jauh-jauh hari. Sayang deh. 

Biar sama-sama enak, mending sejak awal langsung tolak aja. Bukan dengan kata “Maaf, lebih baik kita temenan aja” loh. Tapi bilang aja jujur dengan keseluruhan deadlinemu, dan kewajibanmu untuk menyelesaikan semuanya. Tolaklah dengan halus. Beranikan diri untuk berkata tidak. Dengan demikian, pasti atasan yang memberi tugas akan benar-benar mengerti kalau memang deadline yang sedang kamu kejar dampaknya untuk kemajuan perusahaan juga.


6. Ungkapkan atau Rahasiakan Target

Ada 2 ya : ungkapkan dan rahasiakan. Mana dulu nih? Yang ungkapkan dulu aja ya.

A. Kenapa target harus di ungkapkan?

Penting! Berapa banyak orang yang lemah dan malas nggak mau mengusahakan target gara-gara setiap kali ingin memperjuangkan mimpinya selalu memberi pemaafan pada diri sendiri? Hah? Berapa banyak hayo? 

Nah, itu penyebabnya karena yang tahu mimpi kita cuma kita sendiri. Coba deh kalau di ungkapkan. Lewat twitter, facebook, blog dan tiap kali ketemu orang, ceritakan rencana dan langkah nyata yang sudah kamu lakukan untuk meraihnya. Pasti kamu bakal mati-matian untuk menggapainya. Karena kalau sampai nggak tercapai, taruhannya nama baik loh. 

Kalau kamu tahu arti pentingnya nama baik, niscaya akan sungguh-sungguh memperjuangkannya. Karena dengan mengungkapkan mimpi, itu berarti secara nggak langsung sedang menyuruh orang untuk selalu menagih tiap kali ketemu.

Contoh simpel: kamu pengen wisuda di bulan Oktober tahun 40 sebelum masehi.

Itu perumpamaannya kamu hidup di tahun 38 sebelum masehi ya. Oke, coba kalau kamu mengungkapkan pada semua orang lewat berbagai kesempatan. Setiap berpapasan pasti akan selalu ada pertanyaan yang terselip seperti ini:

“Kapan wisuda?”

B. Kenapa harus di rahasiakan?

Penting! Ini demi menjaga nama baikmu. Di dunia ini, ada banyak orang yang pendiam tapi tahu-tahu mengeluarkan sesuatu yang mengagumkan. Buku, film, album, dan lain sebagainya.

Benang merah baik yang diungkapkan maupun yang tidak, sebenarnya terletak pada niat kita. Kalau niatnya nggak mau pamer ya sebaiknya jangan diumbar-umbar. Atau sebagai gantinya kamu bakalan di cap omdo alias omong doang. Jadi kalau niatnya karena nggak mau pamer, boleh. Tapi kalau untuk mencari tameng pemaafan biar nggak action-action ya mending milih yang ‘di ungkapkan’. 

Lagian kan, pamer atau enggak yang paling tahu cuma diri sendiri. Kalau maksud hati nggak pamer, tapi orang bilang pamer, diamkan saja. Mereka yang ngatain pamer biasanya nggak punya karya. Nggak punya apa-apa. Spesialisasinya yaitu: ngata-ngatain. Pilih yang manapun, pastikan bahwa kamu sedang berada dalam langkah untuk bergerak maju. Bukan stag ditempat. Apalagi mundur. Jangan mundur-mundur, awas, dibelakang ada kotoran loh.

Nah, itu dia 6 cara ekstrem untuk mengatasi kemandekan yang bisa timbul melalui berbagai cara dan bentuk. Teruslah produktif. Tetapkan target. Patuhi! Praktekkan satu per satu tips diatas. Berangkatlah dengan tujuan mulia untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita disertai langkah nyata! Ganbatte Kudasai!

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni