Cara Menulis Novel

Apa yang ada di pikiranmu ketika kamu membaca sebuah novel terkenal abad ini? Katakanlah novel berjudul “Harry Potter” yang mendapatkan jutaan penggemar di berbagai belahan dunia. Pasti kamu juga ingin memiliki novel karyamu yang bisa mendunia bukan? 

Atau setidaknya terkenal di negaramu sendiri. Ketika kamu sudah memiliki banyak kumpulan cerita yang bisa kamu tuang dalam cerita bersambung, tidak ada salahnya bila kamu jadikan dalam sebuah novel.


1. Dapatkan inspirasi
lamp: pixabay
Dalam membuat sebuah novel, kamu memerlukan dunia fantasimu sendiri. Tak perlu sesuatu yang nyata untuk membuat novel tersebut menjadi bagus. Banyak novel-novel saat ini yang beredar yang isinya di luar nalar manusia. Kamu bisa mendapatkan inspirasi dari mana saja. Ketika kamu menonton televisi misalkan, kamu bisa berkhayal dan bisa dijadikan sebagai jalan cerita novelmu.


2. Pertimbangkan genre novel yang akan kamu buat

Kebanyakan penulis pemula masih bingung mau mengirimkan tulisannya ke penerbit mana setelah tulisan itu sudah selesai ditulis. Sebagaian besar dari mereka tak terlalu mempermasalahkan jenis tulisan mereka, tapi langsung menuangkan apa yang ada di dalam pikiran mereka ke bentuk tulisan. 

Padahal, ketika sudah tiba waktu untuk penerbitan, kita perlu menyesuaikan jenis tulisan dengan penerbit yang dituju. Ini cukup penting karena tak semua penerbit menerbitkan berbagai macam tulisan. 

Berikut adalah beberapa jenis novel (baik fiksi ataupun non-fiksi) dan penerbit yang bisa menampungnya:

• Novel romantis

Jenis ini biasanya menyuguhkan kisah percintaan mulai awal sampai akhir cerita. Tokoh yang ada dalam jenis ini biasanya berkisar antara usia remaja hingga dewasa. Pertemuan antara dua karakter utama ditulis semenarik mungkin, dilanjutkan dengan konflik-konflik percintaan hingga mencapai sebuah titik klimaks, lalu diakhiri dengan sebuah ending yang kebanyakan bercabang jadi tiga: happy ending (dua tokoh utama bersatu), sad ending (dua tokoh utama tidak bersatu), dan ending menggantung (pembaca dibiarkan menyelesaikan sendiri kisah itu).

Penerbit-penerbit yang menerbit novel jenis ini misalnya Gramedia, Gagasmedia, Qanita, Gradien Mediatama. Contoh novel dengan jenis ini: Orange oleh Windry Ramadhina.


• Novel komedi

Jenis novel ini biasanya menceritakan kisah yang ringan. Gaya penceritaannya pun santai dan diiringi humor. Tokoh-tokoh yang dipakai oleh penulis biasanya beragam. Penerbit yang menerbitkan novel jenis ini misalnya Gagasmedia dan Bukune. 

Contoh novel dengan jenis ini: Manusia Setengah Salmon oleh Raditya Dika, Poconggg Juga Pocong oleh Arief Muhammad.


• Novel religi

Jenis novel ini biasanya merupakan kisah romantis atau inspiratif yang ditulis lewat sudut pandang religi. Tak terbatas itu, ada juga novel komedi yang ditulis dengan sudut pandang religi. Tema yang diangkat biasanya beragam, mulai dari percintaan, keluarga, dan konflik global seperti perang. 

Penerbit yang menerbitkan novel jenis ini misalnya Mizania, Qanita, Bentang, Serambi, Mutiara Media. Contoh novel dengan jenis ini: Alena oleh Ifa Avianty.


• Novel horror

Novel jenis ini biasanya bercerita seputar hantu. Sisi yang menarik dari novel ini adalah latar tempatnya, yang kebanyakan sebagai sumber hantu itu berasal. Cerita juga biasa disajikan dalam bentuk perjalanan sekelompok orang ke tempat angker. 

Penerbit yang menerbitkan novel jenis ini misalnya Gagasmedia. Contoh novel dengan jenis ini: Kuntilanak oleh Ve Handojo, Saman oleh Ayu Utami.


• Novel misteri

Cerita yang disuguhkan oleh jenis novel ini biasanya rumit karena ada teka-teki yang harus dipecahkan. Penulis mengajak pembaca ikut berpartisipasi dengan berpikir bagaimana teka-teki itu terungkap nantinya. Tokoh-tokoh yang dipakai dalam novel jenis ini beragam, biasanya melibatkan polisi, detektif, budayawan, dan lain-lain. 

Penulisannya biasanya detail dan cerdas untuk mendukung semakin rumitnya konflik yang disuguhkan. Penerbit yang menerbitkan novel jenis ini misalnya KPG. Contoh novel dengan jenis ini: Metropolis oleh Windry Ramadhina, Bilangan Fu oleh Ayu Utami.


Novel inspiratif

Novel jenis ini menyajikan kisah yang bisa memberikan inspirasi bagi pembaca. Tema yang disuguhkan beragam, mulai dari pendidikan, ekonomi, prestasi, juga percintaan. Penulis mempunyai berbagai cara untuk membuat pembaca ikut merasakan emosi tokoh-tokoh yang ada di dalam novel. Cara-cara tersebut bisa melalui gaya bahasa kuat, deskripsi yang mendetail, atau tokoh-tokoh yang mempunyai kepribadian tak terduga. 

Penerbit yang menerbitkan novel jenis ini misalnya Bentang, Gramedia, Serambi. Contoh novel dengan jenis ini: Tetralogi Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata. Dengan memilih penerbit yang sesuai, kemungkinan naskah ditolak akan tipis. 

Tentu saja, untuk bisa lolos seleksi penerbit, tak hanya kesesuaian jenis novel saja yang perlu dipertimbangkan, tapi juga kualitas tulisan. Kualitas layak terbit dan sesuai dengan target pasar yang ditentukan penerbit bisa jadi faktor utama untuk lolos seleksi di meja editor.


3. Buat karaktermu

Setiap penulis memiliki karakternya masing-masing. Caranya menulis menggambarkan tentang si penulis. Buatlah seolah kamu adalah penulis yang hidup dalam novelmu. Jangan pernah merubah karaktermu karena akan membingungkan penggemarmu. Kamu akan dianggap plin plan karena sering merubah ciri khas tulisanmu.


4. Visualisasi plot

Kebanyakan novel, di luar genre, memiliki semacam konflik. Kamu bisa memberikan semacam gambaran konflik yang ada pada novelmu. Bisa menambahkan sedikit gambar di dalam tulisanmu sebagai illustrasi.


5. Tentukan sudut pandang

Novel biasanya ditulis dalam sudut pandang orang ketiga atau orang pertama, meskipun mereka juga dapat ditulis dalam orang kedua, atau kombinasi dari berbagai perspektif. Orang pertama biasanya menggunakan kata “aku” dan menceritakan apa yang dia alami. Bisa dibilang “aku” adalah pemeran utama dalam novel tersebut.

Orang kedua jarang digunakan, alamat pembaca sebagai “kamu” dan memberitahukan persis dengan apa yang dia lakukan. Dan orang ketiga menggambarkan set alur dan cerita di novel tersebut. Bisa dikatakan bahwa orang ketiga adalah sudut pandang serba tahu karena menceritakan semuanya secara detail.


6. Pertimbangkan memulai dari kerangka

Kamu tidak perlu memikirkan terlebih dahulu plot, karakter, genre, atau sudut pandang pada novelmu. Yang terpenting adalah buatlah kerangka terlebih dahulu untuk memulai membuat sebuah novel. Setelah kamu selesai membuat kerangka, bisa menambahkan cerita-cerita pelengkap agar lebih jelas lagi. 

Tapi buatlah kerangka yang bisa dijelaskan dengan berbagai peristiwa. Kerangka dengan penjelasan yang sempit malah bisa membuatmu kewalahan dalam memikirkan cerita apa lagi yang akan kamu tuang. Dalam membuat kerangka, kamu bisa membuat outline agar ceritamu tidak lari kemana-mana. 
Tentukan garis besar dengan mempertimbangkan hal-hal yang penting dan sangat mempengaruhi cerita dalam novelmu.

7. Cari tempat yang dapat memacu ide

Kamu membutuhkan banyak waktu luang dan membutuhkan tempat yang kondusif untuk menyelesaikan novelmu. Kamu harus bisa menemukan tempat yang cocok bagimu untuk melakoni rutinitas menulismu itu dan yang pasti dapat membuatmu nyaman dan tidak mudah bosan. Apalagi tempat-tempat yang bisa mendatangkan pencerahan bagimu.


8. Lakukan penelitian

Penelitian tergantung dengan novel yang akan kamu buat. Lakukan penelitian pada usia tertentu ketika kamu juga ingin membuat novel dengan genre tertentu. Tempatkan usia pada genre novel yang akan dibuat. Karena tidak semua umur bisa menikmati novel romantis bukan?

reading: pixabay
Kamu bisa melakukan penelitianmu dengan memperbanyak membaca buku pastinya. Mengetahui apa yang digemari pasar dan apa yang sedang hangat dibicarakan bisa menjadi bahan penelitianmu untuk tulisanmu lebih lanjut.


9. Tulis konsep pertama

Ketika sudah siap dengan segala macam ceritamu yang sudah kamu tampung di dalam kepala dan siap untuk dikeluarkan, tuliskan konsep ceritamu yang selanjutnya akan dijadikan sebuah novel. 

Kamu harus rela kehilangan banyak waktu demi menyelesaikan novel yang akan dibuat. Kamu juga akan kehilangan waktumu untuk merangkai berbagai kata untuk menceritakan konsep ceritamu tersebut.


10. Tulis beberapa konsep cerita untuk novelmu

Mungkin kamu bisa beruntung dengan mendapatkan tiga konsep cerita dan bisa segera diselesaikan. Tapi bagaimana bila idemu sedang buntu? Kamu pasti membutuhkan banyak konsep untuk menyelesaikan novelmu itu bukan? Jangan tegang dan terbebani oleh konsep. 

Kamu hanya perlu sedikit hiburan untuk mendapatkan beberapa konsep yang kamu butuhkan. Yang terpenting tidak keluar dari jalur cerita yang akan kamu buat.


11. Praktik mengedit sendiri

Ketika kamu sudah menyelesaikan konsep ceritamu, dan yakin bahwa cerita tersebut akan terdengar bagus, maka hal yang perlu kamu lakukan adalah mengedit tulisanmu sendiri. Kamu tidak inginkan, orang lain merasa bingung dengan bahasa yang dipakai? Edit sebagus mungkin dan gunakan diksi yang pas untuk menggambarkan plot ceritamu.


12. Tunjukkan hasil kerjamu kepada orang lain

Sudah selesai membuat novel? Tunjukkan setidaknya pada teman dan keluargamu. Supaya mereka bisa menilai ceritamu. Apakah layak untuk naik cetak dan dinikmati oleh masyarakat ramai atau masih perlu sedikit revisi lagi. 

Mereka adalah pembaca pertamamu dan mereka yang akan menilai tulisanmu. Bila perlu, kamu bisa menunjukkannya kepada guru sastramu untuk menilai apakah bahasa yang digunakan dan cerita yang disajikan sudah layak.


13. Cobalah untuk mempublikasikan novelmu

Ketika kamu sudah mempublikasikan novelmu ke dalam suatu blog, akan ada kemungkinan penyalahgunaan hak cipta. Lebih baik kamu mencoba memasukkannya ke dalam sebuah penerbit yang bisa mempublikasikan novelmu. Tapi ingat, kamu juga harus tahu akan dibawa ke penerbit mana untuk jenis novelmu. 

Ketika sudah mendapatkannya, akan ada semacam ikatan konrak untukmu dan novelmu. Jadi pikirkan baik-baik sebelum kamu akan memilih sebuah penerbit untuk membuat novelmu menjadi bestseller.

Jangan mudah menyerah ketika ingin membuat sebuah buku dan kamu juga ingin memperkenalkannya ke masyarakat sekitar. Ketekunan dan kegigihan yang harus kamu miliki untuk menyelesaikan novelmu. Dengan setidaknya mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa dengan mudah membuat novelmu sendiri. Selamat mencoba!

Oleh: Devita Putri Mardyanti

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni