Cara Supaya Dekat dengan Dosen

Hallo sobat kampus, dunia kampus memang unik. Segala dinamika terjadi di dalamnya. Salah satu aspek yang urgent adalah hubungan antara mahasiswa dengan dosen. Sebenarnya apa sih yang membuat kita bisa lebih dekat dengan dosen ?...apa kita perlu “cari muka” (emang mukanya kemana?)

Wikipedia
 
Dengan hal-hal di luar kegiatan akademik? Yuk, kita simak beberapa tips berikut ini :

Berilah kesan pertama yang baik terhadap dosen
 
“Kesan pertama begitu menggoda” begitu kata salah satu iklan. Tapi, memang kesan pertama memegang peranan yang penting agar kita bisa dekat dengan dosen. Karena penilaian seseorang bermula saat kita mengenal orang tersebut. Jika kesan pertama kita baik, yakinlah dosen akan senang dengan sikap kita. Kesan pertama bisa kita tunjukkan dengan tersenyum dan menghargai dosen tersebut.

Pada saat perkenalan di dalam kelas,biasanya dosen akan menjabarkan riwayat hudpnya dan latar belakang pendidikannnya. Buat diri kita terkesima dengan pengalaman belajar dosen pada saat menjadi mahasiswa hingga menjadi dosen sekarang


Kerjakan semua tugasnya dengan “sempurna”

Dosen akan menghargai mahasiswanya yang mengerjakan tugasnya semaksimal mungkin. Karena dengan begitu, secara tidak langsung dosen akan menilai bahwa materi yang disampaikan telah dipahami dengan baik oleh mahasiswanya. Tugas yang “sempurna” bisa kita tunjukkan dengan hasil tulisan (jika di tulis tangan) yang rapi, ketikan yang rapi dan tugas sesuai dengan materi yang diberikan serta referensi yang banyak dan terpercaya.

Berusaha semaksimal mungkin kamu mendapat nilai yang bagus pada mata kuliah yang menjadi bidang studi yang diajarkan dosen tersebut

 Aspek nilai sangat penting disini. Misal, Jika dosen tersebut mengampu mata kuliah fisika dasar, sudah selayaknya kamu harus memiliki nilai yang terbaik di mata kuliah tersebut, yah,.nilai A. Nilai merupaka tolok ukur kita dalam memahami materi. Jika kita mendapatka nilai yang terbaik, maka bukan hal tidak mungkin dosen akan lebih mengingat nama-nama mahasiswanya yang mendapat nilai bagus.

Tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang tidak disukai atau bahkan dapat memicu kemarahan dosen
Tindakan kita mencerminkan diri kita sendiri. Jika perilaku kita baik, maka baik pula penilaian dosen terhadap kita.

Sebaliknya, apabila perilaku kita buruk, maka bukan hal yang mustahil dosen tersebut akan menilai kita dengan presikat buruk. Maka sudah selayaknya kita bersikap sebagaimana sikap seorang mahasiswa yang menghargai dosen dan tidak melakukan kesalahan fatal yang membuatnya marah.

Misalnya, mengucapkan kata-kata yang tidak layak pada saat kegiatan belajar-mengajar
Bersikaplah antusias terhadap mata kuliah yang diajarkan dosen tersebut dengan sering bertanya dan menambahkan pendapat dan mengumpulkan tugas tepat waktu dan benar.
 
Sikap antusias bisa menjadi alasan dosen memperhatikan kita. Dengan bersikap antusias, kita seakan memperhatikan materi yang disampaikan dosen tersebut. Sikap antusias bisa ditunjukkan dengn bertanya mengenai materi ataupun berpendapat yang bisa menambah wawasan mengenai materi tersebut. Jika ada pendapat yang bisa menambah, maka dosen akan kagum dengan dengan kita. Hal itu, merupakan petanda bahwa kita rajin membaca buku dan mendalami materi.


Biasakan tegur, sapa, dan salam,serta tersenyum

Dosen akan terkesan dengan mahasiswa yang biasa tegur sapa dan salam jika bertemu dengannya. Semakin kita sering menyapa beliau, maka kita akan dikenal lebih dekat. Hanya dengan dengan mengucap salam dan tersenyum, kita sudah satu langkah mencuri start agar dosen tersebut terkesan pada kita. Disini, perilaku kita akan dinilai tanpa perlu kita berusaha mecari perhatian beliau. Dengan melakukan tindakan di atas maka kita sudah mencitrakan diri kita secra positif.


Bisa menempatkan konteks diri sesuai porsinya

Situasi dan tempat patut kita perhatikan. Pada saat kegiatan akademik kita bersikap menghargai dosen..di luar jam akademik, kita bisa menggap beliau sebagai partner belajar yang asyik. Begitu kita bisa bisa berdiskusi dengan dosen, gunakan bahasa akademik dengan sebaik-baiknya. Memang butuh suatu keterampilan menggunakan pola bahasa disini. Karena kita terbiasa menggunakan bahasa gaul dengan teman-teman di sekitar kita.

Memperhatikan saat dosen sedang menerangkan dan mengumpulkan tugas tepat waktu dan benar
Tugas tak pernah lepas dari kehidupan kita sebagai mahasiswa. Biasanya dosen akan memberikan kota tugas pada saat berada di ruang kelas. Nah, simak baik-baik saat dosen memberikan instruksi tersebut.

Alangkah baiknya, tugas tersebut diselesaikan tepat waktu dan benar. Hal tersebut akan menjadi poin lebih pada penilaian kita. Jangan sampai tugas yang kita kerjakan tidak sesuai dengan instruksi dosen. Banyak kejadian tersebut terjadi. Mahasiswa biasanya akan menganggap setiap orang bisa menjabarka ilmu tersebut dari sisi mana saja. Akan tetapi, dosen juga manusia ( memang iya, hehehe...) seorang dosen pasti memiliki naluri agar setiap perintahnya dilaksanakan sesuai denga instruksi yang dia berikan.

Berbincang-bincanglah atau berdiskusi ringan  dengan dosen di luar jam kuliah Diskusi tentang materi perkuliahan tidak harus di dalam ruang kelas.  Semua tempat bisa menjadi tempat belajar (asal bukan di toilet, hehe...). Selain itu, dengan berdiskusi ringan di luar jam kuliah, kita tidak hanya mendapatkan materi yang belum kita pahami.

Biasanya dosen akan memberikan “petuah” yang tidak akan kita dapatkan di jam kuliah. Taman kampus, perpustakaan bisa menjadi alternatif yang bisa di jadikan tempat belajar. Selain belajar, Misal, dengan di Taman kampus, kita bisa menikmati udara sejuk dan juga melakukan gerakan go green.


Catatlah no. Telp/Hp dosen

Mayoritas setiap dosen akan memberikan no. Telp / Hp kepada mahasiswanya. Hal ini dilakukan bila dosen tersebut berhalangan hadir, maka akan menghubungi mahasiswanya. Namun, yang perlu di garis bawahi disini, manfaatkan no. Telp/Hp tersebut untuk menghubungi dosen guna mendiskusikan mata kuliah. Bukan hanya sebagai media penyambung pada saat ijin tidak masuk. Seorang dosen tidak akan segan-segan untuk meluangkan waktunya bagi mahasiswa yang memiliki keinginan kuat untuk belajar.

Hilangkan rasa sungkan dan takut atau negatif thinking terhadap sikap dosen yang terlihat oleh kita

“rasa” sungkan, segan, maupun takut pasti melanda setiap mahasiswa. Karena bagaimanapun seorang dosen memiliki pengalaman yang lebih luas daripada kita, sebagai mahasiswa yang baru belajar. Tapi percayalah, seorang dosen juga sama-sama belajar, hanya perbedaannya mereka memiliki pengalaman yang belum kita dapatkan. Hilangkan rasa takut, sungkan dan negatif lainnya. Semua rasa itu hanya akan membuat kita terhambat dan tidak bisa belajar lebih banyak dari dosen tersebut. Dengan pedoman, kita tetap hormat dengan dosen tersebut.

Duduk dengan posisi yang sangat Jelas, Duduk di posisi terdepan

Posisi tempat duduk menentukan prestasi seseorang. Begitu kata pepatah. Para dosen akan mempersepsikan bahwa mahasiswa yang duduk di depan adalah mahasiswa yang bersunguh-sungguh ingin belajar. Selain itu, dengan duduk di posisi terdepan, kita akan fokus terhadap dosen maupun materinya karena tidak terhalang oleh kepala teman-teman di depannya.


Jadikan dirimu “icon” di dalam kelas

“icon” disini dalam konteks kamu tampil berbeda di depan teman-teman lainnya. Bukan hanya masalah kepribadian yang menonjol. Penampilan memiliki peranan sangat penting. Dengan penampilan kamu yang rapi, bersih, wangi dan mengenakan pakaian yang pantas, misal dengan pakaian berkerah, maka dosen akan lebih respect terhadap kita.


Jadi ketua kelas

Seorang pemimpin akan selalu di ingat oleh siapapun. Begitu pula jika kita menjadi menjadi ketua kelas makan kita akan mudah diingat oleh dosen. Karena segala yang berhubungan dengan kelas akan berkaitan dengan kita sebagai ketua kelas. Baik itu atribut kelas maupun menyangkut temana-teman kita di dalam kelas.


Datang tepat waktu

Usahakan memiliki manajemen waktu yang baik. Datang tepat waktu akan menjadi poin tersendiri bagi kita sebagai mahasiswa. Apabila kita sering terlambat otomatis penilaian dosen terhadap kita bahwa kita tidak memilii sikap disiplin. Sebaliknya, apabila kita selalu tepat waktu, maka dosen menilai bahwa hidup kita terstruktur dengan baik. Misal,Untuk manajemen waktu ini kita bisa menghitung jarak anta rumah / kost kita berapa lama yang dibutuhkan untuk sampai ke kampus. Dengan begitu kita tidak akan terlambat


Fokus saat belajar

Di jaman serba teknologi sekarang, bukan suatu hal yang aneh melihat mahasiswa membawa gadget kesayangannya kemana dan dimana saja. Memang kita tidak tak bisa terlepas dari teknologi tersebut.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah kita tidak menggunakan gadget tersebut di dalam kelas. Banyak kita lihat teman-teman kita menggunakan gadget mereka di dalam kelas. Hal tersebut membuat kita tidak fokus terhadap pelajaran. Apalagi jika sampai ketahuan dosen. Sehingga fokus saat belajar sangat penting bagi kita, bukan hanya agar dosen tertarik terhadap kita, melainkan agar kita bisa mendalami materi lebih luas.


Perluas wawasan

Dosen akan respect terhadap mahasiswa yang memiliki wawasan luas. Baik itu dari segi akamdemik maupun non akademik. Perluas wawasan kita dengan mengeksplor ilmu sebanyak-banyaknya tidak hanya di dalam ruang kuliah. Bisa juga melalui pengalaman kakak tingkat, dan teman-teman kita yang memilki wawasan yang lebih. Sharing merupakan ajang perluas wawasan disini. Karena dengan hanya berdiam diri, kita tidak bisa memperluas wawasan kita


Perbanyak buku referensi

Buku adalah jendela ilmu. Termasuk mahsiswa yang memiliki kaitan erat dengan kegiatan akademik. Jika kita memiliki buku referensi yang terpercaya dan berbagai sumber literatur, maka kita bisa menambah wawasan kita tanpa harus belajar di dalam kelas. Jika kanker alias kantong kering,kita tak perlu khawatir.

Buku referensi bisa di dapatkan tidak hanya dengan membeli, bisa kita dapatkan dengan cara meminjam di perpustakaan kampus, utamanya di perpustakaan fakultas. Maupun dengan meminjam kepada kakak tingkat yang memiliki buku referensi tersebut. Hilangkan rasa gengsi untuk meminjam pada kakak tingkat. Karena rasa gengsi akan menghambat prestasi kita di kampus.


Jangan malas

Ini dia yang sering melanda para mahasiswa. Ya, rasa malas. Rasa malas akan hadir jika kita telah jenuh akan aktivitas perkuliahan yang menguras otak. Jangan malas ! Jika malas tersebut hadir, solusinya kita bisa berkonsultasi dengan dosen agar tidak jenuh dalam aktivitas perkuliahan


Eksplor minat dan bakat

Minat dan bakat bisa kamu tunjukkan agar dosen bisa memperhatikanmu. Misal, dalam mata kuliah kewirausahaan. Kamu memiliki bakat dalam berjualan, maka tunjukkan kamu punya potensi tersebut dengan mengadakan pameran dan bazar dalam ajang menjual hasil karya-karya terbaik dari kita maupun teman-teman. 

Aktif di organisasi

Setiap mahasiswa pasti memiliki kegiatan organisasi. Baik itu berhubungan dengan akademik maupun non akademik.   Dengan aktif di organisasi tentu kita akan terlihat lebih menonjol daripada teman-teman kita yang tidak mengikuti kegiatan organisasi. Mahasiswa yang aktif di organisasi cenderung lebih mudah dikenal oleh dosen. 


Jadi panitia di setiap acara yang dosen lakukan

Biasanya setiap akhir mata kuliah atau menjelang UAS ada dosen yang menggelar acara seminar atau pameran. Nah, disinilah kamu ambil alih menjadi bagian dari panitia. Bisa menjadi MC, moderator, dan apapun itu di bagian panitia. Dengan begitu kamu telah sukses mencuri perhatian sang dosen. Bagaimana tidak, misal dengan menjadi MC, otomatis perhatian semua dosen maupun peserta seminar akan tertuju padamu selaku MC di acara tersebut.


Jangan terlihat bodoh dalam mata kuliah yang dosen bimbing

Meskipun kamu sulit dalam mata kuliah yang dosen ampu, jangan pernah terlihat bodoh. Atau mungkin kamu tidak menyukai mata kuliah yang dosen ajarkan ?..jangan justru bersikap acuh tak acuh. Hal ini akan berakibat buruh pada diri kamu sendiri.

Meski sulit, pahami dengan benar dimana kesulitan yang kamu hadapi. Begitu pula jika kamu tidak menyukai mata kuliah tersebut. Cari dimana titik menarik dari mata kuliah tersebut yang ingin kamu pelajari. Dengan begitu tidak ada yang sulit dan kamu bisa mendapatkan poin-poin yang kamu pelajari dengan benar. Maka kamu akan terlihat smart di mata kuliah tersebut, meski kamu sendiri masih bingung...hehehe


Jangan pernah Copas suatu Tugas

Jika kamu ingin lebih dekat dengan dosen, jangan pernah melakukan aksi copas. Dosen paling tidak suka dengan mahasiswa yang melakukan aksi tersebut. Setiap dosen memiliki trik mengetahui jika mahasiswanya melakukan aksi copas. Jadi, jika kamu ingin lebih baik, kerjakan tugas sesuai dengan pemahaman yang telah kamu terima. Karena bagaimanapun, dosen lebih menghargai mahasiswanya yang salah namun berdasarkan pemahamannya dibanding mahasiswa yang mengerjakan tugas dengan benar semua, tetapi dengan melakukan aksi copas. So, say no to copas !

Bantu dosen membawa perangkat kuliah

Perangkat dosen yang bejibun tentu membuatnya kewalahan dalam membawanya ke dalam kelas. Perangkat tersebut seperti laptop, Absensi, SAP, hingga perangkat buku lainnya yang menunujang  tentu tidak mudah untuk dibawa seorang diri oleh dosen. Dengan kamu membantu membawakan perangkat tersebut, maka dosen tersebut akan terkesan dengan kamu. Jika sudah begitu, jangan heran jika teman-temanmu iri kamu bisa secepat kilat lebih akrab dengan dosen.


Ingat akan ulang Tahun Dosen

Percayalah dosen akan respect jika kamu ingat akan ulang tahunnya dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada sang dosen. Kamu bisa memberi kejutan dengan membuat dia sebal seharian (khusus di hari ulang tahunnya). Misal, dengan lupa mengerjakan tugasnya atau dengan pura-pura tugas tersebut tertinggal di rumah.  Dengan begitu, dia akan heran mengapa kamu tidak bersikap biasanya. Pada saat itulah ucapkan selamat ulang tahun padanya.

Ok, sekian segilintir cara agar dekat dengan dosen, jika kamu praktekan cara-cara di atas, maka jangan heran bila dosen mudah mengingat namamu dan lebih dekat denganmu...Selamat mencobat sobat berkuliah.com ! Karena salah satu kesuksesan kita ada di tangan dosen, maka berusahalah memberikan yang terbaik untuk dosen untuk kebaikan masa depan kita nantinya.

Oleh : Erny Nur Holiyani

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni