Tertekan Atau Depresi, Yuk Kenali Ciri-cirinya Biar Kamu Bisa Mengatasinya

Siapa yang ingin mengalami depresi? Pastinya tidak ada ingin mengalaminya. Saat kamu mengalami ini banyak orang yang akan menganggapmu aneh karena perubahan sikapmu yang tidak biasa. Hal yang kamu rasakan bisa datang dari lingkungan dan dirimu sendiri. Ada banyak penyebabnya, yuk kenali tandanya.

depression: pixabay

Faktor yang menyebabkan depresi


1. Waspada jika kamu sering menahan amarah dan menyimpannya sendiri

Amarah yang dipendam bisa menyebabkan depresi, mereka yang memendam amarah adalah orang yang tidak ekspresif. Berfikir dengan memendam amarah akan mempercepat menyelesaikan masalah itu salah. Belajarlah untuk mengekpresikan dirimu. Kamu bisa bilang bahwa tidak suka.

Seseorang yang ekpresif lebih bahagia dan bebas mengutarakan perasaannya

2. Selalu berfikir negatif dan curiga

Berfikir negatif dan curiga itu memang perlu namun bila berlebihan itu bahaya. Bertingkah seperti itu hanya akan menyiksa diri sendiri. Berfikir negatif sama saja membiarkan pikiran selalu berfikir buruk. Jika semua yang kamu pikirkan buruk kapan hidupmu akan mendapat hal positif.


3. Mental yang rapuh

Mental yang rapuh hanya membuatmu terus memikirkan masalah yang ada. Masalah yang kamu hadapi terlalu didramatisir dan terlalu dipikirkan dengan berat. Kamu menganggap masalah itu berat dan sangat rumit. Seseorang yang rapuh mudah untuk depresi. 


4. Karena gen atau penyakit

Depresi bisa disebabkan karena gen, sifat dari orang tua menurun ke anak. Bisa juga karena mengidap penyakit atau akibat pengobatan tertentu yang harus meminum obat. 


5. Pengalaman yang tidak menyenangkan dimasa lalu atau karena lingkungan

Pengalaman yang tidak menyenangkan seperti sewaktu dulu pernah di bully yang mengakibatkan trauma yang berkelanjutan hingga sekarang. Atau karena lingkungan yang membuatmu depresi seperti orang tua yang selalu bertengkar. Hal ini membuatmu merasa tertekan sebagai anak.


Cirinya jika kamu sedang keadaan depresi atau tertekan


1. Perubahan tingkah laku

Perubahan yang terjadi seperti kamu mudah marah, tersinggung, waspada dan tidak percaya diri. Berubahan ini bukanlah diri kamu yang sebenarnya. Diri kamu yang sebenarnya jauh dari tingkahmu yang sekarang. 


2. Perubahan nafsu makan

Kamu tidak nafsu makan bahkan tidak makan sama sekali. Atau kamu bisa menjadi gemuk karena sering ngemil untuk mengalihkan rasa tertekanmu. Kebanyakan wanita yang tertekan akan banyak makan untuk melampiaskan rasa tidak nyamannya.  


3. Mudah gelisah, tidak fokus

Setiap ingin menjalani sesuatu kamu sangat gelisah. Itu bisa membuat jadwal harianmu berantakan. Sifat yang tidak tenang berdampak pada pikiranmu yang tidak santai. Akibatnya gak ada kerjaan yang bener. Ini karena kamu tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. kegelisahanmu timbul akibat pikiran negatif atau kekhwatiran yang berlebihan.  


4. Kamu tidak nyaman lagi dengan lingkungan sosial

Bagimu lingkungan sosial adalah hal menakutkan dan sangat tidak nyaman. Kamu mulai membenci suasana yang ramai dan berisik. Perlahan-lahan kamu akan menarik diri dari lingkungan sosial dan lebih senang berada dirumah.  


5. Berfikir untuk bunuh diri

Untuk mengakhiri masalah yang menerimamu, kamu berfikir bunuh diri adalah jalan yang baik dan tidak perlu memikirkan tentang masalah itu lagi. Bunuh diri bukan jalan yang baik. Itu hanya akan membuatmu mati sia-sia.


6. Insomia hingga larut malam bahkan menjelang pagi atau tidur berlebihan

Kamu kesulitan untuk tidur, pikiranmu penuh dengan masalah yang kamu hadapi. Seolah-olah itu adalah mimpi buruk. Insomia bisa terjadi saat ditengah tidurmu kamu mengalami mimpi buruk hingga akhirnya terbangun dan tidak bisa kembali tidur.

Bahkan kamu bisa menjadi orang tukang tidur, jika normalnya manusia tidur selama 6-8 jam, maka berbeda dengan siklus tidurmu. Hal ini bisa terjadi karena kamu kelelahan untuk berfikir dan tubuhmu yang perlahan-lahan mulai tidak sehat 


7. Mudah marah atau tersinggung

Kamu menjadi mudah marah dan tersinggung lebih tepatnya hal kecil apapun terlalu dimasukan dalam hati. Kalau sudah gini, kamu jadi marah-marah gak jelas. 


8. Mudah lelah 

Mungkin kamu mengiranya karena kekurangan darah atau anemia. Jadi badanmu mudah lelah, rasanya seperti kerja seharian padal kamu tidak mengerjakan pekerjaan yang berat. 


Solusinya:


1. Curhat ke teman dekat atau saudara

Mulailah untuk membuka dirimu dan bercerita mengenai masalah yang sedang dihadapi. Berusalah untuk jujur dengan keadaanmu sekarang. Terima nasihat baik dari temanmu.

Ketika mencoba untuk bercerita itu sama saja kamu berbagi penderitaan dengan temanmu. Fakta loh dapat mengurangi beban pikiranmu. Karena kamu merasa lega untuk berbagi kisahmu dengan orang lain.


2. Datang ke psikolog atau hipnoterapi

Cobalah untuk mengunjungi psikolog, mereka dapat membantumu mengatasi masalah yang kamu hadapi. Tak hanya itu saja mereka juga akan membantumu untuk kembali pada dirimu yang dulu. dari situ kamu akan banyak belajar dan mnegerti tentang masalah yang hadapi. Jangan malu untuk mengungkapkannya. 

 Mereka jauh lebih mengerti tentang apa yang kamu lakukan. Jika kebetulan ada temanmu seorang psikolog, mintalah bantuannya. Tak hanya psikolog yang bisa dikunjungi, hipnoterapi bisa menjadi alternatif. Hipnoterapi bukan bearti akan di hipnotis, mereka akan memberikanmu  sugesti positif

holiday: pixabay

3. Pergi berlibur 

Pergi berlibur sendirian atau bersama teman-teman dapat menyegarkan pikiranmu. Kamu pantas untuk pergi selama beberapa pekan, selama liburan pikiranmu akan kembali fresh. Istirahatkan pikiranmu dari masalah yang ada. 


4. Yakinlah kamu pasti bisa

Memberi keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri itu sangat penting. Percayalah bahwa masalah seberat apapun dapat kamu lewati dengan mudah. Jangan pernah berfikir bahwa dirimu adalah lemah dan rapuh. Itu hanya akan membuatmu putus asa. 


5. Terima kenyataan

Meski pahit kenyataan tetap harus diterima apapun keadaannya. Itu bukan mimpi tapi memang kenyataan yang harus diselesaikan bukan dihindari. Semakin paham apa artinya kenyataan, kamu akan semakin kuat menghadapinya. 

Ngertikan sekarang ada saja yang dapat menyebabkannya. Bagi kamu yang tidak ingin terkena depresi belajarlah untuk mengekspresikan dirimu dan berfikir positif. 

Oleh: Rusli Asmiyatun

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni