9 Kesalahan di Bidang Teknologi yang Harus Segera Kamu Hentikan!

Jika kamu sudah menonton film Spiderman maupun menjadi pembaca komiknya, paman dari jagoan kita Ben Parker pernah berkata sebelum kematiannya, "Dengan memiliki kekuatan besar, datang pula tanggung jawab yang besar." Sebuah frasa keren yang cukup berpengaruh bagi sebagian orang, mungkin termasuk kamu juga salah satunya. 

Kemajuan teknologi via pixabay.com

Sayangnya, tidak semua orang menyadari betapa pentingnya tanggung jawab. Tidak perlu menjadi penggemar si ‘manusia laba-laba’ untuk memahami hal ini dan menerapkannya dalam segala bidang kehidupan yang kita jalani. Begitu halnya dengan bidang teknologi.

Kekuatan teknologi yang kita tahu dewasa ini sangatlah besar dalam kehidupan manusia. Sayangnya banyak orang merasa tidak bertanggungjawab akan hal ini. Sekarang makin mudah untuk mendapatkan dan menggunakan kekuatan teknologi dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan kemudahan tersebut untuk perilaku yang tidak terpuji juga makin marak. 

Kita hidup dalam masyarakat yang sepenuhnya bergantung pada teknologi. Tidak tahu bagaimana pandanganmu tentang hal ini, tapi setidaknya kami tidak bisa hidup tanpa teknologi baik sebagai hal yang disukai karena menyenangkan, memudahkan sebagian besar aktivitas maupun sebagai salah satu hal terpenting dalam pekerjaan.

Namun tahukah kamu, sebagai pengguna teknologi terkadang kita lalai dan terlena dalam segala kemudahan yang ditawarkan. Tanpa disadari kita menganggap beberapa hal yang sebenarnya merupakan sebuah kesalahan fatal sebagai hal yang lazim dan wajar untuk dilakukan. Kamu mungkin tidak pernah menyadari beberapa hal yang akan kami bagikan berikut sebagai sebuah kesalahan dan kamu hanya akan tercengang kemudian menyesalinya. 

Tenang, bisa jadi kamu tidak sendirian karena banyak orang juga melakukannya. Belum terlambat untuk berubah dan sudah waktunya untuk bertanggung jawab kemudian berhenti membuat kesalahan-kesalahan umum dalam teknologi ini. Berikut ini 9 kesalahan umum di bidang teknologi yang harus segera kamu hentikan dan saran mengenai bagaimana seharusnya kamu bersikap:


Menggunakan username dan password yang sama untuk akun online

Ganti passwordmu via mediafunnel.com

Adobe, Facebook, LinkedIn dan Snapchat adalah beberapa nama dari sekian banyak perusahaan besar yang database informasi pelanggan pribadi pernah mengalami gangguan dari para hacker dan cracker. Kesalahan umum yang biasa dilakukan pengguna internet adalah penggunaan password yang sama untuk berbagai akun. Alasan agar mudah diingat biasanya dijadikan pembelaan untuk melakukannya. 

Namun, hal tersebut bisa jadi tidak benar untuk dilakukan. Jika kamu menggunakan username dan bahkan password yang sama untuk semua akunmu di internet, hal tersebut hanya akan memudahkan orang-orang tidak bertanggung jawab mengacaukan atau mencuri informasi penting disemua akun online mu.

Hanya mengubah password disalah satu situs saja tidak akan banyak berarti. Kamu harus mulai menerapkan password yang berbeda untuk masing-masing situs.


Cobalah untuk mix up password-password mu, dan jangan pernah menggunakan kembali password yang sama dua kali. Kedengarannya memang sulit daripada kelihatannya. Sedikit tips untuk membuat password yang berbeda dan tetap aman, kamu bisa menentukan satu kata dasar frasa dasar. 

Usahakan kata atau frasa tersebut adalah kata yang acak dan tidak mudah untuk ditebak orang, misalnya “semur jengkol” (emangnya ada hacker yang kepikiran semur jengkol? hehehe) dan cobalah mengutak-atiknya menjadi kata yang berbeda untuk dijadikan pasword. 

Sebagai contoh kamu dapat menerapkan frasa tersebut jadi password akun Google sebagai  "s3MUrJ3ngk0L" (perhatikan besar kecil huruf)dan untuk password Facebook gunakan "s3MUrJ3ngk0L2"dan seterusnya. 

Sehingga kamu dapat mengingat keduanya dengan mudah tanpa mengorbankan keamanan informasimu di dunia maya. 


Tidak menggunakan verifikasi 2 langkah

Verifikasi via www.creditbrite.com
Ngomong-ngomong soal password, saat ini mereka kadang tidak terlalu kuat untuk jadi satu-satunya pelindung akun online mu. Password rentan untuk dijebol. Misalnya, jika ada seseorang yang memiliki akses ke perangkat onlinemu (baik secara fisik atau melalui jaringan), ia bisa saja menginstal aplikasi keylogger untuk kemudian memanen semua password akun-akunmu. 

Mengaktifkan layanan verifikasi 2 langkah membuat hal ini jauh lebih sulit untuk dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab.

Hampir semua situs jejaring sosial besar seperti Facebook, Google, Twitter, dan lain-lain menyediakan beberapa bentuk verifikasi 2 langkah untuk pengamanan akun. Dan sebagian besar orang masih sajalalai untuk tidak memanfaatkan fasilitas ini. 

Verifikasi 2 langkah memungkinkan sebuah situs jejaring sosial mengirimkan pesan teks peringatan melalui akun milikmu apabila ada kegiatan yang mencurigakan di akunmu. Fasilitas ini juga biasanya memberlakukan beberapa pertanyaan atau perintah untuk otentikasi ketika akunmu diakses dari luar perangkat pribadi atau jaringan privat.


Terhubung ke jaringan publik tanpa VPN

VPN via www.samsung.com
Saat ini makin marak perusahaan, organisasi beberapa tempat umum yang menawarkan jaringan publik gratis seperti Wi-Fi, termasuk McDonald, Starbucks, bandara, sekolah dan bahkan pusat kebugaran. Menggunakan jaringan publik seperti ini dan membuka diri kepada kepada orang lain yang menggunakan jaringan yang sama layaknya seperti meninggalkan dompetmu terbuka dan meletakkannya sebelahmu saat tidur pulas di bangku taman.

Ya, kamu tidak akan pernah bisa memastikan sebuah jaringan publik aman dari pengguna yang tidak bertanggung jawab. Salah satu cara untuk memproteksi dirimu dan segala informasi yang kamu miliki dari serangan tangan jahil adalah private network (VPN).

Sebuah VPN bekerja layaknya sebuah alamat palsu yang berlaku seperti alamat asli. Ia menunjukkan identitas palsumu kepada pengguna jaringan publik lainnya. Dengan kata lain, VPN bisa mengamankan informasi yang kamu miliki ketika menggunakan jaringan publik ini. 


Tidak pernah mengupdate software

Tidak mengupdate software via www.alpine-usa.com

Pada tahun 2011, Sony PlayStation Network di-hack oleh seseorang  dan segala bentuk info pribadi setiap pengguna PlayStation (yang disimpan dalam sebuah database terenkripsi) menjadi korbannya. Bahkan, sebuah perusahaan raksasa seperti sony pun bisa juga kena hack. Apa yang sebenarnya terjadi? Peristiwa itu terjadi sebulan setelah Sony melewatkan upgrade salah satu server Apache penting.

Yang harus kamu tahu bahwa memperbaharui perangkat lunak adalah hal yang sangat penting. Perusahaan pengembang yang menciptakanya terus berjuang untuk memperbaiki kerentanan keamanan yang dimiliki sebuah software. 

Jika kamu tidak segera memperbarui perangkat lunak setidaknya sekali seminggu, atau setiap kali perangkat lunak tersebut menyediakan update terbaru bisa dipastikan datamu terkait aplikasi tersebut memiliki kerentanan lebih tinggi untuk dirusak.


Menonaktifkan Firewall dan antivirus

Antivirus via blogs.csoonline.com

Kadang-kadang, layanan firewall di komputermu bisa sakit dan berlaku aneh. Firewall bisa memblokir beberapa situs dan game yang pastinya hal ini bisa sangat menganggu terutama untuk para gamer dan mereka yang menggunakan layanan streaming seperti Netflix, Hulu dan Amazon Prime.

Nah, biasanya ini yang menggoda banyak orang untuk menonaktifkan layanan Firewall dan antivirus di komputer mereka agar bisa menikmati situs-situs favorit serta memainkan game tanpa gangguan. Dalam hal ini yang perlu kamu lakukan adalah menerapkan aturan firewall secara individual untuk setiap situs. 

Yah, memang sih pada prakteknya bisa memakan banyak waktu, tapi percayalah dengan melakukannya kamu bisa mendapatkan keamanan privasi karena komputermu terlindungi oleh firewall, namun tetap bisa beraktivitas dengan nyaman karena firewallmu tidak seenaknya memblokir setiap aktivitas melalui komputermu.

Beberapa antivirus juga kadang bertindak layaknya firewall yang ‘aneh’. Mereka bukannya memberi perlindungan dari serangan virus tapi malah menghapus file-file yang teridentifikasi sebagai virus. Beberapa file juga kadang terinfeksi virus sehingga antivirus menuntut para user untuk menghapus file-file tersebut. 

Sebagian orang yang tidak rela datanya hilang karena antivirus atau mungkin gagal saat membuka sebuah program di komputer karena sebagian filenya terhapus, lebih memilih dirinya tidak terlindungi. Solusinya, kamu harus pandai-pandai memilih antivirus yang berkualitas dan jenis proteksinya tidak terlalu keras. 

Kamu bisa coba beberapa antivirus local atau antivirus gratis seperti SMADAV, PCMAV, AVAST, AVG dan sebagainya. Asyik kan, udah gratis canggih pula!


Mengabaikan pengaturan privasi di media sosial

Pengaturan privasi via www.getsaga.com
Privasi hari ini adalah sebuah konsep ‘cloud’. Artinya, konsep ‘cloud’ memungkinkan segalanya saling berhubungan dan sebuah hal belum tentu dinikmati oleh satu atau hanya segelintir orang. Siapa saja bisa menghubungkan diri dalam internet dan mendapatkan apa saja yang mereka inginkan jika mereka mau dan bisa melakukannya.Hal itulah yangriskan terjadi meskipun sebagai pengguna internet kamu sudah bertindak waspada. 

Beberapa media sosial seperti Facebook kadang memberi saran prioritas kepada para penggunanya untuk hanya mencantumkan informasi yang sesungguhnya dalam profile. Hal tersebut juga dilakukan LinkedIn dan Google+. 

Sah-sah saja memang untuk mencantumkan beberapa informasi pribadi dalam profil media sosialmu seperti demografi dasar, riwayat perkerjaan, hobby dan lain-lain. Tetapi mulailah mempertimbangkan untuk tidak membeberkan semua informasi bahkan membagikan jenis informasi pribadi yang sensitif. 

Pernahkah kamu mendengar tentang ‘social engineering’? Social engineering adalah tindakan untuk informasi rahasia atau sensitif dengan cara menipu para pemilik informasi tersebut. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Dengan cara ini seorang hacker atau penipu bisa memperoleh segala hal yang ia butuhkan untuk melakukan tidak criminal pada targetnya. Beberapa orang senang mengumbar nomor telepon, alamat rumah lengkap dan informasi dasar lainnya di media sosial. Mulai sekarang berpikirlah dua kali untuk melakukannya karena seseorang bisa saja mengintaimu dan mendapatkan apa yang ia mau hanya dengan melihat profil Facebook mu karena semua yang ia butuhkan sudah tersedia di sana.


Mengabaikan tinjauan pemberian izin untuk sebuah aplikasi

Ngomong-ngomong soal penggunaan informasi pribadi di internet, sudah saatnya kamu harus memberi perhatian yang sangat khusus dengan pemberian izin yang disetujui ketika menginstal aplikasi atau game diperangkat mobile. Hal ini juga biasa ditemui ketika menyambungkan akun jejaring sosialmu ke layanan aplikasi atau situs tertentu. 

Kebanyakan orang cenderung mengabaikan hal ini dan buru-buru menekan setuju dan mulai menggunakan aplikasi. Untuk sebagian aplikasi yang terpercaya mungkin kamu bisa melakukannya, tetapi dewasa ini tentunya banyak bermunculan aplikasi palsu yang didomplengi niat jahat.

Pada dasarnya “Candy Crush” tidak perlu mengetahui lokasimu lewat GPS, Huffington Post tidak perlu tahu siapa teman-temanmu di media sosial dan Flappy Birds tidak punya urusan untuk melihat kontak teleponmu. 

Belajar untuk mengatakan "Tidak" adalah salah satu hal manusia yang paling penting untuk dimiliki seseorang. Hal tersebut bisa banyak berguna mulai dari berurusan dengan perangkat lunak, kehidupan pekerjaan hingga dalam berhubungan dengan orang lain.


Tidak menerapkan enkripsi e-mail

Email via chaniapost.eu
Apakah kamu mengenal keberadaan kantor pos? Kita mundur beberapa puluh tahun ketika internet adalah sebuah barang yang langka dan mahal.Saat itu untuk mengirim surat kepada seseorang, para tukang pos harus menempuh perjalanan jauh, melewati turunan dan tanjakan berliku hanya untuk memastikan sebuah surat sampai ke tujuan dengan selamat. 

Sekarang, dengan email kita bisa berkirim pesan dan surat dengan orang lain yang jaraknya ribuan kilometer hanya dalam waktu singkat. Dengan segala kemudahan yang kita nikmati sekarang, penting untuk menghormati jasa tukang pos dan betapa rumitnya proses pengiriman surat jaman dulu.

Jika kamu akrab dengan istilah pos, sebuah e-mail meski namanya adalah electronic mail (surat elektronik) menurut konsepnya pada dasarnya itu bukanlah sebuah surat.  E-mail adalah sebuah kartu pos, yang artinya pesan yang dituliskan bisa dilihat oleh siapapun. 

Ketika mengenkripsi e-mail dengan metode enkripsi Pretty Good Privacy (PGP) itu artinya kamu sedang melakukan penyegelan atas suratmu yang berada dalam amplop yang aman seperti yang biasa dilakukan di kantor pos jaman dulu. Dengan begitu orang lain tidak bisa dengan mudah mengetahui isi surat kita.Jika orang-orang jaman dulu melakukannya, kenapa tidak dengan kita hari ini. 

Metode enkripsi PGP 100% gratis dan tutorialnya bertebaran di mana-mana. PGP bisa sangat berguna ketika kita mengirimkan jenis informasi rahasia yang tidak semua orang boleh ketahui, dan karena penggunaanya mudah dan gratis tidak ada alasan lagi buatmu untuk tidak menggunakannya.


Tidak melindungi smartphone

Smartphone via pixabay.com

Smartphone bertebaran di mana-mana hari ini. Kita membawanya kemana-mana dan kadang kita meminjamkannya pada orang lain. Smartphone pada dasarnya adalah sebuah PC berukuran kecil. 

Tahu kepanjangan PC kan? Yak, pinteeer… Personal Computer. Tolong garis bawahi kata ‘Personal’ ya! 

Smartphone adalah sebuah perangkat pribadi. Layaknya sebuah komputer, smartphone bisa dijejali dengan semua informasi pribadi atau data-data yang sifatnya rahasia. Sebenarnya seorang pengguna smartphone tidak bisa sembarangan memindahtangankan perangkatnya ke orang lain. 

Oke kalau kamu tidak mau dibilang pelit karena tidak mau meminjamkan smartphonemu ke temanmu, pastikan segala informasi penting atau rahasiamu yang ada di dalamnya terlindungi dengan baik. Gunakan password, jika perlu pakai password berlapis untuk makin mengamankan data-datamu. 

Ketika berniat menjual smartphone mu, pastikan kamu sudah log out dari segala akun-akun media sosial yang diakses melalui smartphone. Jangan lupa untuk mereset dan menghapus data-data pribadi sebelum memindahtangankannya pada orang lain.

Oleh: Satro Rizki Dharma

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni