Cara Menjadi Manager yang Baik

Dalam setiap perusahaan besar, ada hirarki manajemen yang membuat seluruh operasi berjalan lancar. Manajer yang baik dapat membaur dengan latar belakang apapun, mengubah hal-hal kecil di sana-sini untuk efek yang besar. 

Menjadi manajer yang baik adalah tentang memimpin dengan tindakan. Ini adalah salah satu pekerjaan yang paling berat, karena kamu harus mengolah sumber daya manusia yang dimiliki kantormu. Meskipun demikian, ada beberapa trik yang akan membantu kamu berhasil mengelola semua tanggung jawab dengan penuh semangat. 

work: pixabay
1. Memotivasi orang

Mengapa karyawan di sana? Apa yang membuat mereka bergabung dengan perusahaan? Mereka bisa berhenti dan pergi ke tempat lain? Apa yang membuat hari-hari baik? Apa yang membuat mereka tetap berada di perusahaan setelah hari buruk atau minggu yang buruk menimpanya? Jangan menganggap itu uang, kebanyakan orang memiliki pengertian yang lebih kompleks dari itu. 
Tanyakan kepada karyawan bagaimana mereka menyukai pekerjaan mereka. Dorong mereka untuk jujur denganmu. Kemudian ambil tindakan berdasarkan apa yang mereka katakan. 

2. Beritahu karyawan bahwa kamu sangat menghargai waktu yang mereka miliki

Mintalah mereka duduk bersama sambil menikmati secangkir kopi dan katakan kepada mereka betapa kamu menghargai waktu mereka. Mereka sudah bepekerja keras, mereka disiplin atau bekerja ekstra. Seorang karyawan yang tahu betapa mereka dihargai akan bekerja lebih keras, menikmati apa yang mereka lakukan. Dengan seperti ini kebahagiaan psikis bersama karyawanmu. 


3. Pastikan setiap karyawan tahu apa yang diharapkan

Miliki tujuan konkret memberdayakan karyawanmu dan membuat mereka fokus pada pekerjaan. Jelaskan apa yang kamu harapkan, ketika tenggang waktu, dan apa yang akan kamu lakukan dengan hasilnya.


4. Berikan standar yang tinggi 

Ada sosok manager yang selalu berteriak ketika karyawannya melakukan kesalahan. Jangan menjadi menager yang seperti itu. Idealnya, lebih sulit membuat diri sendiri berhasil daripada karyawanmu. Tetapkan standar yang tinggi untuk dirimu sendiri. sehingga, karyawanmu dapat mencontoh itu dengan baik.
work: pixabay
5. Delegasi 

Menjadi manager yang baik tidak berarti kamu harus melakukan semuanya sendiri. Tugas kamu sebagai seorang manajer adalah untuk mengajar orang lain bagaimana melakukan pekerjaan dengan baik. 

Delegasikan pekerjaan yang mudah kepada orang lain. Bila pekerjaan itu dilakukan tidak sempurna, kamu bisa memintanya untuk mmeperbaikinya. Ambil kesempatan untuk mengajari dan memberdayakan karyawanmu. Kemudian secara bertahap beri mereka tugas dengan tanggung jawab lebih besar setelah memahami kekurangan dan kelebihan mereka.


6. Berikan tugas yang memperluas kemampuannya

Sebagai pekerja mulai mengambil tanggung jawab yang lebih besar dan menunjukkan bahwa mereka mampu. Beri tugas-tugas yang akan memperluas keterampilanya dan dapat membantu mereka mendapatkan keuntungan lebih dari pekerjaan mereka.


7. Bertanggung jawab atas kesalahan karyawanmu

Ketika salah satu dari bawahanmu membuat kesalahan, anggap sebagai kesalahanmu sendiri. Apa yang kamu lakukan adalah menciptakan budaya di mana karyawanmu merasa bahwa kamu peduli akan kerjaannya. 
Pekerja yang belajar dari kesalahan mereka akan tumbuh menjadi pekerja yang lebih baik. 
8. Akui jika kamu berbuat salah

Ketika hal-hal tidak berubah seperti yang kamu harapkan, kenanali apa yang  bisa kamu  lakukan secara berbeda dan realisasikan ini untuk karyawanmu. Ini menunjukkan kepada mereka bahwa kamu dapat membuat kesalahan, dan itu juga menunjukkan kepada mereka bagaimana cara menangani kesalahannya sendiri.


9. Dengarkan 

Dengarkan apa yang karyawanmu atau rekan kerja katakan. Kamu tidak selalu perlu menjadi pembicara, sesekali kamu juga harus mendengarkan orang lain. Selalu membuat upaya tulus untuk mendengarkan. Ketika karyawan secara aktif berbagi ide. Jangan sok dan berbicara hanya untuk memastikan suara kamu adalah yang paling dominan. Hal ini dapat membuat ide karyawanmu tidak tersalurkan dengan baik.

Ketika emosi bergejolak. Biarkan orang menyuarakan emosi mereka dalam lingkungan yang aman dan terkendali. Emosi tertahan bisa berubah menjadi kebencian dan merusak hubungan kerja. Demikian pula, emosi yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu diskusi rasional, yang seharusnya menjadi andalan lingkungan kerjamu. 
Itulah kenapa Tuhan memberikan kita dua telingan dan satu mulut. Agar kita lebih banyak mendengar.
work office: pixabay
10. Perlakukan semua orang dengan sama 

Sebagian besar dari kita tidak menjadi seperti yang kita inginkan. Semua orang yang ada dikantormu berhak mendapatkan perlakuan yang sama, baik dia memiliki pengaruh yang besar maupun tidak. Semua orang telah berusaha keras untuk perusahaanmu. 


11. Jelaskan apa yang kamu dengar

Manajer yang baik tidak hanya berusaha untuk membuat dirinya lebih baik, tetapi juga berusaha untuk memahami apa yang dikatakan orang-orang di sekelilingnya. Kamu dapat melakukan ini dengan mengulangi apa yang orang lain telah katakan sebagai bagian dari percakapan. Gunakan teknik ini ketika kamu tidak benar-benar yakin apa yang orang lain katakan. 


12. Ajukan pertanyaan 

Pertanyaan yang cerdas menunjukkan bahwa kamu dapat mengikuti aliran percakapan dan menjelaskan bila diperlukan. Jangan takut untuk bertanya karena khawatir muncul kata "bodoh." Para manajer yang efektif peduli akan hal yang penting, mereka tidak peduli tentang bagaimana mereka sampai di sana.

Mereka juga tahu, bahwa orang lain mungkin akan memiliki pertanyaan dan memutuskan tidak bertanya. Jika kamu mengajukan pertanyaan untuk mereka, kamu dapat bertindak sebagai fasilitator dan membangun tingkat keterlibatan mereka di timmu. Itu tanda sejati seorang manajeman. 


13. Perlakukan karyawanmu dengan baik 

Jika kamu baik untuk pekerja dan mereka senang dengan pekerjaannya, kerja keras karyawan dapat meningkatkan citra perusahaan. Budayakan suasana kantor yang ceria dan menyenangkan.

Dengan menjadi manager yang baik untuk karyawanmu, maka kamu tidak hanya mampu menyukseskan perusahaan, tapi kamu juga dapat menjadi pribadi yang diterima di lingkungan kerja.

Oleh: Andi Rosita Dewi

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni