Cara Membuat Hidup Lebih Seimbang

Bekerja merupakan suatu kegiatan yang kemudian menjadi keharusan. Banyak yang mengeluh tentang dunia kerja yang tidak menyenangkan bagi mereka dan membuat mereka terkekang. Namun, pada intinya kebahagian itu adalah ciptaan kamu sendiri. Hidup seimbang dan bahagia dengan memiliki pekerjaan dan urusan lain, bukanlah hal yang mustahil untuk di wujudkan. 

Sampai kapan kamu akan mengeluh dengan pekerjaan yang dihadapi? Berpikirlah untuk membuat hidup kamu seimbang. Kamu bisa mencapai kesuksesan karier, tanpa harus mengorbankan kebahagian kamu sendiri. Bagaimana kamu bisa sukses kalau kamu tidak bahagia dengan pekerjaanmu? 

Image credit : Pixabay

Berikut 6 tips buatmu agar dapat berkerja dengan baik, dan dapat tetap menjaga keseimbangan hidup :


1. Miliki motivasi hidup

Kalau kamu seorang pekerja yang berkerja untuk orang lain, maka penting untuk bekerja keras karena hal itu berguna bagi diri sendiri. Nikmati setiap kerja kerasmu, karena ini akan membuat diri menjadi lebih rileks, namun tetap fokus terhadap apa yang sedang dikerjakan.

Kamu harus memiliki motivasi hidup sendiri. Karena, tanpa motivasi untuk menikmati pekerjaan, maka kamu akan dengan mudah frustasi dan menyalahkan lingkungan. Hal seperti ini akan membuatmu jauh dari hidup yang seimbang. Jika berada di lingkungan kantor, maka motivasilah diri untuk berbuat yang terbaik dan percaya bahwa setiap kerja keras yang dilakukan bermanfaat untuk orang banyak. 

Dengan demikian, kamu akan bekerja dengan senang hati dan mencintai apa yang di kerjakan. Bawalah kebahagian dari rumah ke kantor begitu pun sebaliknya.


2. Jadilah diri sendiri

Kegagalan seringkali terjadi. Tanpa disadari, diri kita sendirilah yang membuat kegagalan tersebut. Banyak kegagalan yang bermula dari mencoba meniru orang lain, tidak menjadi diri sendiri, dan pada akhirnya hal itu tidaklah berguna. Menjadi orang lain hanya akan menghabiskan waktumu dan tidak menghasilkan apapun.

Sekarang, jadilah diri sendiri di lingkungan pekerjaan atau kantor, dan jangan pernah menjadi orang lain. Kamu memiliki bakat sendiri yang tidak bisa dilakukan orang lain. Tampilkan potensi terbaik yang kamu miliki, karena tidak semua orang memiliki potensi tersebut. 

Jangan pernah malu memperlihatkan segala potensi yang dimiliki, karena saat seperti itulah kamu menemukan diri sendiri. Jangan pernah malu mengakui kesalahan dan berbuatlah lebih baik lagi.


3. Selalu optimis setiap waktu

Selalu optimis pada setiap pekerjaan yang  kamu lakukan, percayalah bahwa dengan melakukan yang terbaik pada pekerjaan saat ini, maka sukses akan datang mengampiri. Aturlah waktu dengan baik, sehingga setiap waktu bekerja datang, kamu gunakan dengan benar-benar, dan menghasilkan sesuatu yang baik. 

Resiko dan tantangan dalam dunia kerja memang cukup beragam, namun jangan sampai hal itu membuatmu menyerah. Optimislah untuk menyelesaikan setiap persoalan yang ada. Yakini bahwa kamu memang mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik. Menyerah tidak akan memperoleh hasil apapun. Maka berpikirlah dua kali untuk menyerah.


4. Buatlah daftar kegiatan yang harus dilakukan setiap hari

Banyak orang sukses yang berkata, tulislah setiap apa yang ingin dikerjakan setiap harinya. Salah satu yang melakukan itu adalah N.R Murthy, pemilik dari Infosys. Ia mengatakan bahwa, setiap hari ia menuliskan apa yang harus ia lakukan. Hal ini membuatnya dapat mengetahui pencapaian yang ia peroleh setiap harinya.

Hal ini terdengar sangat sederhana, namun ternyata berdampak besar bagi hidupmu. Sebelum memulai pagi harimu dengan berbagai kesibukan, sempatkan sejenak memikirkan apa yang akan dilakukan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Kemudian tuliskan hal itu dalam daftar kegiatanmu. 

Setiap hal yang telah dilakukan dalam daftar tersebut akan memberikan energi yang positif dan membuat kamu merasakan setiap pencapaian yang diperoleh sepanjang harinya. Ini juga membantu untuk mengingat hal yang telah dilakukan dan keesokan harinya tidak perlu dilakukan lagi.


5. Jangan pernah menulis atau merespon email yang emosional

Dunia kerja saat ini sangatlah bersentuhan dengan yang namanya email. Tak jarang kamu yang berkerja dengan mobilitas tinggi sering mendapatkan email yang kadang bersifat emosional. Maka, jika mendapatkan email yang bersifat emosional, usahakanlah untuk tidak membalas atau meresponnya dengan cepat. 

Baca berulang kali email tersebut, dan pikirkan maksud si pengirim. Usahakan jangan merepson dengan emosional juga, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Ajaklah orang yang mengirimkan email tersebut untuk bertemu atau sekedar mengobrol di kedai kopi. Sebab, sering kali email yang emosional itu bersifat sementara saja. Jadi, dengan menemui orangnya secar langsung akan menjaga hubunganmu dengan orang tersebut dan menghindari konflik yang berkelanjutan.


6. Pulanglah ke rumah

Mendengar kata rumah, akan memberikan suasana yang berbeda. Suasana yang aman dan nyaman tentunya. Tak ada tempat yang senyaman rumah. Sesibuk apapun kamu bekerja, sempatkanlah waktu untuk pulang ke rumah. Tinggalkan segala rutinitas di kantor dan kembali dengan segala kelegaan. Berada di rumah akan memberikan kesenangan tersendiri. Di rumah, kamu dapat beristirahat ataupun bercengkrama dengan keluarga. 

Image Credit : Pixabay

Hal ini akan membuat hidup lebih seimbang dan dapat merasakan kenyamanan tersendiri. Tubuhmu bukanlah robot yang dapat bekerja full time dan dengan kembali ke rumah bisa menjadi salah satu bentuk relaksasi yang sederhana tapi sangat berguna. Sehingga kehidupan kariermu dapat tercapai dengan baik tanpa penyampingkan kebahagian bersama orang-orang yang dikasihi.

Enam tips ini, semoga saja dapat membantumu dalam mencapai kehidupan yang seimbang antara dunia kerja dan kehidupan pribadi. Berhentilah mengeluh betapa tidak menyenangkannya pekerjaanmu, tapi mulailah menikmatinya meskipun itu dimulai dari hal-hal yang kelihatannya kecil. Percayalah kebahagian itu, kita yang ciptakan.

Oleh : Andi Rosita

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni