Career Tips : Cara Menjadi Auditor Professional

Suatu perusahaan pasti memiliki laporan-laporan yang menunjukan catatan perjalanan perusahaan tersebut. Mulai dari laporan keuangan, laporan kegiatan operasional, dan jenis laporan lainnya. Apa sebenarnya fungsi laporan tersebut? Siapa pula yang menyusunnya dan apakah ada pihak lain yang berfungsi untuk membuktikan laporan tersebut dapat dipercaya atau tidak?
    
 Sekarang ini banyak bermunculan perusahaan-perusahaan besar dengan banyak pemilik dan pengelola. Para pemilik perusahaan dengan alasan-alasan tertentu kemudian memberikan kewenangan pengelolaan perusahaan pada sekelompok orang yang kemudian disebut manajemen perusahaan. Manajemen perusahaan inilah yang bertugas meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan.
    
Manajemen perusahaan yang telah ditunjuk oleh pemilik perusahaan diharapkan mampu menciptakan kenaikan aset perusahaan dan laba perusahaan secara berkelanjutan. Untuk mengetahui dua kriteria tersebut, pemilik harus mengawasi manajemen perusahaan.

Karena inilah, maka dibutuhkan pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik yang berupa pelaporan. Namun muncul masalah selanjutnya, apakah laporan dari manajemen perusahaan akan selalu dapat dipercaya oleh pemilik?
    
Untuk memastikan laporan yang disusun oleh manajemen perusahaan adalah benar maka disinilah dibutuhkan proses audit. Untuk perusahaan yang kecil dengan jumlah pemilik tunggal maka tidak dibutuhkan auditor karena pelaksanaannya bisa diawasi sendiri. Berbeda dengan perusahaan besar dengan pemilik jamak yang membutuhkan manajemen perusahaan dan koordinasi yang baik dari berbagai pihak.
    
Audit merupakan suatu kegiatan evaluasi terhadap orang, organisasi, sistem, proses, proyek, atau produk dengan menggunakan kriteria tertentu yang bertujuan untuk menentukan validitas dan reliabilitas informasi melalui pengumpulan bukti-bukti audit.

Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan beragam bentuk evaluasi dalam suatu perusahaan membuat jasa audit menjadi sangat penting. Semakin berkembangnya bentuk kepemilikan dan pengelolaan perusahaan juga menjadi faktor pendorong dibutuhkannya jasa audit.
    
Auditor adalah sebutan bagi mereka yang kompeten, independen, dan obyektif dalam melakukan evaluasi. Ada tiga jenis auditor berdasarkan kelompok atau pelaksana audit yaitu audit ekstern, auditor intern, auditor pemerintah. 

Auditor ekstern bekerja untuk perusahaan yang statusnya di luar struktur perusahaan yang diaudit. Auditor intern bekerja untuk perusahaan yang mereka audit. Sedangkan auditor pemerintah bekerja untuk kepentingan pemerintah misalnya perpajakan.
    
Seorang auditor harus memainkan peran waspada dan objektif dalam memastikan kepentingan pemegang saham suatu perusahaan dilindungi dengan baik dan bahwa manajemen perusahaan telah bertindak dalam alasan dan tujuan yang benar.
  
Lalu bagaimana caranya menjadi auditor professional? Sebelum memilih sebuah profesi, kita harus tahu seluk beluk tentang profesi tersebut. Seperti sudah disebutkan, seorang auditor bertugas untuk melakukan audit. Proses audit sendiri ada beragam jenis. Simak jenis-jenis audit berikut ini.

Pixabay
 
Audit Keuangan

Jenis audit ini adalah jenis yang paling sering didengar orang. Dalam proses audit ini, auditor bertugas untuk melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan dan membandingkannya dengan standar yang berlaku secara umum. Auditor bertugas melakukan pengkajian ulang terhadap laporan keuangan yang disusun oleh manajemen perusahaan. Meskipun mendapatkan kepercayaan dari pemilik perusahaan, manajemen perusahaan bisa saja melakukan kesalahan. Disinilah peran auditor menjadi sangat penting. Hasil audit dapat disampaikan secara langsung pada pihak manajemen perusahaan atau pemilik perusahaan secara lisan juga tertulis.



Audit Operasional

Jenis audit ini akan mengevaluasi mengenai kegiatan dari suatu perusahaan atau organisasi. Poin yang dievaluasi dari jenis audit ini adalah  efektivitas dari suatu kegiatan operasional yang dilakukan suatu perusahaan. Jenis audit ini tidak menghasilkan suatu pelaporan, tetapi auditor memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan. Auditor operasional bertugas sebagai konsultan dan memberikan masukan serta kritik terhadap manajemen perusahaan mengenai proses berjalannya kegiatan perusahaan.

Jika banyak terjadi kesalahan maka auditor berhak memberikan saran dan manajemen perusahaan melaksanakannya demi mencapai kemajuan perusahaan. Meskipun berhak memberikan saran dan kritik, auditor harus menjunjung tinggi etika. Bagaimanapun juga manajemen perusahaan adalah pihak yang berhak untuk melangsungkan kegiataan perusahaan jadi auditor harus menghargai keberadaannya.


Audit Ketaatan
Jenis audit ini akan mengevaluasi ketaatan para pekerja dan pelaku kegiatan suatu perusahaan. Dalam suatu perusahaan tentu dibuat peraturan dan tata tertib yang harus ditaati. Lewat audit ketaatan inilah tingkat kepatuhan para pekerja akan terlihat. Tugas auditor disini tidak kalah pentingnya dengan auditor keuangan.

Bukankah pekerja adalah kunci sukses berjalannya suatu perusahaan? Jika pekerjanya saja tidak disiplin maka bagaimana perusahaan bisa berjalan ke depan? Maka dari itu auditor harus benar-benar teliti dan cermat dalam menilai ketaatan dan kepatuhan dari masing-masing pekerja. Karena fungsi sebagai auditor ketaatan ini, maka dalam standar umum audit seorang auditor harus memupuk sikap disiplin agar tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.


Audit Forensik

Jenis audit ini dilakukan untuk mengungkap kasus-kasus penyimpangan yang terjadi di suatu perusahaan. Dalam audit jenis ini, dilakukan pengumpulan bukti-bukti yang kompeten dan sesuai kriteria untuk keperluan proses penuntutan atau pembelaan di pengadilan. Auditor forensik biasanya bekerja dalam keadaan tertentu atau insidental. Seperti sudah disebutkan auditor ini bekerja jika ada kasus dan ada sesuatu yang perlu dibuktikan.

Seperti detektif, auditor forensik bertugas menguak fakta-fakta dari bukti yang sudah ia dapatkan di lapangan. Dalam proses audit forensik ini seorang auditor harus menjunjung tinggi etika. Jangan karena ingin menggali informasi sebanyak-banyaknya auditor kemudian lupa cara beretika dan malah menimbulkan permusuhan.


Auditor sistem informasi

Perkembangan teknologi mendorong munculnya kebutuhan akan jasa auditor sistem informasi. Hal ini didasari dengan adanya fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa sekarang semakin banyak transaksi keuangan yang berjalan dalam sebuah sistem komputer. Untuk melakukan audit terhadap suatu sistem informasi perlu dibentuk sebuah kontrol yang akan mengatur proses komputasi suatu perusahaan.

Jasa auditor jenis ini sekarang dibutuhkan di perusahaan-perusahaan besar yang sebagian besar proses transaksinya sudah berjalan otomatis. Auditor jenis ini baru banyak dicari belakangan ini karena kemajuan teknologi yang semakin cepat. Apalagi lewat teknologi, banyak hal bisa dimanipulasi.

Hal ini tentu bisa membahayakan keadaan suatu perusahaan. Lagipula tidak banyak orang yang mahir dalam teknologi dan memahami betul sistem informasi. Karena itulah sekarang banyak dibutuhkan auditor sistem informasi.

    
Jenis-jenis proses audit di atas bisa cukup memberikan gambaran bagi kita bahwa kerja seorang auditor sangat penting dalam kemajuan suatu perusahaan. Bayangkan saja jika tidak ada proses audit, akibatnya tidak akan ada evaluasi, maka perusahaan akan jalan di tempat dan tidak mengalami kemajuan apapun.
    
Bagaimana jika tidak ada proses audit? Perusahaan akan kacau balau tentunya. Tidak akan ada yang berperan untuk mengendalikan semua kegiatan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan. Pemilik perusahaan jadi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di perusahaannya karena bisa saja manajemen perusahaan memanipulasi data. Untuk itu penting sekali proses audit dijalankan di suatu perusahaan agar semua hal yang terjadi bisa terkontrol dengan baik.
    
Selain memiliki fungsi yang penting dalam perusahaan, auditor juga memiliki tanggung jawab yang harus ditanggung. Jika ingin menjadi seorang auditor profesional, tentu harus tahu apa saja yang menjadi tanggung jawab auditor.
    
Auditor bertanggung jawab dalam 3P, Perencanaan, Pengendalian, dan Pencatatan. Sebelum mulai bekerja, auditor perlu melakukan perencanaan. Ini penting sekali supaya kerja auditor menjadi lebih efektif dan efisien. Kemudian auditor harus melakukan pengendalian terhadap hasil kerjanya, jangan sampai ada yang terlewat atau salah. Terakhir adalah auditor harus melakukan pencatatan terhadap hasil auditing-nya. Dengan mencatat maka kesalahan dapat diminimalisir.
    
Tanggung jawab auditor selanjutnya adalah menerapkan sistem akuntansi. Auditor harus mengetahui sistem akuntansi yang meliputi sistem pencatatan dan pemrosesan transaksi. Selain itu auditor harus mampu menilai kecukupan proses transaksi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. Dengan memahami sistem akuntansi maka auditor tidak akan kesulitan dalam melakukan audit keuangan. Keahlian dalam menerapkan sistem akuntansi juga akan membuat auditor terhindar dari kesalahan.
    
Menyusun bukti audit adalah tanggung jawab auditor yang tidak boleh terlewat. Bukti audit in disusun oleh auditor dengan memperhatikan dua hal yaitu relevansi dan reliabilitasnya. Sudah dijelaskan bahwa proses audit dilakukan untuk menentukan relevansi dan reliabilitas suatu informasi hasil audit. Bukti audit ini juga bisa disebut sebagai hasil akhir dari kerja seorang auditor. Penyusunan bukti audit ini dapat mencerminkan bagaimana auditor bekerja. Rapi atau tidak? Lengkap atau tidak? Relevan atau tidak?
    
Tanggung jawab terakhir seorang auditor adalah melakukan peninjauan ulang. Contohnya adalah auditor melakukan peninjauan ulang laporan keuangan yang relevan. Hal ini dilakukan untuk memberi dasar rasional atas pendapat mengenai laporan keuangan. Jadi sebelum melakukan evaluasi, auditor perlu melakukan peninjauan ulang terlebih dahulu.
  
Peran auditor sangat penting, bukan? Semakin tertarik menjadi auditor profesional? Untuk menjadi auditor profesional, tentu saja seseorang harus berpedoman pada standar audit. Nah…mari kita simak apa saja yang menjadi standar audit.


Standar Umum

Standar ini mengatur mengenai kemampuan umum seorang auditor meliputi keahlian, kemandirian, kerja keras, konsistensi, dan kemahiran. Ada pelatihan khusus yang diberikan untuk seorang auditor. Pelatihan bersifat continue agar auditor bisa mengikuti perkembangan karena pengetahuan pasti tidak hanya berhenti dan berjalan konstan. Kehati-hatian profesional serta tidak memihak siapapun diatur pula dalam standar ini agar seorang audit dalam kegiatannya tidak merugikan siapapun.


Standar Pekerjaan Lapangan

Standar ini mengatur mengenai kemampuan seorang auditor di lapangan ketika berlangsungnya proses audit. Termasuk di dalam standar ini adalah kemampuan seorang auditor dalam mengumpulkan bukti-bukti audit yang kompeten. Standar ini akan berpengaruh pada hasil audit yang akan dilaporkan nantinya. Pengkajian ulang yang dilakukan auditor termasuk dalam standar ini.

Auditor harus rela berkali-kali melakukan pengkajian agar tidak terjadi kesalahan sekecil apapun. Jika dalam melakukan audit, auditor melakukan kesalahan maka fungsi auditor menjadi tidak berjalan. Bukankah auditor bertugas untuk mengontrol jika terjadi kesalahan dari pihak manajemen perusahaan? Oleh karena itu, standar pekerjaan lapangan ini harus benar-benar dimiliki oleh auditor.


Standar Pelaporan

Standar ini mengatur mengenai kemampuan seorang auditor dalam menyajikan hasil auditnya. Bisa berupa data tertulis ataupun diungkapkan secara lisan. Dalam standar ini penting sekali bagi seorang auditor untuk menerapkan prinsip-prinsip akuntansi. Pelaporan adalah hasil akhir kegiatan audit dan menentukan baik buruknya kerja seorang auditor.
    
Berdasarkan tiga standar audit yang harus dimiliki auditor profesional tersebut, kita bisa tahu sekarang apa saja yang kita butuhkan untuk bisa menjadi auditor profesional. Hal pertama yang harus kita miliki agar menjadi auditor profesional adalah niat. Niat yang kuat akan membawa energi positif bagi kita. Percaya atau tidak, dengan menanamkan niat dalam hati kita maka segala sesuatu akan menjadi mudah.
   
Kerja keras menjadi langkah berikutnya. Jangan malas-malasan untuk membuka pengetahuan tentang semua hal yang berhubungan dengan profesi auditor. Dalam standar umum disebutkan salah satunya adalah pelatihan yang berkelanjutan. Dengan mengikuti pelatihan menjadi auditor secara continue, maka kemampuan kita akan selalu meningkat. Bukankah dalam dalam standar umum disebutkan pula poin keahlian dan kemahiran? Nah…melalui pelatihan keahlian dan kemahiran kita bisa meningkat.
   
Selalu konsisten dalam mengerjakan tugas akan membuat kita menjadi auditor profesional yang banyak dicari. Jaga selalu semangat dan kerapian kerja. Selalu memberikan yang terbaik dalam setiap laporan hasil audit kita akan membuat kita dicari oleh banyak perusahaan. Jangan hanya bagus pada awalnya saja lalu kemudian menurun secara teratur.
   
Satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk menjadi auditor adalah sikap disiplin. Disiplin terhadap waktu, tempat, dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Jangan membuat peraturan sendiri karena auditor bekerja untuk kepentingan perusahaan. Sikap disiplin otomatis akan membuat kita selalu bekerja dengan teratur dan hasilnya pun juga akan baik.
   
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tugas seorang auditor adalah melakukan evaluasi terhadap nilai-nilai yang berlangsung dalam suatu perusahaan. Berdasarkan tugas penting tersebut, maka sikap jujur menjadi sangat penting bagi seorang auditor. Manipulasi data tentu menjadi larangan keras bagi seorang auditor. Auditor harus menyatakan dengan sebenar-benarnya apa saja yang teradi di lapangan tanpa menutup-nutupi apa pun.
   
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa untuk menjadi auditor profesional, maka kita harus memupuk sejak dini sikap positif pada diri kita. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kira harus memupuk sikap jujur, konsisten, disiplin, rasa ingin tahu yang tinggi, tidak cepat merasa puas, dan jangan lupa harus memiliki etika yang tinggi. Etika sangat penting dimiliki oleh seorang auditor karena profesi auditor akan berhubungan dengan banyak orang.
  
Sudah disebutkan bahwa untuk menjadi auditor seseorang harus memiliki konsep-konsep dasar akuntansi dan auditing. Untuk itu maka perlu bagi calon auditor untuk mendapatkan pendidikan formal berkelanjutan mengenai akuntansi dan auditing. Dengan memiliki dasar ilmu yang kuat maka pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
   
Terakhir, untuk menjadi auditor professional, seseorang membutuhkan sertifikat auditor. Sertifikat ini dapat diperoleh dengan cara mengikuti pendidikan dan latihan profesi berkelanjutan. Selain untuk mendapatkan sertifikat juga untuk mengembangkan kemampuan teknis dan komunikasi serta pengetahuan mengenai isu terkini di bidang akuntansi dan auditing.
   
Sudah mengerti kan sekarang bagaimana kerja auditor dan mengapa auditor sangat diperlukan di suatu perusahaan. Perannya ternyata begitu penting untuk menjembatani manajemen perusahaan dengan pemilik perusahaan. Auditor bagaikan alat komunikasi bagi pihak manajemen dan pihak pemilik. Namun istimewanya, auditor bukan hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai pengendali.    
    
Semakin tertarik menjadi auditor? Artikel ini telah menjelaskan garis besar profess auditor dan bagaimana menjadi auditor profesional. Jika ingin tahu lebih banyak, kamu bisa mencari tahu lebih lanjut. Bukankah untuk menjadi auditor salah satunya kita harus memupuk rasa ingin tahu yang tinggi?
   
Oleh : Adelina Mayang

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni