Cara Mengurangi Kecanduan Media Sosial

Munculnya berbagai media sosial disertai dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, membuat sebagian besar orang saat ini menjadi tertarik dalam menggunakannya. Berbagai macam fitur yang ditawarkan oleh media sosial, menjadikan media sosial tersebut semakin menarik untuk digunakan sebagai sarana komunikasi.

Kelebihan dan keuntungannya, tentu media sosial tersebut akan semakin memudahkan kamu dalam berkomunikasi dengan siapapun. Dalam hal ini, tidak ada lagi persoalan jarak yang jauh dan waktu yang terbatas, sehingga media sosial kini telah menjadi media komunikasi yang digandrungi oleh sebagian besar orang.

Facebook, Twitter, My Space, Friendster, Blog, Tumblr, Line, WeChat, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Itu adalah beberapa contoh media sosial yang paling banyak diminati oleh masyarakat saat ini. Memainkan ataupun menggunakan media sosial tersebut tentu sangat mengasyikkan, bukan?

Pada taraf terparah, penggunaan media sosial yang terlalu sering dapat menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan. Ia akan cenderung menghabiskan waktunya di depan handphone ataupun laptop atau komputernya untuk menggunakan media sosial, dan melupakan kewajibannya. Termasuk diantaranya adalah kewajiban untuk bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Kecanduan media sosial menjadi persoalan yang sangat wajar apabila kamu memang menggunakan media sosial dalam skala waktu yang sangat sering. Namun, kecanduan ini wajib dihentikan, lho, apabila memang sudah mengalaminya. Yang ditakutkan, hal ini akan menghambat kemampuan untuk bisa berinteraksi secara langsung dengan orang lain.

Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, bersosialisasi dan bergaul dengan orang sekitar adalah hal yang sangat penting. Jika kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitar terhambat, yang dikhawatirkan kamu akan memiliki sikap apatis, acuh tak acuh, tidak peka atau tidak responsif dan cenderung tidak peduli.


Nah, pada ulasan kali ini, nilni.com akan mencoba memberikan kamu tips bagaimana caranya untuk mengurangi kecanduan pada media sosial. Entah berbeda apa enggak dengan posisinya kalo kamu lagi kena candu asmara, tapi ya sudah yuk kita simak aja.

Akui Kecanduan Kamu

Jika orang lain berkomentar tentang kamu bahwa kamu adalah pecandu media sosial atau social media addict, akuilah itu! Seorang pahlawan adalah mereka yang mau mengakui kesalahannya.

Halah, kok jadi pahlawan, sih. Tapi bener, sebagai langkah awal berubah untuk tidak menjadi pecandu media sosial, kamu harus mengakui kesalahan selama ini adalah terlalu sibuk dengan media sosialmu sehingga menyampingkan hal lain yang ada di sekelilingmu.
Untuk itu, kepada orang lain yang berkomentar tentang kamu, akui, dan mintalah saran pada orang tersebut untuk mengurangi rasa kecanduan terhadap media sosial. Tidak perlu malu, karena untuk menjadi benar, terkadang memang harus melewati masa-masa salah terlebih dulu. 

Pikir Ulang Kembali Ketika Akan Menggunakan Social Media Dalam Waktu yang Lama

Setiap kali akan menggunakan media sosial, dan kamu memiliki motivasi untuk log in ke media sosial tersebut, berhenti dan berpikirlah sejenak. Pikirkan kembali manfaat dan ruginya ketika melakukan itu jika kamu melakukannya dalam waktu yang lama.

Cek kembali jadwal kegiatan, dan pastikan kegiatan dalam menggunakan social media tersebut tidak mengganggu jam kegiatanmu selanjutnya. Nggak lucu, kan, kalau kamu jadi telat ke kegiatan selanjutnya cuma gara-gara keasikan main social media?

Jika memang kamu ingin membuka sosial media kamu, gunakanlah sebentar, secukupnya dan seperlunya. Jika kegunaannya tidak begitu penting, jadikan aktivitasmu di media sosial sebagai penghibur atau intermezzo, bukan sebagai kebutuhan utama dalam berinteraksi dengan orang lain.


Pikirkan Masalah Waktu



Dalam sehari, kita hanya memiliki waktu selama 24 jam. Agar hidup bermanfaat, tentu kamu harus mengoptimalkan waktu tersebut untuk berproduktivitas. Untuk itu, kamu harus berpikir lebih jernih lagi dalam menggunakan waktu yang dimiliki dengan sebaik mungkin.
Jangan sampai waktu yang kamu gunakan untuk berselancar di media sosial menjadikan waktu tersita sehingga kegiatan lain menjadi terhambat. 
Bayangkan saja, misalnya, untuk berselancar di internet membutuhkan waktu hingga 45 menit sampai 1 jam, 15 menit untuk mengecek pemberitahuan, 10 menit untuk membalas komentar, dan seterusnya. Apa yang kamu lakukan dalam waktu selama itu seharusnya bisa digunakan untuk melakukan kegiatan yang lain.
Pastikan bahwa kamu harus bersikap adil pada diri sendiri, dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan menjadikan media sosial sebagai sampingan atau hiburan semata saja.

Jadikan Media Sosial Bukan Sebagai Prioritas

Berselancar di media sosial memang sangat mengasyikkan. Disana kita dapat berbagi cerita, sharing dan berkomunikasi melalui berbagai fitur seperti foto, suara, tulisan, gambar hingga video. Namun, dibalik keasyikkan tersebut, terselip ancaman kamu bisa tenggelam dan kecanduan dalam menggunakannya.

Akibatnya, kamu bisa lupa waktu dan pekerjaan atau kegiatan yang lain menjadi terbengkalai. Untuk mencegah hal ini, ada baiknya menanamkan pada pola pikir bahwa media sosial hanyalah pendukung dalam aktivitas berkomunikasi.
Jangan jadikan media sosial sebagai wahana untuk memamerkan sesuatu, menghujat atau berkomentar tentang orang lain secara sering dan tidak tersaring. Jangan pula jadikan media sosial sebagai prioritas dalam hidup, sehingga apabila tidak menggunakannya, kamu akan merasa sangat bersalah dan merasa ada yang kurang.

Cari Kegiatan yang Lebih Berguna


Di luar sana, banyak sekali kegiatan yang bisa kamu ikuti untuk memaksimalkan minat, bakat serta kemampuan diri. Hal ini akan jauh lebih baik daripada duduk dan diam dengan menghabis waktu di depan komputer atau laptop dengan menggunakan sosial media.

Ikutilah komunitas ataupun kelompok yang sesuai dengan minat dan passionmu. Mengikuti kelompok bahasa, komunitas pecinta hewan, komunitas fotografi, komunitas musik, dan lain sebagainya yang bebas kamu pilih untuk diikuti sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.
Keuntungannya, selain kemampuan menjadi terasah, minat kamupun menjadi tersalurkan, dan mendapatkan banyak teman secara langsung, bukan melalui media sosial saja.
Tetapi, tidak harus mengikuti komunitas di luar sana, lho. Jika memang tidak memiliki banyak waktu untuk mengikuti kegiatannya, kamu bisa mengisi waktu luang kamu sendiri dengan kegiatan yang disukai.

Lakukan saja hobby kamu, dan jadikanlah hobby menjadi suatu hal yang menyenangkan. Maksimalkan waktu luangmu dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti membaca buku, berlatih musik, membaca resep baru, berolahraga ringan, belajar atau mengenal
orang-orang baru yang ada di sekeliling kamu.


Percaya Pada Diri Sendiri, Bahwa Kamu Bisa Melakukannya

Adalah sebuah keputusan yang cukup krusial dan hebat, apabila kamu mengambil resiko untuk menghapus akun media sosial yang dimiliki. Berbagai pertimbangan tentu menjadikan kamu berada diantara opsi iya dan tidak untuk menghapus akun media sosialmu.

Tentu, sebelum mengambil langkah ini, kamu harus memikirkannya dengan matang. Apabila sejauh ini yang dilakukan melalui media sosial hanyalah membuang waktu, bukan berkaitan dengan masalah pekerjaan, bisnis, dan lain sebagainya, maka pilihan untuk menghapus akun media sosial adalah langkah yang benar.
Kecanduan yang tidak berguna sesungguhnya akan membuat diri kamu menjadi rugi karena banyak membuang waktu untuk hal yang kurang menguntungkan.
Dibalik itu semua, kamu harus memiliki keyakinan dalam diri sendiri, bahwa bisa melakukannya. Yakini bahwasannya bisa terlepas dari kecanduan menggunakan sosial media, dan bisa bersosialisasi serta berkegiatan normal tanpa harus merasa bersalah apabila tidak menggunakan media sosial dalam beberapa waktu.

Oleh: Intantya Putri

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni