Cara Meningkatkan Kemampuan Berfikirmu

Terkadang kamu berpikir bahwa pikiranmu buntu bukan? Atau kamu merasa bahwa kamu susah bekerja sama dengan otakmu. Susah berpikir atau merasa bodoh. Sesungguhnya ada berbagai macam untuk meningkatkan kemampuan berpikirmu. Satu hal yang perlu kamu ketahui adalah bahwa otakmu membutuhkan oksigen yang baik.

Dan kamu juga memerlukan berbagai asupan makan yang bisa meningkatkan kinerja berpikirmu. Kamu juga perlu beberapa latihan otak untuk mengasah kemampuan berpikirmu. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikirmu, diantaranya:

Berolahraga

Dalam tubuh yang sehat akan terdapat pikiran yang sehat. Dan memang, olahraga bisa bikin kamu lebih pintar. Berolahraga bisa memperkuat otak dengan cara menstimulasi formasi sel-sel otak (neuron) yang baru terbentuk, yang biasa dikenal sebagai neurogenesis. Berolahraga juga akan memperkuat koneksi antar sel-sel tersebut.

Para peneliti telah menemukan bahwa area di otak yang secara nyata terstimulasi oleh olah raga adalah area yang berkaitan dengan ingatan dan pembelajaran. Lebih jauh lagi, olahraga fisik juga bisa mencegah penyakit Alzheimer. Beberapa studi pun telah memastikan bahwa olahraga secara teratur bisa mengurangi risiko pengurangan kemampuan berpikir dan dimensia (hilangnya kekuatan intelektual seperti pikun) di usia senja.


Tidur dan istirahat sejenak

Tidur menyumbang peranan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan otak. Tanpa tidur yang cukup, neuron tidak akan punya cukup waktu untuk memperbaiki seluruh kerusakan, dan bahkan bisa menjadi tak berfungsi sepanjang hari.

Para neuroscientist berkata bahwa selama tidur, bagian hippocampus (di mana ingatan disimpan) menjadi amat aktif dan memindahkan pengetahuan dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Ingatan yang diperkuat deng beristirahat ada dua macam.

Yang pertama adalah ingatan deklaratif, yakni ingatan yang berkaitan dengan informasi semisal fakta, tanggal, dan nama-nama. Sementara yang kedua adalah ingatan prosedural, yakni apa-apa yang menjadikan kita mampu melakukan sesuatu seperti bermain musik, mengendarai mobil, atau menghitung tagihan hutang.

Para ilmuwan meyakini bahwa dua jenis ingatan ini dipengaruhi oleh bagian yang berbeda dari fase tidur. Bahkan tidur siang 45 menitan juga bisa membantu kamu meningkatkan ingatan dan mengingat fakta dengan baik, asalkan sebelumnya kamu sudah mempelajarinya dengan baik.

Apa yang bisa dibantu oleh tidur siang adalah kemampuan kita untuk menarik informasi dari ingatan, khususnya ingatan deklaratif.


Makan Apel dan Sayuran

Peneliti telah menemukan bahwa mengkonsumsi sayuran bisa membantu otak tetap muda dan mempelambat penurunan mental di saat usia kian bertambah. Sayuran seperti brokoli, kubis, kangkung, dan bayam termasuk yg bisa berikan dampak amat menguntungkan.

Sayuran banyak mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan terhadap perusakan sel dari kimiawi yg dihasilkan oleh tubuh. Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Massachussets Lowell menunjukkan bahwa jus apel bisa menambah produksi neurotransmiter acetylcholine penting dalam otak yang mampu meningkatkan kekuatan ingatan.


Berpuasa 

Berpuasa bisa membersihkan dan menghilangkan racun dalam tubuh. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa makanan-makanan berat tidak hanya akan membebani sistem pencernaan kita tapi juga menguras sumberdaya otak.

Tidak hanya membuang racun dari dalam tubuh, berpuasa juga bisa menghilangkan emosi-emosi racun seperti kemarahan, sedih, khawatir, dan juga takut, sebelum kesemua itu berakumulasi hingga jadi penyakit. Dengan melakukan pembersihan pada emosi beracun, berpuasa bisa memperkuat kejernihan pikiran dan ingatan, serta meningkatkan konsentrasi dan daya kreativitas.


Stimulasi mental

Telah ada bukti yang kuat bahwa pendidikan dan pembelajaran menghasilkan perubahan yang positif di dalam otak. Para peneliti meyakini bahwa aktivitas intelektual berperan sebagai neuroprotektif terhadap dimensia. Beberapa studi menyebutkan bahwa pendidikan formal yang rendah dan kompetensi linguistik yang buruk bisa memperbesar risiko pengurangan kognitif di masa senja.

Studi yang dilakukan oleh peneliti di Albert Einstein College of Medicine di New York menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan pikirannya secara aktif mengalami penurunan risiko dimensia sebanyak 75 persen, dibandingkan dengan mereka yang malas menggunakan otak mereka. Oleh karena itu, rangsanglah pikiran kamu.

Beri dia stimulan. Pastikan kamu secara aktif melakukan pemecahan masalah dan mengkondisikan diri untuk terus mendayagunakan ingatan. Sama seperti aktivitas fisik bisa membuat tubuh kamu kuat, aktivitas mental juga akan membuat pikiran kamu jadi kian tajam dan tangguh.

Semakin sering kita berpikir, semakin bagus otak kita berfungsi –terlepas dari seberapa pun usia kita. Tanpa adanya sesuatu untuk membuat pikiran kita terus bekerja, otak kita, sama seperti otot yang menganggur, bisa jadi atropy, penurunan pada kemampuan kognitif.

Namun bila kamu terus belajar dan menantang diri sendiri, otak kamu –secara harafiah- akan terus berkembang. Studi terbaru menunjukkan bahwa pembelajaran terus menerus bisa meningkatkan ingatan dan daya tahan sel-sel otak yang baru tumbuh.

Otak yang aktif membuat koneksi baru antara sel syaraf sehingga mereka bisa saling berkomunikasi satu sama lain dengan lebih baik. Inilah yang akan membantu otak kamu menyimpan dan memanggil informasi dengan lebih mudah, tak peduli berapa usia kamu. Lantas tantangan seperti apakah yang dibutuhkan?

Para ilmuwan sepakat bahwa apapun yang bersifat baru dan bisa mengembangkan pengetahuan kamu akan memberi dampak positif bagi otak kamu.


Mempelajari hal baru

Belajar memainkan alat musik baru. Berganti karir, atau memulai karir yang baru. Memulai hobi baru, seperti melukis, bersepeda, atau bertukang. Belajar bahasa asing baru (Berdasarkan studi terbaru, kemampuan untuk menguasai lebih dari satu bahasa akan memperlambat penuaan otak).

Belajar membuat masakan baru. Menjaga agar tetap up to date terhadap berita-berita dunia. Jika kamu membiarkan otak kamu menganggur, otak kamu akan merasakan dampak buruknya.


Interaksi Sosial

Secara sederhana, interaksi sosial bisa diukur dari seberapa sering seseorang berbicara di telepon dan terlebih lagi bertatap muka dengan teman-teman, tetangga, sanak saudara, rekan kerja, dan sebagaianya, serta seberapa sering mereka saling bersama. Karena terbilang sebagai latihan berpikir, bersosialisasi bisa memiliki efek protektif pada otak.

Bukan hanya berinteraksi dengan orang-orang bisa menstimulasi otak kamu, namun juga bisa membuat pikiran kamu kian tajam. Kok bisa? Iya, bukankah menghadapi orang bisa jadi pembelajaran dan pengalaman yg sangat menantang, apalagi bila menghadapi orang yg menjengkelkan.

Ikatan sosial yang kuat telah diasosiasikan dengan tekanan darah yang lebih rendah dan ekspentasi hidup lebih tinggi. Sementara itu, miskinnya kehidupan sosial diyakini menjadi faktor risiko independen terhadap penurunan kualitas kognitif di usia senja. Berbicara dengan orang lain selama 10 menit setiap hari bisa meningkatkan kemampuan mengingat.


Bermain permainan yang mampu mengasah otak

Sudah banyak permainan di aplikasi handphone yang termasuk untuk mengasah kemampuan berpikirmu. Cobalah cari di situs yang menyediakan aplikasi permainan otak.


Makan makanan yang memberi nutrisi otak

Banyak makanan di luar sana yang sangat bermanfaat bagi otakmu dan yang pastinya bisa meningkatkan kemampuan berpikirmu. Kamu bisa searching di situs pencarian untuk mendapatkan makanan yang dibutuhkan otakmu. Selamat mencoba!

Oleh : Devita Putri Mardyanti

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni