Langkah Menjadi Travel Writer

Mengelilingi dunia terdengar sangat menyenangkan bukan? Mungkin kamu pernah merasakan betapa indahnya dunia ini diciptakan. Atau kamu pernah menemukan tempat rahasia yang tidak semua orang tahu tentang tempat itu? Menyenangkan bukan? Jika berminat, kamu bisa menuliskannya dalam sebuah buku harian.

Kamu bisa menuliskannya secara deskriptif agar orang lain juga bisa menikmati keindahan alam tersebut. Sudah banyak penulis wisata yang mendunia karena kisah perjalanannya mengelilingi dunia. Seperti Trinity contohnya, penulis buku “The Naked Traveler”. Dia menjadi terkenal karena tulisannya yang lucu dan ringan mengenai tempat-tempat yang dikunjunginya. Ketika orang lain membaca tulisannya, mereka akan merasa bahwa mereka berada pada tempat tersebut.

Menyenangkan bukan? Bila kamu memiliki bakat menulis dan suka berwisata, maka inilah jalanmu untuk menjadi seorang penulis travel. Ada beberapa langkah yang perlu kamu perhatikan dalam menulis sebuah tulisan wisata. Bukan hanya stamina fisik dan juga foto yang bagus yang kamu butuhkan, tetapi beberapa langkah berikut akan membantumu menjadi seorang penulis wisata yang handal.

travelling: pixabay
1. Perkuat ketrampilan menulismu

Penulis travel datang dari berbagai latar belakang. Tidak peduli kamu lulusan S1 atau masih SMA, selama bisa menulis, kenapa tidak mencoba? Kamu bisa mengasah kemampuan menulismu dengan sering membaca buku dari penulis-penulis professional.

Atau ketika ada workshop menulis, kamu bisa menghadirinya dan menanyakan tips-tips ampuh untuk memperbaiki tulisanmu. Kamu juga bisa meminta pendapat temanmu mengenai tulisanmu. Mereka tidak akan merasa bosan jika tulisanmu memang benar-benar menarik. Malahan, mereka akan memintamu untuk membuat tulisan lagi mengenai tempat wisata yang akan dikunjungi.


2. Jelajahi bakatmu untuk menulis wisata

Kamu bisa mengunjungi tempat-tempat yang orang lain belum tahu tentang tempat tersebut. Bisa dikatakan sebagai surga yang tersembunyi. Kamu bisa menuliskannya dalam sebuah buku kecil, ceritakan secara rinci tentang tempat tersebut. Bila perlu, ceritakan akses perjalanan untuk menuju tempat tersebut.

Kamu juga bisa menceritakan hal-hal konyol yang dijumpai ketika berada pada tempat tersebut. Kamu juga harus mengabadikan tempat tersebut dengan foto atau video agar bisa mengingat kembali betapa indahnya tempat tersebut dan layak untuk diceritakan kepada orang lain.


3. Nilai kualitas pengalamanmu

Tanyakan kepada dirimu, apakah kamu menikmati setiap langkah perjalanan wisatamu. Atau merasa sangat berat ketika akan bepergian keluar kota untuk mengunjungi tempat-tempat terpencil yang bahkan kamu sendiri tidak tahu dimana tempat tersebut. Ketahui dalam dirimu seberapa handal dalam menjelajahi wisata ini.

Sebaiknya pikir ulang jika kamu mudah mabuk darat dan laut. Ketahui batasan-batasan yang ada pada dirimu. Seorang penulis wisata harus memiliki fisik dan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai masalah dalam perjalanannya. Bila sudah memiliki fisik yang kuat, tetapi tidak tahu tempat mana yang harus dikunjungi, mintalah referansi dari temanmu.

Kamu bisa menanyakan tentang tempat wisata yang berada di dekat rumah mereka dimana wisata tersebut masih jarang dikunjungi. Ingat-ingat kembali kenangan buruk apa yang sering kamu alami ketika kamu mengunjungi sebuah tempat wisata. Takut ketinggian atau takut dengan binatang akan menjadi hambatan bagimu untuk menjadi seorang penulis wisata.

4. Tulis secara rinci perjalanan wisatamu

Banyak tempat wisata yang terdapat di tengah-tengah pemukiman warga. Kamu bisa mengajak mereka mengobrol tentang tempat wisata tersebut. Atau ketika akan menuju tempat wisata tersebut, kendala apa saja yang kamu alami. Kamu bisa menuliskannya secara rinci ke dalam buku ceritamu.

Berikan pula apa motivasimu untuk mengunjungi tempat wisata tersebut. Bila perlu, hasut orang lain agar mau mengunjungi tempat wisata tersebut. Buatlah kata-kata yang menarik yang mampu membuat orang ingin mengunjunginya. Hal-hal kecil yang kamu dapatkan bisa menjadi bahan tulisanmu.

Katakanlah sedang berada di dalam goa, kamu mencium aroma busuk yang timbul karena kotoran kelelawar. Maka hal itu wajib dicantumkan dalam ceritamu. Kamu memang harus benar-benar teliti dalam menceritakan perjalanan ini.
Jangan pernah melewatkan satu langkahpun dalam menjelajahi wisata yang tersembunyi.

5. Bagi tulisanmu dengan orang lain
blog: pixabay
Setelah selesai melakukan perjalanan wisata ke suatu tempat, kamu bisa segera menuliskannya ke dalam sebuah buku catatan. Atau apabila kamu adalah seorang blogger, ide ceritamu dapat dituangkan ke dalam blog sehingga orang lain bisa menikmati kisahmu. Tanyakan kepada teman atau keluargamu mengenai tulisanmu. Apakah mereka menyukai tulisanmu atau malah menjadi merasa enggan untuk mengunjungi tempat tersebut.

Bila perlu, hubungi seorang penulis perjalanan yang handal untuk menilai artikelmu. Apakah layak untuk dipublikasikan dan berhasil membuat orang merasa sedang berlibur di tempat yang sedang kamu ceritakan tersebut. Bila dirasa tulisanmu sudah bagus, kamu bisa mengirimkannya ke sebuah redaksi yang menerbitkan tentang pengalaman perjalanan wisata-wisata terpencil.

Dari sini, kamu akan mendapatkan uang jajan tambahanmu sendiri. Kritik dan saran dari teman-teman terdekat sangatlah membantu dalam penulisan artikelmu. Dengarkan apa yang mereka rasakan terhadap tulisanmu. Jangan sungkan untuk merubah gaya tulisanmu jika dirasa perlu.


6. Persiapkan diri untuk pasang surutnya dunia menulis

Dalam dunia menulis terkadang ada masa tenar, tetapi ada pula disaat kita terpuruk karena sepinya peminat. Kamu harus tahu bahwa tidak semua orang suka dengan membaca. Ada kalanya mereka hanya ikut-ikutan teman mereka membaca buku yang sedang booming. Menulis membutuhkan kesabaran ekstra untuk melihat apa yang diinginkan pasar.

Jangan kaget ketika tulisanmu tidak laris dan hanya menjadi pajangan di toko buku. Bagi seorang penulis, butuh cara jitu untuk memasarkan tulisannya agar berada diperingkat atas dalam jumlah peminat pembaca terbanyak. Seorang penulis juga membutuhkan mental yang kuat agar tidak mudah goyah dalam menulis perjalanan wisata.
Jangan merubah arusmu. Bila dari awal kamu sudah meyakini bahwa menulis perjalanan wisata adalah bagian dari hidupmu, maka kamu harus mampu menerima bahwa dunia tulis menulis ada seperti roda berputar. Terkadang di atas, terkadang di bawah. Hanya tinggal bagaimana kamu membuat tulisanmu menjadi selalu di atas.

Bila kamu adalah seorang traveler dan suka menulis, kedua hal tersebut dapat disatukan dan menjadi sesuatu yang sangat menarik. Tinggal kamu ikuti langkah-langkah yang sudah disebutkan di atas dan miliki sedikit kemampuan menulis perjalanan wisata. Kamu hanya perlu berlatih dan selalu mengasah kemampuanmu. Bila ada rencana berwisata akhir pekan ini, kamu bisa memulai menuliskannya juga. Cobalah mulai dari sekarang dan kamu akan menemukan passionmu.

Oleh: Devinta Putri Madyanti

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni