Cara Menjadi Seorang Ibu untuk Pemula

Menjadi seorang istri sekaligus ibu, tentu merupakan impian bagi setiap wanita. Terlebih lagi menjadi seorang Ibu, yang benar – benar menjadi titik kesempurnaan seorang wanita. Nah, kali ini, Nilni.com akan memberikan tips bagi para wanita untuk menjadi ibu yang baik, khususnya untuk para ibu pemula.

Meski terdengar sederhana, namun pekerjaan dan tanggung jawab seorang ibu itu sangat besar, lho. Jadi, tidak bisa disepelekan, karena segala sesuatunya berimbas pada tumbuh kembang anak yang diasuhnya.

Intinya, menjadi seorang Ibu bukanlah pekerjaan yang mudah. Disaat suami bekerja, seorang istri yang merangkap menjadi Ibu, harus mengurus bayinya sendiri. Agar bayinya tidak rewel, maka bayi tersebut harus berada di pangkuannya sepanjang hari. Pegal? Tidak lagi menjadi persoalan utama, yang penting bayi yang merupakan buah hatinya tersebut bisa dengan tenang berada dalam dekapannya.

Lapar karena menyusui? Bukan lagi persoalan yang diperhatikan, yang terpenting adalah sang buah hati bisa nyaman dan tidak lapar. Menjadi seorang ibu mengharuskan seorang wanita mengalah untuk membagi sebagian besar waktunya untuk anak yang baru dilahirkannya.

Nah, pada ulasan kali ini, Nilni.com akan memberikan beberapa tips untuk seorang ibu pemula. Tips-tips ini setidaknya bisa membantu para wanita yang baru saja menjadi ibu untuk terhindar dari depresi dan tekanan yang berkepanjangan karena kaget dengan tanggung jawab seorang ibu.
mother: pixabay
Ups, tips-tips ini juga berguna buat kamu yang udah siap menjadi seorang Ibu. Penasaran? Yuk, kita simak bersama – sama!

1. Makan, minum dan mengurus diri sendiri

Tanggung jawab seorang ibu memang ditujukan kepada anak, yang menjadi perhatian utamanya. Namun, bukan  berarti juga sebagai seorang Ibu, kamu harus melupakan kesehatan kamu sendiri. Sarapan, makan siang dan makan malam, justru harus dilakukan. 

Pola makan serta gizi makanan justru harus semakin diperhatikan. Hal ini ditujukan agar asupan gizi yang dibutuhkan kamu dan bayi kamu, bisa terpenuhi secara maksimal dan sesuai takaran. Sementara itu, kadar gula darah di dalam diri kamu juga terjaga, sehingga kamu nggak mudah lemas meskipun sedang menyusui dan banyak beraktivitas.

Minum susu dan mengkonsumsi vitamin penambah darah juga dapat membantu menjaga suasana hati kamu. Bila suasana hati terjaga, kamu tentu akan semakin menikmati peranmu sebagai seorang Ibu, kan?

2. Tidurlah selagi kamu bisa

Waktu tidur tersita ketika kamu menjadi seorang Ibu? Jangan tertekan. Bukan Cuma kamu satu-satunya Ibu yang merasakan itu. Hampir setiap wanita yang telah menjadi seorang ibu merasakan hal ini. Ketika jam tidur tiba, si buah hati tiba-tiba menangis dan kamu harus menenangkannya.

Hasilnya, jam tidur kamu tersita dan esok harinya tidak ada lagi waktu pengganti untuk tidur ataupun sekedar beristirahat.Lantas, bagaimana solusinya? Tidurlah selagi kamu bisa. Sebentar tidak masalah, paling tidak kamu dapat memenuhi kebutuhan tidurmu. 

Istirahat adalah waktu yang penting, terlebih lagi apabila buah hati kamu adalah tipe anak yang sering terbangun di malam  hari. Menjaga waktu istirahat tentu akan mengurangi rasa lelah kamu, yang biasanya berpengaruh pada bagaimana anda menyikapi sesuatu. 
Bila pikiran dan fisik mulai lelah, seorang ibu sekalipun cenderung lebih cepat marah, depresi, cemas, dan lain sebagainya. Hal seperti ini seharusnya bisa dihindari. Tentu saja, anda harus memanfaatkan waktu luang sebaik mungkin untuk tidur siang, meskipun  hanya sebentar.

3. Tetapkan harapan yang realistis
family: pixabay
Okay, you’re a mom, and gonna be a superwoman. 
Menjadi seorang ibu dan istri bukanlah pekerjaan yang mudah. Disamping mengurus dan merawat si buah hati, kamu juga masih memiliki tanggung jawab pada suami sebagai seorang istri. Belum lagi, bila kamu adalah wanita karir yang bekerja di sebuah perusahaan. Tentu pikiran dan tenaga akan terbagi. 

Permasalahannya bukan lagi tentang membagi waktu, melainkan bagaimana ketiganya bisa berjalan beriringan dan semua target yang ditetapkan tercapai dengan maksimal. Apakah bisa? Pada dasarnya, semuanya bisa diraih dengan usaha. Tetapi, kamu juga harus realistis, menyadari bahwa apa yang dihadapi sekarang sudah sesuai atau belum dengan kapasitas dirimu. 

Jika kamu sanggup menjalani tiga jalan tersebut, ibu, istri dan karir, secara bersamaan tanpa harus ada salah satu yang diabaikan, semua harus dijalani dengan tulus ikhlas, dan tentu harus didukung oleh orang-orang terdekat kamu. Support dari orang terdekat sangat penting, karena nantinya dukungan dari merekalah yang menguatkanmu dalam bekerja dan beraktivitas.

Tapi bila sejak awal kamu sudah ragu menyanggupinya, kamu harus kembali berpikir realistis bahwa kamu adalah seorang wanita yang kodratnya adalah meluangkan waktu khusus untuk anak dan keluarga kamu. Tetapkan harapanmu setelah menjadi Ibu dan berhenti bekerja, atau harapanmu selanjutnya apabila kamu tetap menyanggupi menjadi working mommy.


4. Pastikan kamu menerima bantuan untuk merawat buah hati, dan pastikan kapan akan mandiri

Rencanakan bagaimana kamu akan merawat buah hati dalam beberapa waktu ke depan. Misalnya, pada awal kelahiran si buah hati, bantuan-bantuan tentu banyak berdatangan terlebih lagi dari anggota keluarga. Ibu ataupun ibu mertua pasti turun tangan untuk membantu merawat si buah hati. 

Atau, kamu terpikir untuk dibantu sejak awal dengan menyewa babysitter atau nanny? Adanya bantuan sebenarnya tidak masalah, selagi itu menguntungkan kamu dan tidak membuat kamu dan buah hatimu menjadi jauh.

Namun, kamu juga perlu menetapkan kapan bantuan tersebut disudahi. Misalnya, ketika anakmu sudah mencapai usia balita, maka berencanalah untuk menghentikan bantuan yang ada dan fokus mengurus anak sendiri. Tentu kamu juga harus hidup mandiri dalam merawat anak, dong?


5. Luangkan waktu dan berbahagialah

Sebagai seorang ibu yang sudah mengabdikan diri untuk mengasuh anak, kamu juga masih berhak atas kebahagiaan layaknya seorang wanita lainnya. Ya, meskipun setiap hari kamu akan menemui ASI atau gumoh yang menetes di bajumu, sibuk mengganti popok anak kamu, menggendongnya dengan selendang sederhana, hingga terbangun tengah malam untuk menimang anak, kamu tentu merindukan waktu untuk membahagiakan dirimu sendiri.

Sesekali luangkanlah waktu untuk melakukan apa yang kamu senangi, seperti spa, creambath, atau sekedar membaca buku sembari mendengarkan musik. Untuk melakukan “me-time”, kamu pun tidak perlu pergi. Kamu bisa melakukan perawatan diri seperti spa dan creambath di rumah. Membaca buku atau sekedar menonton televisi dan bersantai di rumah. 
Jika ingin melakukan “me-time” di luar rumah, pastikan kamu tidak meninggalkan anak pada sembarang orang dan tidak dalam waktu yang lama. 
Luangkan waktu untuk hal ini paling tidak dua minggu sekali, untuk menyegarkan kembali pikiran dan dirimu agar selalu bersemangat menjadi powerful mommy.


6. Sering ajak buah hati berjalan-jalan santai
baby: pixabay
Untuk menyegarkan pikiran kamu dan buah hatimu, ada baiknya mengajaknya berjalan-jalan santai di sekitar rumah. Menghirup udara segar baik di pagi hari atau disaat sore hari adalah pilihan waktu yang tepat. Gunakanlah kereta dorong atau gendongan yang bisa melindungi buah hati kamu saat berjalan-jalan santai. 

Pergilah keliling komplek perumahan, atau sekedar pergi ke taman dengan menemui ibu-ibu lainnya yang juga membawa buah hati. Kesempatan ini, selain bisa menyegarkan pikiran kamu, juga bisa menjadi momen untuk sharing satu sama lain mengenai perkembangan si buah hati. Bermanfaat, bukan?
Penyesuaian antara hidup sebelum menjadi seorang ibu dengan hidup setelah menjadi seorang ibu adalah sebuah perjuangan yang patut dihargai. 
Rutinitas dan gaya hidup yang biasa dilakukan pun bisa saja berubah drastis. Menyusui, menggendong, mengganti popok, memandikan, bahkan bangun di tengah malam hanya untuk menenangkan tangisan buah hati, akan menggantikan rutinitas-rutinitas kamu setelah menjadi seorang Ibu.

Bagi sebagian wanita, bisa mengalami depresi loh kalau menghadapi hal ini sendirian dan merasa tertekan. Kenapa? Karena wanita yang seperti itu biasanya kurang bisa menyesuaikan dengan keadaan yang sangat jauh berbeda dengan kehidupannya sebelum hamil.

Tapi, buat wanita yang bisa menyesuaikannya dengan baik, ia akan beradaptasi dari tahap ke tahap sehingga pada akhirnya ia akan merasa nyaman. Semua tantangan baru yang dihadapinya sebagai seorang Ibu akan dijalaninya dengan penuh suka cita, dan sang anak pun akan terawat dengan baik sesuai harapan.

Oleh: Intantya Putri

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni