Cara Menghadapi Editor

Apakah kamu tertarik dengan dunia tulis menulis? Saat ini mungkin kamu gemar menulis tentang apa saja, puisi, cerpen, catatan harian, novel dan lain-lain. Beberapa kamu terbitkan di blog pribadimu agar orang lain bisa membacanya. 

Ada juga yang kamu tulis di diary atau catatan pribadimu. Sebagian orang menekuni dunia tulis-menulis sebagai hobi. Namun banyak juga yang menjadikannya sebagai mata pencaharian. Untuk kamu yang tertarik ingin berkarir di dunia tulis menulis, suatu hari kamu akan menghadapi tantangan dari seorang editor.

Editor atau penyunting adalah orang yang bekerja untuk mengedit tulisanmu sebelum diterbitkan. Apakah kamu kelak akan menjadi seorang penulis cerpen, jurnalis atau novelis, tulisanmu pasti akan melewati tahap penyuntingan oleh seorang editor. 

Tugas seorang editor adalah merapikan tulisanmu dari segi tata bahasa, penggunaan tata bahasa dan ejaan. Kedengarannya tidak ada yang perlu dipermasalahkan memang. Masalah kadang timbul ketika seorang editor melakukan penyuntingan dengan ketat. 

Kamu mungkin akan merasa selama ini tulisanmu tidaklah sempurna. Apalagi buat kamu yang gemar menulis di blog atau diary, di sana kamu bisa menulis sesuka hatimu dan orang lain tetap akan memuji tulisanmu yang bagus. 

Berbeda dengan penulis, kebanyakan editor adalah orang yang perfeksionis. Kadang kamu malah tidak bisa mengenali tulisanmu sendiri setelah melewati proses penyuntingan. 

Oke, berikut ini adalah sedikit tips yang akan membantumu ketika harus bekerja bersama seorang editor. Jika kamu tertarik meniti karir di bidang tulis-menulis, bisa jadi kamu memerlukan tips-tips di bawah ini :

Writing : Pixabay

1. Jangan mudah tersinggung

Ini adalah hal yang paling penting. Kita semua tahu para pembaca kadang tidak punya cukup waktu untuk membaca tulisan yang berbelit-belit. Meskipun kita pikir kita sudah menyusun tulisan seringkas mungkin dengan gaya tulisan yang mudah dipahami, tidak halnya dengan yang diinginkan seorang editor. 
Editor dilatih untuk memoles tulisan agar sesuai dengan apa yang diinginkan para pembaca. Editing kadang diberikan di bagian-bagian yang tidak pernah kamu sangka akan diedit sebelumnya.
Jangan terlalu diambil hati, tetap berpikiran positif bahwa ini diperlukan demi kepuasan para pembaca tulisanmu. Ada baiknya juga kamu baca ulang tulisanmu setelah selesai dan melakukan proses editing kecil-kecilan.


2. Kenali gaya tulisan di tempat kamu bekerja

Kamu mungkin memiliki gaya tulisanmu sendiri, namun tempat di mana kamu bekerja juga pasti memiliki ciri khasnya sendiri. Bacalah beberapa artikel yang pernah diterbitkan sebelumnya, pelajari dengan pasti. 

Sebelum memutuskan selesai menulis cobalah baca ulang dan putuskan apakan gaya tulisanmu sudah sesuai. Percayalah mungkin akan sedikit terasa menyakitkan ketika tulisanmu harus diubah oleh orang lain, atau yang lebih parah kamu harus menulis ulang artikelmu oleh sang editor.


3. Bantu editor memahami apa yang kamu harapkan

Seorang editor memang dilatih untuk bekerja di hampir semua bidang. Kadang kamu bisa menemukan seorang editor yang terlihat kebingungan memberikan apa yang sebenarnya kamu mau. Tidak ada salahnya memberi tahunya tentang apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan lewat tulisanmu. 

Bila perlu beri arahan atau saran-saran khusus yang sekirannya diperlukan agar hasil tulisanmu setelah penyuntingan sesuai dengan apa yang kamu dan tempat kerjamu harapkan.


4. Jadilah pribadi yang terbuka dalam menerima kritik

Jadikan hubunganmu dengan editor lebih dari sekedar hubungan ‘penyuntingan’. Seorang editor akan sering-sering memberimu komentar atau kritik atas tulisanmu yang belum sesuai. Tak jarang kadang akan terasa sangat keras dan menyakitkan. Jadilah pribadi yang terbuka. 

Terima komentar, saran dan kritik dari editor sebagai sesuatu yang membangun. Yakinlah bahwa hal-hal itu akan berguna untukmu di suatu saat. Ikuti apa yang ia sarankan, jangan ragu untuk bertanya apabila kamu merasa ragu.


5. Siapkan diri untuk diskusi bersama editor

Kadang seorang editor akan memancingmu dengan pertanyaan-pertanyaan apabila ia merasa kamu belum mengikuti apa yang pernah ia sarankan. Memang kadang yang ia sarankan tidak bisa sepenuhnya kita terima untuk beberapa pertimbangan. 

Bersiaplah untuk duduk bersama dan berdiskusi tentang beberapa hal yang menjadi masalah di antara kalian berdua dalam hal penulisan. Tujuannya agar kamu dan editormu sama-sama mengerti apa yang sebenarnya kalian mau.


6. Pahami bahwa tulisanmu akan berakhir sebagai sebuah produk

Berbeda dengan apa yang biasa kamu lakukan ketika menulis di blog atau diary. Hasil karyamu yang sifatnya komersil akan dihargai sebagai sebuah produk oleh pembaca, terutama jika kamu bekerja di surat kabar, majalah atau penulis novel. 

Sebagai penulis kadang kamu tidak bisa langsung menyadarinya. Tugas editor adalah untuk menjagamu tetap berada di jalur tersebut. Pahami posisimu dalam hal ini dan kemana karyamu akan bermuara, editor akan selalu memberimu saran-saran yang membangun dalam hal ini.


7. Pahami juga bahwa menulis dan menyunting melibatkan bentuk kreativitas yang berbeda

Meskipun berada dalam satu bidang yang serupa namun sebenarnya kedua jenis aktivitas ini sangat berbeda. Perbedaannya terutama terletak di bentuk kreativitas yang digunakan dalam masing-masing aktivitas. Seorang penulis biasanya melibatkan lebih banyak emosi dalam melakukan pekerjaannya. 

Ia juga seringkali terjebak dalam teori-teori kepenulisan yang pernah ia pelajari. Editor tidaklah seperti itu. Ia dilatih untuk membuat bahasa dalam tulisan terasa mengalir. Kesesuaian hubungan antar kalimat serta membuang detil-detil yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan bagi pembaca.

Sebenarnya kedua ketrampilan berharga yang dimiliki masing-masing profesi ini akan selalu menjadi menarik jika dikombinasikan. Kadang kamu dan editor tidak terlalu menyadarinya. Selama ini penulis dan editor seringkali terlibat dalam konflik hanya karena perbedaan kepentingan tersebut. 

Kini kamu sudah mengetahui perbedaannya, yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari juga pola kreatifitas seorang editor. Dengan begitu kamu akan lebih mudah dalam mentransformasikan emosi dan pengetahuan dalam sebuah teks.


Hal yang tak kalah penting juga harus diperhatikan ketika bekerja bersama seorang editor.


a) Jangan malas

Seorang penulis seringkali menghindari konflik dan memilih diam daripada menyelesaikan masalah bersama. Janganlah terlalu berpasrah diri menggantungkan semuanya pada kerja editor. Ketika kamu dikritik oleh editor maka itulah peluangmu meningkatkan kemampuan menulismu. 

Editor yang baik mungkin tidak akan memberikanmu arahan khusus secara eksplisit. Ingat bahwa ia bukan guru menulismu, kamu sedang bekerja bersamanya. Jangan hanya diam, gali lagi kemampuan menulismu dengan mempelajari apa yang sudah disarankan editor padamu.

b)  Kamu bisa saja mengabaikan aturan nomor satu ketika dalam praktiknya kamu bekerja bersama editor yang arogan

Kadang ada editor aneh yang percaya bahwa kemampuannya lebih daripada para penulis, dan berniat mengambil alih seluruh karya tulisan yang masuk ke meja editor. Jika ini terjadi, diskusikan kepadanya tentang masalah yang terjadi. 

Jika editor masih bersikeras, mungkin kamu bisa mengajukan kebijakan pada jajaran direksi di tempat kerjamu mengenai hal ini.

Demikian tips-tips yang bisa kamu lakukan dalam menghadapi editor ketika kamu berkarir di bidang tulis-menulis. Semoga bermanfaat dalam karirmu sebagai seorang penulis. Ingat kuncinya adalah sering berdiskusi dengan editor ketika menghadapi perbedaan-perbedaan. 

Gali terus kemampuan menulismu, karena belajar tidak pernah terbatas oleh waktu.

Oleh : Satrio Rizki Dharma

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni