Hal-hal yang Membuat Google Glass Disukai dan Dibenci

Semakin hari teknologi berkembang semakin cepat dan canggih. Banyak wearable device (perangkat yang dikenakan ditubuh) semakin bertumbuh dan membanjiri pasar Indonesia.

Selain Smartwatch Galaxy Gear dan Gelang Pintar Gear Fit yang diproduksi oleh PT Samsung Electronic Indonesia (SEIN), ada juga Google Glass yang diproduksi oleh Google melalui proyek riset dan pengembangan Project Glass.

Google Glass menampilkan informasi dalam format bergaya smartphone yang bisa terhubung ke internet dengan mudah. Hanya melalui perintah suara bahasa alami saja. Gampang kan? Jadi misal kamu pengen ngetik sms, tinggal ngomong doang. Ntar Google Glass yang bakal nulis sendiri.

Mungkin kalau kamu latah sambil bilang “Eh, copot... copot... copot...” maka Google Glass tersebut otomatis akan lepas sendiri, bersamaan dengan lepasnya celanamu. Mungkin.

Nah, berikut ini Nilni bakal membahas tentang alasan kenapa Google Glass disukai dan dibenci. Mau pilih mana dulu nih? Yang disukai? Yang dibenci? Atau milih Mas Penulis aja? Ah, makasih loh udah milih.

Tapi sekarang Mas Penulis mengulas yang depan dulu deh.

Google Glass : Techz

Disuka karena:

Teknologi dari hari ke hari selalu ada yang baru dan semakin canggih. Salah satu teknologi yang baru dan banyak ditunggu kehadirannya adalah kacamata pintar dari Google yang diberi nama Google Glass Kacamata ini memiliki kemampuan yang canggih.

Kabarnya kacamata ini akan dipasarkan pada tahun ini. Produk yang satu ini memiliki beragam fitur dengan segala kecanggihannya dibandingkan dengan kacamata sejenis.
Google Glass memiliki fitur yang sama dengan yang ada di smartphone Android.
Menurut pendiri Google Sergey Brin, Google Glass nantinya mampu menggantikan smartphone yang ada saat ini. Namun cara penggunaannya mungkin sedikit berbeda karena perangkat ini lebih banyak mengandalkan perintah suara dibandingkan dengan penggunaan jari.


Berikut 7 fitur unggulan kacamata pintar Google :


1. Tahu Kondisi Cuaca 

Dengan adanya Google Glass kamu bisa update tentang kondisi cuaca terkini saat berada dimana pun. Sama kayak di smartphone. Jadi semisal mau ngajakin pasangan kencan, kamu nggak perlu khawatir dengan kondisi cuaca di tempat kencan. Karena dari rumah bisa dengan jelas terpantau bahwa lokasi tujuanmu dalam keadaan terang benderang. Meski pas sampai sana hujannya baru turun sih.


2. Mirip Smartphone

Google Glass punya tampilan menu dengan layar kecil yang nantinya akan menampilkan beragam menu. Bukan. Bukan menu makanan. Melainkan menu-menu yang sebelas dua belas lah sama ikon di smartphone Android yang kecil-kecil itu.
Kesamaan ini bisa dilihat mulai dari menu kamera, setting, pemutar musik digital dan sebagainya. Lalu ada juga fitur reminder. 
Jadi kalau kamu memiliki pertemuan penting kayak punya janji dengan seseorang, aplikasi itu bisa kamu manfaatkan.

Syukur-syukur nanti juga ada aplikasi untuk menghitung berapa jumlah utang kamu makan di warteg. Kan penting banget tuh, jadi bisa memudahkan Mas-Mas penjualnya dalam mengidentifikasi jumlah hutang pengunjung.

Meski hari berikutnya kamu akan taubat dan nggak lagi-lagi ngutang ke Mas-Mas warteg. Justru malah mereka yang kamu hutangin!


3. Navigasi

Enaknya punya Google Glass ini adalah bisa menampilkan berbagai informasi penting. Pengguna bakal dikasih tahu kalau ada jalur transportasi yang nggak bisa dipakai. Lalu juga dilengkapi dengan adanya fitur perpetaan untuk menunjukkan arah dengan praktis.

Kemudian fitur navigasi turn by turn directions akan membimbing kamu ke arah yang diinginkan. Menuju jalan lurus. Jalan kebenaran!


4. Nelpon

Google Glass juga dirancang buat menerima dan melakukan panggilan telepon loh. Jadi kamu bisa berkomunikasi ria dengan gebetan tanpa harus sok sibuk nempelin batang smartphone di telinga. Asik kan?

Kalaupun kamu jomblo, nggak apa-apa. Misal teman-teman kamu pada ngobrol sama pasangan via telepon, seenggaknya kamu juga bisa melakukan hal yang sama. Tapi sama operator seluler sih. Ngaku pura-pura ada keluhan.

Kamu: “Halo Mbak?”

Operator: “Iya, ada yang bisa saya bantu?”

Kamu: “Ada Mbak. Bersedia kah Mbak mengisi hati saya yang kosong?”

Operator: tut... tut... tuuut... (mematikan telpon)


5. Peta Interior Untuk Sharing Lokasi

Wuih, pasti enak parah deh kalau kamu punya fitur beginian. Pasalnya peta di Google Glass ini bisa menunjukkan peta dalam ruangan. Juga termasuk arah untuk navigasi.

Jadi, dengan adanya fitur Google Latitude, kamu bisa berbagi lokasi dengan pasangan misal lagi janji ketemuan gitu. Sehingga nggak ada lagi ceritanya bahwa kamu bakal susah menemui seseorang ditempat keramaian keramaian.


6. Perintah Suara

Kalau biasanya kamu selalu kecapean ngetik, dengan adanya mikrofon dalam Google Glass akan lebih santai karena yang dibutuhkan hanya cukup perintah suara saja.

Perintah ini juga bisa kamu lakukan untuk hal lain seperti mengambil lagu di internet, mengambil foto, tapi nggak bisa dipakai buat mengambil dompet di kantong orang sih.


7. Mengambil Foto dan Video

Dengan Google Glass, kamu bisa mengambil foto dan merekam video dengan gampang. Tanpa ngeklik ini dan itu. Nggak perlu geser kesana dan kemari. Hanya perlu teriak aja. “Coy, rekamin dong!”


Dibenci karena:

Google Glass : amongtech

1. Nggak Rapi

Seperti kita tahu, produk-produk Google selalu membantu banyak orang. Tapi ada kelemahan dari beberapa produk Google tersebut. Yakni nggak tertatanya layanan yang mereka miliki. Dan naasnya, ini terlihat juga dalam Google Glass.

Cuma ada satu layar untuk menampilkan semua layanan dan aplikasi di kacamata pintar ini. Nggak ada folder khusus atau kategori apalah yang intinya bisa ngebantu pengguna untuk mengelompokkannya. Kan jadi nggak enak dan nyebar.

Masak foto mantan jadi satu sama foto pacar yang sedang menjalani periode jabatan.


2. Kualitas Suara Rendah

Google Glass ini nggak memakai earphone untuk mentransmisikan suara ke telinga pengguna loh. Karena Google Glass lebih milih untuk ngasih getaran yang nantinya bakal disampaikan ke telinga pemakai. Wah, nggak asik dong!

Padahal di berbagai uji coba ternyata getaran ini nggak bisa menghasilkan luaran suara yang bikin pengguna ngerasa nyaman. Malahan banyak pengguna mengaku kalau suara dari Google Glass lebih terdengar seperti bisik-bisik.

Malah jadi kayak lagu kan: ‘bisik-bisik tetangga’.


3. Nggak Ada Ruang Interaksi

Kacamata pintar dari Google ini bisa dikendalikan lewat dua cara. Pertama: menggunakan tangan. Kedua: menggunakan kaki. Eh maksudnya, yang kedua memakai perintah suara. Lalu yang ketiga, berkumpullah dengan orang-orang soleh.

Dari situ sebenarnya sudah muncul masalah.

Yakni jika fitur kendali suara ini lagi dipakai. Bisa aja kan, pengguna salah ngomong dan nggak sengaja memberi perintah ke Google Glass. Harusnya sih ada semacam konfirmasinya dulu.

Jadi misalnya lagi mau nembak cewek nih. Kan, chatting tinggal ngomong doang dan Google Glass bakalan ngirim. Lah, gimana kasusnya kalau udah terkirim padahal salah orang?

Kan lebih enak kalau ada pertanyaan konfirmasi gini:

“Serius mau di kirim? Kirim nggak nih?”

Lalau kalau mantep, barulah kamu menjawab:

“Iya.”

Dan ketika Google Glass telah mengirimkannya, barulah kamu bilang:

“Eit, tapi bohong!”


Oleh: Ahmad Mufid

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni