Career Hack : Cara Menjadi Wedding Planner Professional

Untuk menjadi seorang wedding planer profesional kamu perlu mendalami secara serius. Kamu harus menempuh pendidikan yang berhubungan dengan pekerjaan planer profesional.misalnya kamu dapat menempuh jurusan manajemen, pemasaran, hubungan masyarakat, atau perhotelan.

Menyelesaikan pendidikan di jurusan yang terkait dengan wedding planer adalah syarat mutlak jika kamu ingin menjadi seorang wedding planner profesional. kamu akan mendapatkan kepercayaan lebih saat kamu sudah terjun di dalamnya. Orang berfikir kamu adalah seorang wedding planer yang terbukti dan terpercaya dibidangnya.

Dapatkan pengalaman lebih saat kamu masih dibangku kuliah. Kamu dapat melakukan pekerjaan paruh waktu dengan bekerja pada sebuah wedding organizer yang berkualitas. Dari situ kamu akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman.

Kamu juga dapat menerapkan ilmu yang kamu peroleh dari universitas. Saat kamu menjadi seorang karyawan yang baik, kamu akan menjadi bos yang baik ketika telah mendirikan WO secara mandiri. Kamu akan menjadi seorang wedding planer yang expert dengan segudang pengalaman yang memadahi.

Untuk menjadi seorang wedding planer profesional, kamu perlu memahami seluk beluk bidang tersebut secara mendalam. Pikirkan dari hal kecil sampai terbesar. Misalnya masalah catring, bangunan, dekorasi dan hal-hal penunjang lain yang di perlukan saat seorang mengadakan pernikahan. Memikirkan hal kecil merupakan suatu keharusan, jika kamu menyepelekannya kamu tidak akan berkembang menjadi seorang wedding planer profesional.

Selain mengambil jurusan yang relevan dengan pekerjaan weddring planer, kamu perlu mengambil kelas lain yaitu seorang konsultan pernikahan. kamu bisa mempelajarinya lewat internet bagaimana kamu agar bisa menjadi seorang wedding planer yang profesional.

Dapatkan sertifikat saat kamu mengikuti seminar atau pelatihan atau saat kamu bekerja pada suatu wedding organizer. Sertifikat akan menaikan kredibilitas kamu saat kamu menjabat sebagai wedding planer dalam suatu wedding organizer yang kamu dirikan sendiri.



Pixabay
Cari klien

Sekarang kamu telah mendapatkan pengalaman dan bersertifikat, kamu harus melakukan apa saja untuk mendapatkan seorang clien yang dapat mengetahui bagaimana pelayanan kamu.

Terapkan pengetahuan yang kamu peroleh dari setiap pengalaman kerja paruh waktu kamu di bidang wedding organizer atau saat kamu kuliah dengan jurusan pemasaran. Mungkin kamu perlu membuat kartu nama, menyebarkan berita ke teman kamu, iklan pos online, dan membuat sebuah website.

Mungkin kamu juga perlu menghubungi teman teman kamu saat masih kuliah atau teman rekan kerja mu di wedding organizer. Mungkin teman-teman kamu dapat membagi informasi yang kamu butuhkan. Semakin banyak klien yang kamu dapatkan, semakin kamu akan mendapatkan reputasi yang baik.

Ingat bahwa jika kamu mengesankan klien kamu, mereka mungkin akan merekomendasikan layanan kamu kepada teman dan keluarga. Jagalah kualitas kerja kamu saat awal mulai menjadi wedding planer. Pertahankan dan tingkatkan 
Merencanakan pernikahan orang lain adalah seperti mengarahkan sebuah film.

Kamu harus merencanakan sesuai selera sutradara. Disini sutradara yang dimaksud adalah sang clien. Kamu harus mampu merealisasikan konsep impian pernikahan clien kamu dengan sebaik mungkin. Untuk itu pastikan kamu merencanakannya secara detail. Termasuk beberapa hal di bawah ini:



Memilih tempat pernikahan

Dalam memilih tempat, kamu harus mempertimbangkan kestrategisannya. Apalagi unti acara pernikahan. berilah pengertian kepada clien bahwa dalam menentukan tempat pernikahan harus mempertimbangkan jarak, jumlah tamu, dan konsep dari sang clien sendiri. Karena pernikahan melibatkan banyak tamu undangan dari berbagai penjuru tempat maka kamu perlu memilih tempat yang mudah dilintasi kendaraan, dan lokasinya tidak terlalu terpencil. Hal itu akan memudahkan tamu untuk mencari lokasi pernikahan.



Memilih kue pengantin

Memilih kue pengantin ini nampaknya hal yang susah-susah gampang. Kamu perlu mengkonsultasikan dengan clien kamu. bagaimana desain yang diminta, berapa biaya yang disiapkan, dan kamu perlu menyarankan tentang kesesuaian kue pengantin yang diminta dengan konsep pernihakan yang kamu buat atau yang clien inginkan.

Jangan sampai seluruh konsep sudah matang, dan ternyata pada hari H, semua berantakan karena pemilhan desain kue pengantin yang tidak sesuai dengan konsep pernikahan.
Membeli gaun.

Jika clien mu menyerahkan soal gaun pengantin kepadamu, maka kamu harus mempertimbangkan beberapa hal seperti ukuran, bahan, warna, desain, dan kesesuaian dengan konsep pernikahannya. Jika clien sudah punya rancangan mengenai hal itu.

Kamu tinggal menawarkan pilihan penyewaan gaun atau pembelian. Jika membeli maka kamu perlu menyerahkan pembuatan gaun kepada designer. Karena kamu adalah seorang wedding planner, bukan perancang busana handal. Jangan serakah dengan memikirkan hal yang bukan bidangmu. Semua itu akan membuang-buang waktu dan akan menghilangkan fokusmu terhadap suatu rencana yang lebih penting.




Membuat pengaturan tempat duduk.

Dalam membuat pengaturan tempat duduk, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti, jumlah tamu, kapasitas gedung pernikahan, dan konsep pernikahannya. Hitung dengan cermat. Jika kapasitas gedung tidak mencukupi dengan jumlah tamu yang di undang, mungkin kamu bisa mengakali dengan membuat jadwal giliran datang tamu yang diundang. Buatlah beberapa kloter. Satu kloter berisi kapasitas gedung yang digunakan. Beri waktu pada undangan kloter pertama selama 2 jam misalnya.

Artinya setelah dua jam maka giliran kloter kedua yang datang. Sebisa mungkin kamu perlu bekerja sama dengan koordinator acara untuk mempersilahkan tamu pada kloter pertama pulang.  Dengan pemanfaatan sistem kloter, kamu juga bisa mengelompokan jenis tamu yang datang pada setiap kloter. Misalnya kloter pertama adalah untuk tamu teman-teman pengantin, untuk kloter kedua adalah tamu orang tua pengantin, dan seterusnya.

    
Membuat daftar tamu


Dalam membuat daftar tamu, lagi-lagi kamu perlu mendiskusikan hal tersebut dengan clien kamu. tanyakan berapa jumlah tamu yang di undang. Catat dengan cermat, karena ini adalah hal yang penting dalam suatu pernikahan. salah dalam membuat daftar tamu, maka kamu bisa menelantarkan tamu yang lain. membuat daftar tamu bukan semata mata berhubungan dengan berapa kapasitas gedung, atau jumlah kursi yang dipakai.

Tapi juga dengan jumlah catring yang akan disipakan. Dalam menjadi wedding planer profesional, memuliakan dan memanjakan tamu adalah sebuah eksistensi kualitas sekaligus sarana promosi yang menjanjikan.

Disitu konsepmu akan di komentari banyak orang. Meskipun tidak semua orang suka, namun pasti juga ada yang tertarik dengan konsep seperti itu. Tamu yang hadir akan menyebarkan informasi pada seorang yang lain tentang konsepmu tersebut. ketika tamu puas dengan perjamuan yang kamu hidangkan, bukan tidak mungkin karirmu sebagai wedding planer akan semakin cemerlang.



Memesan undangan

Untuk pemesanan undangan kamu perlu menyiapkan desain atau jika kamu terlalu sibuk dengan urusan yang lain, kamu bisa menyerahkan tugas itu kepada desainer undangan profesional yang lain. tanyakan kepada clien tentang bagaiman desain undangan yang diinginkan. Apa warnanya,dan bagaimana bentuknya. Minta clien kamu untuk membawa satu contoh desain undangan yang diinginkan.

Atau jika clien menyerahkan kepadamu hal itu akan menjadi lebih memudahkan pekerjaanmu. Sesuaikan harga dengan kualitas. Bicaralah terus terang mengenai hal ini. kadang clien memang sering memaksa ingin memperoleh kualitas yang bagus dengan harga yang murah. Bicarakan dengan baik untuk menemukan kesepakatan yang baik pula.




Memilih tanggal dan waktu

Mungkin memilih tanggl dan waktu pernikahan jarang ada yang dikonsultasiksikan dengan seorang wedding planer. Tanggal dan waktu pernikahan biasanya telah di sepakati kedua belah pihak keluarga calon mempelai. Jika kamu di beri kepercayaan untuk menentukan waktu dan tanggal pernikahan, mungkin kamu bertemu dengan dua keluarga dan kedua calon mempelai.




Membuat anggaran


Membuat anggaran merupakan bagian paling sensitif dari pekerjaan seorang wedding planer. Diskusikan secara perlahan dengan clien kamu. jangan terlalu kekeh pada pendirian kamu untuk memperoleh untung yang sebanyak banyaknya. Pentingkan kepuasan clien.

Beri tahu perbandingan harga dengan kualitas yang akan di dapat. Membuat anggaran pernikahan kamu perlu memikirkan dari hal-hal paling sepele sampai hal paling penting dalam sebuah pernikahan. jangan ada satupun yang terlewat, karena bila mengalami kerugian karena kamu salah meprediksi sesuatu kamu yang akan menanggungnya.

So fikirkan apa yang menjadi rencana kamu dalam membuat anggaran beberapa hari sebelum bertemu dengan clien. Atau jika kamu ingin lebih mudah untuk mengkomunikasikan hal ini dengan clien, buatlah beberapa paket wedding. Buatlah masing masing paket dengan harga yang variatif. Kamu juga bisa membuat paket wedding kombinasi dengan harga yang menyesuaikan.


Memilih katering


Memilih katering untuk sebuah pernikahan juga merupakan suatu hal yang lumayan sulit. Pertama yang harus kamu perhatikan adalah dengan clien seperti apa kamu bekerja sama.

Misalnya jika clien kamu adalah orang jawa, jangan berikan masakan eropa dalam acara pernikahannya. Kecuali bila ada pesanan tertentu dari clien. Pilih makanan dengan kualitas bagus, pertimbangan waktu basi makanan tersebut. karena kamu akan meyuguhkan dengan banyak orang, kehigienisan makanan juga perlu kamu perhatikan.

Akan sangat memalukan jika kamu memilih makanan yang tidak berkualitas padahal kamu sedang menangani weding yang mewah. Hal terparah mungkin tamu yang datang akan sakit perut karena keracunan, bahkan nama baikmu akan tercoreng sebagai wedding planer profesional. memilih kualitas makanan yang buruk karena ingin untung besar akan menjegal jalanmu pada awal-awal meniti karir sebagai wedding palner.


Mempekerjakan seorang fotografer

Mempekerjakan seorang fotografer profesional sangat penting untuk membantu kamu menjalankan sebuah even pernikahan. utuk memudahkan, pilihlah jasa fotografer yang menawarkan paket foto pernikahan. paket biasanya sudah termasuk biaya foto, cetak dan pemberian album.

Bicarakan hal ini kepada clien kamu. biarkan clien kamu memilih paket yang tepat untuk pernikahannya. Tawarkan beberapa bacground menarik kepada clien. Hal itu akan membuat clien semakin tertarik untuk menyerahkan potret memotret pernikahannya kepadamu.


Mendapatkan surat nikah

Menjadi seorang wedding planer profesional bukan hanya mengurusi hal-hal tentang pernikahan saat hari H berlangsung. Di luar itu tawarkan juga jasa pengurusan surat nikah atau surat surat yang lain. calon mempelai umumnya ingin terima jadi dan beres.

Saat hari H hanya ingin menyambut tamu dengan keadaan bahagia dan vit. Jadi biasanya pasangan menyerahkan hal-hal yang sedikit rumit kepada wedding planer. Mengurus surat nikah biasanya sangat menyita waktu, dan calon mempelai sering kehilangan waktunya untuk hal lain karena mengurusi surat nikah.




Memilih tanggal latihan

Melakukan latihan sebelum pernikahan memang di perlukan. Sebagai wedding planer kamu perlu mengkomunikasikan hal ini kepada kedua mempelai. Beritahukan betapa pentingnya melakukan latihan prosesi pernikahan demi kelancaran acara.

Apalagi jika calon mempelai menginginkan prosesi adat tertentu dengan lengkap. Tentunya perlu di adakan latihan kurang lebih H-3 dari tanggal pernikahan. acara yang berjalan lancar akan memperlihatkan kamu sebagai wedding planer yang berkredibilitas tinggi.



Mengorganisir waktu

Merencanakan pernikahan mengharuskan kamu untuk ber multi tasking. Kamu harus belajar bagaimana mengelola waktu dengan baik untuk menyelesaikan beberapa tugas berbeda pada satu waktu. Dari mulai hal-hal kecil sampai perkara surat menyurat yang membuat kamu stres sama seperti stres yang dialami calon mempelai jika kamu tidak melakukannya se evektif dan se efisien mungkin.

Artinya jika kamu memilih sebagai wedding planer, maka kamu harus siap untuk bekerja di bawah tekanan. Kamu perlu fokus dalam menghadapi pekerjaanmu itu. Kamu memilih pekerjaan itu adalah sebuah passion kamu. artinya lakukan dengan sepenih hati, santai namun tetap serius.

Semua yang kamu rencanakan akan berjalan baik jika kamu mengelola dengan kepala dingin dan tanpa emosi. Meskipun demikian tetaplah bersifat tegas kepada bawahan kamu. jadilah wedding planer yang di segani bukan untuk di takuti. Gunakan kertas atau perencana elektronik untuk membantu Anda mengatur waktu Anda dan melacak tanggal.

Untuk menunjang semua itu pastikan kamu mudah untuk di temui. Jika kamu sulit ditemui karena mobilitas kamu yang padat, minimal kamu bisa untuk di hubungi. Gunakan 2 hand phone. Pertama untuk menerima pesan dari clien, yang kedua menerima pesan dari bawahan kamu.

Berikan kontak kamu di awal kamu berkonsultasi dengan clien kamu. hal ini untuk memudahkan mereka, jika sewaktu-waktu ingin mengganti beberapa konsep karena penyesuaian suatu hal.

Jangan membuat clien risau karena kamu tidak mementingkan komunikasi dengan clien kamu. karena komunikasi adalah kunci ketenangan berbisnis dengan seseorang. Clien kamu akan merasa tenang jika keluh kesah dan keinginannya di dengarkan dan di tindak lanjuti. Berikan saran dan solusi yang terbaik.

Katakan kondisi di medan yang sebenarnya, hal itu untuk memberikan kesempatan clien untuk memberikan saran atau opsi lain kepadamu. Dengan begitu kamu tidak akan berfikir sendirian, dan semua rencanamu akan berjalan sesuai dengan kemauan dua belah pihak yang bersangkutan. Itu adalah rencana awal yang baik.

Sematang apapun rencana pernikahan kamu untuk clien pasti ada sesuatu yang meleset pada saat hari H berlangsung. Kamu perlu mengantisipasi hal ini terjadi. Lambat laun kamu akan menemukan pola tertentu tentang apa saja yang biasanya meleset dari planing saat hari H berlangsung. Untuk awal-awal karir kamu, kamu perlu tenang menghadapi ini. karena ketenangan adalah kunci berfikir dingin. Saat itulah sebenarnya keprofesionalitasan kamu sebagai wedding planer di uji.

Jika kamu berhasil menyelesaikannya kamu akan naik level yang lebih tinggi. artinya kredibilitas kamu semakin tidak diragukan lagi. Begitupun sebaliknya, jika kamu panik menyelesaikan ketidak sesuaian planing saat hari H, kamu akan gagal dan reputasimu akan terancam hancur. Untuk itu dalam melakukan planing pada suatu pernikahan, kamu perlu merencanakan kemungkinan terburuk, dan menyiapkan solusi A,B atau C sebelumnya.


Be creatif

Sebagian orang saat datang pada wedding planer mungkin sudah mempunyai rencana yang detail denga pernikahannya, mungkin juga ada yang masih merasa bingung dan belum punya bayangan apapun tentang konsep pernikahanya. Jadilah sekreatif mungkin untu menawarkan ide-ide cemerlang yang kamu miliki. Semakin kamu pandai menawarkan ide, clien akan semakin tertarik untuk menggunakan jasa kamu untuk pernikahannya.

Ingatlah bahwa sebuah ide original itu mahal, komunikasikan hal ini dengan baik kepada calon mempelai. Sembari kamu menawarkan ide, tawarkn pula fasilitas-fasilitas yang mendukung ide kamu.  beritahukan tentang konsep semakin bagus dan berkualitas fasilitas dan ide yang di tawarkan maka akan semakin tinggi harga yang harus di bayarkan.

Dan itu merupakan suatu kewajaran. Namun jika clien kamu memiliki anggaran yang biasa-biasa saja, tentu kamu juga harus mempunyai rencana yang lain yang bisa kamu tawarkan kepada clien. Jangan karena kamu belum memiliki ide yang lain, lantas membiarkan clien kamu pergi begitu saja. Kamu bisa membicarakan atau mengkonsepkan bersama dengan clien kamu,jika kamu memang belum mempunyai konsep lain yang bisa di tawarkan.

Beritahukan bahwa kamu memang sedang merintis sebagai wedding planer profesional. yakinkan kamu akan bekerja dengan baik dan kamu sudah bersertifikat serta mempunyai pengalaman dengan WO lain yang cukup baik agar clien kamu percaya.

Ilmu meyakinkan kadang membutuhkan suatu konsep. Pelajari hal ini juga. Karena itu penting untuk menari clien. Mendirikan sebuah WO dan kamu terlibat sebagai wadding planer membutuhkan banyak informasi dan pengalaman. Untuk itu jangan segan untuk menanyakan kepada teman kamu yang sedang merintis atau sudah menjalankan bisnis dengan bidang yang sama.

Atau ikutilah seminar tentang bagaimana cara menjadi wedding planer profesional yang sukses. Itu merupakan investasi jangka panjang untuk merintis sendiri karirmu di bidang wedding planer.

Kamu harus ingat, bekerja untuk seserang memerlukan sebuah kepercayaan diri. Miliki hal itu sedari awal kamu bercita-cita menjadi wedding planer.



Oleh : Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni