Tidak Selamanya Menjadi Anarkis itu Negatif

Banyak pandangan salah kaprah mengenai anarkisme. Media massa memiliki peranan besar membentuk konotasi negatif terhadap kata anarkis. Anarkisme berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu archos/archien yang berarti ‘pemerintah atau pihak yang menerapkan kontrol atau otoritas’

Kata tersebut dibubuhi imbuhan ‘a’ yang berarti negasi, tidak, tanpa atau nihil. Kedua kata tersebut yang kemudian menghasilkan kata anarchy dalam bahasa Inggris dan kemudian diserap menjadi anarki atau anarkhi dalam bahasa Indonesia. 

Secara harfiah anarki bisa diartikan sebagai ‘tanpa pemerintahan’.
Anarkisme tidak melulu bicara mengenai filosofi rumit, bukan juga sebuah teori intelektual. Ia adalah sebuah keyakinan dan ketenangan yang sebenarnya didambakan semua orang. 
Anarkisme menghendaki masyarakat yang dibangun atas dasar asosiasi bebas, tanpa paksaan dan tekanan dari pihak mana pun, serta menjamin kebebasan berpikir dan bertindak bagi setiap individu didalamnya.

Anarkisme tidak melulu tentang berdemonstrasi dan melempar batu-batu di jalanan. Sepanjang sejarah, ada ratusan ribu kelompok masyarakat yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip anarkisme, termasuk juga sebagian besar masyarakat adat di dunia. 

Dibandingkan masyarakat yang berada di dalam sistem hierarkis dan otoriter, kehidupan masyarakat anarkis cenderung lebih stabil. Ia mampu mewujudkan kondisi sosial yang terorganisir atas dasar pemikiran dan persetujuan bersama. Bukan kelompok yang hidup di bawah tirani.

Meskipun banyak pemikir anarkis yang ateis, namun anarkisme bukan berarti anti-Tuhan atau agama. Iman termasuk dalam kebebasan berfikir individu. Jika anarkisme menentang iman, maka ia menentang pemahamannya sendiri tentang kebebasan berpikir dan bertindak bagi setiap individu.
Menjadi seorang anarkis berarti menjadi manusia seutuhnya. 
Manusia yang menghargai kodrat keberadaannya di dunia adalah sebagai makhluk yang bebas. Bebas tanpa tekanan dari siapapun termasuk pemerintah sekalipun dan memiliki harkat dan martabat yang sama. 

Anachy : Pixabay

Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang anarkis, ada baiknya kamu mempelajari hal-hal berikut yang akan membantumu mengenal tentang anarkis :

1. Mulailah mempelajari anarkisme

Membaca beberapa perkenalan dasar anarkisme dari beberapa tokoh adalah langkah baik untuk memulai menjadi bagian dari anarkisme. Berikut ini daftar tokoh penting anarkisme beserta pemikirannya yang sebagian besar juga sudah dibukukan. Kamu perlu mengenali sebagian besar dari mereka untuk mulai mempelajari teori dan pemikirannya.

A. Abad ke-19

  • Pierre Joseph Proudhon
  • Peter Kropotkin
  • Daniel De Leon
  • Mikhail Bakunin (God and the State),
  • Alexander Berkman (The ABC of Communist-Anarchism)
  • Benjamin Tucker.

B. Abad ke-20

  • Emma Goldman (Anarchism and other Essays),
  • Errico Malatesta (Anarchy),
  • Alfredo Bonanno
  • Bob Black (The Abolition of Work)
  • Wolfi Landstreicher (Willful Disobedience),
  • John Zerzan
  • Murray Bookchin,
  • Crimethinc
  • Ex-Workers Collective (Recipes for Disaster)
  • Daniel Guerin (Anarchism: From Theory to Practice, No Gods No Masters: An Anthology of Anarchism),
  • Rudolf Rocker (Anarcho-Syndicalism: Theory and Practice),
  • Colin Ward (Anarchism: A Very Short Introduction)
  • Noam Chomsky (Chomsky on Anarchism).


Pelajari juga cabang-cabang pemikiran anarkisme seperti: Sosialisme libertarian, Anarko-komunisme, Platformism, Post-kiri, Anarko-feminisme, Anarkisme ‘Hijau’ dan lain-lain.


2. Menggunakan pola berfikir anarkis dalam kehidupan

Ambil kendali atas kehidupanmu. Mulailah berfikir bahwa kamu dan semua manusia sejatinya adalah makhluk bebas. Tidak ada yang bisa memilikimu kecuali dirimu sendiri. Tidak ada otoritas yang berhak mengaturmu kecuali untuk saling bekerja sama mengorganisasikan diri.


3. Berfikir mandiri

Mulailah menerapkan teori-teori dan filsafat anarkisme dalam kehidupan. Sederhana saja, belajarlah menerapkan pola hidup mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Jangan selalu menjadi pengikut tren gaya hidup populer. Pandai-pandailah memilah apa yang benar-benar kamu butuhkan (kebutuhan pokok) ketimbang selalu menuruti apa yang kamu inginkan.


4. Mencari kawan

Team : Pixabay
Temukan orang lain yang memiliki pemikiran sama atau paling tidak mendekati dengan apa yang sedang kamu jalani sekarang. Bentuklah jaringan bersama orang-orang tersebut, atau lazim diistilahkan dengan berkomunitas. Manusia pada dasarnya saling membutuhkan. Kamu bisa saling berbagi tentang banyak hal di dalamnya dan bergabung dengan kelompok lain untuk memperluas jaringan.


5. Berpartisipasi dalam sebuah gerakan

Gerakan tersebut dapat berupa demonstrasi, aksi langsung dan pengorganisasian akar rumput terhadap semua hal-hal yang membatasi kebebasan dasar atau penyebab ketidakadilan.  Protes tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya gerakan dan aksi nyata. Adalah tugas bagi setiap orang untuk mengajak orang lain berbuat sesuatu. 

Artinya kalian akan hadir dalam forum pengorganisasian masyarakat. Kamu akan duduk dalam pertemuan, berdiskusi dan bekerja bersama orang yang tidak selalu setuju denganmu. Memang tidak mudah tapi hal tersebut adalah salah satu poin penting dalam menjadi seorang anarkis.


6. Berani mengemukakan ide dan menyebarkannya

Kamu bukanlah seorang anarkis jika hanya berdiam diri, tidak mau menggunakan hak dan kebebasan bicara sebagai warga negara dan hanya berani berbicara di chat room. Tidak ada bentuk sebuah perjuangan berarti yang kamu lakukan. Anarkis bukanlah partai politik yang memiliki jaringan informasi untuk bekerja siang dan malam. Tidak ada perubahan yang akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri untuk kemudian menyebarkannya.


7. Bangga menjadi anarkis

Anarkisme adalah bagian penting dari sejarah dan peradaban mengenai perjuangan manusia. Anarkisme bergerak menghentikan paham kapitalis menggerogoti nilai-nilai kemanusiaan. Menyebarkan fakta tentang kebusukan tirani serta menghilangkan prasangka kesalahpahaman. 

Jangan biarkan rekan kerja, teman, atau keluarga berpikir kamu seorang liberal, konservatif dll. Katakan dengan bangga bahwa kamu adalah seorang anarkis. Ubah persepsi awam mengenai paham-paham usang tersebut. Salah satu cara membuat perubahan adalah membuat orang lain mengerti dan ikut melakukannya.


8. Mulailah mengorganisasikan masyarakat

Atur pertemuan dengan orang-orang lain. Kamu bisa menyebarkan poster atau media lain yang menjelaskan tentang anarkisme serta cita-cita yang ingin dicapai bersama. Belajarlah untuk menjadi pribadi yang persuasif, bukan argumentatif. 

Ingat bahwa kita semua menginginkan hal yang sama (perdamaian, kemakmuran, dan sebagainya), mulailah dengan poin tersebut untuk ajakan bekerja sama. Beri pengertian pada masyarakat bahwa anarkisme bukan tentang kekacauan atau menghancurkan sesuatu. 

Anarkisme adalah sebuah ideologi politik dan sosial yang menganjurkan diri untuk berorganisasi. Anarkisme juga merupakan sistem politik dan ekonomi non-hirarkis yang berakar pada sistem demokrasi langsung.

Fireman : Pixabay

9. Bersiaplah menghadapi tuduhan bahwa kamu adalah seorang utopis

Dengan pemikiran yang kamu tawarkan pada orang lain, mungkin akan menyebabkanmu dianggap sebagai seorang utopis.Kamu tidaklah sendirian. Ingatlah bahwa sebagian besar masyarakat adat sepanjang sejarah telah merupakan wujud anarkisme. 

Bahkan hingga saat ini banyak komunitas-komunitas yang tanpa kamu sadari juga bergerak diatas prinsip-prinsip dasar anarkisme.


10. Tetap Waspada

Ingat bahwa anarki memiliki banyak konotasi negatif. Bukan hanya karena propaganda negatif yang ditujukan pada paham ini, tetapi juga disebabkan oleh tindakan orang-orang berkostum yang menyebut diri mereka anarkis sambil berbuat kekacauan. Menjadi anarkis berarti belajar untuk menghadapi orang-orang seperti ini. Selalu waspada apabila ada gerakan tertentu dari mereka untuk menyabotase pekerjaan kita.


11. Rajin-rajinlah menggali informasi dan mengikuti berita tentang perkembangan dunia

Jangan membuat dirimu sendiri terlihat bodoh. Apalagi melawan sesuatu yang tidak kamu ketahui. Pelajari kapitalisme, Marxisme, fasisme, dan ideologi politik lainnya. Kenali musuhmu. Hindari bertindak bodoh atau bertindak dengan informasi yang setengah-setengah. Itu hanya akan menyulitkan gerakan yang sedang dibangun.


12. Jangan sekali-kali berlaku otoriter kepada orang lain

Ingatlah bahwa kita semua sama sama! Jangan pernah membeda-bedakan orang apalagi memberikan tekanan pada golongan minoritas. Sebaliknya, sebagai seorang anarkis harusnya merangkul mereka. Ingat bahwa solidaritas adalah kekuatan terbesar kita.

Itu tadi adalah beberapa saran yang bisa dibagi untuk kamu yang tertarik mempelajari dan hidup sebagai seorang anarkis.
Banyak sekali nilai luhur anarkisme yang bisa diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hidup tanpa pemerintahan bukan berarti hidup tanpa aturan. 
Sebagai manusia, kita dikaruniai hati nurani dan akal pikiran untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal itulah yang melandasi organisasi anarkis dalam melakukan kesepakatan dan bentuk-bentuk kerjasama antar anggotanya.

Selamat belajar menjadi anarkis, selamat belajar menjadi ‘manusia’ seutuhnya.

Oleh : Satrio Rizki Dharma

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni