Tanda-Tanda Saatnya Untuk Mengakhiri Sebuah Hubungan

Hubungan yang penting untuk kamu jaga adalah hubungan keluarga, teman, kerabat dan pasangan. Namun dalam membina hubungan tersebut, mungkin hubungan asmara yang paling sering bermasalah dalam kehidupanmu, dimana kamu lebih sering bertengkar dari pada tersenyum, lebih sering menangis dari pada tertawa, sering berdebat hal-hal sepele dan kemudian menyakiti diri sendiri. Mengapa itu terjadi ?

Mengakhiri sebuah hubungan dengan pasangan mungkin menjadi hal yang sangat berat untuk kamu. Banyak pertimbangan-pertimbangan yang membuatmu enggak untuk putus. Bisa jadi karena usia yang sudah terlalu tua, atau masa hubungan yang sudah terlalu lama, banyak kenangan yang sudah kamu jalin bersama pasangan.

Kamu merasa sudah pernah mengalami momen suka, duka, ceria, bahkan sangat terpuruk sekalipun dalam kehidupanmu. Kamu juga mungkin mempertimbangkan siapa lagi yang mau membina hubungan serius selain pasanganmu.

Padahal kamu tahu lebih banyak hal buruk dari pada kebaikan yang menimpamu selama ini, bahkan yang lebih parah lagi tidak berani mengakhiri hubungan burukmu karena sudah terlalu nyaman dengan hal itu hingga merasa malas untuk mencari yang lebih baik. Itu konyol!!!!.


Berikut ini adalah tanda-tanda hubungan kamu mulai memburuk. Kenali gejalanya jika kamu merasa tertekan, atau terjebak dalam pola hubungan yang tidak sehat, jangan ragu untuk mengakhirinya.

Tidak saling percaya satu sama lain

Point pertama tanda hubungan kamu harus segera diakhiri adalah ketika sudah tidak saling percaya terhadap pasangan. Kepercayaan adalah salah satu bagian terpenting dalam hubungan apapun.
Ketika suatu hari pasanganmu melanggar komitmen dengan berbohong, dan kamu berusaha memaafkan dan mencoba percaya lagi, mungkin kepercayaanmu tidak akan semaksimal dulu ketika semuanya masih baik-baik saja.
Kepercayaan itu seperti kertas, ketika kamu berbohong itu sama saja dengan meremas kertas sekencang-kencangnya. Seberapa pun usahamu membuatnya kembali menjadi tidak kusut seperti sedia kala, itu hal yang mustahil. Sekali pun menyetrikanya setiap hari, hal itu akan menjadi sia-sia.
Perumpamaan yang lain adalah piring. Cobalah kamu mengambil piring dari rak, banting sekencang-kencangnya sampai piring itu pecah. Lalu ucapkan maaf. Apakah piring itu bisa kembali utuh seperti semula? Kata maaf tidak akan cukup dan mampu memperbaiki kepercayaan yang pernah terkhianati.

Jika kamu bertemu dengan pasangan saat usia dewasa, dan diawal hubungan dia sudah mulai berani berbohong, maka jangan lanjutkan. Seseorang yang sudah dewasa tidak lagi akan bersikap jaim. Dia telah melewati masa itu dan setiap yang dia perbuat adalah karakter yang sebenarnya.

Apakah kamu sanggup punya hubungan dengan penuh kebohongan ? Ketika kepercayaan itu mulai hilang secara perlahan, dan membuat kamu serta pasangan tidak lagi saling menjaga atau bahkan sudah tidak saling percaya satu sama lain, artinya hubungan kalian sudah mulai memburuk. Jangan ragu untuk mengakhirinya.


Perbedaan pemahaman yang tidak terselesaikan

Point yang kedua yang tidak kalah penting dari rasa saling percaya adalah saling menghormati perbedaan pemahaman pasangan satu sama lain. Setiap orang punya pemahaman dan cara pandang berbeda terhadap suatu  permasalahan.

Yang harus diingat, kamu tidak perlu memaksakan kehendakmu kepada orang lain, karena dalam suatu hubungan yang dibutuhkan bukan persetujuan atas pemahaman pasanganmu, tapi saling menghargai pemahaman satu sama lain.

Kamu dan pasangan kamu adalah manusia yang bebas. Bebas berpendapat, bebas untuk menilai apapun sesuai hati nurani. Jadi jangan paksakan pendapatmu untuk diterima oleh pasangan, itu artinya kamu telah mengekang, tidak membiarkannya bebas, dan mengurung pikiran manusia untuk berkembang.

Jika itu terjadi dalam waktu yang lama, bisa jadi kamu akan berubah menjadi manusia yang pasif dan tidak punya inisiatif. Memang tidak semua pemahaman itu benar. karena kebenaran itu sendiri tidak bersifat mutlak. Kebenaran itu relatif, sesuai pemikiran masing-masing orang.

Jika merasa tidak sependapat dengan pasangan kamu tentang suatu hal, bicarakan baik-baik. Ungkapkan alasan kuat kamu mengapa kamu tidak satu pemikiran dengan pasangan kamu. Pasangan yang baik akan mengerti hal itu.

Namun dalam permasalahan yang berbeda, ketika kamu menyadari pemahaman itu salah dan fatal serta dapat menyebabkan kerugian untukmu, pasangan dan hubunganmu, tetapi bicarakan itu semua dengan pasangan. Bila dia tetap dengan pendiriannya. Jangan ragu untuk meninggalkanya. Lanjutkan hidupmu, dan cari pasangan yang lebih baik


Tidak ada rencana


Pikirkan kembali ketika hubungan kamu dengan pasangan tidak kunjung ada titik temu ke arah yang lebih serius. Hubungan memang membuka jalan untuk lebih serius. Hal itu juga bisa diartikan sebagai jalan untuk kamu lebih mengenal dekat siapa pasanganmu, bagaimana dia, dan saat itu adalah masa-masa meyakinkan hatimu kepada seseorang yang kamu pilih. Namun bukan berarti menghabiskan waktu yang lama tanpa adanya rencana.
Tujuan akhir suatu hubungan biasanya adalah pernikahan. Dan kamu tidak akan bisa melangsungkan pernikahan tanpa rencana, tanpa pembicaraan, tanpa diskusi dengan pasangan.
Khususnya bagi para perempuan. Cerdaslah, pikirkan bahwa kamu tidak punya masa penantian yang lama seperti laki-laki. Kamu punya batas usia reproduksi lebih pendek dari pada laki-laki. Kamu bertaruh nyawa jika bereproduksi saat sudah melewati batas usia normal keselamatan melahirkan.
Jangan sia-siakan waktumu untuk menunggu perencanaan yang tidak jelas.
Bila telah menjalin hubungan dengan pasangan dalam jangka waktu yang lama, dan tidak pernah ada rencana, pembicaraan atau diskusi yang jelas mengenai tujuan akhir hubunganmu. lebih baik akhiri hubunganmu segera...!!!


Kamu tidak lagi merasa bahagia

Pikirkan hal ini, bukankah ketika kamu menjalin hubungan dengan pasangan, yang diharapkan adalah kebahagiaan. Kamu harus tahu jika kebahagiaan itu dibangun bersama, bukan ditunggu kedatangannya. Namun jika segala cara telah dilakukan untuk membahagiakan pasangan, dan sepertinya dia tidak merasakan hal itu.Pikirkan kembali nasib hubunganmu.

Cinta adalah tumbuh bersama-sama. Cinta adalah ketika saling memperjuangkan. Dan cinta adalah membahagiakan satu sama lain, jika kamu merasa tumbuh sendirian, berjuang sendirian, dan membahagiakan tanpa mendapatkan kebahagiaan, akhiri hubunganmu untuk kelanjutan hidup yang lebih baik.


Membayangkan hubungan dengan orang lain

Memang benar semua orang di dunia ini pernah berfantasi, bermimpi akan suatu hal, berimajinasi sangat tinggi. Jika fikiran itu masih positif, jelas tidak masalah. Namun akan menjadi negatif ketika berfantasi, dan berimajinasi, membayangkan hubungan dengan orang lain.

Hal itu akan berpengaruh buruk dalam hubunganmu. Hal buruk itu terjadi ketika kamu mencoba mengaplikasikan imajinasimu tentang hubungan dengan orang lain kepada pasanganmu.
Sadarilah jika semua itu tidak cocok. Tidak semua yang kamu pikirkan dengan orang lain itu sesuai untuk pasanganmu.
Jadi jangan memaksakan kehendak, atau semua akan berakhir buruk.

 Kekerasan


Pasangan yang sudah menikah saja boleh bercerai karena salah satu pihak sering mendapatkan kekerasan. Apa lagi bagi yang belum menikah atau masih sedang dalam masa penjajakan satu sama lain. Kekerasan adalah alasan yang mutlak dan kuat untuk kamu segera memutuskan hubungan dengan pasanganmu.

Kekerasan bukan hanya fisik seperti pukulan, tamparan, atau tendangan. Tapi juga kekerasan batin yang terjadi ketika pasangan menghina, melecehkan, atau merendahkan martabatmu. Kekerasan fisik mungkin bisa sembuh dalam beberapa minggu, tapi jika hatimu sudah terluka dengan kata-kata yang keji, kamu akan sulit menyembuhkannya.
Manusia bukan benda tak bernyawa yang tidak bisa merasakan sakit pada hati dan fisiknya.
Ketika kamu bertemu dan menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah dewasa, dan kamu mengalami kekerasan fisik atau batin, pikirkan lagi hubunganmu.Seseorang yang telah dewasa telah menemukan karakter aslinya. Jadi ketika orang tersebut tega melakukan kekerasan padamu, itulah sifat aslinya, dan itu akan sangat sulit untuk diperbaiki.

Apakah kamu sekuat super hero untuk menerima kekerasan yang menyakitkan? Jika kamu tetap mantap melanjutkan hubungan yang lebih serius dengan orang yang telah berlaku keji padamu, apakah kamu tidak takut hal demikian terjadi kepada anakmu kelak?

Ingatlah pepatah, buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Artinya pasangan yang keji akan menghasilkan keturunan yang sama, bahkan lebih keji lagi. Carilah pasangan yang baik untuk keturunan yang baik.


Kamu tidak bisa melihat masa depan dengan pasangan

Bila kamu berjuang untuk memantaskan diri menjadi pendamping pasangan kamu itu adalah hal yang luar biasa. Ada keinginan untuk tumbuh melebihi dirimu yang sebelumnya. Kamu mungkin mengharapkan masa depan yang cerah bersama pasanganmu saat melakukan hal tersebut.

Itu adalah tindakan atas rencana yang baik. Namun ketika melakukan perubahan itu sendirian, kamu merencanakan masa depan itu juga sendirian, dan keinginan untuk tumbuh itu tidak diimbangi dengan pasangan, adalah hal yang sia-sia.
Kamu telah memantaskan diri untuk orang yang tidak pantas bagimu. Kamu tidak akan melihat masa depan dengan pasanganmu. 

Kamu tidak bersemangat untuk menjalin hubungan yang serius dengan pasangan kamu

Ketika kamu menjadi tidak bersemangat untuk menjalani hubungan dengan pasangan, mungkin hubungan kalian sedang diuji dengan permasalahan yang cukup berat. Hal itu mungkin membuat pikiranmu tertekan. Apalagi jika permasalahannya sudah sangat rumit dan kemungkinan kecil untuk dapat terpecahkan.

Bebaskan dirimu sejenak dengan mengakhiri hubunganmu. Hal itu mungkin dapat membebaskan dirimu dari tingkatan stres yang tinggi. Namun sebelum memutuskan hubungan dan kemudian menyesal, sebaiknya ambil langkah dengan menjaga jarak dahulu.

Pikirkan masalah apa yang membuat kamu tidak bersemangat menjalani hubungan dengan pasangan. Kebosanan adalah hal yang pasti terjadi saat setelah cukup lama berhubungan dengan pasangan. Bukan hanya pasangan, tapi juga pekerjaan dan rutinitas.

Hal itu wajar terjadi. Namun ketika tidak bersemangat karena terlibat pertengkaran dengan masalah yang sama dan berulang-ulang dengan pasangan, mungkin kamu memang benar-benar harus memutuskan hubungan.


Kamu menyadari bahwa pasangan kamu seperti orang asing

Apa jadinya jika kamu menjadi orang asing dalam sebuah hubungan yang dijalani dengan pasangan?Tidak diprioritaskan atau bahkan hubungannya denganmu hanya sebatas ikatan status.Kalian tidak pernah berdiskusi, tidak pernah mendengar nasehat satu sama lain, atau yang lebih parah tidak pernah bertemu. Jika hal tersebut terjadi padamu, mungkin kamu benar-benar seperti orang asing.

Atau sebaliknya, sebagai pasangan, kamu tidak pernah berkontibusi apapun untuknya, bahkan untuk sekedar semangat, senyum, atau sapaan setiap pagi. Kamu akan menyadari bahwa pasanganmu telah menjadi orang asing.

Permasalahan tersebut akan menjadi sangat terasa dalam hubungan kamu, jika terdapat seorang pembanding. Misalnya, teman kantormu lebih perhatian dalam hal mengingatkan makan setiap hari, dari pada pasanganmu, atau seseorang yang bahkan bukan teman ternyata lebih peduli tentang jam tidurmu daripada pasangan, yang maunya di telepon malam-malam sampai pagi. Sangat terasa perbedaanya bukan ?

Atau contoh lain, kamu sudah berusaha memberikan perhatian, sebagai tanda eksistensimu sebagai pasangan yang menyayanginya. Tapi ketika bukan menjadi prioritasnya lagi, hal semacam itu tidak akan terlihat. Perhatianmu akan tertutup oleh seseorang yang lain yang menjadi prioritasnya. Itu sangat menyakitkan !!!

Pikirkan kembali kelanjutan hubungan kamu ketika kamu merasa menjadi orang asing dalam hubungan kamu sendiri, atau pasangan kamu telah menjadi orang asing bagimu.


Sinetron

Kamu akan sangat lelah jika menjalani hubungan seperti sinetron. Terlalu banyak drama hanya akan membuatmu semakin pusing dan tertekan. Jika hubungan mulai menunjukan gejala seperti sebuah sinetron. Sadarlah dan bangkit.

Kita hidup dalam realita kehidupan nyata bukan sebuah dongeng, sinetron, atau drama. Jika memanggil pacar  dengan sebutan ayah atau bunda, mungkin kamu sedang memainkan khayalan
sinetron tentang kehidupan berumah tangga.

Bersikap layaknya sepasang orang tua, dan memainkan secara lengkap segala permasalahannya. Padahal itu belum menjadi porsimu. Apakah hal itu tidak membuatmu muak ?. Mungkin kamu harus mulai memanggil pasangan dengan nama sebenarnya.
Karena jika mencintai seseorang, kamu tidak akan memanggilnya dengan panggilan palsu.

Hanya fisik


Mungkin kamu bangga jika pasanganmu memilihmu karena fisikmu yang amat menarik. Bukan karena hatimu yang baik. Memang tidak bisa dipungkiri untuk tertarik terhadap lawan jenis pasti yang dilihat pertama kali adalah fisik. Namun bukan itu satu-satunya hal yang menjadi pertimbanganmu untuk menetapkan pilihan.
Tertarik kepada seseorang karena fisiknya hanyalah sebuah perasaan nafsu, bukan cinta. 
Sebenarnya seseorang yang mencintaimu karena kemenarikan fisikmu, bisa dilihat dari bagaimana dia melakukan pendekatan kepadamu. Waspadai jika seseorang yang mendekatimu selalu memuji fisikmu. Lama kelamaan pembicaraan itu pasti mengarah pada perbincangan intim atau bahkan perbincangan seks.

Jika sudah seperti itu, segera hentikan obrolan an ajak dia untuk berpindah ke topik yang lain. Namun jika selalu menghubungkan topik yang baru dengan topik yang sebelumnya, mungkin kamu harus mempertimbangkan kembali seseorang yang seperti itu untuk lebih serius denganmu.

Perlu kamu ketahui jika hubungan yang dilandasi karena fisik semata, pasti tidak akan bertahan lama. Suatu saat fisik itu pasti berubah dan kamu akan ditinggalkan begitu saja.


Kecurangan

Jika hubunganmu seperti ditumbuhi benalu, dan jika mulai merasa benalu itu adalah pasanganmu. Itu akan menjadi tidak sehat kedepannya. Terutama jika pasanganmu melakukan kecurangan dengan hanya memanfaatkanmu secara materi.

Jika sudah bekerja, kamu akan kehilangan sebagian penghasilanmu untuk suatu hal yang sia-sia. Ini berlaku untuk pasangan yang belum menikah lho....menghidupi pasangan yang belum menikah itu harusnya bukan menjadi fokus utama.

Jadilah pasangan simbiosis mutualisme, artinya harus saling bermanfaat antara satu sama lain. Banyak hal-hal positif yang bisa kita bagikan pada pasangan selain materi. Kamu bisa memberikannya semangat, nasehat, atau hiburan saat pasangan kamu merasa sedih.
Komunikasikan dengan pasangan jika kamu menginginkan hal yang serupa. Agar hubunganmu tidak penuh dengan kecurangan.

Ketergantungan

Menggantungkan atau menjadi ketergantungan terhadap pasangan adalah hal yang membuat kamu jauh dari pribadi yang mandiri. Hal ini akan sangat mengganggu ketika pasanganmu menyadari akan ketergantunganmu padanya. Kamu bisa saja dimanfaatkan, dan yang lebih parah akan mendapatkan ancaman untuk ditinggalkan.

Mulai sekarang belajarlah untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri. Pasangan kamu bukan seorang supir pribadi, atau bukan asisten dan pengawal yang selalu siap mengawalmu kemana pun kamu pergi. Banggalah jika dapat melakukan segala sesuatu secara mandiri. Karena akan terlihat lebih kuat dan tidak akan gampang diremehkan.

Waspadai jika mulai tergantung dengan seseorang, kamu akan sangat kehilangan dan kesusahan saat orang itu pergi. Namun bagaimana jika yang menjadi tempat bergantung adalah dirimu, pastinya kamu sudah tahu jawabannya dan apa yang harus dilakukan?
Kamu punya kehidupan sendiri yang harus diperhatikan. Cinta itu boleh, tapi jangan jadi bodoh dengan menjadi tempat bergantung pasanganmu.
 Oleh: Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni