KKN, Menguak Sisi Lain Dari Kehidupan Mahasiswa

KKN! Bagi sebagian mahasiswa, mungkin nggak akan asing dengan istilah ini. Ya… meski nggak semua kampus juga sih punya program KKN untuk mahasiswanya. Nah, pada ulasan kali ini, Nilni.com akan berbagi sedikit mengenai seluk beluk KKN atau Kuliah Kerja Nyata. Mau tau? Yuk kita simak sama-sama.

Apa sih KKN Itu?


Pada dasarnya, KKN ini adalah program kampus yang bertujuan untuk mewadahi mahasiswa dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. FYI aja nih, bahwa kegiatan KKN ini udah ada sejak tahun 1971, loh! Sebelum dinamakan KKN, kegiatan tersebut dinamakan dengan “Pengabdian mahasiswa kepada masyarakat”. Tiga universitas pertama yang merintis kegiatan KKN ini adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin di Makassar, dan Universitas Andalas yang ada di Padang.

Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata kegiatan pengabdian dari mahasiswa ini didukung oleh pemerintah serta Presiden Republik Indonesia. Hingga akhirnya, pada tahun 1973, pemerintah yang menangani pendidikan perguruan tinggi pun menganjurkan mahasiswa untuk bekerja secara aktif dan nyata di pedesaan dalam jangka waktu tertentu, dengan membantu masyarakat pedesaan dalam memecahkan persoalan pembangunan sebagai bagian dari kurikulumnya yang disebut dengan Kuliah Kerja Nyata.

Proses berjalannya KKN

Dalam pelaksanaan KKN, sebenernya tergantung dari kebijakan kampus kamu sih, tentang gimana nantinya kampus kamu mengatur KKN yang berjalan. Mulai dari lokasi KKN, penempatan di desa mana, siapa aja timnya, bahkan berapa banyak ‘sangu’ nya yang udah dialokasikan dari kampus. Iya, KKN juga dapet suntikan dana. Kalau universitas negeri, udah pasti suntikan dananya dari negara. Ya, meskipun cuma bisa nutup separuh pengeluaran aja sih.

Ada kampus yang membebaskan mahasiswanya memilih tim sendiri, ada yang sengaja diacak dan satu tim itu memang benar-benar nggak saling kenal, ada juga yang bareng-bareng sama kawan satu jurusan atau satu fakultas. Tapi yakin deh, lebih berbeda dan lebih beragam, tantangannya pun akan semakin seru. Kebayang dong gimana asiknya kita bisa mengabdi ke masyarakat dengan tinggal satu atap bareng temen baru, yang tadinya nggak kenal itu siapa, kemudian jadi sahabat yang asiknya nggak ada abisnya.

Biasanya sih, kalau KKN kamu dan timmu akan ditempatkan di suatu desa, entah terpencil atau enggak, itu semua sesuai dengan target kampus yang gak bisa kamu pilih sendiri. Penempatan dimana akan melaksanakan KKN sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan benar-benar jadi rahasia lembaga kampus sebelum pengumuman.
Tapi yang namanya KKN, ya nggak boleh protes atau takut tentang bagaimanapun kondisi desanya. Yang penting kita aktif dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Biasanya sih, jangka waktu KKN itu antara 1 sampai 2 bulan. Yap, selama dua bulan itu, kamu harus bener-bener ngejalin kekompakkan dengan tim. Selama itu juga, kamu tinggal dalam satu atap yang nantinya akan jadi posko KKN. Posko KKN biasanya bisa di rumah kepala desa, rumah kepala dusun, ketua RT, ketua RW, atau rumah warga, bahkan nempatin rumah kosong punya warga yang memang nggak terpakai.

Dimana kamu tinggal selama KKN, tergantung kesepakatan dan keputusan dari kepala dusunnya. Kalo kamu tinggalnya ikut salah satu keluarga dari warga desa, atau ikut keluarga kepala dusunnya, bersiaplah, kamu harus lebih rajin dari biasanya. Hal itu dikarenakan kerajinan, kerapihan dan kebersihan juga jadi bobot penilaian di KKN nanti. Bangun harus pagi, kamar harus bersih. Pokoknya dipantau terus, lah!

Yang berwenang untuk memberi nilai semasa KKN itu biasanya ada empat pihak.

Pertama
Kepala dusun, selaku yang paling berwenang karena setiap hari kepala dusun pasti memantau kerja kita di lapangan, kemudian mengkroscek gimana jalannya program kita untuk masyarakat.


Kedua 
Dosen pembimbing lapangan. Ya, dosen pembimbing tentu juga akan terus memantau kita meskipun dia gak akan setiap hari dateng ke lokasi KKN, kecuali KKN cuma di perkampungan belakang kampus.


Ketiga

Yaitu masyarakat setempat. Warga desa dimana tempat kamu melaksanakan KKN juga punya hak untuk menilai. Kepuasan mereka terhadap program yang kamu laksanakan untuk mereka merupakan indikator utama gimana menilai kamu nantinya. Nah, yang keempat, dari pihak lembaga kampus yang berwenang menangani KKN. Biasanya sih, dari pihak ini cuma nongol pas ujian KKN aja.
Tapi jangan lupa juga, kalau kamu punya tanggung jawab yang besar dari kegiatan KKN yang sedang dihadapi. Tanggung jawab itu berupa program kerja apa aja yang bakal kamu serahkan ke masyarakat dalam rangka membangun masyarakat menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Terapkan ilmumu?

kuliah kerja nyata: wikimedia

Pastinya, program kerja yang dilakukan ini harus sesuai dengan jurusan ataupun dasar dari ilmu yang sedang dipelajari. Misalnya kamu jurusan pendidikan, program kerjanya ya pasti nggak jauh dari dunia pendidikan seperti ngajar les atau bimbingan belajar, bimbingan konseling dan lain sebagainya. Misalnya kamu anak jurusan ekonomi, program kerjanya ya yang berhubungan dengan perekonomian masyarakat, ilmu yang dimiliki bisa diterapkan dengan membangun perekonomian menjadi lebih maju melalui program yang telah direncanakan, lewat program koperasi, pinjaman tabungan, simpan pinjam, arisan. Mudahkan?

Meski terdengar mudah dan sederhana, tapi bukan berarti juga kehidupan kamu yang ‘baru’ di lokasi KKN akan berjalan tanpa kendala. Kamu akan nemuin berbagai macam konflik, baik internal atau dari dirimu sendiri, maupun eksternal, baik dengan tim, dengan tetangga, dengan dosen pembimbing, hingga masyarakat desa. Yaa... semua orang pasti berharap semua dapat berjalan dengan lancar

Intinya, dengan KKN itu kamu bisa menerapkan lmu yang kamu pelajari di kampus selama ini di masyarakat luas, dengan tujuan untuk membawa masyarakat tersebut menuju ke kehidupan yang lebih sejahtera. Yang jelas, semua pengabdian nggak akan bisa berjalan dengan baik tanpa etika dan moral yang dijunjung tinggi oleh masing-masing pribadi mahasiswa.
Ya, disitulah fungsi mahasiswa yang dituntut untuk mengarahkan perubahan bangsa. Bahwa kemajuan tanah air dan bangsa ada di tangan mahasiswa, para generasi muda.
Jadi, udah siap jalanin KKN? Kuliah Kerja Nyata sih, bukan Kisah Kasih Nyata.

Oleh: Intantya Putri

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni