Cara Menjadi Penulis Profesional

Krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini telah membuat orang-orang berbondong bondong menjajal bisnis kewirausahaan. Orang yang menjalankan sebuah wirausaha disebut wirausahawan atau yang lebih dikenal dengan pengusaha. seorang pengusaha adalah orang yang mengatur dan mengelola badan usaha yang dibuatnya sendiri, dengan resiko dan keuntungan yang akan diperolehnya sendiri.

Kita mengenal banyak sebutan pengusaha ada di antaranya yang cukup terkenal adalah : pengusaha batu bara, pengusaha mabel, pengusaha ternak, pengusaha perkebudan dan sebagainya. Namun bisnis kewirausahaan bukan hanya seperti itu. Menjadi penulis profesional juga merupakan sebuah tindakan berwirausaha.menjadi penulis profesional juga terdapat keuntungan, serta resiko yang dapat diperoleh.

Penulis profesional juga mengatur dan mengelola waktu dan materi tulisannya agar layak untuk di terbitkan dan dibaca orang lain. menjadi penulis profesional sangat jarang diminati orang, karena terkesan pekerjaan yang “untung-untungan” dan harus menjalani rutinitasnya secara membosankan sehingga kamu tidak mau mencobanya.Pikiran seperti itu adalah pikiran yang salah.

Kita tau bahwa sebuah pekerjaan yang sukses akan sebanding dengan prosentase jumlah resiko kerugian yang akan diperoleh, sebanding juga dengan kesulitan yang ditempuh. Jika kamu ingin menjadi seorang yang sukses, tentu kamu harus menerima konsekuensi pekerjaan tersebut.

Penulis profesional bukan hanya dia bisa menulis apapun tanpa konsep yang jelas. Pekerjaan sebagai penulis profesional terasa sulit karena seorang menulis harus tau apa yang ingin dia tulis, apa fokus tulisannya, bagaimana ia harus mengatur waktu menulis, bagaimana tata bahasanya, serta masih banyak lagi yang harus diperhatikan jika ingin menjadi seorang penulis yang profesional.

Kesulitan tersebut sebanding dengan resiko ketika tidak ada penerbit yang menerbitkan buku tersebut, sebanding juga dengan besarnya royalti yang akan ia peroleh dari penulisan buku itu, jika layak untuk di terbitkan. Bukan hanya royalti yang akan kamu peroleh, tapi juga kamu bisa dikenal oleh banyak orang melalui buku yang kamu hasilkan . apakah sekarang kamu berfikir untuk mencoba menjadi penulis profesional ?

pastikan cita-cita itu adalah passion kamu yang sebenarnya, karena kamu bukan hanya akan menjalaninya satu atau dua hari, tapi bertahun-tahun. Mengapa pekerjaan harus sesuai dengan passion? Karena jaman sekarang dunia pekerjaan telah membuat seseorang kehilangan jati dirinya. Ketika seseorang tersebut berkerja tanpa ada passion dalam dirinya, kemungkinan dia gagal lebih besar dari pada berhasilnya.

Pixabay


Berikut ini akan nilni.com sampaikan beberapa langkah agar kamu menjadi penulis profesional.


Mulai hari ini

Ketika kamu berfikir untuk menjadi penulis profesional, mungkin kamu akan bertanya, “Kapan sebaiknya saya mulai menulis?”. Jawabanya adalah mulai hari ini, bukan senin depan, bukan bulan depan, dan bukan tahun depan. Mulailah menulis sekarang juga, ambil penamu dan berekspresilah sesuka hatimu. Tuangkan semua ide mu. Jangan berfikir benar atau salah.

Pikirkan apa yang ingin menjadi konsemu dalam menulis. Mulailah untuk menulis dengan serius. Semakin dini kamu mengawali untuk membuat tulisan, akan semakin bagus kedepannya. Menunda pekerjaan hanya akan menghambat kesuksesamu dalam meraih impian kamu menjadi seorang penulis profesional.

So... tunggu apa lagi..jangan buang-buang waktumu untuk memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Kerjakan yang ada di depan mata sebaik-baiknya demi hasil yang maksimal.

Kamu harus bisa memotivasi dirimu sendiri untuk tetap konsen dengan cita-citamu. Mengawali sebuah pekerjaan lebih mudah dari pada untuk tetap konsisten. Mungkin ini adalah awal karir menulismu, kamu akan bergelut dengan rasa kurang percaya diri akan kemampuanmu membuat tulisan yang bagus. Tapi yang perlu kamu ingat, tulisan yang bagus adalah tulisan yang dikerjakan dari hati dan dengan sepenuh hati. Smangattt...!!!


Menjadwalkan waktu menulis

Ingat bahwa ketika kamu memutuskan untuk menjadi penulis profesional, menulis akan menjadi pekerjaanmu, bukan sekedar hobimu. Seseorang yang bekerja pasti mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaannya, maka mulailah untuk menjadwalkan waktu menulismu. Seperti halnya pekerja kantoran yang berangkat pukul 07.00 dan pulang pukul 16.00. kamu juga harus melakukan hal itu. Dengan kamu membiasakan sikap disiplin dalam pekerjaanmu, kamu tidak akan keteteran dalam menyelesaikannya.

Ingatlah jika kamu menunda pekerjaan mu sehari, sebenarnya kamu telah memperberat pekerjaan mu dihari berikutnya.

Buatlah jadwal menuis sesuai dengan jam dimana kamu menemukan mood menulismu. Sebagai contoh : kamu sering menulis di malam hari sekitar pukul 09.00. disitu kamu benar-benar menemukan ide dan inspirasi yang maksimal. Maka lakukan pekerjaanmu saat jam tersebut.

Perhatikan jadwalmu yang lain, seperti makan, tidur, olahraga, dan refreshing. Jadwal kegiatan tersebut memang tidak ada hubungannya dengan pekerjaanmu menulis, tapi tanpa kamu sadari kegiatan tersebut merupakan kegiatan pendukungmu. Kegiatan tersebut membantu menjaga kondisi tubuhmu. Dan kesehatan adalah pendukung pekerjaan agar berjalan dengan baik dan maksimal. Jangan sepelekan kegiatan pendukung pekerjaanmu. Sebisa mungkin kamu juga membuat jadwal untuk melakukan kegiatan pendukung tersebut.


Jangan terobsesi dengan ide

Ketika kamu memilih untuk menjadi penulis profesional, dan telah memilih jalur kepenulisanmu ke arah bacaan yang umum seperti novel, hindarilah sikap yang sangat terobsesi dengan idemu. Artinya untuk menulis sebuah novel kamu tidak perlu memikirkan bagaimana cara membuat cerita, tokoh, atau tema yang beda dengan penulis lain. karna itu akan menyulitkanmu untuk menyusun sebuah ide cerita novel yang akan kamu buat.

Tulislah novel dengan ide cerita yang sudah kamu pikirkan sebelumnya, gaya bahasa dan tulisan yang kamu miliki akan membuat perbedaan novel kamu dengan novel orang lain. kamu harus terus untuk konsisten degan gaya bahasa dan tulisanmu sendiri. Hal itu lama kelamaan akan membangun karaktermu dengan sendirinya.

Saat novel kamu terbit untuk pertama kalinya, mungkin tidak banyak orang yang mengenal kamu. juga masih sedikit yang berminat membeli novel kamu. namun orang tersebut akan menilai dari apa yang kamu tulis. Bagaimana konsep ide ceritanya, bagaimana gaya bahasa dan penulisannya. Mereka akan memperhatikan itu. Dari situlah mereka akan penasaran siapa yang menuliskan novel itu.
 
Pada kesempatan yang lain saat novel kamu terbit untuk yang kedua bahkan ketiga kalinya, lalu ada seseorang yang datang ketoko buku dan membaca sekilas tentang pengantar novel yang kamu buat. Mereka akan tahu jika itu kamu yang menulis, tanpa harus membaca biodata yang ada dalam novel tersebut.

Sebetulnya karakter itu sendiri bisa dibuat dan bisa juga muncul dengan sendirinya. Cara untuk membuat karakter adalah dengan meniru gaya menulis seorang penulis yang kamu idolakan. Belajar menulis dengan penulis idolamu lewat karnyanya itu lebih mudah, karena kamu sudah punya dasar suka pada penulis tersebut. Kamu pasti sudah sangat faham apa baik buruknya karya dari penulis idolamu. So..pelajari yang baik, buang yang buruk dan tambahi sedikit dengan khas tulisan darimu. Itu akan menjadi sebuah karakter yang luar biasa.


Mengembangkan rencana menulis

Jika kamu ingin menjadi penulis yang profesional, sangat penting bagi kamu untuk mengembangkan rencana menulis. Sebuah rencana menulis sangat mirip dengan rencana bisnis, itu adalah sebuah peta jalan yang membantu kamu untuk melalui proses penulisan buku yang panjang dan kadang-kadang sulit.
Setelah kamu menentukan topik utama dalam tulisanmu, kamu harus banyak membaca referensi buku-buku yang terkait dengan topik tulisan yang kamu angkat.

Kamu harus memperhatikan setiap buku referensi yang kamu baca, gunakan pikiranmu untuk menganalisa, kira-kira mengapa buku referensi tersebut berhasil. Hal itu sangat penting bagi kamu dalam mencari ilmu tentang dunia penerbitan.

Penerbit ibarat tangan pertama yang tertarik terhadap hasli tulisanmu, mereka akan mencetak hasil tulisan kamu dalam berupa buku serta, membiayai, memasarkan, dan mengiklankan buku karyamu tersebut. Mereka akan mengemas sebagus dan semenarik mungkin untuk memikat para pembeli. 

Setalah belajar mengenai hal itu dengan cara membaca buku-buku referensi yang sudah terbit dan berhasil segeralah menyusun rencana untuk menyelesaikan tulisan kamu. Pikirkan berapa lama kamu akan menyelesaikannya. Pasang target agar tidak melenceng terlalu lama. Mulailah dengan membuat tujuan jangka pendek untuk membuat proses pembuatan bukumu jauh lebih mudah dikelola.


Kenali diri kamu
 
Jika kamu memutuskan untuk menjadi penulis profesional, kamu harus mulai melihat potensi menulis jenis apa yang ada dalam diri kamu. langkah awal untuk melakukan hal itu adalah dengan menganalisis tulisan yang kamu buat sendiri. Temukan kekuatan apa yang terdapat pada tulisan kamu, yang kira-kira dapat menarik minat seseorang untuk membeli dan membaca tulisan kamu. kamu juga harus mulai mencari kelemahan apa yang ada dalam tulisan kamu.

jujur lah pada dirimu sendri, karena hatimu adalah korektor yang paling jujur. Namun jika kamu mengalami kesulitan dalam menganalisa kelemahan dan kekuatan yang ada pada tuliusan kamu, kamu dapat mencari seseorang yang kamu percaya untuk melakukannya.

Tentunya kamu tidak boleh sembarangan dalam memilih seseorang tersebut. Hal itu untuk menjaga ke otentikan dan kerahasiaan tulisan kamu sebelum resmi untuk terbit. Cari lah seseorang yang selain dapat dipercaya, juga mereka yang mengerti tentang ilmu kepenulisan dan juga yang telah berpengalaman lebih dulu di dunia tulis menulis. Atau kamu dapat menyewa jasa profesional untuk melakukannya.


Mengikuti pelatihan menulis
 
Jika kamu memutuskan untuk menjadi penulis profesional kamu akan terus meningkatkan kemampuan menulis kamu dengan berbagai cara. Untuk belajar bagaimana menulis dengan baik dibutuhkan waktu seumur hidup. kamu tidak akan menemukan satu titik, dimana kamu telah menjadi seorang penulis yang hebat.

Hebat atau tidak, berhasil atau gagal, profesional atau amatir, baik atau buruk adalah suatu penilaian yang tidak ada patokannya. Standart setiap orang berbeda, begitupun dengan penerbit satu dan lainnya, itu tidak sama. Penerbit saja punya standart yang berbeda apa lagi pembaca yang jumlahnya jutaan orang. Untuk itu kamu perlu meningkatkan kualitas kepenulisan kamu dengan mengikuti pelatihan menulis.


Pelatihan menulis merupakan investasi jangka panjang bagi kamu yang baru mengawali karir sebagai penulis profesional, ataupun kamu yang sudah beberama lama menggeluti dunia kepenulisan. Banyak yang akan kamu peroleh dari sebuah kegiatan pelatian menulis. Selain sertifikat, dan ilmu menulis yang baik, kamu juga akan mendapatkan teman dengan satu minat yang sama, bahkan satu profesi dengan kamu yaitu penulis. Dengan mereka kamu dapat saling mentransfer segala hal tentang ilmu tulis-menulis.


Kelilingi diri kamu dengan orang-orang positif.

Jika kamu telah memutuskan untuk menjadi seorang penulis profesional, kelilingi diri kamu dengan orang-orang yang memberimu energi positif untuk menulis.

Masih ingat ungkapan, jika kamu bergaul dengan penjual parfum, kamu akan berbau wangi. Sama dengan ungkapan tersebut, jika kamu ingin menjadi penulis yang profesional, bergaulah dengan sesama penulis perofesional. Kamu akan tau bagaimana menjadi penulis profesional.

Pelajari dari hal-hal kecil yang mereka lakukan, mulai dari gaya hidup, hingga gaya menulis, lalu aplikasikan dalam kehidupan kamu. hal itu mungkin dapat mewujudkan keinginan kamu untuk menjadi penulis profesional.

Jangan sungkan untuk merendah di awal kamu bergaul dengan mereka yang telah profesional, dengan begitu kamu akan mendapatkan simpati dari mereka. Anggaplah bahwa kamu adalah seekor ikan kecil yang sedang berenang di kolam yang besar, kamu harus belajar dengan ikan lainnya agar kamu mengenali medanmu.

Begitu juga dengan pergaulan kamu saat itu, jangan segan untuk bertanya tips dan trik agar tentan bagaimana cara menjadi seorang penulis yang baik dan profesional. Saat kamu sudah banyak memperoleh ilmu dari sana, kamu akan berkembang menjadi ikan besar yang siap untuk berenang di kolam yang besar, artinya kamu akan cukup ilmu untuk mengarungi dunia kepenulisan.


Carilah investasi

Seperti yang telah dibahas pada point sebelumnya, kamu memerlukan dukungan seorang yang profesional untuk menunjang karirmu sebagai penulis profesional. Tapi tidak dapat dipungkiri kamu juga membutuhkan bantuan keuangan. Jika kamu sedang konsen untuk menulis novel, setidaknya kamu akan menyelesaikannya dalam 6 bulan sampai satu tahun, dan kamu harus mempromosikannya.

Namun selama itu belum mendapatkan penerbit yang cocok, artinya kamu belum akan memperoleh penghasilan, dan tagihan-tagihan pembayaran tidak akan menunggu kamu sampai kamu mendapatkan penerbit dan memperoleh penghasilan. Jika kamu tidak memiliki tabungan untuk bertahan hidup, bekerjalah sebagai penulis paruh waktu, sembari kamu mengerjakan novelmu hingga selesai.

Mintalah dukunga dari keluarga, kerabat dan sahabat dekat kamu untuk melakukan dua pekerjaan itu sekaligus, meskipun dalam pengerjaanya mungkin tidak begitu maksimal dan mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. Pastikan kamu mengelola waktu dengan baik. buatlah jadwal menulis dan bekerja lalu patuhi secara disiplin agar kamu bisa mencapai target yang kamu inginkan. Dengan bekerja paruh waktu sebagai penulis, selain kamu akan mendapatkan gaji, kamu juga akan mendapatkan pengalaman tentang bidang yang tidak jauh dari passionmu yaitu, menulis.


Percaya diri

Kini kamu adalah seorang penulis. Jangan pernah malu untuk mengakui pada diri sendiri dan orang lain jika kamu adalah seorang penulis. Perlu kamu tahu, penulis bukanlah suatu pekerjaan hina tanpa prospek yang jelas, dan penulis bukanlah suatu pekerjaan yang haram. 

Kamu patut bangga bisa menjadi penulis profesional. Katakan dengan penuh keyakinan bahwa “aku adalah seorang penulis profesional”  jika ada seseorang yang bertanya padamu tentang apa pekerjaanmu. Hargailah profesimu dengan baik, sebelum kamu menuntut orang lain begitu.

Orang lain akan membaca atau tidak membaca tulisan kamu, kamu tetaplah sebagai penulis profesional. Jangan mengajukan syarat apapun pada orang lain untuk kamu bisa menghargai profesimu. Menghargai saja tidak cukup, kamu juga harus mencintainya juga, agar kamu dapat enjoy melakukannya. Ketika kamu telah bangga, cinta dan enjoy dalam bekerja, hasil karya mu akan berhasil dengan maksimal.


Buatlah diri kamu dikenal

Hal ini mungkin terdengar seperti bagian yang paling sulit dalam proses mewujudkan mimpi kamu sebagai penulis profesional, tapi itulah cara hidup, kamu harus mempromosikan buku kamu, terutama jika kamu telah memilih untuk self-publishing. Kamu  perlu untuk membuat diri kamu dikenal. Setelah kamu mulai menulis buku kamu, mempertimbangkan untuk membuat blog atau setidaknya profil media sosial di mana kamu mempublikasikan informasi tentang pekerjaan kamu.

Dalam merintis karir, yang perlu kamu tanamkan adalah menjaga image kamu untuk tetap baik. jaga pstingan status, dan gambar kamu pada media sosial yang kamu buat. Usahakan apa yang terposting di sana adalah sesuatu yang erat kaitanya dengan pekerjaan kamu, dan hal-hal yang dapat menunjang keberhasilan karir kamu sebagai penulis. Pencitraan memang sangat di perlukan.

Karena jika kamu sudah terjun sebagai penulis profesional, kamu bukan lagi milik kamu sendiri, tapi kamu juga sudah menjadi milik pembaca. Apa saja yang menjadi gerak-gerik kamu akan menjadi konsumsi publik. Memang kamu bukanlah seorang artis, tapi dengan kamu menjadi penulis kamu adalah seorang publik figure yang mau tidak mau akan menjadi contoh bagi khalayak umum.   

Menjadi aktif di media sosial juga dapat menjadi sesuatu yang kamu lakukan untuk bersenang-senang dan bersantai saat kamu penat menulis.




Jangan Menyerah

Jangan berkecil hati saat kamu tidak bisa melakukan suatu hal dengan benar saat pertama kali mencoba. Kamu perlu mencari tahu tentang kesalahan kam, dan di mana letak kegagalanya. Perbaiki kemudian cobalah kembali lain waktu jika kesempatan itu datang lagi. Berproses menjadi seorang yang profesional juga akan menguji ketahanan kamu baik mental, fisik maupun materi. Ketika kamu memutuskan menjadi penulis profesional, yang perlu kamu ingat adalah, ketekunan lebih penting dari pada bakat.

Jika ini adalah mimpi kamu ... Go for it!

Oleh :  Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni