Cara Menjadi Suami yang Baik

Jika kamu laki-laki, kamu pasti akan menikahi seorang wanita bukan? Dan statusmu akan berubah di KTP. Yang tadinya bujang, kemudian menjadi menikah. Kamu juga akan berubah status dalam keluarga, yang tadinya anak, sekarang menjadi suami, seorang kepala keluarga yang akan memimpin keluarganya bukan?

Kelak juga kamu akan menjadi seorang suami. Atau malahan kamu sudah menjadi suami? Pernahkah kamu berpikir, atau terlintas dipikiranmu, bahwa kamu termasuk suami yang seperti apa kelak.

Atau bila kamu sudah menjadi suami, termasuk ke jenis suami apakah dirimu? Suami yang romantis? Suami yang galak? Atau suami yang baik? Atau mungkin kamu sedang mencoba menjadi salah satu dari jenis-jenis tersebut? Pernahkah kamu berpikir bahwa kamu akan menjadi suami yang baik?

Atau mungkin kamu pernah mencobanya namun selalu merasa gagal. Tidak ada yang salah di diri kalian bung, mungkin kamu hanya perlu beberapa cara lain.

Kata “baik” sesungguhnya memiliki arti yang berbeda bagi setiap individunya. Mungkin juga bagi saya dan bagimu makna “baik” juga berbeda. Tapi di sini, saya akan memberikan beberapa tips agar menjadi suami yang baik, suami yang diidolakan oleh istri. Mau tahu caranya? Tips di bawh ini akan membantumu menjadi suami yang baik.

Husband : Pixabay


Jadilah pendengar yang baik

Pasti kamu sering kan mendengar istrimu berkeluh tentang apapun. Misalnya, tentang tetangga yang cerewet, atau anak yang bandel, atau bahan makanan pokok yang harganya semakin melambung.

Jangan pernah bosan mendengar keluh kesah istrimu. Karena dia adalah orang pertama dan terakhir yang menemanimu hingga kau bertemu dengan penciptamu. Dengarkanlah dengan baik.

Bila kamu sedang sibuk dengan kerjaanmu, setidaknya kamu memberinya tanggapan. Seperti “Oh ya? Terus mama gimana?” atau “Yasudah mah, yang sabar saja, kan ada papa”.

Jangan pernah kamu sekali-kali menyela pembicaraannya dengan alasan kamu sedang sibuk atau capek. Tetaplah dengarkan walau kamu sudah pernah mendengar cerita dari istrimu tersebut. Maklum, wanita kan memang suka menggosip.


Hargai sang istri

Pernahkah kamu mencicipi masakan istrimu yang terasa sangat hambar? Atau malah sangat asin? Jangan kemudian kamu memuntahkan makanan tersebut di depan istrimu. Tentu itu akan sangat menyakitkan bagi istrimu.

Dan bisa jadi kamu tidak akan bisa menghemat uangmu dan harus makan di luar karena istrimu kecewa. Kamu harus menghargainya apapun bentuknya. Kamu bisa kan bilang padanya dengan lembut, “Sayang, masakanmu enak sekali. Tapi, besok garamnya dikurangi sedikit ya, pasti lebih sedap,” Atau “Sayang, masakanmu yang ini adalah masakan terenak yang pernah aku makan. Besok tambahi garam sedikit ya sayang, biar tambah enak dan aku bisa selalu tambah,”

Terkadang para suami lupa kalau istrinya juga manusia yang memiliki hati yang bukan terbuat dari baja, sehingga mereka tidak perduli dengan perasaan sang istri. Sebagai suami yang baik, kamu harus menjaga betul perasaan istrimu.

Jangan dibuatnya kecewa karena perkataanmu yang menyayat hatinya. Ingat, terimalah dia apa adanya sebagaimana dia menerima kamu menjadi suaminya. Menikah hanya sekali bukan? Maka hargailah apa yang kamu miliki. Karena hanya istrimulah yang kamu miliki dunia akhirat.


Jaga pandangan mata ketika di depan sang istri

Bagimu yang ketika muda matanya suka jelalatan mencari perempuan yang indah, maka saat inilah kamu harus berhenti dari kebiasaan burukmu itu. Pikirkan betapa hinanya seorang wanita, apalagi dia adalah istrimu, yang melihat matamu lari ke paha wanita-wanita yang berlalu lalang di depan kalian.

Mulai dari sekarang, jaga pandangan matamu. Sebisa mungkin matamu tetap pada pandangan yang lurus, dan yang terpenting adalah pandanganmu ke istrimu. Jangan sampai kamu berpaling dari istrimu karena ada wanita indah lainnya yang melewati kalian. Latih dari sekarang untuk menjaga pandanganmu.


Beri perhatian lebih

Perhatian lebih di sini bukan berarti kamu harus tahu dimana dia berada, dengan siapa, dan sedang apa dengan detail. Tetapi perhatian di sini adalah bagaimana kamu tahu apa yang dia rasakan, apa yang dia harapkan, apa yang dia butuhkan. Kamu bisa dengan mencari tahu apa yang dia butuhkan.

Kamu bisa dengan tiap malam sebelum tidur kalian ngobrol, kamu bisa menanyakan dengan istrimu, “Sayang, hari ini aku ada gaji lebih, adakah yang ingin kamu beli?”.

Atau kamu juga bisa dengan inisiatif membuatkannya sarapan, atau kamu bisa memberikannya kejutan dengan membelikannya sebuah wajan atau kalung untuk dikenakannya. Kamu bisa melakukan apapun untuk memberikan perhatian padanya. Bila kamu ada waktu senggang, kamu bisa menghubunginya lewat sms atau telpon, tanyakan bagaimana kabar dia, dia sedang apa, atau dia sedang memasak apa.


Hormati wanitamu

Jangan mentang-mentang kamu sebagai lelaki, dan sebagai kepala rumah tangga, kamu bisa berbuat seenaknya kepada istrimu. Bagaimanapun dia adalah perempuan. Bukankah perempuan adalah mahluk yang paling dihormati? Bila tidak ada perempuan, maka siapa yang akan melahirkan lelaki di dunia ini? Hormati dia apapun perilaku dan bentuknya.

Jangan karena dia cacat, atau mungkin fisiknya tidak seperti apa yang kamu inginkan, kamu bisa menginjaknya dengan seenakmu. Hormatilah dia sebagaimana kamu menghormati ibumu. Toh juga dia akan menjadi ibu bagi anak-anakmu bukan?


Jadilah pendukung terbesarnya

Kamu harus mendukung apapun keputusan yang sudah dibuatnya. Tapi kamu juga harus ingat, keputusan yang baik, bukan keputusan yang buruk seperti mengajakmu membuat bom. Tapi keputusan-keputusan yang mungkin akan membuatmu merasa bingung dengan apa yang dia pikirkan.

Kamu bisa mendukungnya dalam dia menjalani program diet, atau kamu juga bisa mendukungnya untuk mengikuti lomba memasak. Kamulah orang pertama yang menjadi supporter bagi istrimu.

Dukung dia dalam menjalani hidupnya. Jangan pernah membuatnya menjadi semakin terouruk dan bersalah. Buatlah dia seolah kamu adalah tim suksesnya, tim yang akan mendukungnya hingga ia mencapai tujuannya.


Jujurlah

Jujur memang terkadang menyakitkan. Tapi itulah kenyataan. Kamu bisa membalut kejujuranmu dengan kata-kata yang enak didengar. Contoh, wajah istrimu bukanlah wajah seorang wanita yang kamu idam-idamkan.

Kamu bisa membelikannya sepaket make up dan berkata “Sayang, ini dipakai tiap hari ya. Biar tambah cantik, biar makin cantik seperti bidadari,” Terdengar gombal memang, tetapi setidaknya kamu sudah mengatakan yang sejujurnya meskipun terselubung. Dalam menjalani suatu hubungan, akan sulit tanpa kejujuran.

Demi kelancaran hubunganmu, kamu memang diwajibkan untuk jujur. Kepada dirimu, dan juga istrimu. Jujur juga bisa membuat kalian menjadi lega bukan? Menjadi tidak ada yang ditutup-tutupi.

Bila kalian berbohong sekali, maka akan ada kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohonganmu yang lain. Semakin runyam bukan? Pikirkan baik-baik bila kamu hendak berbohong kepada istrimu. Seorang istri memiliki firasat yang kuat. Dia akan tahu bila ada yang tidak beres denganmu. Jadi buatlah hubunganmu aman dengan saling terbuka.


Buatlah istri kamu bahagia di kasur

Keintiman (kedekatan fisik dan emosional) sangat penting bagi seorang wanita. Tujuan kalian menikah adalah memiliki keturunan bukan? Dan caranya adalah dengan keintiman seksual. Kamu harus bisa membahagiakan istrimu dalam hal ini. Bila belum berhasil di malam pertama, mungkin bisa di malam-malam selanjutnya. Atau bila belum berhasil juga, sudah banyak kok obat-obatan untuk membantumu dalam keintiman dan membuat istrimu merasa bahagia.


Jadilah suami yang romantis

Kata “romantis” sangat bervariasi maknanya. Setiap orang memiliki arti sendiri mengenai romantis. Tapi yang kalian lakukan memang harus menjadi suami yang romantis. Kamu bisa mengecup keningnya sebelum dia tidur, atau membuatkannya sarapan dan mengantarkannya ke kamar dan tentunya suapi dia.

Kamu juga bisa mengajaknya makan di luar dengan suasana yang romantis. Mungkin kamu sendiri memiliki cara sendiri untuk menjadi romantis? Mulailah dari sekarang. Buatlah istrimu bahagia dan bersyukur memiliki suami sepertimu.


Jadilah suami yang bertanggung jawab

Ketika kamu menghamiliki istrimu, kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu. Kamu harus membelikannya susu, kamu harus memperhatikan perkembangan istri dan janinnya, kamu harus menjaganya agar dia aman dari segala gangguan. Bila anakmu lahir, maka kamu juga harus membantu istrimu untuk mengurusnya.

Mengandung selama sembilan bulan itu berat bung! Apalagi harus membawanya kemanapun dia pergi. Saat sekaranglah pernamu dibutuhkan. Kamu harus membantu istrimu menangani anakmu. Kamu bisa bergantiian dengan istrimu menggantikan popok, atau memandikannya, atau menidurkannya.

Jangan sampai kamu berpikiran untuk lepas tangan dalam mengurus anak. Karena inilah tanggung jawab terbesarmu. Dan lagi, kamujuga harus menafkahi lahir batin akan dan istrimu. Bukan untuk menakuti, tetapi memang benar bila hidup itu kejam. Bekerjalah sekuat tenagamu, makmurkanlah anak dan istrimu.

Karena yang selalu merindukanmu ketika kamu pergi hanyalah dua mahluk tersebut bukan? Maka berilah apa yang mereka butuhkan.

Menikah bukan hanya sekedar bagaimana membuat anak dengan cara yang sah, tetapi juga bagaimana mempertanggung jawabkan apa yang sudah dimulai. Ingat, di sini yang kamu pimpin bukan dirimu sendiri, tetapi keluarga kecilmu.


Prioritaskan keluarga

Hal utama yang menjadi prioritas utamamu dalam hidup ini adalah keluargamu. Bukan tetanggamu, bosmu, atau anak buahmu. Keluargamulah orang-orang pertama yang menerimamu baik kamu dalam keadaan yang terpuruk atau dalam kejayaanmu.

Utamakanlah keselamatan keluargamu, utamakan kelangsungan hidup mereka. Letakkan foto ceria mereka di dalam dompetmu, dan bila kamu terlintas pikiran yang buruk, kamu bisa membuka dompetmu, dan lihat apa yang terjadi dengan keceriaan mereka bila kau melakukan yang membuat mereka kecewa.

Tempat pertama dan terakhir kita kembali adalah keluarga bukan? Bukan rumah tetangga ataupun bukan hotel. Jadi, apapun yang terjadi, hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah keluargamu. Jangan pernah menjadikan mereka urutan ke tiga atau empat, tetapi menjadi yang utama.


Nyatakan cinta padanya setiap hari

Ketika kamu hendak berangkat kerja, kamu bisa pamitan dulu kepada istrimu, kemudian kecup keningnya dan kemudian kamu berkata bahwa kamu mencintainya. Tunjukkan padanya bila kamu mencintainya. Banyak cara mengungkapkan kata cinta tanpa kamu harus menyatakan cinta bukan? Kamu bisa memilih momen-momen tertentu untuk mengatakannya. Tapi yang pasti, buatlah dia tahu bahwa kamu mencintainya.


Berikan istrimu pijatan

Sebagian besar wanita menghabiskan uang mereka untuk membayar sebuah pijatan di salon. Sebagai suami yang baik, kamu bisa memijitnya. Mungkin kamu juga merasa lelah ketika pulang dari kerja.

Tetapi tahukah kamu? Seorang istri jauh lebih lelah. Karena ia harus terjaga selama 24 jam bila kamu membutuhkannya. Atau bila saja kamu pulang terlambat sehingga membuatnya menunggumu hingga larut.

Kamu bisa memberikannya pijatan yang lembut sehingga membuat istrimu merasa nyaman dan bugar kembali. Bila suami yang memijit adalah istri, maka sepatutnyalah istri yang memijit adalah suami. Bisa dibilang ini adalah tanda terima kasih karena sudah menjadi istri yang selalu ada ketika kamu butuh.


Membantu urusan rumah

Dalam urusan pekerjaan, tidak ada yang namanya pekerjaan sesuai gender. Semuanya sama. Sebagai seorang lelaki, jangan merasa aneh ketika kamu harus memegang sapu atau mencuci pakaian atau mencuci piring. Bila bukan kamu yang membantu istrimu mengerjakan pekerjaan rumah, maka siapa lagi? Mungkin kamu bisa membayar pembantu untuk mengurusi semua urusan rumah.

Tetapi, apakah tidak lebih baik bila kamu dan istrimu bekerja sama untuk mengurusnya? Rasakan sensasi yang datang ketika kamu memegang sapu dan istrimu memegang cucian. Kalian serumah bukan? Maka salinglah membantu satu sama lain.

Jangan karena kamu anggap itu adalah pekerjaan wanita, maka semuanya kamu oasrahkan ke istrimu. Apalagi bila istrimu seorang pekerja juga, apa kamu nggak kasihan? Pulang kerja masih harus dihadapkan pekerjaan rumah yang menumpuk. Bantulah dia, buatlah seolah kamu adalah suami yang bisa menjadi teman dan juga yang bisa menjadi peringan lelahnya.


Jangan bermain-main dengan wanita lain di depan istrimu

Wanita memiliki rasa sensitive bila lelakinya memiliki teman wanita. Kamu tahu? Wanita adalah mahluk yang sangat rapuh, akan mudah curiganya bila kamu terlalu ramah dengan seorang wanita lain di depannya. Dia pasti berpikir yang bukan-bukan tentangmu dan tentang wanita lain tersebut.

Jadi, bila kamu hendak menyapa teman, tetangga, atau bos perempuanmu, lakukanlah dengan wajar, singkat dan jelas. Jangan pernah membuat istrimu curiga. Rasa cemburu seorang istri bisa membuatmu mati kutu.


Jangan berteriak pada istri atau menyebut namanya

Ketika kamu pacaran, kamu pasti memiliki nama kesayangan untuk istrimu bukan? Jangan dihilangkan hingga kamu menikah. Kamu bisa memakainya, bila terlalu alay, kamu bisa merubahnya. Tetapi ingat, jangan pernah menyebut namanya, akan membuatnya merasa risih ataupun aneh.

Karena, orang yang mencintai adakah orang yang tidak bisa menyebut nama orang yang dicintainya. Bila kamu menyebut nama istrimu, salah-salah malah kamu dikira tidak mencintai istrimu. Pastikan bahwa kamu memiliki panggilan kesayangan.

Bisa mama-papa, atau ayah-bunda, atau kangmas-adinda, atau apapun. Dan lagi, bila kalian sedang bertengkar, kontrol emosimu. Terutama nada bicaramu. Jangan pernah berteriak di depan istrimu, selain akan menyakitkan bagi istrimu, malu bila didengar oleh tetangga.

Kamu bisa kan menyelesaikan masalahmu dengan kepala dingin? Tanpa harus tanganmu melayang atau pita suaramu bekerja lebih keras untuk membantumu teriak? Ketika bertengkar, usahakan tak seorang pun tahu bila kalian memiliki masalah. Tidak baik bila aib keluarga terbongkar.

Bila kalian sedang bertengkar, usahakan di dalam kamar, usahaan pula tidak ada anak kalian yang melihat, atau siapapun. Dan usahakan untuk kamu jangan berteriak, gunakan kata-kata yang baik, jangan juga menggunakan kata-kata kasar yang mampu membuat istrimu terbelalak.

Cukup dengan untaian kata yang lembut, kamu bisa menyelesaikan masalahmu. Bila kamu tidak ingin berkata, kamu juga bisa menuliskannya di suatu kertas.


Lakukan hal bersama

Sangat banyak sekali hal yang bisa kalian lakukan secara bersamaan. Kalian bisa makan berdua di luar, kalian bisa berdansa, kalian bisa berfoto-foto, atau apapun yang bisa kalian lakukan bersama. Dengan begini, kamu memiliki quality time dengan istrimu. Hubunganmu dengannya juga pasti jauh lebih baik bila kamu mengenalnya dengan melakukan aktivitas secara bersama-sama.


Buang pikiran jauh-jauh tentang selingkuh

Mungkin ada rekan kerja wanitamu yang menarik dan selalu mengusik pikiranmu untuk memilikinya juga? Buang jauh! Pikiran yang buruk, pikiran yang dapat merusak hubunganmu dan istrimu, harus kamu buang sekarang juga! Jangan pernah terlintas bahwa kamu ingin menikah lagi atau ingin memiliki pasangan hidup lain lagi. Selingkuh adalah sumber mala petaka bagi bahtera rumah tangga.

Dan sebagai suami yang baik, kamu tidak ingin kan bahtera rumah tanggamu hancur gara-gara keinginanmu untuk selingkuh? Maka mulai dari sekarang jangan pernah memiliki pikiran untuk selingkuh. Yang harus kamu pikirkan adalah bagaimana membuat istri dan anakmu bahagia bersamamu. Tanpa ada gangguan dari siapapun.


Jangan bersembunyi darinya

Kamu suami dari istrimu kan? Jangan pernah menyembunyakan dirimu dari istrimu. Kamu adalah pelindung darinya, kamu harus membuat keluargamu berada di zona aman. Bila kamu saja menyembunyikan dirimu dari istrimu, maka siapa yang akan menghidupkan keluargamu? Tunjukkan bila kamu ada, tunjukkan bila kamu bisa menjadi suami yang baik. Suami yang bisa diandalkan dalam situasi apapun.

Sudahkah kamu punya istri? Sekaranglah saatnya menjadi suami yang baik. Atau belum menikah? Maka kelak bila kamu akan menjadi suami yang baik, lakukanlah semua langkah yang ada di atas.

Langkah-langkah di atas dapat membantumu menjadi suami idaman istri. Belajarlah menjadi lebih baik. Jadikan dirimu mahluk yang direbutkan di dunia ini. Jadikan pula kamu mahluk yang pantas untuk menjadi suami yang terbaik.

Oleh: Devita Putri Mardyanti

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni