Bagaimana Mengkomunikasikan Tentang 'Seks Education' Pada Anak?

Pendidikan seks usia dini sangat penting bagi seorang anak. Namun, tidak banyak orang tua menyadari hal ini. Para orang tua masih menganggap seks adalah topik pembahasan yang tabu dan tidak layak untuk di sampaikan kepada seorang anak. Hingga mereka menemukan anak mereka terkena pelecehan seksual lalu akhirnya menyesal. Sangat di sayangkan bahwa zaman semakin maju namun pendidikan seks masih saja dianggap tidak layak atau tabu untuk dibahas. 

Pendidikan sex via moroccoworldnews.com

Apakah kalian masih ingat kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekolah taman kanak-kanak di kota metropolitan itu, atau kekerasan seksual yang dilakukan bahkan oleh teman, ayah, atau anggota keluarga yang lain. Sayang sekali hal itu terlambat diketahui karena sang anak menganggap hal itu normal. Apalagi anak-anak masih sangat polos dan yang tidak tahu menahu soal seks, mereka dengan gampang melakukannya hanya dengan iming-iming dibelikan permen.

Orang tua sering kali kebingungan bagaimana mengkomunikasikan tentang seks terhadap anaknya sendiri. Anak dengan usia 3-6 tahun adalah anak dengan keaktifan yang luar biasa, masa-masa dimana anak tersebut mulai penasaran akan suatu hal tentang seks, yang jauh dari bayangan para orang tua.Usia 3-6 tahun adalah usia aktif untuk mengeksplorasi tubuhnya dengan mencoba apapun hal baru yang ada di sekitarnya.

Mereka akan mulai bertanya banyak hal, Apa nama bagian tubuh ini? Mengapa terlihat berbeda dari sepupu lawan jenis saya?Mengapa merasa nyaman ketika saya menyentuhnya? Anak-anak kecil sangat tertarik pada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dan mereka adalah ilmuwan alam. Mereka suka bereksperimen, mencari reaksi, dan menarik kesimpulan.

Tubuh  mereka tersedia untuk penyelidikan, contohnya adalah mata, telinga, dan tangan.Terlebih lagi, mereka cenderung untuk mencari tahu cukup cepat tentang pertanyaan dan perilaku untuk menghasilkan respon yang paling menarik dari orang dewasa.Tidak hanya itu pada usia ini anak-anak meniru lingkungan, mudah meniru perilaku orang dewasa seperti berciuman dan menggoda.

Biar tidak salah kaprah komunikasikan hal itu dengan baik terhadap anak. Simak cara berikut ini:


Mulailah mengamati

Observasi via pixabay.com

Meski kamu sebagai orang tua ada perasaan canggung dan malu, memberi tahukan tentang seks kepada anak adalah hal yang wajar. Pada saat usia pra sekolah, banyak anak-anak sudah tahu tentang rasa nyaman yang dia peroleh saat mengeksplor bagian tertentu pada tubuhnya. 

Mereka melakukan ini tanpa berfikir dan mungkin dilakukan tanpa sengaja, mungkin awalnya dengan mengangkangi bagian atas sofa, atau tidak sengaja tersemprot air yang keluar dari kran.
Tekan perasaan kamu ketika kamu ingin memberi tahu seorang anak bahwa itu adalah tindakan tidak baik.

Apalagi jika kegiatan tersebut sampai mengganggu lingkungan sosial sang anak. Ingatlah kamu harus melakukan apapun demi kebaikan anakmu. Sampaikan secara pelan dan jangan dengan emosi. Emosi tanpa penjelasan hanya akan membuat sang anak mencari cara lain untuk melakukannya. Berfikirlah hanya kamu, sang orang tua yang pantas menjelaskan hal ini kepada anak kamu sendiri.


Kapan waktu yang tepat untuk menyampaikan kepada anak?

Waktu yang tepat via pixabay.com

Kebanyakan ahli berpendapat bahwa sebagian orang tua menjelaskan tentang pendidikan seks adalah hanya tentang resikonya saja, saat anak mereka telah menginjak usia remaja. Karena berbicara tentang hal itu sangat sulit untuk anak usia 3-6 tahun. Terutama jika kamu sebagai orang tua belum pernah berdiskusi sama sekali tentang itu. 

Berkonsultasilah dengan seorang dokter atau psikolog anak untuk tahu waktu yang tepat mendiskusikan pendidikan seks anak usia dini.Dengan berkonsultasi kamu akan mendapatkan waktu dan cara terbaik untuk mengkomunikasikan dengan anak kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara terbaik yang harus digunakan. Hal itu adalah investasi jangka panjang yang penting. 

Zaman semakin canggih, maka perlindungan pada anak dari hal-hal yang membahayakan juga perlu di tingkatkan. Karena anak zaman sekarang sudah bebas mengakses apapun dari luar saat mereka bermain dengan teman sebaya mereka. Jika kamu masih berperilaku sebagai orang tua yang kolot, kamu sudah seperti menjerumuskan anak-anak kamu kedalam era globalisasi yang semakin kejam. 

Anak sekarang tidak bisa di kasih tahu sesekali tentang suatu hal kemudian mereka diam dan tidak bertanya lagi di kemudian hari. beda dengan anak zaman dahulu. Karena zaman dahulu pengetahuan seks juga tabu dan jarang sekali mereka mengetahuinya. Mereka kemudian akan bertanya kepada seorang yang lain sampai mereka menemukan jawaban yang memuaskan tentang pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan. Bahkan mereka bisa mencarinya sendiri.


Beritahu anak-anak tentang anatomi tubuh dan bagian-bagian pribadinya ?

Ajari bagian anatomi tubuh via pixabay.com

Untuk memulai mengenalkan pendidikan seks usia dini dimulai dengan pengenalan anatomi tubuh, dan menjelaskan bagian-bagian pribadi anak. Begitulah kebanyakan ahli berpendapat tentang bagaimana cara terbaik untuk memberi tahu anak tentang pendidikan seks. Mengenalkan anatomi tubuh dan menjelaskan bagian bagian pribadi adalah hal yang mudah dan sederhana. Setiap orang tua pasti sudah tahu itu dengan jelas, dan tidak akan ada masalah tentang pengetahuan yang salah.

Bicarakan secara terbuka. Sebagai orang tua kamu wajib untuk mempunyai gambar tentang anatomi tubuh manusia atau sebuah benda yang dapat digunakan untuk itu. Tunjuk secara jelas misalnya, “dek, ini adalah telinga, ini mulut dan ini dagu, kemudian ini adalah vagina, ini adalah payudara”. Jelaskan bahwa ada beberapa bagian tubuh yang tidak boleh di sentuh oleh siapapun, selain anak sendiri dan kamu.

Saat kamu menjelaskan dan menunjukan anatomi tubuh manusia kepada anak, jelaskan dengan benar. Jangan menyebut penis dengan pisang, atau jangan menyebut payudara adalah pepaya. Itu adalah tindakan salah kaprah yang justru dapat membahayakan sang anak. Bukankah kamu sedang menjelaskan anatomi tubuh manusia, bukan anatomi buah-buahan?

Ketika anak salah mengerti tentang suatu hal, maka akan sulit untuk mengubahnya sampai ia dewasa. Jika ada bagian tubuh yang di rasa kamu tidak mengetahuinya, cobalah untuk mencari dibuku kesehatan atau di internet. Memepersiapkan materi sebelum mengajarkan terhadap anak merupakan hal yang penting yang harus orang tua ketahui. Persiapan yang matang akan mempermudah kamu untuk mengajari, dan mempermudah anak untuk menangkap pelajaran. Selain materi, metode mengajar, media dan bentuk evaluasi sangat penting untuk juga diperhatikan. 

Karena masalah pendidikan seks adalah materi yang gampang jika dibuat gampang, dan akan sulit ketika kamu menjelaskan dengan rumit. Ingat ini adalah untuk anak kamu yang berusia 3-6 tahun.

Di sekolah tamankanak-kanak yang maju mungkin sudah mulai diajarkan hal-hal pribadi termasuk pendidikan seks. Mereka menjelaskan namun bukan dengan cara pendekatan pada setiap individu, melainkan kelompok besar, dan biasanya itu adalah dengan teman satu kelas. 
Mungkin saat itu materi yang diberikan bisa saja kurang maksimal. Dan pendidikan seks terbaik masih tetap dilakukan orang tua sang anak tersebut dengan pendekatan pribadi. Dengan cara itu mungkin materi yang disampaikan akan maksimal, dan anak bisa bertanya tanpa merasa malu pada teman-temannya. 

Berikan kelas yang nyaman di rumah, dengan gaya bicara yang serius tapi santai, dan sisipi dengan pujian atau candaan. Namun saat sedang serius jangan lakukan dengan candaan yang berlebihan, karena anak akan menganggap hal itu tidak begitu penting.


Bagaimana cara menjelaskan bagaimana bayi bisa tercipta

Ceritakan tentang penciptaan manusia via pixabay.com

Hal yang paling sering anak pertanyakan adalah bagaimana bayi bisa tercipta. Dari apa, dan bagaimana caranya. Biasanya seorang anak akan bertanya saat dia mengetahui perut ibunya membesar karena sedang mengandung adik dari anak tersebut. atau melihat tetangga kamu saat sedang hamil. 

Seorang anak dengan usia 3-6 tahun mungkin akan puas dengan satu jawaban yang masuk akal namun dapat cepat untuk dia pahami. Jangan menjelaskan proses pembuatan bayi dengan berhubungan seks atau pertemuan sperma dengan sel telur. Itu terlalu rumit dan akan menimbulkan bertanyaan baru yang seharusnya belum boleh ia ketahui. 

Sesuaikan apapun jawaban kamu sebagai orang tua terhadap pertanyaan anak sesuai dengan rentan usianya. Untuk usia 3-6 tahun, kamu bisa menjawab “bayi itu tercipta didalam rahim seorang ibu, ketika ibu sudah menikah dengan ayah”. 

Namun jangan heran ketika anak usia 4 tahun tidak puas dengan jawaban itu. Mereka akan lebih kritis, dengan menanyakan dari apa adik bayi itu tercipta. Sebagai orang tua mungkin kamu akan merasa pusing. 

Ingat jangan mengada-ngada jawaban. Kamu bisa menjawab dengan santai “adik bayi tercipta karena ibu mempunyai benih-benih yang dapat membuat adik bayi itu tumbuh dan berkembang dalam perut ibu”, jelaskan pula bayi dapat berkembang karena ibu makan setiap hari dengan makan makanan yang sehat dan bergizi. Bayi tidak akan keluar sebelum ia tumbuh besar. Katakan “Kamu harus makan biar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik seperti bayi yang ada di perut ibu”.

Semakin usia anak bertambah pertanyaan yang kamu dapatkan sebagai orang tua juga akan semakin rumit. Saat itu mungkin para orang tua perlu menjelaskan secara benar dan detail. Gunakan gaya bahasa yang ringan dan jangan terkesan malu-malu. Tetap tenang dan jangan buat seolah-olah itu adalah pertanyaan yang tidak pantas atau tabu. Jawablah apa adanya, bila perlu dengan jawaban yang ilmiah. 

Buatlah evaluasi dengan memberi umpan balik pertanyaan kepada anak. Atau tanyakan tingkat pemahaman anak tentang jawaban yang telah di sampaikan. Jika anak masih dalam tingkatan pemahaman yang rendah, cobalah untuk menyederhanakan penjelasan. 

Namun ketika itu belum dapat di terima, berikan pengertian terhadap anak,  “Bila suatu saat ketika kamu berusia sekian tahun kamu akan mengerti apa yang kami jelaskan tentang hal ini”. sampaikan juga “bahwa pertanyaanmu adalah materi sekolah dasar tingkat atas, dan kamu tidak akan memahami sampai detail hingga waktunya tiba”. 

Berikanlah pengertian bahwa belajar memerlukan proses yang sangat panjang, berikan semangat dan motivasi agar anak belajar dan jangan biarkan ia minder karena tidak dapat memahami jawaban orang tua tentang pertanyaan yang dia ajukan.


Media

Melalui media pembelajaran via pixabay.com

Buku adalah sumber ilmu sekaligus media bagi seseorang dapat belajar tentang banyak hal. Ada banyak buku yang membahas tentang pendidikan seks anak usia dini dengan materi yang sederhana, ringan, namun jelas. Itu sangat memudahkan orang tua dalam memberi pelajaran anak perihal seks. Buku tersebut biasanya dilengkapi gambar-gambar lucu dan teks yang ringan. Dengan pengemasan yang menarik anak-anak akan dengan mudah dan bersemangat dalam belajar. 

Meskipun demikian harus tetap didampingi orang tua, karena tidak semua bagian buku pas untuk di baca dan dilihat oleh anak-anak. Orang tua adalah guru terbaik bagi anak, dia tahu betul kemampuan pemahaman anaknya. Orang tua tidak akan menjelaskan bagian buku yang belum saatnya sang anak tahu. Atau pertimbangan lain, jangan ajarkan tentan bagian buku yang sekiranya anak belum memenuhi level untuk mempelajarinya. 

Lalui bagian buku yang di rasa belum perlu untuk dibahas. Alihkan dengan cerita lain atau pembahasan yang lain. Jadi jangan biarkan anak memegang buku tersebut sendirian tanpa pengawasan orang tua. Simpan buku tersebut di tempat yang anak kesulitan untuk menjangkaunya, untuk menghindari hal-hal yang ekstrim yang anak lakukan.

Selain buku, televisi merupakan patner yang baik dengan buku. Ajak anak untuk menonton telefisi dengan tayangan keluarga yang ringan. Mungkin kamu sebagai orang tua perlu berlangganan tv kabel untuk memudahkan kamu menyaring tontonan anak. Dengan begitu kamu dapat menentukan mana tontonan yang layak dan yang tidak layak tonton untuk anak. 

Televisi dapan dijadikan contoh nyata, ketika kamu selesai memberikan pengarahan pendidikan seks pada anak lewat buku. Kaitkan beberapa materi dengan tayang televisi yang di tonton. Itulah pentingnya pengawasan orang tua kepada anak yang sedang menonton televisi. Kamu bisa menonton sambil memberikan pelajaran eksklusif. 

Tayangan tentang dunia binatang nampaknya pas untuk sumber belajar yang dapat dikaitkan dengan pendidikan seks yang kamu berikan pada anak yang sebelumnya melalui buku. Itu memudahkanmu sebagai orang tua yang masih canggung ketika harus mengaitkan materi di buku dengan contoh manusia secara langsung.


Bagaimana jika anak melakukan kegiatan yang mengarah pada seks terhadap teman sebaya?
Jika anak melakukan hal yang mengarah pada seks terhadap teman sebayanya saat bermain, jangan panik. Bagi sebagian anak-anak, memamerkan alat kelamin mereka atau memeriksa bagian tubuh orang lain adalh sebuah permainan dokter-doteran. 

Jangan membuat anak merasa malu dengan menegur menggunakan kemarahan. Dengan kepala dingin ajaklah anak untuk memakai pakaiannya kembali dan alihkan pada permainan yang lain. 

Kamu bisa menjelaskan di kemudian hari mengapa saat itu kamu mengalihkan permainannya. Jelaskan bahwa sebetulnya menunjukan anatomi pribadi tubuh pada lawan jenis adalah hal yang dilarang. Juga ketidak bolehan memegang atau melihat bagian tubuh pribadi orang lain.


Ceritakan kasus pelecehan

Ceritakan kisah via pixabay.com

Yang tidak kalah penting dalam materi pendidikan seks anak usia dini adalah mengenalkan beberapa contoh kasus pelecehan seksual, atau hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan orang lain kepada anak, dan yang anak tidak boleh lakukan terhadap orang lain.

Jelaskan bahwa ketika anak melakukan hal-hal yang mengarah pada pelecehan seksual terhadap teman sebayanya ketika sedang bermain dapat menimbulkan kerugian pada anak dan orang lain. Misalnya ketika seorang anak sedang memegang anggota tubuh pribadi teman sebayanya, beri tahu jika itu dapat melukai temannya,dan itu sulit untuk di sembuhkan.

Berikutnya adalah mengenai pelecehan seksual. Tanamkan pengertian pada anak jika ada orang lain memegang bagian tubuh pribadinya, ajarkan untuk berteriak. Siapapun, tidak perduli itu masih anggota keluarga atau teman atau bahkan gurunya disekolah. Karena sekarang banyak sekali pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang-orang terdekat sang anak. Jelaskan area pribadi adalah area yang ditutupi oleh pakaian dalam. Sebutkan namanya biar anak lebih memahami apa yang kamu jelaskan. 

Bicarakan juga mengenai akibat yang ditimbulkan apabila sampai ada orang menentuh “underware rule”-nya. Sugesti yang kuat akan tertanam dalam jangka waktu yang lama. Ingat jangan mensugesti anak terlalu berlebihan atau dengan sugesti yang salah. Karena jika kamu memberikan sugesti yang berlebihan atau sugesti yang salah akibatnya juga akan sangat fatal.

Tetap dampingi anak dimanapun dan kapanpun dia bermain, menonton televisi atau saat ada disekolah. Tidak ada jaminan keselamatan yang pasti jika mereka dititipka pada orang yang kamu percaya sekalipun. Mencegah lebih baik sebelum hal yang buruk terjadi. 

Masa depan anak berada di tangan anak, namun jika kamu sebagai orang tua tidak mengarahkannya secara benar, maka anak akan mengambil langkah yang salah, dan akhirnya terjerumus pada hal-hal yang buru. Yang akan rugi dan malu bukan hanya anak, tetapi juga orang tua. 

Mulailah melepaskan anak saat dia dewasa. Saat dewasa anak sudah bisa memilih jalan hidupnya, dia bukan seorang anak-anak lagi yang perlu di atur. Anak saat sudah dewasa sudah lebih faham tentang resko yang akan dia pertanggung jawabkan. Namun tetap awasi dari jauh, mungkin kamu bisa berperan sebagai sahabat ketika anak sudah mulai dewasa. Dengan begitu anak akan lebih leluasa untuk bercerita tentang hal-hal pribadinya. Dan sebagai orang tua yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, kamu bisa menasehatinya dan memberikan tips-tips yang bermanfaat untuk menyelesaiakn masalahnya. 

Orang tua tidak akan lepas begitu saja pengaruhnya terhadap anak sampai kapanpun. maka berilah pengaruh yang baik, agar anak tumbuh dan berkembang secara baik.


Oleh: Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni