Cara Menjadi Pria Sejati II

Masih ingat kan apa perbedaan cowok dan pria ?. melanjutkan artikel sebelumnya yaitu “how to be a man 1". Disini akan diberikan beberapa langkah lanjutan  dari artikel sebelumnya. Ini untuk melengkapi pengetahuan kamu yang sedang ingin menjadi pria sejati. Beberapa langkah di bawah ini mungkin pernah kamu lakukan sebelumnya, jika kamu sudah terbiasa untuk seperti itu tingkatkan dan lanjutkan.

Memperbaiki diri menjadi pria sejati sedari muda tidak akan membuatmu rugi dalam hal apapun, melainkan kamu akan mendapatkan sesuatu dalam hidup yang lebih baik. bukankah pria yang baik akan berpasangan dengan wanita yang baik ?. sudahkah kamu bersemangat untuk mengikuti langkah-langkan menjadi pria sejati ? simak baik baik ya guys...:)

Pixabay


Jangan menjadi seorang followers

Seorang pria sejati akan berlomba-lomba untuk mengembangkan prinsip-prinsip yang dia punya agar menjadi inspirasi banyak orang. Dia tidak selalu nyaman dengan apa yang dilakukan dirinya sendiri tanpa bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Pria sejati mengharapkan seseorang dapat mencontoh tindakan baiknya yang telah dilakukannya secara konsisten. Berfikirlah apa yang kamu lakukan akan bermanfaat bagi orang lain agar kamu terus berfikir positif dan meningkatkan kualitas prinsip kamu sehari-hari.


Tidak mencuri

Seorang pria sejati tidak pernah mencuri, bahkan ketika dia berada dititik yang paling rendah dalam hidupnya. Seorang pria sejati yang putus asa lebih memilih meminta bantuan orang lain untuk membantu permasalahannya, daripada merampas secara paksa yang bukan menjadi haknya.

Seorang pria sejati tidak ragu membantu orang lain yang membutuhkan. Dia tahu ketika orang lain mengalami kesulitan di atas keberuntungannya, mereka perlu uluran tangan.


Dapat dipercaya, dan memberi kepercayaan

Pria sejati akan percaya kepada teman-temannya-keluarganya, dan pasangan hidupnya. Dia memberikan kepercayaan penuh tanpa rasa curiga. Meskipun demikian ketika kepercayaannya di hianati, dia tidak akan mudah untuk percaya lagi kepada orang yang menghianatinya.

Bagi seorang pria sejati, kepercayaan adalah harga mati yang harus di jaga baik-baik. seorang yang tidak percaya sama saja orang itu adalah orang munafik yang tak pantas berdekatan dengannya. Pria sejati mungkin bisa memaafkan sebuah penghianatan, tapi dia tidak akan melupakannya seumur hidup.

 Pria sejati juga akan melakukan hal apapun untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. kepercayaan adalah hal penting untuk kenyamanan dalam hidupnya. Baginya apapun yang dilakukan setelah mendapatkan kepercayaan akan berjalan dengan baik.

Maka dari itu seorang pria sejati tidak pernah berbohong pada dirinya sendiri atau orang lain. dia akan menempatkan hatinya, “bagaimana perasaan saya ketika di bohongi orang lain”. pria sejati akan nyaman dengan kebenaran. Dia akan mengatakan apapun dengan jujur meski itu adalah kenyataan yang sangat menyakitkan. Bagi pria sejati lebih baik hidup dengan kenyataan yang menyakitkan, dari pada bahagia dengan kebohongan.


Jadilah seorang yang ambisius dengan cara kamu sendiri

Pria secara alami adalah seorang yang ambisius. Dia ingin menjadi pencari nafkah dan dan ingin dikagumi serta di hormati oleh sesama pria dan atau orang lain. meskipun demikian tidak semua pria sejati memilih jalur karir yang mainstrem. Dia cenderung bekerja sesuai dengan passionnya. Karena dengan passion dia merasa ambisius saat bekerja. Semua harus di kerjakan maksima dan tujuannya adalah menghasilkan sesuatu yang terbaik.

Pria sejati menentukan idenya sendiri untuk meraih kesuksesannya. Mereka tidak mau kalah saing dengan rekan pria yang lain. jika kamu ingin menjadi pria sejati, tanamkan sifat kompetitif untuk menuju kesuksesanmu. Raihlah dengan ambisius.

Meskipun demikian tetaplah berada pada jalur yang benar. Jangan menghalalkan segala cara, termasuk cara yang buruk untuk mencapai ambisimu. Semua tidak akan berakhir dengan baik jika kamu menggunakan cara instan dan kotor. Sukses butuh proses, kamu perlu menghargai sebuah proses untuk mendapatkan hasil yang sempurna.


Bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan

Pria sejati tidak akan lari dari tanggung jawan atas semua tindakan yang dilakukan. Perbedaan utama antara seorang pria dan anak laki-laki adalah bahwa pria menghormati sebuah komitmen yang di bangunnya sendiri dan bertanggung jawab atas semua resiko yang akan terjadi.



Lari dari masalah hanya sifat yang dimiliki seorang pengecut dan pecundang

Siapapun seorang lelaki kelak dia akan menjadi seorang kepala rumah tangga, ayah dari seorang bayi, dan suami untuk istrinya. Tapi hanya pria sejati yang memahami peran itu, dan melakukan tugasnya dengan baik. pria sejati akan mencintai keluarganya lebih dari dia mencintai dirinya sendiri. Pria sejati akan berbuat apa saja untuk mempertahankan keluarga yang utuh.

Pria sejati juga akan mengalah demi menghebatkan anak-anaknya. Pria sejati ketika menjadi seorang ayah dari anak laki-lakinya, dia akan melakukan apapun agar anak laki-lakinya lebih hebat dari dirinya, namun tak menghilangkan ciri dari dirinya. Pria sejati jika mempunyai seorang anak perempuan, dia akan menjaganya seperti mempertahankan nyawanya sendiri. Dia sangat mencintai anak perempuannya. Baik atau buruk.

Pria sejati akan melindungi keluarganya dari apapun. bahkan ketika dia harus mempertaruhkan nama baik nya demi menutupi kesalahan keluarganya. Pria sejati adalah tameng, tulang punggung, dan tempat berkeluh kesah tanpa menghakimi dalam keluarganya. Bagi seorang anak perempuan, ayah adalah satu-satunya lelaki yang dapat membesarkan hatinya, yang tidak pernah membuatnya kecewa di sepanjang hidupnya.


Belajarlah untuk berkorban bagi orang-orang yang kamu sayangi

Beginilah hidup, kadang-kadang kita terjebak dengan sebuah kondisi yang sulit dan tidak ada yang bisa dilakukan selain menelan pil pahit. Masalah adalah bagian dari seseorang yang sedang tumbuh dewasa, tidak peduli kamu suka atau tidak.

Perbedaan antara seorang pria dan anak laki-laki adalah bahwa seorang pria melangkah kedepan dan menghadapi kenyataan, sementara anak laki-laki ragu-ragu dan mengeluh.

Seorang pria sejati mengorbankan kesenangannya demi seseorang yang dia cintai. Meski sulit dilakukan, pahit di rasakan, tapi pria sejati melihat hal itu sebagai tanggung jawab yang harus dia lakukan. Sebagian pria sejati menyebut pengorbanan sebagai persembahan, pembuktian ketulusan, dan bukti bahwa ia menjaga yang dia miliki.

Pria sejati akan selalu menjaga dirinya dalam kebaikan, dimanapun, kapanpun, dan tanpa dilihat sekalipun.
Integritas adalah melakukan hal yang benar, untuk alasan yang tepat, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Jangan pernah berhenti untuk melakukan hal yang benar dan mengoreksi diri dari tindakan yang salah, kemudian untuk di benahi dikemudian hari.

Dalam mempertahankan kebenaran seringkali kita menjadi seorang minoritas, di kucilkan bahkan di buang dari satu komunitas. Tapi sadarkah saat kamu menjadi minoritas ketika kamu melakukan hal yang benar, kamu bukan lagi menjadi followers.

Saat itu mungkin waktu belum berpihak padamu. Kebaikanmu dalam mempertahankan sebuah kebenaran tidak dilihat oleh siapapun, tapi itulah waktu. Dia tidak akan berjalan lebih cepat atau lebih pelan. Semua akan indah pada saatnya. Saat dimana waktu membuktikan setitik kebenaran yang kamu sembunyikan, atau mempertegas kebenaran yang sudah pernah kau serukan.

Seorang yang memandangmu sebagai minoritas karena prinsip kebenaranmu akan sadar lalu karena sebuah gengsi dia hanya bisa senyum-senyum sendiri tanpa berani meminta maaf padamu, karena mengucilkanmu.

Bunga atau bangkai akan tercium meski serapat apapun kamu menyimpannya. Begitu juga kebaikan atau keburukan. Waktu tidak bisa menipu atau ditipu. Maka berpendirianlah kamu pada sebuah kebenaran dengan alasan yang baik.

Gunakan hati nuranimu, wahai pria sejati. Hati nurani tidak akan bisa berbohong kepadamu, maka manfaatkan hal itu untuk mengingatkanmu pada suatu hal yang menjadi tanggung jawabmu. Sebagian dari kamu mungkin akan melalaikan tugas karena perasaan malas. Itu berarti kamu telah membohongi hati nuranimu. Ingat..pria sejati tidak akan melakukan itu.



Membayar tepat waktu

Pria sejati akan membayar tagihan atau hutangnya sesuai dengan yang ia jadwalkan. Dia akan menganggap itu adalah sebuah prioritas yang harus segera di tuntaskan. Beberapa wanita mungkin akan mengingatkan pasangannya untuk hal ini, ketika kamu lalai mereka akan berfikir bahwa kamu adalah seorang yang tidak mengutamakan sebuah prioritas dalam hidupmu.

Jika hal hal sepele seperti membayar tagihan listri, air atau telefon saja kamu tidak ingat, bagaimana kamu menjalankan prioritas kamu yang lain yang lebih penting dari itu. Seorang wanita yang mengetahui sikap kamu seperti itu akan menganggap kamu masih menjadi “anak laki-laki” bukan pria dewasa. Lantas wanita itu akan mengurungkan niatnya untuk serius dengan kamu...wah wah...

Pria sejati tidak segan untuk melakukan hal-hal kecil yang rata-rata menjadi tugas seorang wanita. Misalnya : membuka pintu, menata kursi, mengangkat telefon, membereskan mainan anak dan sebagainya. Pria sejati sadar bahwa perbedaan antara pria dan wanita hanyalah masalah kodrat. Pria tidak bisa melahirkan, dan wanita bisa. pria tidak mengalami menstruasi, dan wanita bisa. masalah tugas, kedudukan, rasa hormat, dan menghargai adalah sama rata.


Pria sejati tidak anti dengan kata maaf, tolong dan terima kasih

Pria sejati tau kapan ia harus menghormati seseorang. Pria sejati bukanlah dia yang angkuh, sombong dan bisa melakukan apa saja seorang diri. Tapi seorang pria sejati tidak akan segan mengucapkan kata maaf saat dia bersalah, mengatakan tolong saat dia kesulitan, dan terimakasih setelah dia diberikan bantuan. Itu tidak akan mengurangi wibawamu didepan orang lain. justru hal itu akan membuat kamu terlihat ramah dan rendah hati.

Pria yang sudah menikah dalam waktu yang lama akan segan melakukan pekerjaan rumah. Dia merasa, dia adalah seorang kepala rumah tangga yang harus menjaga kewibawaannya. Dia tidak akan mau lagi mencuci piring, membuang sampah, menyapu, membersihkan selokan depan rumah dan lain-lain. ia enggan untuk berbagi tugas-tugas rumah, dan lebih memilih untuk melimpahkan semua itu kepada sang istri. Perlu kamu tahu, pria sejati tidak akan bersikap seperti itu.


Pria sejati selalu sportif

Ketika kamu diciptakan sebenarnya kamu sudah mengalami kompetisi yang sengit. Kamu mengalahkan berjuta-juta benih, dan hanya satu yang menang. Ketika kamu hidup diduniapun demikian. hidup kamu tidak akan jauh-jauh dari kompetisi. Dalam kompetisi pasti ada seorang yang kalah dan menang.

Pria sejati adalah dia yang menerima kekalahan dalam suatu kompetisi pada kehidupannya, itulah yang dinamakan sportivitas. Pria sejati akan belajar dari sebuah kegagalan. Dia tidak akan menyerah meskipun banyak rintangan yang menghadangnya menuju kemenangan.


Jangan menjadi pembual cinta

Seorang pria sangat gemar mengejar asmara. Kebanyakan mereka senang berlama-lama melakukan pendekatan dengan wanita. Mereka berfikir bahwa cinta bisa didapa hanya dengan bualan kata. Namu kini pemikiran wanita semakin cerdas, wanita tidak akan menerima cinta yang diberikah hanya lewat kata. Talk less do more...wahai pria sejati...!

Kita hidup dalam era masa kini, PDKT nya masak gitu ? jika kamu hidup dalam masa lalu, mungkin kamu bisa memikat wanita hanya dengan sebuah lagu, puisi, atau bunga. Tapi itu dulu...kamu adalah manusia masa kini yang hidup dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Wanita yang kurang cerdas sudah berkurang banyak. Bahkan tidak sedikit wanita yang lebih agresif dalam sikapnya, untuk menunjukan perasaannya kepada lelaki. Apa kamu mau kalah begitu saja ?

Pria sejati akan memperlakukan sesuatu yang penting dalam hidupnya dengan hormat. Berikut ini adalah daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang pria sejati :

Sebagai pria sejati kamu perlu : 



Mendegarkan apa yang mereka katakan

Ketika kamu bertemu dengan seseorang, baik itu teman, keluarga, pacar atau bahkan seorang yang tidak kamu kenal sekalipun, hargailah orang yang sedang berbicara denganmu. jika kamu punya kedua telinga yang normal, dan hati nurani yang baik, kamu tidak akan mengacuhkan mereka yang sedang mengajakmu berbicara. Pria sejati tahu meremehkan orang yang sedang mengajaknya bicara adalah hal yang tidak sopan.


Maafkan mereka ketika membuat kesalahan sederhana

Pria sejati adalah seorang manusia sejati. Dia tidak punya kekuatan super, dia bukan Tuhan, dia juga seorang yang punya kelebihan dan kekurangan. Kadang benar dan juga sering melakukan kesalahan. Oleh karena itu kamu perlu memandang orang lain, dan berfikirlah jika mereka juga sama denganmu. ketika seorang melakuan kesalahan sederhana, maka maafkanlah.

Kamu tidak akan mengalami kerugian apapun ketika kamu memberi pengampunan pada kesalahan seorang yang sebenarnya sangat sepele. Bahkan tidak sedikit kesalahan yang tercipta karena kesalah pahaman. So...bijaksanalah dalam menyikapi suatu kesalahan sepele seseorang.


Tenggang rasa

Apakah kamu familiar mendengar kata itu ? ya..itu sering kita ucapkan saat kita masih duduk di bangku sekolah dasar. Contoh sikap tenggang rasa adalah ketika seorang menyubitmu, dan kamu tahu itu rasanya sakit, maka jangan pernah mencubit orang lain.

Pria sejati tidak melakukan hal-hal yang dirasa itu menyakiti orang lain, dengan alasan tidak mau diperlakukan hal yang sama oleh orang lain. pria sejati memperlakukan seseorang dengan tidak membeda-bedakan apapun. karena ia juga tidak mau di bedakan oleh orang lain.
Jangan:


Pria sejati tidak memberikan harapan pals

Pria sejati memandang sesuatu dengan realistis. Dia tidak akan menjanjikan sesuatu yang tidak mungkin dia tepati. Dia tidak memberikan harapan-harapan semu kepada seseorang. Atau bersikap diam namun bertingkah seolah memberikan harapan kepada orang lain. karena pria sejati tahu jika itu dapat berpotensi menyakiti hati orang lain.



Memanipulasi untuk mendapatkan apa pun yang di inginkan

Pria sejati tidak melakukan kecurangan. Dia tidak bertindak bodoh dengan mengorbankan harga dirinya untuk melakukan sebuah kecurangan demi mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Melakukan manipulasi adalah sebuah kecurangan yang kejam.

Saat kamu melakukan hal itu, kamu seperti sedang menyimpan seekor bangkai tikus dalam kantong celanamu. Kamu membawanya kemana-mana. Hari pertama mungkin tidak akan tercium baunya, tapi lama-kelamaan orang pasti tau, dan saat itulah reputasimu akan hancur.
Memperlakukan seseorang dengan sembarangan.

Wahai pria sejati, sebenarnya kamu, dia, mereka, kita, adalah sama sama manusia yang berperasaan dan berakal. Ketika kamu memperlakukan seseorang bukan seperti manusia, mereka juga bisa merasakan sakit. Setinggi apapun pendidikan, dan kedudukan kamu, kamu tidak berhak memperlakukan orang lain secara sembarangan.

Ingat hukum karma itu ada. Siapa yang menuai benih ia akan memanen hasil. Ketika kamu menabur benih keburukan jangan pernah berharap kamu akan memanen hasil kebaikan.
Jangan terburu-buru untuk menjalin sebuah hubungan.

Pria sejati memang senang mengejar asmara. Telah dijelaskan di point awal bahwa mereka juga menggunakan waktu pendekatan denga lama. Sebenarnya saat itulah mereka berfikir. Pria sejati akan memikirkan hal dari yang terbaik hingga terburuk. Mereka mempunyai pertimbangan tersendiri, apalagi mengenai memilih pendamping hidup. pria sejati tidak akan terburu-buru untuk memilih dan menentukan.

Senakal-nakalnya pria sejati akan sadar jika memilih pasangan hidup mereka menginginkan yang terbaik, karena pernikahan tidak di jalankan satu atau dua hari. tapi dilakukan seumur hidup. pria sejati juga akan berfikir panjang, mereka sadar jika dia sedang memilih bibit yang baik untuk menghasilkan keturunan yang baik pula. Memang tidak akan pernah ada wanita sempurna, namun setidaknya kamu punya standar dan bisa menilai mana yang terbaik untuk dirimu sendri.

Apalagi pernikahan bukan hanya mengawinkan 2 orang saja, tapi lebih dari itu, kamu harus menyatukan dua keluarga yang mungkin berbeda adat, bahasa, kebudayaan, dan keyakinan. PDKT lama itu sah, tapi kalau terlalu lama juga akan jadi “basi”. Yang benar itu adalah menggunakan waktu dengan seefektif dan seefisien mungkin untuk memilih, mempelajari, baru kemudian menentukan pasangan.
 
Oleh : Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni