Kesalahan yang Kerap Dilakukan Anak Muda Saat Merintis Karier

Dunia pekerjaan adalah dunia nyata yang sebenarnya, yang harus kamu tempuh saat kamu telah selesai menjalankan tugas kamu sebagai seorang murid. Dunia kerja adalah saat-saat dimana kamu mengalami perubahan peran dlam hidupmu.

Tadinya kamu adalah seorang anak kecil yang manja, kini kamu di tuntut oleh subuah tanggung jawab yang besar. Saat itu bisa di bilang adalah saat –saat sulit yang terjadi dalam hidup kamu, dimana kamu harus mulai memikirkan hidupmu sendiri.

Jika kamu bekerja di kota yang jauh dari keluarga, pastilah kamu harus memikirkan biaya hidup, tempat tinggal, makan, bayar listrik dan lain-lain. saat dimana kamu harus membuang jauh egomu demi kelangsungan hidupmu, dan kesuksesanmu berawal dari situ.

Tidak ada bos yang sukses sebelum dia jadi karyawan, kecuali mengelola perusahaan warisan. Menjadi seorang karyawan mungkin bukan menjadi tujuanmu, namun dengan merintis dari bawah, kelak kamu akan tahu bagaimana memperlakukan karyawanmu dengan baik saat telah menjabat seorang bos.

Jadilah seorang pekerja/karyawan yang baik. kamu harus yakin sesuatu yang diawali dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Hindari kesalahan-kesalahan fatal saat kamu baru memulai karirmu.

Mungkin kamu tidak tahu kesalahan-kesalahan apa itu, so...simak saja artikel dibahah ini..tentang kesalahan-kesalahan besar yang sering dilakukan anak muda di awal karirnya.


1. Takut bicara

Image Credit : Pixabay
Sebagai karyawan muda, yang mungkin baru pertama kalinya memasiki dunia pekerjaan, kamu harus aktif memulai segala sesuatu. Jika kamu takut untuk menyuarakan isi hati kamu, kamu hanya akan memperoleh apa yang telah di berikan, meski kadang hal itu bertentangan dengan kemauanmu.

Berusahalah untuk lebih aktif, entah itu bertanya, meminta saran, atau mengkritik hal-hal yang kurang sesuai denganmu. Tidak semua bos perduli pada kenyamanan kerja seorang karyawan. Jika kamu tidak menyuarakan keluhan atau ketidak nyamanan kamu, kamu tidak akan pernah mendapatkan perubahan sesuai dengan keinginanmu.

Kecuali kamu sedang bekerja pada seorang para normal yang mampu membaca isi hati dan fikiran kamu. tentu kamu tidak akan repot-repot menyembunyikan kecanggunganmu untuk menyampaikan keluh kesah dan keinginan kamu.

Semua itu bisa dibicarakan dengan baik. kamu hanya perlu memberanikan diri untuk mengawalinya, sebelum kamu berbicara, pastikan kamu tau tbetul apa tujuan dan keinginanmu berbicara. Awali niatmu dengan kebaikan. jika kamu berbicara dengan tepat dan hormat.

Atasan yang baik akan mendengarkan keluh kesah dan keinginan karyawannya, meskipun tidak semua keinginanmu bisa di wujudkan, tapi itulah sebuah kebijakan. Setiap bos punya kebijakan yang berbeda, bahkan setiap karyawan, kadang juga memperoleh kebijakan yang tidak sama.

Namun setidaknnya dengan kamu bicara, mengungkapkan keinginan dan keluh kesah kamu pada bos kamu sudah mengurangi bebanmu saat itu. Tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu, setelah kamu mendapatkan jawaban.


2. Kendalikan dirimu

Pixabay
Mungkin kamu adalah seorang karyawan kantor yang bekerja pada lingkungan yang “kaku” dan menegangkan, tapi banyak dari kamu mungkin juga bekerja pada sebuah kantor yang memiliki kebijakan yang longgar dan santai. Tidak perduli seberapa santai kantormu, kamu harus pandai mengendalikan diri. Ingat, sesantai apapun, itu adalah kantor tempat kamu bekerja, bukan dirumah.

Jangan bertindak seperti selayaknya kamu dirumah, atau bertingkah seperti sedang menikmati hari libur saat kamu berada di kantor. Bedakan sikap antara di kantor dan dirumah. Kamu masih muda untuk bisa mengubah kebiasaan sikapmu yang suka semaunya sendiri.

Di rumah mungkin kamu bebas melakukan apapun, jika melakukan kesalahan hal yang buruk yang kamu dapatkan mungkin kamu hanya akan dimarahi orang tuamu. namun apabila kamu bertingkah semaunya sendiri di kantormu, kamu bukan hanya akan dimarahi bos kamu, kamu juga akan menjadi bahan gunjingan rekan sekantormu.
Dengan bertingkah semaunya sendiri, justru kamu akan membuat lingkunganmu tidak nyaman, yang itu menimbulkan kamu akan dikucilkan rekan-rekan kantormu, bahkan kamu dapat dipecat.
Tidak hanya dikantor, dimanapun kamu berada kamu perlu menjaga atitude kamu. apa lagi jika kamu berada pada lingkungan yang baru, yang kamu belum mengetahui kondisi lingkunan dan bagaimana watak serta perilaku orang-orang yang berada disitu. Ingin menonjol dengan menunjukan sikap aktif itu tidak salah, asal pas penempatannya dan tidak hyper aktif.


3. Batasi waktu untuk hal-hal tidak berguna

Saat kamu sedang beristirahat disela-sela menyelesaikan pekerjaanmu di kantor, sebaiknya jangan menggunakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna. Sebagian dari kamu mungkin akan bermain game, atau menjelajah di situs jejaring sosial seperti twitter, facebook, YM, dan sebagainya.

Mungkin kamu berfikir tidak akan ada orang yang memperhatikan kamu melakukan hal semacam itu. Namun,  esantai papun kebijakan yang ada dalam kantormu, bosmu tidak akan senang jika melihat hal itu terjadi. Kamu akan di cap menyepelekan pekerjaan dengan melakukan hal tersebut. Apalagi kalau sampai kamu kebablasan, karna berselancar di situs jejaring sosial tidak mungkin memakan waktu yang sedikit. Hal terburuk adalah kamu tidak akan menyelesaikan pekerjaanmu dengan tepat waktu.

Menggunakan waktu untuk hal yang sia-sia saat di kantor, di sela waktu mu bekerja adalaha hal yang patut kamu hindari jika kamu adalah seorang karyawan yang masih baru di tempat kerjamu. Mungkin kamu menganggapnya biasa dan bukan suatu perkara yang patut diributkan, tapi hal itu sebaiknya tidak dilakukan. Kamu bisa melakukan hal lain jika terserang penat di tengah-tengah pekerjaan kamu. kamu bisa bergaul dengan rekan-rekan kerjamu yang lain. shaing tentang pekerjaan yang sedang kamu kerjakan, itu akan jauh lebih bermanfaat dari pada sekedar update stastus, gambar atau video pada situs jejaring sosial.


4. Gunakan pakaian yang pantas.

Saat kamu mulai bekerja sebagai karyawan muda yang masih baru, kamu perlu ingat bahwa pekerjaanmu adalah yang akan kamu geluti hampir setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu, sudah menjadi keharusan untuk melihat sekelilingmu, dan mempelajari sesuatu dari sana, itulah sebuah salah satu cara beradaptasi. Adaptasi itu penting untuk menunjang kelancaranmu saat bekerja.

Selain adaptasi kebiasaan, tingkah lagu, kamu juga perlu untuk mengadaptasikan pakaianmu. Sadari bahwa saat ini kamu adalah seorang pekerja, kamu melakukan pekerjaan itu di kantor. Di kantor mungkin tidak seformal di sekolah yang harus mengenakan seragam yang sama setiap hari, tapi di kantor perlu untuk menggunakan pakaian formal, meskipun bukan seragam.

Tentu kamu dapat menebak kepribadian seseorang dengan hanya melihat menampilan luarnya. Sama halnya dengan jatuh cinta pada pandangan pertama, kamu akan terlihat lebih meyakikan dalam bekerja saat kamu menggunakan pakaian kantor yang tepat.

Jika kamu adalah seorang yang ingin menjadi pusat perhatian, akan lebih baik jika bukan dari apa yang kamu kenakan, tapi peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan, Bukan hanya bos kamu yang akan senang, tapi reka-rekanmu akan melihat berbeda dari kamu. so..cerdaslah saat berpakaian,

Jangan gunakan baju tidur, atau baju santai atau baju bermain saat berada di kantor. Itu tidak akan menimbulkan citra yang baik saat awal kamu masuk kerja.

Jika kamu terbiasa dengan pakaian santai setiap hari, berubahlah secepatnya. Mintalah pendapat dari orang-orang terdekatmu mengenai hal ini. bagaimana cara memadu madankan pakaian dan make up kamu. jika kamu belum banyak memiliki baju kerja, mulailaha dengan menyisihkan beberapa gaju kamu untuk membeli pakaian kerja yang baru. Ingat,,cara kamu berpakaian adalah penunjang pekerjaanmu.


5. Bekerja keras dan dedikasi yang tinggi pada sebuah perusahaan

Itu dua hal yang menjadikan anda pekerja yang profesional. Namun hubungan profesional yang lain terjadi saat kamu sebagai karyawan baru dan muda, memperoleh promosi untuk melakukan proyek besar atau kenaikan jabatan. Sebagian dari kamu mungkin akan langsung merasa minder atau tidak percaya diri.

Saat itu hal yang harus kamu lakukan adalah mengingat dua hala yang akan membuat mu menjadi seorang profesional yang sukses, yaitu kerja keras dan dedikasi. Terapkan kedua hal itu saat kamu mendapatkan promosi melakukan suatu proyek dari bos atau kenaikan jabatan.

Kedua hal itu lebih berguna ketimbang kamu terus memelihara rasa ketidak percaya dirian kamu. kamu tidak akan melakukan dan menghasilkan pekerjaan yang maksimal ketika dalam bekerja ada perasaan ketidak percayaan diri pada dirimu.

Ingat bahwa ketika kamu gagal ada erapa orang yang akan memasang wajah kecewa pada diri kamu, bukan itu saja, jika kamu minder lalu gagal dalam menjalankan tugas, tentu kamu harus menerima konsekuensi atas kesalahan itu. Pertimbangkan banyaknya kerugian yang akan kamu dapat jika kamu memelihara perasaan seperti itu dalam dirimu.


6. Bergosip

Hal yang satu itu mungkin hal yang sulit untuk dihindari bagi kamu pekerja muda wanita. Namun saat kamu telah memasuki dunia kerja, jangan turuti egomu untuk bergosip dengan rekan-rekan kerjamu yang baru.

Karena bergosip cenderung sebiah kebiasaan yang di bawa seseorang, maka jika kamu di ajak untuk bergosip di tengah pekerjaan kamu, tolaklah dengan halus. Kamu bisa menghindar dengan membuat alasan lain. jika tidak kamu akan ikut terbiasa dengan kebiasan buruk tersebut.

Bergosip identik dengan membicarakan keburukan seseorang dengan beberapa orang. Kadang tidak semua yang dibicarakan itu benar. Jika memang demikian, kamu telah termasuk dalam kelompok orang yang menyebarkan fitnah. Kamu akan merugikan dirimu sendiri dan orang lain dengan fitnah tersebut.

Coba bayangkan pada dirimu sendiri, bagaimana rasanya ketika kamu sedang digosipkan oleh suatu kelompok dalam lingkungan pekerjaan kamu ?. itu bukan situasi yang menyenangkan. Jika kamu sudah tau itu, jangan lakukan kepada orang lain.

Banyak hal lain yang merugikan saat kamu dapatkan ketika kamu terjebak dengan kebiasaan bergosip saat jam kerja. Pertama, pekerjaan kamu tidak akan selesai. Jika pekerjaan kamu tidak selesai, dan kamu menunda untuk mengerjakan esok harinya, kamu hanya akan menumpuk pekerjaanmu.

Yang kedua pekerjaan kamu mungkin akan selesai, tapi tidak tepat waktu. Hal ini berbahaya saat kamu di tuntut untuk mengerjakan pekerjaan dengan dateline. Jelas, kamu tidak akan mencapai itu jika kamu sibuk bergosip dengan rekan kerjamu.

Ingat kamu di gaji oleh bosmu untuk melakukan suatu pekerjaan, bukan bergosip.

Sebenarnya bergosip di sela pekerjaan bisa jadi suatu hiburan., tapi alangkah bijaknya jika itu dilakukan setelah jam kantor selesai. Saat kamu sudah tidak ada dateline yang harus dikerjakan, dan kamu tidak ada kegiatan penting yang lain, bergosiplah untuk mengakrapkan diri.


7. Apa yang kamu tunjukan, maka itu yang orang lain simpulkan tentang diri kamu ketika kamu menjadi pekerja baru dalam sebuah perusahaan

Kamu bisa terlihat pekerja paling rajin saat kamu mengambil lembur untuk menyelesaikan pekerjaanmu, dan kamu bisa terlihat pekerja paling malas saat kamu datang terlambat di tempat kerja.

Apapun yang kamu lakukan , mau atau tidak mau, suka atau tidaksuka, akan membentuk opini mereka teradap tingkah laku kamu. waktu yang akan menjaab tentang keakuratan opini tersebut.

Jangan perna menganggap suatu kesalahan yang hanya kamu yang tahu adalah sebuah hal yang sepele. Karena sesuatu yang kamu remehkan akan merusak diri kamu sendiri. Semua itu akan menjadi kebiasaan yang akan sulit kamu hentikan.

Apalagi kamu adalah seorang yang baru di tempat kerjamu. Sebaiknya awali dengan sesuatu yang baik, agar menjadi sebuah kebiasaan yang baik.


8. Terlalu Pede

Mungkin kamu adalah lulusan cumlaude saat jadi mahasiswa, atau menjadi lulusan terbaik saat di bangku SMA, dan semua itu membuat mu merasa di atas angin saat kamu mengambil tawaran sebuah pekerjaan. Percaya diri memang penting, tapi terlalu percaya diri akan menjatuhkan dirimu di awal.

Saat kamu telah memasukin dunia pekerjaan, banyak hal baru yang berbeda. Tantangannya tidak sama saat kamu masih menjadi mahasiswa atau saat kamu masih berada di bangku sekolah. Bahkan kamu bisa menemukan suatu tantangan yang jauh lebih berat di pekerjaan kamu.

Untuk itu jangan merasa di atas angin dulu, saat kamu tidak bisa melihat situasi dan tidak bisa menyelesaikan tantangan baru ddalam pekerjaan kamu, kamu terjatuh dan menjadi pribadi yang sangat putus asa.

Bangga boleh, tapi kamu perlu realistis, bahwa setiap tingkatan hidup punya tantangan yang berbeda, dan biasanya jauh lebih sulit. Ada baiknya kamu menjaga smangat bekerja kamu dari awal hingga akhir, tentu saja harus mengalami peningkatan.


9. Banyak bicara sedikit mendengar

Melanjutkan penjelasan point sebelumnya. Evek dari over confident biasanya kamu akan terlalu banyak bicara dan sedikit mendengarkan.  Hal ini tidak baik saat kamu menjadi pekerja baru di tempat yang baru.

Ketika kamu sedang bekerja dalam tim, mungkuin kamu terlalu bersemangat untuk menunjukan kepintaran dan eksistensimu pada pekerjaanmu, dan kamu terlalu banyak memberikan saran kepada bos atau rekan kerjamu yang lain.

Dengan kamu melakukan hal seperti itu, mereka akan berfikir jika kamu adalah seorang yang terlalu pengatur, bahkan melebihi seorang bos. Kamu bisa membuat bos mu merasa kehilangan wibawa saat kamu melakukan hal tersebut. Ini tidak akan baik untuk kelanjutan karir pekerjaanmu.

Bersikaplah wajar, justru di awal kamu bekerja, justru kamu harus banyak mendengarkan saran dari rekan kerja atau bos kamu. berbicaralah ketika di minta berpendapat. Saat berpendapat kamu juga harus memikirkan apa yang hendak ingin kamu sampaikan. Atur bahasa kamu, karena saat kamu di kantor adalah forum resmi, bukan diskusi belajar kelompok. Pasang gestur yang meyakinkan, dan jangan lupa untuk tersenyum.


10. Jangan mengambil pekerjaan yang sekiranya tidak dapat kamu kerjakan.

Bersikap meyakinkan di awal tanpa melihat situasi dan kondisi dan medan pekerjaan yang di tawarkan itu akan berakhir sangat fatal. Ketika kamu bersikap yakin tanpa punya dasar apapun dalam mengambil suatu proyek yang di tawarkan oleh bos kamu, dan saat kamu tau ternyata pekerjaan itu begitu sulit, akan ada beban tersendiri bagi kamu menyelesaikannya.

Bos kamu akan mengira kamu adalah seorang pekerja yang PHP (Pemberi Harapan Palsu). Kamu tidak boleh menyepelekan hal itu, karena yang kamu beri harapan palsu adalah bosmu, yang memberi kamu gaji dan fasilitas kantor.

Apakah kamu bisa membayangkan jika bosmu merasa kecewa dengan pekerjaan mu ?. tidak semua bos mau menerima perbaikan di pekerjaan berikutnya, bahkan dia bisa memandang kamu sebelah mata dan hasilnya kamu tidak akan di percaya lagi.

11. Ini soal ketegasan

Saat kamu menjadi pemimpin proyek untuk pertama kalinya, bersikaplah layaknya leader yang baik. tanamkan sikap tegas dan jangan ragu untuk mengambil keputusan. Namun sebelum itu, kamu perlu pertimbangkan baik, buruk keputusanmu.

Memang semua pekerjaan punya resiko masing masing. Yang perlu kamu ingat adalah, kamu perlu mengambil keputusan dengan pertimbangan resiko lebih kecil, dan untung lebih banyak. Setelah kamu yakin akan hal itu, mintalah teman-teman satu tim mu untuk berpendapat tentang hal itu. Jangan bersikap otoriter meskipun kamu adalah seorang penanggung jawab proyek.

Segala sesuatu, jika kamu bekerja dalam tim, perlu untuk dibicarakan untuk hasil yang mufakat. Jangan segan membicarakan resiko yang harus di tanggung, berilah pengertian mereka bahwa saat bekerja dalam tim, resiko juga harus di tanggung bersama-sama.

Jangan mudah terpengaruh untuk merubah suatu keputusan dengan dasar tidak enak hati dengan rekan kerja senior dalam tim mu. Kalaupun toh kamu harus merubah keputusan, pikiran kembali dengan matang. Seorang leader harus punya idealis. Meskipun begitu, idealis yang kamu pakai harus masuk akal.

Oleh : Puri

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni