Bagaimana Sebuah Kebiasaan Itu Terbentuk

Sebagian dari kamu mungkin pernah mencoba memulai kebiasaan baik, namun gagal. Sebuah hal baru yang baik tidak muncul begitu saja, melainkan harus melalui proses yang panjang agar menjadi sebuah kebiasaan. Membangun kebiasaan yang baik ketika sudah dewasa jauh lebih sulit daripada saat masih kanak-kanak.

Anak-anak cenderung lebih suka meniru kebiasaan orang-orang di sekelilingnya. Anak-anak tidak akan memperdulikan apakah itu kebiasaan yang baik atau buruk, mereka akan menelan mentah-mentah tanpa berfikir panjang apakah itu akan baik bagi dirinya atau tidak.

Kebiasaan itulah yang akan tumbuh dan berkembang seiring pertambahan usianya, karena itu pendidikan dasar bukan hanya IPA, IPS, atau matematika. Pendidikan dasar juga meliputi pembiasaan kebiasaan baik yang patut diajarkan kepada anak-anak.

Pendidikan pembiasaan paling gampang diajarkan di lingkungan keluarga dalam melaksanakan pendidikan pembiasaan pada anak,  kebiasaan orang tua harus dijaga sebaik-baiknya. Ajarkan hal-hal kecil yang mudah dipahami oleh anak-anak. Misalnya : sikat gigi sebelum tidur atau cuci tangan sebelum makan.

Jangan menakuti anak-anak dengan hal yang tidak masuk akal ketika anak tersebut melanggar kebiasaannya, karena setelah mereka dewasa dan tahu bila itu bohong mereka akan dengan leluasa meninggalkan kebiasaan baik tersebut. Ingatlah jika orang tua adalah guru pertama bagi seorang anak.
Namun jika kamu adalah seorang kakak, dan belum menjadi orang tua, berikanlah contoh yang baik yang bisa menjadi panutan adikmu, agar dia tumbuh dengan kebiasaan yang baik pula.
Berbeda dengan anak-anak, orang dewasa cenderung lebih susah membiasakan kebiasaan baru. Mereka lebih sering melakukan kebiasaan lama yang mereka bawa dari kecil. Meskipun orang dewasa sudah mampu berfikir apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, namun orang dewasa sangat susah mengubah pola kebiasaan yang dibawa sedari kecil.

Jikalau orang dewasa tersebut telah berusaha keras merubah kebiasaan buruknya, namun orang dewasa cenderung lebih gampang menerima godaan-godaan yang datang padanya saat sedang memulai kebiasaan baik. Jika kamu mau mencoba hal baru yang baik, maka kamu perlu tahu bagaimana alur sebuah kebiasaan terbentuk.


Charles Duhigg pernah menulis sebuah buku yang sangat bagus yang memecah mekanisme penciptaan kebiasaan, buku tersebut berjudul "The Power of Habit" (Diterbitkan pada tahun 2012).
Charles Duhigg berpendapat bahwa ada tiga komponen pembentuk sebuah kebiasaan, yang pertama adalah mengingat, melakukan secara terus menerus, dan memberikan reward pada diri kamu sendiri dengan rasa puas. Ketiga komponen tersebut sangat fatal bila diterapkan untuk memulai hal buruk. Untuk itu simak cara berikut ini jika kamu sudah mulai terbiasa melakukan hal-hal buruk.

Komponen pertama untuk menciptakan sebuah kebiasaan adalah dengan cara mengingat 

Jika kamu terbiasa mengingat kebiasaan buruk kamu, maka untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut adalah berhenti mengingat kebiasaan buruk tersebut. Alihkan fokus kamu agar tidak mengingat kebiasaan buruk tersebut. Contoh : misalnya kamu adalah seorang “facebookers sejati”, bahkan memasang alarm dengan nada dering yang keras sebagai pengingat agar kamu segera mengecek semua pemberitahuan facebookmu yang telah masuk dalam smartphone kamu.

Kamu bahkan bisa melupakan kewajiban kamu hanya untuk mengecek pemberitahuan facebookmu ketika alarm itu berbunyi. Hal tersebut merupakan kebiasaan yang buruk. Pekerjaan akan selesai tepat waktu dengan kualitas yang maksimal, karena kamu jadi lebih fokus dengan apa yang kamu kerjakan.

Mulailah dengan mematikan alarm “pengingat” tersebut ketika kamu sedang dalam acara yang penting, atau sedang mengerjakan sesuatu yang mendesak. Dengan melakukan hal tersebut kamu akan melupakn sejenak untuk mengecek pemberitahuan facebookmu, karena kamu tidak mendengarkan alarm “pengingat” itu berbunyi.


Komponen pembentuk kebiasaan yang kedua adalah rutinitas


Apa jadinya jika kamu memelihara kebiasaan buruk sebagai rutinitas yang dilakukan berkali-kali atau bahkan setiap hari. Tentu akan menimbulkan kerugian untuk dirimu sendiri.
Untuk menghentikan kebiasaan burukmu, maka ubah rutinitas burukmu sekarang juga. 
Nah... setelah berhasil menjalankan langkah pertama untuk tidak mengingat kebiasaan burukmu dengan mengalihkan fokus pada kegiatan yang lebih baik, maka pertahankanlah. Kegiatan yang baru, jika dilakukan terus menerus akan menjadi rutinitas buatmu.

Menyambung contoh kasus pada point pertama, ketika telah berhasil lepas dari “alarm pengingat” pemberitahuan facebook tersebut, kamu memutuskan untuk menambah kegiatan yang baru yaitu, berkebun. Bahkan kegiatan itu bisa dijadikan sebuah rutinitas yang wajib kamu lakukan. Hal tersebut akan mengalihkan fokusmu yang sedang menunggu “alarm pengingat” tersebut berbunyi.
Rutinitas tersebut lama-kelamaan akan membentuk pola kebiasaanmu yang baru dan kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik

Komponen pembentuk kebiasaan yang ketiga adalah reward


Reward atau yang berarti hadiah, dalam hal proses penciptaan kebiasaan baru adalah rasa puas. Pada pembahasan sebelumnya Nilni.com telah menyarankan kamu untuk mengalihkan fokus kegiatan agar melupakan ingatan akan melakukan kebiasaan buruk.

Setelah itu jadikan kegiatan pengalih tersebut sebuah rutinitas. Nah...pastikan kegiatan pengalih kebiasaan buruk tersebut adalah kegiatan yang memberikan kesenangan yang baru buat kamu. Kamu akan melakukan kegiatan tersebut dengan santai tanpa perasaan tertekan.

Menyambung kembali contoh pada point satu dan dua, kegiatan pengalih fokus yang dimaksud adalah berkebun. Pastikan berkebun adalah kegiatan yang menurutmu menyenangkan. Dengan berkebun kamu telah terfokus untuk memperhatikan hal disekitarmu. Cukup mudah kan guys....?.
 
Sekarang semua tergantung kamu. Sebelum ketiga komponen diatas membantu menghentikan kebiasaan buruk kamu, pastikan kamu mempunyai niat dan tekad yang matang untuk memulai perubahan yang lebih baik. Tanpa niat dan tekad kuat yang timbul dari diri sendiri maka komponen apapun akan menjadi sia-sia.

Ingat guys...hidup sangat singkat, akan rugi jika hanya kamu isi dengan hal buruk yang tidak berguna atau bahkan bisa merusak hidupmu. Ingatlah orang-orang sekitar yang menyayangimu, jadikan motivasi untuk kamu berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Mungkin kamu bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk mulai berhenti melakukan kebiasaan burukmu, jawabanya adalah sekarang juga.
Jangan tunda waktumu untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Dengan menunda perubahan sehari, kamu sudah kehilangan waktu sehari untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

Oleh: Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni