Tips Menghadapi Culture Shock Saat KKN

Saat memasuki lingkungan baru, tentu kamu juga harus beradaptasi dengan nilai dan budaya yang berlaku di dalamnya. Salah arti dan tidak mengikuti nilai serta budaya yang ada, bisa-bisa kamu gak menemukan kenyamanan di lingkungan tersebut. Apa bila kamu nggak mengikuti nilai dan budaya yang berkembang di dalamnya, ada kemungkinan kamu akan dikucilkan, cenderung sulit bersosialisasi dan membaur, bahkan merasa tidak betah di lingkungan tersebut.

Yang namanya nilai sosial dan budaya, tentu tidak semuanya memiliki kesamaan. Beberapa tempat tentu memiliki nilai sosial dan budaya yang berbeda. Meski terdengar sederhana, namun perbedaan nilai dan budaya dari tempat tinggal kita dengan lingkungan baru yang kita tinggali juga perlu diperhatikan. Kalau kamu tidak bisa beradaptasi dengan nilai dan budaya sosial yang  berbeda  di lingkungan baru kamu, kamu akan mengalami culture shock.

Apa sih cultur shock itu?


Culture shock atau yang biasa disebut dengan gegar budaya ini adalah sebuah peristiwa dimana kamu cenderung kaget dan sulit beradaptasi dengan budaya yang baru ditemui. Biasanya, culture shock dialami saat awal seseorang bertempat di lingkungan baru, yang berbeda dengan lingkungan lamanya. Nah, fenomena ini juga akan kamu temuin ketika kamu KKN. Biasanya, kita yang pada dasarnya hidup di dalam  ruang lingkup perkotaan, harus beradaptasi dengan pola hidup di ruang lingkup pedesaan.

Udah  pasti disana  terdapat nilai-nilai sosial, etika dan budaya yang berbeda dong. Sebagai anak KKN, tentu kita dituntut untuk bisa membaur dengan masyarakat agar proses membangun masyarakat dapat berjalan lancar. Nah, perbedaan nilai budaya seperti inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi anak KKN.

Jadi, jangan sampai KKNmu terhambat hanya karena faktor kesulitan dari dirimu sendiri, yaitu culture shock. Nah, kali ini Nilni.com akan memberikan tips buat kamu semua supaya terhindar dari culture shock ketika kalian berada di suatu lingkungan baru.

Khususnya untuk kamu yang sedang atau akan KKN. Yuk, kita simak bersama-sama!

Pelajari budaya yang ada

Langkah pertama untuk menghindari atau mengurangi terjadinya culture shock adalah mempelajari budaya yang ada di lingkungan tersebut. Kamu harus tahu dulu dasarnya, bagaimana sih budaya dan nilai  sosial yang ada di desa, bagaimana penerapannya, bagaimana sikapnya, dan lain-lain. Secara umum memang sama, tapi secara etika kemungkinan berbeda.

Misalnya nih, ketika kamu menghadiri perkumpulan di kota, minuman atau makanan yang sudah disediakan boleh dijamu kapan aja oleh para tamu, tapi kalau di desa, mesti harus dipersilahkan dulu secara resmi oleh pembawa acara untuk mempersilahkan para tamu menjamu makanan.

Kejadian seperti itu memang sepele, namun bila terjadi kesalahan, bisa fatal. Akan berpengaruh sama image diri kamu juga, kan?
Banyaklah mencari referensi tentang budaya sopan santun secara umum, setelah itu kamu juga harus banyak tanya sama orang yang tepat.

Banyak bertanya


Ini dia yang dimaksud dari kalimat terkahir di atas. Banyak bertanya. Kamu bisa menanyakan bagaimana sih sikap yang pantas untuk melakukan ini? Bagaimana sih caranya yang pantas untuk melakukan itu? Dan hal lain yang berkaitan dengan etika, moral serta sopan santun yang lain.

Kamu bisa nanyain hal seperti itu ke orang sekitarmu, misalnya Pak RT, pak RW atau Bapak Kepala Desa. Intinya, jangan pernah malu atau gengsi bertanya untuk kebaikan diri kamu sendiri. Kalau nggak nanya, ya kamu nggak akan tahu pastinya soal etika yang pantas di lingkungan barumu.


Jangan banyak tingkah

Terkadang, tingkah yang biasa kamu lakukan juga memiliki kemungkinan bersebrangan dengan nilai dan budaya yang berkembang di lingkungan baru. Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan dari sopan santun diri kamu, ada baiknya mengontrol diri dalam berperilaku. Bersikaplah rendah hati dan menjaga setiap tindakan yang akan kamu lakukan.

Dengan mengontrol perilaku sendiri, kamu akan lebih memiliki kemungkinan untuk tidak salah bersikap. Daripada salah bersikap, lebih baik meminimalisir tingkah laku kita yang sekiranya kurang pantas dilakukan di lingkungan baru, kan?


Diam itu emas

Dalam menghadapi culture shock, pepatah tentang “diam itu emas” dibenarkan lho. Diam yang dimaksud bukan berarti kita jadi nggak aktif dan nggak mau tanya cari informasi sana sini. Diam yang dimaksud adalah kamu bisa meminimalisir tingkah laku dan omongan kamu yang sekiranya nggak perlu.
Ingatlah bahwa kita sedang berada dalam fase penjajakan dengan lingkungan baru. Bagaimanapun kondisinya, kita adalah tamu, kita adalah pendatang. Dimana-mana yang namanya tamu atau orang baru tentu harus mengikuti apa yang sudah ada sebelumnya. 
Nah, paling enggak, sembari menjaga sikap, kamu juga jangan terlalu banyak ngeluarin omongan yang nggak perlu, yang sekiranya bisa membawamu jadi terlihat salah ambil sikap.


Ikuti arahan tokoh setempat


Etika, sopan santun, budaya bersikap dan cara melakukan sesuatu yang terkait dengan masyarakat, adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam culture shock. Untuk menghindarinya, kamu juga perlu meminta pendapat dan bertanya pada tokoh setempat, seperti Pak RT, pak RW , atau kepala desa untuk sikapmu selanjutnya.
Pendapat dan masukan dari tokoh setempat tersebut bisa menjadi acuan dan arahan untuk kamu selama beberapa bulan ke depan saat KKN. 
Nah, disinilah salah satu keuntungannya. Biasanya sikap kamu yang cenderung buruk secara tidak langsung akan diperbaiki dengan perubahan kebiasaan dan sikapmu suudah sesuai dengan arahan tokoh setempat. Karena udah jadi kebiasaan, nggak heran kalau setelah KKN pun, sikapmu akan banyak berubah dan kamu bisa menerapkannya di dalam kehidupan kamu selanjutnya.


Kontrol diri sendiri
Kontrol diri adalah kunci untuk menghindari culture shock
Ketika kamu merasa kaget, nggak betah, dan merasa minder untuk bisa nyaman dan membaur di lingkungan baru, jangan menyerah! Kamu harus selalu mencobanya dan harus yakin pasti bisa. Karena itulah kuncinya. Keyakinan. Kontrol dirimu untuk menghadapi perbedaan yang ditemui di lingkungan baru.

Kalau dirimu ada niat untuk merubah dan menyesuaikan semuanya, pasti culture shock yang kamu alamin akan selesai. Dengan mengontrol diri, kamu juga bisa lebih bijak dalam memutuskan sesuatu untuk melakukan tindakan, khususnya tindakan yang berhubungan langsung dengan masyarakat setempat.

Oleh: Intantya Putri

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni