Langkah Membuat Cerita Konyol

Kamu pasti pernah membaca buku-buku konyol yang bisa membuatmu tertawa bukan? Sampai orang-orang di sekitarmu melihatmu terheran-heran karena tingkahmu yang tertawa dengan buku. Pernahkah terlintas di pikiranmu bahwa kamu juga ingin membuat buku semacam itu? Buku yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak karena cerita kita yang tertuang di buku tersebut.

Atau ketika kamu sedang mengobrol dengan orang lain, kamu ingin membuat cerita konyol yang lucu yang bisa memecahkan suasana agar tidak terlalu tegang. Mungkin kamu kehabisan ide untuk dijadikan bahan celotehan yang lucu. Beberapa tips di bawah ini mungkin dapat sedikit membantumu dalam membuat cerita konyolmu.
laugh: pixabay
1. Catat peristiwa-peristiwa lucu yang pernah kamu alami

Beberapa menit yang lalu mungkin kamu telah menghadapi peristiwa konyol yang setelah dipikir-pikir sendiri dapat membuatmu tertawa bukan? Seperti terpleset kulit pisang, atau terjatuh karena kamu mengendarai sepeda adikmu. Atau ketika terlintas cerita komedi, kamu bisa menuangkannya ke dalam sebuah catatan.

Sehingga kamu tidak akan melupakan peristiwa tersebut. Ketika membuka kembali buku tersebut, kamu akan merasakan bahwa pernah mengalaminya lagi. Buatlah seolah-olah itu adalah peristiwa terkonyol yang pernah kamu alami.

Atau ketika kamu sedang berbincang-bincang dengan temanmu, dan kalian membicarakan hal yang bisa membuat kalian tertawa, catat! 
Jangan bosan-bosan dengan mencatat hal-hal sepele yang bisa membuat perutmu geli.


2. Pilih keadaan di mana hal-hal konyol bisa terjadi

Ketika menonton televisi, atau berbelanja ke supermarket, kamu sering menemui hal-hal konyol yang terjadi bukan? Banyak di sekitar kita yang bisa membuat kita geli dibuatnya. Tapi di sini, kamu harus pintar-pintar mengatur ceritanya agar tidak terkesan membosankan. 
Dengan pengaturan cerita yang pas, dapat membantumu menemukan jalan cerita yang kamu inginkan.
writing: pixabay
3. Mengatur rincian dan peristiwa ke dalam ceritamu

Sehingga orang lain akan melihat bahwa ini adalah sesuatu yang lucu. Misalkan, kamu akan menuliskan cerita tentang pertengkaran suami istri yang sudah berhari-hari tidak saling tegur sapa. Kamu bisa dengan mencoba menceritakan seperti berikut: “Sudah dua hari Edwin marahan sama istrinya. Kalau sudah marahan begini, biasanya mereka tidak saling tegur, apalagi saling bicara. 

Memasuki hari kelima marahan, Edwin tetap enggan bicara, apalagi istrinya tetap ogah ngomong. Tapi celakanya besok pagi Edwin ada janji penting. Artinya, besok dia harus bangun pagi. Padahal Edwin paling sulit bangun pagi. Karena mereka masih marahan, sedangkan besok harus bangun pagi, maka dia cari akal bagaimana caranya supaya istrinya mau membangunkannya, tapi tanpa harus berbicara dengan istrinya. 

Edwin mengambil secarik kertas dan ditulisnya pesan untuk istrinya, "Besok pagi saya ada rapat, tolong bangunin jam 6!". Diletakkannya kertas itu di atas meja rias istrinya, kemudian dia langsung tidur. Ketika keesokan paginya ia bangun, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Alangkah murkanya Edwin, karena ia tidak dibangunkan istrinya. Masih dalam keadaan kecewa dan emosi, ia menghampiri meja rias istrinya. Di situ ia menemukan secarik kertas yang sudah ditulis istrinya, "Bangun ... bangun, sudah jam 6 pagi!!"

4. Jangan buat semuanya lucu 

Jangan terlalu memekasa diri untuk membuat cerita yang terus-terusan dapat membuat orang tertawa. Akan membosankan bila dari awal sampai akhir kamu buat geli perut mereka. Bukannya tertawa, mereka malah akan diam karena sudah bosan tertawa. 

Buatlah variasi cerita sehingga tidak terkesan monoton. Kamu bisa menyelipkan cerita romantis di cerita konyolmu itu. Untuk sekedar selingan saja agar mereka beristirahat sejenak sebelum mereka dibuat geli kembali.

creative: pixabay
5. Coba sesuatu yang baru untuk ceritamu

Kamu mungkin tidak selalu ingin menulis topik yang sama. Ketika kamu ingin menulis tentang tupai misalnya, kemudian kamu menemukan bahwa semua tulisanmu mengenai tupai, tentunya akan membuat cerita menjadi bosan. 

Kamu bisa menceritakan hewan lain atau bahkan membuat hewan sendiri. Kamu bisa menceritakan berbagai hal yang lucu dengan objek yang berbeda agar tidak menjadi sebuah tulisan yang dominan dengan satu objek saja.
Jangan terlalu terpaku dengan satu objek
6. Cobalah untuk menjaga tata bahasa dan ejaan hingga mendekati sempurna

Kecuali bila kamu memiliki bahasa baru untuk sebutan jenis hewan barumu ataupun kata-kata yang mudah dihafal oleh orang lain. Bahasa-bahasa yang non formal akan memudahkan menyampaikan pesan lelucon yang sedang kamu coba untuk diterapkan. Bahasa sehari-hari akan lebih mudah diterima bila cerita tersebut memang memiliki unsur komedi. 

Jangan terlalu terpaku dengan EYD (ejaan yang disempurnakan). Ini bukan lomba karya tulis ilmiah, ini adalah tentang kamu yang ingin membuat cerita leluconmu.Ketika kamu mencoba membuat lelucon dan tidak ada yang tertawa, mungkin kamu kurang belajar dari peristiwa-peristiwa konyol yang sudah kamu alami. 

Kamu hanya perlu mengasah kemampuanmu dengan menanyakan pendapat teman-temanmu mengenai cerita yang telah kamu buat. Kamu juga bisa perbanyak membaca buku komedi yang sudah menjamur saat ini. Atau, kamu juga bisa menonton acara televisi komedi yang sudah tayang di berbagai stasiun televisi.

Oleh: Devita Putri Mardyanti  

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni