Cara Mengamati Orang Lain

Pernahkah kamu berpikir ingin menjadi seorang mata-mata? Pernahkah kamu berpikir ingin mengamati seseorang yang menarik bagimu? Tak perlu perlengkapan lengkap untuk mengetahui semua yang ada pada orang yang ingin kamu amati.

Tak perlu kacamata hitam, kaca pembesar, atau teropong seperti mata-mata yang ada di televisi pada umumnya. Beberapa langkah di bawah ini mungkin bisa membantumu dalam pengatanmu.

Via Pixabay

1. Jangan terburu-buru.

Ketika kamu sedang membuntuti orang, jangan terburu-buru mengambil keputusan dengan apa yang mereka lakukan. Jangan pula terlalu dekat dengannya, berilah jarak beberapa meter selagi kamu masih bisa melihatnya. Jangan terburu-buru pula segera menampakkan dirimu di depannya. Kamu juga bisa meminta anggota keluargamu untuk mengamati orang yang kamu maksud. Atau temanmu mungkin yang sudah mengenalnya. Galilah informasi dari orang lain yang memang mengenlanya secara baik. Bila kalian adalah teman saru sekolah atau teman sekantor, kamu bisa menyapanya terlebih dahulu. Nilailah dari respon yang dia lempar ke kamu.


2. Keluar dari kepalamu.
Terus menerus sibuk dengan pikiranmu yang paranoid, seperti perasaan yang selalu tidak aman, merasa curiga kepada orang lain, akan membuatmu seperti buronan penjara yang terkena vonis hukuman mati. Jangan terjebak dengan segala pikiran negatifmu. Kamu harus bisa menghilangkan pikiran anehmu bila tidak ingin dicurigai oleh orang lain. Jika kamu bertemu dengan orang yang baru kamu kenal, jangan buru-buru mencurigainya. Kamu harus berpikir positif mengenai semua yang ada di sekitarmu. Ketika kamu berada di sebuah pesta misalnya, dan kamu menemukan orang yang keren, temuilah. Ajak dia bicara dan perkenalkan dirimu. Buatlah dirimu senyaman mungkin.

3. Jangan terlihat jelas.
Jangan terlalu terlihat bahwa kamu sedang menjalani pengamatan terhadap orang lain. Bersikaplah normal dan jangan berlebihan. Atau kamu akan disangka ingin menjambret. Jangan terlalu menatap kea rah orang yang sedang kamu amati. Tataplah sesekali, buatlah dirimu sedang melakukan kegiatan yang tidak dia curigai. Seperti berpura-pura sedang membaca buku, atau berpura-pura mendengarkan musik.

4. Kamu bisa melihatnya secara penuh ketika kamu merasa tidak ada orang lain yang melihat.
Tapi kamu juga harus berhati-hati karena sikapmu, kamu bisa mengundang kecurigaan bila kamu ceroboh dalam melakukan pengamatan.

5. Perhatikan perbedaan.
Jika kamu sering bertemu dengannya, kamu dengan leluasa mencermati perilaku atau tampilannya. Kamu harus mengetahui perbedaan yang ada pada dirinya. Bedakan ketika dia merasa senang atau sedih atau marah. Setiap orang memiliki ekspresinya masing-masing bukan?

6. Perhatikan reaksi apa yang mereka berikan.
Ketika kamu mengamati seseorang, kamu bisa dengan berpura-pura menumpahkan minumanmu di bajunya atau tidak sengaja menjatuhkan bukumu di depannya. Lihat reaksi apa yang ia berikan terhadapmu.

7. Mencari pola.
Setiap orang memiliki pola berpikir dan menulisnya masing-masing. Kamu bisa menilai seseorang dengan melihat pola tulisan yang ia miliki.

8. Perhatikan bahasa tubuh seseorang.
Sebagai manusia, kita mempunyai kelebihan, diantaranya ialah kita mampu mengenal bahasa tubuh orang lain berdasarkan sikap atau perilaku dari gerakan tubuh orang tersebut. Dari beberapa literatur atau bacaan yang kami temukan, ada beberapa hal yang dapat kamu ketahui mengenai cerminan perilaku atau bahasa tubuh orang lain, sehingga kamu dapat memahami apa maksud dari perilaku orang tersebut tanpa harus menanyakan kepada yang bersangkutan.

  • Bahasa tubuh terbuka yaitu postur hadap depan (forward looking), posisi tubuh dan wajah menghadap lawan bicara. Bahasa tubuh ini menyiratkan kesiapan memberi perhatian dan kehangatan. Umumnya bahasa tubuh ini mencerminkan respon positif terhadap lawan bicara. Biasanya sikap posisi seperti ini ada dalam kelompok pembicaraan yang suasananya akrab dan saling mengenal satu sama lain.
  • Bahasa tubuh tertutup. Sikap tubuh tertarik ke belakang, tetapi bukan memunggungi lawan bicara. Misalnya menoleh ke arah lain ketika lawan tengah berbicara. Sikap ini mencerminkan rasa malu dan bosan. Bagi lawan bicara, sikap ini seringkali diartikan dengan sikap dingin. Jika kalian mendapati pada situasi ini sebaiknya segera akhiri pembicaraan, karena lawan bicara tidak merasa nyaman atau tidak mengingnkan kehadiran kita lebih lama.
  • Bahasa tubuh ekspansif. Sikap tubuh tampak dalam postur siaga, misalnya berdiri tegak dengan dagu sedikit mendongak. Sikap ini mencerminkan rasa bangga dan arogansi. Umumnya, sikap ini dimiliki oleh orang yang rasa percaya dirinya cukup tinggi. Sayangnya orang-orang seperti ini kurang bisa menghargai lawan bicaranya.
  • Bahasa tubuh tegang. Ini terlihat dari postur tubuh yang mengkerut, seolah-olah tubuh ditarik kedalam. Misalnya wajah menunduk, tangan dilipat, dan mata tidak berani menatap. Sikap ini mencerminkan rasa kecewa, sedih, atau frustasi.


Adapun macam bahasa tubuh di antaranya :

  • Bertolak pinggang. Bertolak pinggang ketika sedang berbicara, menunjukkan dirinya sedang terlalu percaya diri (over confidence) atau mungkin ia seorang yang berkarakter arogan/sombong. Tips: Bersikaplah simpatik, dengan mengganguk-angguk mengerti terhadap apa yang tengah ia bicaraka/terangkan, karena kalau kamu mendebat argumennya di saat seperti ini, mungkin justru suhu pembicaraan jadi ‘meninggi’.
  • Melipat tangan di depan dada. Bersikap defensif terhadap lawan bicara dan tidak terbuka terhadap ide lawan bicaranya. Tips: Untuk mencairkan suasana, berbaliklah ingin mendegar pendapatnya dengan menanyaka, “Bagaimana Menurut Bapak tentang hal ini?” (formal) atau “Oh iya, terus rencana mau kemana nih kamu sekarang?” (informal).
  • Pandangan mata ke kanan atas. Pandangan mata ke kanan atas bisa diartikan dia tengah mengingat-ingat fakta yang pernah terjadi. Tips: kamu dapat mencobanya dengan menanyakan lawan bicaramu dengan pertanyaan seperti, “Tanggal berapa kamu lahir?” atau “(100/2 ) + 550 – 100 hasilnya berapa?”.
  • Pandangan mata ke kiri atas. Pandangan mata ke kiri atas bisa diartikan dia tengah berimaginasi atau tengah mencari sesuatu yang bukan fakta. Hal ini bisa diartikan dia tengah memikirkan suatu ide namun bisa juga diartikan bahwa dia tengah berbohong. Tips : kamu bisa mencobanya dengan menanyakan kepada lawan bicaramu dengan pertanyaan seperti, “Bagaimana kalau rumah saya direnovasi dengan gaya minimalis, cocok tidak?” atau “Kemarin kamu jalan sama siapa Yang, kok aku liat mobil kamu parkir di Cineplex 21?” (untuk mengetes kejujuran sang pacar).
  • Duduk Tegak. Sikap ini menunjukan sikap yang terbuka dan tertarik tentang apa yang dikatakan lawan bicara. Tips : Lanjutkan topik pembicaraanmu. 
  • Tangan di atas meja. Kedua tangan saling memegang di atas meja, menunjukan bahwa dia menginginkan pembicaraan cepat usai. Tips: Segera sampaikan kesimpulan dari pembicaraanmu dan segera mohon diri.
  • Menghela nafas. Menghela nafas di tengah berlangsungnya pembicaraan bisa diartikan bahwa dia bosan dengan materi pembicaraan. Tips: kamu harus segera mengakhiri atau mengganti topiknya.
  • Beribacara menyamping. Lawan bicaramu ingin segera lepas darimu. Tips: Biarkan saja, lain waktu kamu masih punya waktu mengajaknya ngobrol.
  • Berdehem sebelum memulai bicara. Lawan bicara membutuhkan waktu untuk memikirkan jawaban atau tengah mencari ide kalimat yang akan diutarakannya. Tips: Berikan waktu padanya dan dengarkan dengan seksama.
  • Menggoyang-goyang kaki dengan cepat. Yang digoyangkan kadang pergelangan telapak kaki kadang pangkal paha, tergantung posisi duduknya. Hal ini menunjukan dia tengah grogi, tidak tenang mungkin juga tengah berbohong. Tips: kamu harus waspada terhadap kaliamat-kalimat/jawaban-jawaban yang disampaikannya.
  • Berjabat tangan dengan kencang atau lemah. Menjebat erat tangan lawan bicara (mungkin disertai tepukan punggung) ketika bertemu atau berpisah, menunjukan bahwa dia adalah orang yang ramah, terbuka dan mungkin menikmati pertemuan denganmu. Sebaliknya jabat tangan yang lemah, menunjukan lawan bicara tidak begitu menghargaimu atau tidak menganggap pertemuan tersebut tidaklah penting. Tips: erat ataupun lemah jabat tangan lawan bicaramu tetap harus kamu hargai. Setidaknya kamu sudah bisa membaca ‘suasana’.
  • Menyibakkan rambut. Biasanya cewek sering melakukannya untuk meminta perhatian lebih dari cowok lawan bicaranya. Tips: Berikan pujian rambutnya yang indah tersebut (apabila kamu juga tertarik dengan cewek tersebut), sebaliknya kalau kamu tidak tertarik dengan cewek lawan bicaramu, kamu tidak perlu bereaksi dan terus melanjutkan topik pembicaraanmu.
  • Memasukan tangan dalam saku. Memasukan tangan dalam saku seringkali digunakan untuk menenangkan perasaan atau untuk mencoba menguasai keadaan dengan tenang. Tips: berikan support padanya dengan mendukung apa yang ia sampaikan.
  • Berbicara dan melihatmu dari atas ke bawah. Melihat dari atas ke bawah atau sebaliknya berarti lawan bicaramu tengah menilaimu secara fisik, kepribadian dan ingin mencari tahu lebih jauh latar belakangmu. Tips: Tetap berkonsentrasi terhadap kalimat-kalimatmu sesuai topik pembicaraan dan jangan terpancing untuk mengeluarkan seluruh potensi kepribadian dan latar belakangmu di depannya, yang tidak ia tanyakan.
  • Berbicara dan menatap tajam kamu. Lawan bicara tengah mencoba membaca balik bahasa tubuhmu, terutama kejujuran jawaban dan kalimat-kalimatmu. Tips: Tetap tenang dan hati-hati. Sampikan kalimat-kalimat yang singkat dan padat. Kamu juga bisa mencairkan ‘kewaspadaannya’ terhadapmu dengan sedikit melemparkan jokes.

9. Perhatikan dengan seksama ekspresi wajah. Orang jelas berkomunikasi dengan menggunakan ekspresi wajah. Ada beberapa mimik wajah yang bisa kamu perhatikan dan tahu apa makna di baliknya.

  • Senyuman palsu. Senyuman palsu itu yang bagaimana sih? Ciri senyuman tidak tulus ini menciptakan garis kerutan pada sudut bibir. Berbeda dengan senyuman yang tulus, yang akan menciptakan garis kerutan di sudut mata.
  • Mimik asimetris. Adalah ekspresi wajah yang berbeda antara wajah bagian kiri dan kanan, yang menunjukkan bahwa orang tersebut tidak berbicara hal yang sebenarnya.
  • Pupil yang membesar. Ketika ukuran pupil mata seseorang membesar, maka ia sedang menunjukkan sebuah ketertarikan, semangat, sedang memiliki mood yang baik.
  • Menutup mata saat berdiskusi. Ketika beberapa kali seseorang menutup mata seperti berusaha membayangkan sesuatu, orang tersebut sebenarnya sedang berusaha keras berpikir atau mengingat-ingat.
  • Terlalu sering berkedip. Hanya ada satu hal yang bisa terbaca apabila seseorang terlalu sering berkedip dan tanpa ritme, ia sedang berbohong.
  • Bibir sedikit terbuka. Ketika seseorang sedang berbincang dengan bibir sedikit terbuka, maka ia sedang merasa tertarik akan topik pembicaraan atau pada si pembicara.

10. Dengarkan baik-baik.
Akan sangat penting bagimu ketika kamu mengamati seseorang dan dia sedang berbicara. Dengarkan dengan seksama apa yang dia bicarakan. Mungkin akan sangat berguna bagimu semua isi yang dia bicarakan.

11. Mencari tahu apakah kamu benar.
Setelah sekian lama kamu mengamati seseorang, buktikan dengan semua informasi yang kamu miliki. Cari tahu kebenaran yang ia miliki. Bisa jadi apa yang selama ini kamu pikirkan salah. Carilah fakta-fakta mengenainya.

Setelah menjalani beberapa langkah di atas, kamu bisa bernafas lega karena mengetahui semua yang ada pada orang yang kamu amati. Semoga berhasil!

Oleh : Devita Putri Mardyanti

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni