Cara Menjadi Pemimpin Di Perusahaan

Menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi setiap orang. Baik itu perusahaan kecil maupun perusahaan besar, ketika kamu menjadi seorang pemimpin tetap saja kamu akan bangga.

Seperti sebuah prestasi tersendiri bagi kamu. mungkin kamu adalah karyawan baru, yang dengan cepat mendapatkan promosi kenaikan jabatan sebagai salah seorang pemimpin pada bagian tertentu, untuk itu, kamu perlu memantaskan diri agar menjadi seorang pemimpin yang baik dan profesional. Seorang pemimpin yang baik bukanlah dia yang bersikap angkuh, atau sok memerintah.

Tapi seorang pemimpin yang baik adalah dia yang memperhatikan karyawannya seperti rekan kerja dengan jabatan yang sepantaran dengannya. Pemimpin yang baik juga akan mengikuti tren ide-ide kreatif yang baru, serta menjunjung tinggi loyalitas kepada perusahaan.

Dia akan menganggap perusahaan yang dia pimpin seperti rumah yang nyaman, yang harus dia urus agar tetap terjaga dengan baik. berikut ini adalah langkah-langkah untuk menjadi seorang pemimpin yang baik untuk perusahaan. Dan mungkin langkah-langkah di bawah ini juga relevan untuk posisi pemimpin apapun. Misalnya menjadi pemimpin ketua kelas, atau pemimpin sebuah kelompok diskusi.

Pixabay

Langkah pertama : berfikir seperti pemimpin

Untuk menjadi pemimpin yang baik, kamu harus yakin untuk bisa memipin dengan baik. dengan mempunyai sebuah keyakinan memimpin, secara tidak langsung kamu akan tersugesti untuk memimpin perusaan dengan baik. hal ini sangat di perlukan jika kamu menjabat sebagai pimpinan suatu perusahaan. Ketika kamu sedang menghadapi suatu proyek besar, dan ada karyawanmu yang bertanya “apakah kita bisa menyelesaikan proyek ini?” jawablah dengan yakin dan penuh ketegasab bahwa “kita pasti bisa, saya yakin itu”.

Mereka akan menganggap kamu benar-benar mampu menyelesaikannya tanpa ada perasaan ragu karena kamu mungkin adalah  seorang pemimpin baru yang berpengalaman. Itulah sebuah kelebihan dari seorang pemimpin, kamu akan mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan. Bekerja dengan meningkatkan kualitas adalah jalan agar kamu tetap mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan tersebut.

Miliki keyakinan dalam mengerjakan proyek dan pengambilan keputusan apapun. Ada sebuah kisah tentang 2 orang pemimpin yang sedang memimpin rapat. Mereka dengan memimpin pada suatu bidang yang sama dengan dua perusahaan yang berbeda. Mereka sama-sama mempunyai masalah ketika ada seorang karyawannya bertanya suatu hal yang agak sulit.

Pemimpin pertama ketika menghadapi pertanyaan seperti itu menjawab dengan kepala tertunduk, memutar-mutarkan jari kaki dan berkata “saya tidak tahu jawabannya.Pemimpin yang kedua lain lagi jawabannya. Dengan yakin dan penuh ketegasan. Pkamungan kepala yang lurus kedepan dan ia berkata “saya tidak tahu jawabannya, mari kita cari solusinya bersama-sama”.

Mereka sama-sama tidak mengetahui jawaban pertanyaan karyawannya sendiri. Namun pemimpin satu bersikap bukan seperti seorang pemimpin. Dan yang kedua sebaliknya.jika kamu adalah seorang bawahan dari pimpinan tersebut, dengan siapa kamu ingin di pimpin, dan siapa yang memberikan kamu rasa percaya diri untuk menyelesaikan proyek besar itu ? tentu pemimpin yang kedua lebih meyakinkan bukan ?..



Langkah kedua : Bersikaplah tegas, tapi baik

Ingatlah kamu adalah seorang pemimpin perusahaan. Kamu adalah seorang pembuat keputusan, dan pencetus ide. Kamu mempunyai hak penuh untuk membuat suatu sistem dalam perusahaan yang wajib di patuhi oleh semua karyawan kamu. tegaslah dalam melakukan hal itu.

Kamu harus menjaga sikap konsisten dengan apa yang kamu bangun dan ciptakan. Maka berfikirlah secara matang saat membuat semua itu. Agar suatu saat ketika ada orang menggoyahkan keputusannmu kamu dapat tetap konsisten dan yakin.

Namun demikian sikap fleksibel juga perlu. Jangan terlalu diktaktor dan kekeh terhadap pendirian yang salah. Seorang pengkritik dalam sebuah perusahaan pasti ada. Fikirkan baik dan buruknya. Ketika aturan yang kamu buat lebih banyak merugikan orang lain, rubahlah. Demi kenyamanan bekerja bersama. Ingat, tanpa karyawan yang solid dan loyal kamu bukan apa apa dan tidak akan menjadi siapa-siapa.


Langkah ketiga : kamu harus menjadi seorang ahli

Ketika pertanyaan menyerangmu dan menyudutkanmu sebagai pemimpin yang baru. Dan terpaksa kamu mengatakan “maaf saya tidak tahu jawabannya”. Saat itulah kamu harus mulai mencari tahu jawabannya. Kamu bisa bertanya dengan siapapun yang bepotensi bisa menjawab pertanyaanmu. Kamu juga bisa mencari tahu pada website atau buku yang valid untuk mencari tahu jawabannya.
 
Untuk menjadi seorang pemimpin yang pro, kamu harus bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan kepadamu. Kamu perlu menambah pengetahuan tentang apapun dibidang pekerjaanmu untuk menambah rasa percaya diri kamu sebagai pemimpin.

Meskipun kamu bisa memunculkan rasa percaya diri tanpa menambah pengetahuan yang kamu miliki, tapi ketidak tahuan hanyalah masalah waktu yang tertunda. Pengetahuan bersifat dinamis, pengetahuan berkembang seiring perkembangan zaman. Jika kamu ingin menjadi seorang pemimpin yang pro, jangan ragu untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi terkini. Belajar adalah menimbun ilmu sebagai investasi jangka panjang dan mempunyai prospek yang bagus.



Langkah keempat : tegas menentukan

Ketika dalam suatu rapat terjadi perdebatan yang sengit dan alot, memakan waktu yang lama. Semua anggota rapat pasti dalam keadaan lelah, penat, bosan, emosi. Hingga tidak ada solusi untuk masalah yang sedang di hadapi. Disinilah kamu harus memainkan peranmu untuk mengambil sebuah keputusan. Ingat bahwa kamu adalah pemegang kendali perusahaan. Jika kamu telah mengambil keputusan, apapun yang kamu katakan adalah mutlak.

Namun kamu juga perlu mempertimbangkan saran dari karyawanmu yang benar-benar bagus. Bahkan mungkin lebih bagus dari saranmu sendiri. Gunakan sistem voting untuk pengambilan suara terbanyak tentang solusi-solusi yang di berikan oleh karyawanmu. Artinya kamu telah menghargai ide-ide mereka untuk menyelesaikan sebuah permasalahan perusahaan yang kamu juga masih ragu.


Langkah ke lima : peduli pada karyawan

Bukan berarti mereka adalah karyawanmu, dan belum pernah menjadi seperti kamu, kamu berhak menyimpulkan bahwa mereka idiot dan tidak lebih baik dari kamu.

Sebagai pemimpin yang baik, kamu perlu memperdulikan mereka, bantulak ketika mereka kesusahan dalam hal pekerjaan atau kehidupan pribadi. Jika kamu sebagai pemimpin tidak memperdulikan karyawanmu, bisa saja kamu akan di buang dan tidak di hargai lagi. Ingat dalam susunan aggota tubuh manusia mungkin kamu adalah kepala, dan karywanmu adalah anggota badan.

Kamu tidak akan bisa apa apa tanpa mereka. Jika kamu memimpin dengan buruk, jangan heran kalau suatu hari mereka melakukan demo untuk meminta mu turun dari jabatan. Atau kamu akan di tinggalkan mereka sendirian. Kamu bukan pemimpin ketika tidak ada yang kamu pimpin. Kecuali kamu memimpin dirimu sendiri. Hal itu tidak akan bisa menjalankan suatu perusahaan dengan baik.

Pemimpin yang peduli dengan karyawan tidak harus memenuhi semua keinginan karyawannya tersebut. karena yang paling tahu hal tebaik untuk tim adalah kamu. apapun keputusan, kamu yang akan mengambil.
Jangan menyogok karyawanmu dengan sesuatu hanya karna kamu sebagai pemimpin ingin mendapatkan persetujuan dari karyawanmu.

Biarkan mereka dengan pendapat mereka, dan biarkan mereka untuk tidak menyetujui pendapat kamu yang seorang pemimpin perusahaan. Buatlah suatu rapat untuk mengetahua apa pendapat karyawan kamu. itu adalah hal yang ditunjukan seorang pemimpin yang baik, yaitu menghargai pendapat karyawannya, yaa...dengan cara mendengarkan. Setelah itu beri tahu mereka bagaimana cara kamu berfikir. Komunikasikan dengan baik, tegas, yakin dan percaya diri. Dengan begitu mereka akan beribah fikiran untuk mendukung pendapat kamu.




Langkah ke enam : Percaya bahwa siapapun bisa

Sebagai pemimpin kamu tidak akan hidup sendirian. Seseorang bisa dikatakan sebagai pemimpin karena dia mempunyai anak buah atau yang bisa disebut dengan seorang karyawan. Untuk itu percayalah pada dirimu sendiri bahwa kamu bisa menjadi pemimpin yang baik. Karyawan pada sebuah perusahaan  ibarat senter yang menerangimu kala gelap. Namun tetap kamu yang harus berjalan mencari jalan.  Bos dan karyawan adalah satu kesatuan kelompok kerja yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Agar semua berjalan pada rule masing masing, berilah kepercayaanmu pada karyawanmu untuk bekerja sebaik mungkin. Percayalah bukan hanya kamu yang bisa bekerja dengan baik, tapi siapapun bisa, termasuk karyawanmu. Dengan memberikan sebuah kepercayaan itu, karyawanmu juga akan percaya tentang kepemimpinanmu.

Mengecek pekerjaan mereka memang hal yang wajib dan itu wajar, tapi sesekali biarkan mereka berekspresi, menjadi orang yang lebih kreatif dan inovatif. Dukunglah karyawanmu dam mengembangkan suatu yang positif untuk perusahaan. Karyawanmu berada disitu juga dengan proses seleksi yang ketat, jadi jangan pernah meremehkan kemampuan mereka. Merekapun bisa memimpin dirinya sendiri dengan baik.


Langkah ke tujuh : menepati janji

Tidak seorang pemimpin manapun yang boleh berbohong kepada karyawan atau pada dirinya sendiri. Karena pemimpin sejati tidak pernah ingkar janji. Tidak hanya politisi atau presiden yang di sumpah untuk hal itu, pemimpinpun juga demikian. janji merupakan hutang yang berat yang akan terbawa sampai mati.

Sebagai pemimpin jangan pernah membuat janji-janji yang sekiranya mustahil untuk di tepati. Sekalipun itu yang meminta adalah karyawan kamu sendiri. Kamu harus melihat realita yang ada, dan pertimbangkan berapa persen janji kamu akan bisa ditepati, dan berapa persen kamu tidak mampu menepatinya.

Utarakan hal ini ketika ada seorang karyawan yang meminta sesuatu padamu. Mintalah waktu untuk berfikir dan berikan jawabannya esok hari. sertakan alasan dan pertimbangan mengapa kamu tidak bisa memenuhinya.

Terapkan hal-hal yang dapat membangun moral karyawan di perusahaanmu pada berbagai kesempatan dan situasi apapun. Jujur terkadang menyakitkan, tapi dalam hidupun kita harus menerima dan menjalankan suatu kenyataan. Begitu pula pada perusahaan yang kamu pimpin. Jangan takut untuk jujur tentang suatu yang tidak dapat kamu tepati, kejujuran akan membangun mentalmu untuk menjadi pemimpin perusahaan yang baik.


Langkah kedelapan : penampilan juga harus seperti pemimpin

Pixabay

Pakaian dan penampilan adalah dua hal yang paling mencolok dalam diri seseorang setelah wajah. Jika kamu ingin menjadi pemimpin yang baik, maka berpakaianlah layaknya seorang pemimpin yang baik. berpakaianlah yang rapi karena seorang pemimpin harus mempunyai wibawa untuk dapat memimpin anak buahnya.

Ingat bahwa kamu bukan hanya memimpin satu atau dua kelompok diskusi seperti dalam kelas, melainkan kamu memimpin puluhan bahkan ratusan karyawan yang sedang bergantung hidup pada perusahaanmu.

Tidak terlalu berlebihan jika kamu merupakan seorang pemimpin memakai jas, dasi dan kemeja serta sepatu yang licin. Hal itu akan membuat wibawamu bertambah. Jangan lupa untuk berjalan lurus dan tidak menunduk. Menunduk saat sedang memimpin perusahaan hanya akan membuatmu terlihat seperti pecundang. Pecundang tidak mungkin mempunyai kewibawaan.
 
Tepatlah untuk berpakaian saat dimana kamu harus memimpin. Jika kamu mengadakan rapat diluar kantor dengan memilih pantai sebagai tujuan, kamu pun harus menyesuaikan diri. Jagan berpakaian terlalu formal seperti di kantor.
 
Jika kamu adalah seorang pemimpin yang baru di angkat. Kamu perlu mempelajari bagaimana gaya baerpakaian pemimpin dibidang lain untuk kamu contoh. Bedakan ketika kamu berpakaian mengantar kakakmu ke dokter dan berpakaian layaknya seorang pemimpin kantor. Pkamungan pertama harus berkesan. Menciptakan kewibawaan sedini mungkin itu sangat diperlukan.


Langkah kesembilan : perlakukan tim kerja mu dengan baik

Jika kamu ingin menjadi seorang pemimpin yang baik, maka cara kamu memperdulika mereka adalah dengan memperlakukannya dengan baik. seperti halnya kamu menyambut clien dengan ramah, kamu harus melakukan hal yang sama pada karyawan kamu.

Rata-rata ketika seorang pemimpin menemui seorang clien yang sedang complain tentang suatu produk atau cara kerja karyawanmu, dia akan bersikap ramah pada clien, dan saat clien itu pulang, kamu akan berubah 180 drajat menjadi seorang pemarah yang kamu lampiaskan pada seluruh karyawanmu.

Ingat bahwa semua keputusan adalah di tanganmu, jadi setiap tindakan atau hal hal yang bersangkutan dengan produk yang kamu hasilkan atau sikap seorang karyawan, itu mutlak juga menjadi tanggung jawab kamu sebagai seorang pemimpin. Baik atau buruknya perusahaan, pemimpinlah yang akan tersorot lebih dulu. Jangan bersikap munafik, dengan baik didepan clien dan buruk pada karyawan. Semua itu akan menjatuhkanmu.



Langkah kesepuluh : tampilkan komitmen kamu untuk perbaikan tim kamu

Agar perusahaanmu berkembang, setiap orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut, seperti  bos, karyawan dan staf harus tumbuh menjadi yang lebih baik. perusahaan yang tumbuh bukan hanya karna kamu sebagai seorang pemimpin yang bersikap baik sendiri, melainkan seluruh yang terlibat dalam perusahaan itu juga. Kamu harus membuat komitmen pada seluruh orang yang terlibat dalam perusahannmu untuk terus tumbuh menjadi lebih baik bersama-sama. Serukanlah “kita akan berhasi” dengan lantang dan penuh keyakinan serta kepercayaan diri seorang pemimpin suatu perusahaan yang baik

Agar tumbuh manjadi tim yang solid, kamu harus memperhatikan mereka, mulai dari peringatan untuk meninggalkan hal-hal buruk yang mampu menghambat perkembangan perusahaan sampai tindakan karyawan yang individualis dan tidak mementingkan kekompakan suatu tim.


Langkah ke sebelas : inisiator

Sebagai seorang pemimpin yang baik, kamu harus melakukan inisiatf. Pahami tentang istiah “menjemput bola”, bukan “menunggu bola datang”. Kamu adalah seorang pemimpin dan kamu harus menjadi inisiator untuk mengambil kesempatan emas.


Langkah ke dua belas : punya visi dan misi

Sebagian pemimpin rancu untuk mengartikan hal ini. bagi kamu yang mungkin masih baru dalam jabatan kepemimpinan suatu perusahaan kamu perlu tahu arti dari visi dan misi. Visi adalah rencana jarak dekat yang harus kamu kerjakan. Dan misi adalah keinginan jangka panjang yang harus kamu capai. Jika sudah faham maka buatlah..!!!

Setelah kamu membuat visi dan misi, hal yang harus kamu lakukan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik adalah, kamu harus mendiskusikan vismu dengan anak buahmu. Bagaimanapun perencanaan yang baik akan terjadi jika difikirkan bersama-sama. Ingat bahwa kamu dan karyawanmu adalah kerja tim. Jadi jangan bertindak sendirian.

Akan ada hal yang lebih baik yang dapat ditemukan ketika didiskusikan secara bersama-sama. Kamu akan tercengang ketika karyawanmu memiliki visi yang lebih kreatif dari kamu. jangan anti terhadap saran, kritik dan perubahan, karena itu akan menghambat kamu dalam berkembang.
Langkah ketiga belas : Mengidentifikasi masalah.

Untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan yang baik, Lihatlah ke sekeliling dan menemukan cara untuk membuat perusahaan kamu menjadi perusahaan yang lebih baik. Amati sekeliling kamu dan dengarkan orang-orang sekitarmu . mulailah mengamati permasalahan yang ada. Kamu perlu menganalisa sebelum mengambil keputusan sebagai tindakan solusi. Sekali lagi kamu harus ingat bahwa kamu punya staf ahli yang dapat kamu mintai pertimbangan tentang hal itu.



Langkah ke empat belas : Pikirkan gambaran besar

Saat kamu memecahkan masalah, atau hanya meningkatkan apa yang sudah tercapai, kamu mungkin akan melihat polanya. Semakin besar pohon, semakin kencang angin yang menerpanya. Untuk itu kamu perlu gambaran solusi yang besar untuk mengatasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi kapan saja pada perusahaanmu. Sedialah payung sebelum hujan. Maka kamu tidak akan basah kuyup.


Langkah ke 15 : sesuaikan pekerjaan karyawan dengan bidang yang dikuasai

Jika Kamu bekerja sama dengan tim, gunakanlah hak mutlak mu untuk menentukan siapa-siapa saja yang tepat untuk menduduki sebuah jabatan. Pilihlah sesuai bidang yang dikuasai. Hal ini akan memaksimalkan hasil yang akan dicapai di kemudian hari. jika ekspektasimu terhadap karyawanmu telah tercapai jangan segan untuk memberinya reward untuk memacu mereka bekerja lebih baik lagi. Reward dapat berupa pujian, bonus, atau yang lainnya.

Oleh : Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni