Cara Makan Seperti Seorang Guru Silat Bisa Meningkatkan Kemampuan

Kamu tahukan kehidupan para shaolin di China yang memiliki jadwal yang ketat. Sama seperti yang ada di film yang menceritakan kehidupan shaolin. Jika kamu masih ingat tetang film Boboho tentunya tidak asing lagi dengan cara para shaolin berlatih dan bertahan hidup, mulai dari bangun pagi hingga berlatih. 

Jika mereka terlambat bangun pagi, guru akan memberikan hukuman fisik. Kehidupan para shaolin memang jauh dari kehidupan modern. Tradisi kuno masih mereka jalankan dengan ketat. Tahukah kamu bahwa daging adalah makanan yang di larang untuk dimakan oleh para shaolin? Mereka hanya diperbolehkan makan sayuran, biji-bijian dan saja, pastinya cara makannya menggunakan sumpit. 


shaolin: pixabay
Yuk cari tahu cara makan mereka seperti apa.


1. 30 kunyah dalam satu suapan, sangat bermanfaat loh...

Mulai sekarang hitung kunyahanmu sebanyak 30 kunyahan. Semakin banyak mengunyah mulut akan semakin banyak mengeluarkan air liur. Air liur mengandung enzim milase yang mengubah pati menjadi amilum. Air liur juga mengandung kalsium yang dapat merawat gigi secara alami, sehingga gigi dapat terhindar dari kerusakan dan penyakit. Menguyah makanan hingga menjadi bubur akan mempermudah kerja lambung dan usus.

Usus hanya mampu menyerap makanan sebanyak 15 mikron, semakin halus makanan yang dikunyah maka akan semakin banyak sari makanan yang diserap. Semakin banyak makanan yang diserap tubuh akan membuat daya tahan tubuh kita meningkat. Karena semua makanan dapat terserap dengan baik. 

Bagi kamu yang ingin berdiet menguyah makanan lebih dari 30 kali dapat menekan nafsu makan dan meningkatkan kadar gula darah. Tahukah kamu, kita merasa lapar karena kadar gula darah dalam tubuh menurun. Selain itu membuat sistim pencernaan lancar, sehingga kamu bisa terbebas dari sembelit. 


2. Atur porsi makanmu  

Para shaolin dilarang untuk makan berlebihan dalam mangkok mereka. Mereka hanya diperbolehkan makan sedikit agar bisa memcicipi semua masakan. Meski dalam keadaan lapar sekaligus mereka tidak boleh rakus. Saat makan ada peraturan yang tidak boleh dilanggarnya yaitu mereka tidak boleh berbicara dan tidak boleh melakukan aktifitas lain selain makan. Tujuan ini agar mereka fokus dalam makanannya, hal ini semacam ini disebut meditasi. Sama halnya dengan melakukan pekerjaan lainnya mereka diajarkan untuk fokus. 

Mereka sarapan pada pukul 6.30 dan makan siang 11.30. Dahulu mereka dilarang untuk makan malam namun seiring berkembangnya waktu makan malam mulai diperbolehkan. Mereka menyebut makan malam sebagai pengobatan diri. Ada fakta yang unik mengenai makanan para shaolin, mereka dilarang untuk makan bawang merah, bawang putih, jahe, cabe dan sayuran pedas lainnya. Konon makanan ini dapat memicu emosi pada diri mereka. Gak kebayang ya... makanan mereka sama sekali tidak dibumbuhi sama.

Mereka memang vegetaria namun di perbolehkan minum susu. Mereka tidak boleh menyisakan makanan sedikit pun dari mangkoknya. Maka dari itu porsi makan mereka tidak pernah berlebihan. Hal ini mengajarkan mereka untuk menghargai makanan dan bila melakukan sesuatu harus selesai, tidak boleh setengah-setengah.

chopsticks: pixabay
3. Makan dengan sumpit 

Ternyata makan menggunkan sumpit ini sangat bermanfaat sekali. Bagi kamu yang belum terbiasa menggunakan sumpit, yuk... biasain! Makan dengan sumpit dapat melatih kesabaran karena makanan yang bisa kita ambil tidak sebanyak seperti menggunakan sendok. 

Dapat merangsang otak, saat menggunakan sumpit kita akan berfikir bagaimana caranya memperoleh makanan dengan sumpit. Melatih otot tangan, saat mengambil makanan otot kita akan menekan sumpit agar makanan tidak jatuh hingga masuk ke mulut. Kita juga tidak akan menjadi rakus karena hanya dapat mengambil makanan dengan jumlah sedikit. 

Secara tidak langsung kamu akan belajar menjadi orang yang teliti da tidak mudah putus asa. Yaa... seperti yang diketahui mengambil nasi atau lauk dengan sumpit lumayan sulit namun jika sudah terbiasa itu tidak akan menjadi masalah.


4. Puasa

Tidak hanya kaum muslim menjalankan puasa, para shaolin juga melakukan puasa. Puasa mereka berbeda dengan puasa kaum muslim, kamu tahu diet OCD ala Dedi Corbuzier. Diet OCD ini mengadopsi dari diet para shaolin. Selama beberapa jam kamu berpuasa masih diperbolehkan minum minuman yang tidak berkalori seperti air putih dan teh tanpa gula.Dan waktu makannya juga dibatasi, saat makan kamu diperbolehkan makan apapun namun tidak boleh rakus. 

Saat puasa para shaolin akan bermeditasi, menenangkan diri dan batin. Puasa menghindarkan mereka dari gangguan karena mereka dilatih untuk menahan dari segala nafsu, kesabaran dan fokus pikiran.


5. Makan dengan lambat dan nikmati

Semakin lama kamu makan maka semakin baik, itulah yang diterapkan oleh para shaolin. Durasi makan mereka 20-30 menit dengan fokus yang luar biasa. Perbandingan makan mereka adalah 1:1:2 yaitu prbandingan 1 untuk lauk, perbandingan 1 untuk sayur dan perbandingan 2 untuk nasi. Selesai makan mereka minum air putih 3 hingga 4 gelas. Mereka hanya minum ketika benar-benar membutuhkannya. Mereka selalu nikmati makanan dengan bahagia.


6. Ambil hikmahnya yukk

Setelah kamu membaca kenyataan diatas ternyata setiap aturan yang guru mereka lakukan memiliki tujuan yang baik untuk mereka sendiri. Mulai dari cara makan mereka yang harus fokus yang dapat melatih ketajaman pemikiran dalam melakukan pekerjaan. Bagi kamu yang ingin belajar fokus saat makan sebaiknya jauhkan gadgetmu dari meja makanmu. Gadget adalah gangguan yang utama karena saat makan waktu akan habis untuk bermain gadget. Jika ada pesan yang masuk sebaiknya balas setelah kamu selesai makan. 

Makan dengan sumpit melatih kesabaran, ketelitian dan lainnya. kamu bisa belajar dengan sumpit untuk memperbaiki sifatmu. Bagi kamu yang terbiasa makan dengan sumpit ternyata gak sia-sia dan ada manfaatnya. Latih emosimu dan mulai berkawan dengan sumpit, meski ini bukan tradisi Indonesia namun apa salahnya mencoba hal yang dapat bermanfaat bagimu. 

Jangan rakus saat makan, berhenti makan sebelum kenyang itu baik untuk tubuhmu loh. Kunyah makananmu hingga menjadi bubur itu jika kamu sayang dengan tubuhmu. Awalnya mungkin sedikit aneh tapi bila semua itu mulai dibiasakan pasti menjadi terbiasa. Manjakan tubuhmu agar tidak bekerja terlalu keras untuk menyerap semua sari makananmu. 

Sekarang tahukan mengapa tubuh para shaolin itu ramping namun kokoh. Meski tidak makan daging masa otot mereka juga bagus. Dari pada kamu harus diet ketat namun manfaatnya hanya terjadi pada perubahan berat badan saja. Sebaiknya kau ikuti pola makan para shaolin ini. Tidak hanya tubuh yang sehat namun juga dapat melatih pikiranmu. Semua maksud ada tujuan meski itu datang dari budaya yang kuno, walaupun kuno tapi meninggalakan kesan negatif. Ternyata pemikiran mereka lebih tajam dari pada manusia modern. 

Oleh: Rusli Asmiyatun

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni