Hal-hal yang Bisa Kamu Dapatkan Dari Traveling Sendirian

Bagi kamu yang suka traveling atau bepergian, tentu pergi menjelajahi berbagai kota maupun negara merupakan hal yang sangat menyenangkan. Pergi traveling bersama teman-teman, sahabat, keluarga, maupun pasangan kamu tentu akan lebih mengasyikkan. Namun, pernahkah terbesit di benak kamu untuk melakukan traveling seorang diri?

Ya, bukan hal yang tidak mungkin apabila kamu melakukan traveling seorang diri. Kemanapun tujuannya, traveling seorang diri adalah hal yang sangat menantang dan juga mengasyikkan. Lakukan hal ini apabila kamu adalah pribadi yang menyukai tantangan, serta tidak ingin melewatkan masa muda kamu dengan menjelajahi suatu kota ataupun negara seorang diri. Hal ini akan menjadi kenangan paling manis dalam hidup kamu, bukan?

Di benak kamu, pasti kamu menginginkan untuk mengunjungi suatu tempat, dimana tempat tersebut sangat menarik hati kamu untuk mengunjunginya. Nah, nggak ada salahnya kan, kalau kamu mencoba mengunjunginya sendiri? Siapkan tabungan kamu, pesanlah tiket perjalanan pulang dan pergi, siapkan bekal secukupnya, dan pergilah dengan tenang dan senang!


Tapi, apa sih asyiknya pergi traveling sendirian? Apa juga pelajaran dan poin-poin yang bisa didapatkan dari pergi traveling sendirian? Pada ulasan kali ini, Nilni akan menjelaskan tentang hal-hal yang dapat dipelajari ketika kamu traveling sendirian. Mari kita simak bersama-sama!


Ini Bukan Pelajaran, Tapi Dengan Bepergian Sendirian, Kamu Bisa Jadi Orang yang Egois

Yup, egois disini bukan berarti kamu tidak mempedulikan siapapun yang ada di sekeliling kamu. Tapi, sifat egois yang didapatkan disini mengartikan bahwa selama melakukan traveling atau perjalanan, kamu hanya mempedulikan diri sendiri.

Eits, tapi ini bisa jadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan, lho. Kalau biasanya waktu kamu selalu terbagi dengan kegiatan bersama teman-teman, pekerjaan, dan aktivitas lainnya, dengan bepergian seorang diri kamu bisa memiliki waktu untuk membebaskan dan memanjakan dirimu sendiri. Yup, me time!

Selama perjalanan, kamu bisa memuaskan hasrat travelingmu tanpa mempedulikan kepentingan orang lain yang biasanya menghambat keinginan untuk menjelajahi suatu tempat. Kamu bisa mengatur jadwal perjalananmu sendiri tanpa terbentur dengan jadwal ataupun keinginan orang lain.
Tidak ada salahnya memuaskan diri kamu dengan traveling seorang diri seperti ini, selama masih menghormati orang lain dan tidak mengganggu kesenangan orang lain.

Kamu Belajar Untuk Mengenali Diri Sendiri

Bepergian seorang diri tentu menjadikan kamu benar-benar menjadi diri sendiri. Ketika bepergian dengan kakak, kamu memposisikan diri sebagai adik. Ketika bepergian dengan orang tua ataupun keluarga, kamu dapat memposisikan diri sebagai anak atau bagian dari keluarga tersebut. Ketika bepergian dengan teman-teman, bisa memposisikan diri sebagai teman yang saling mempedulikan satu sama lain.

Nah, apabila pergi traveling sendirian, kamu memposisikan diri sebagai diri sendiri yang sebenarnya, bukan? Kamu adalah yang mengatur dirimu sendiri. Lupakanlah apa yang orang lain harapkan dari dirimu. Pastikan bahwa kamu merasa nyaman dengan keadaan dan kondisimu saat itu.
Lakukan apa yang kamu inginkan, jelajahi semua yang ingin dijelajahi, bebaskan pikiranmu sebebas- bebasnya, nikmati perjalananmu senikmat-nikmatnya dan selamat datang dipetualangan yang seru.  

Belajar Menguji Kesabaran



Yup, traveling sendirian itu tidak mudah. Kamu pasti mengalami banyak kendala di dalamnya, apalagi saat kali pertama melakukannya. Kendala yang akan dihadapi, antara lain mencari tempat tinggal selama di lokasi traveling, mengatur pengeluaran seminim mungkin, membawa barang-barangmu sendirian tanpa bantuan orang lain, dan masih banyak lagi.

Kendala tersebut bukan semata-mata menjadikan traveling yang kamu lakukan menjadi buruk. Segera ambil hikmah dari kendala yang dihadapi tersebut. Selalu ada kebaikan di setiap cobaan, bukan?

Barangkali, kesalahanmu dalam memilih penginapan saat traveling, bisa kamu jadikan kesempatan untuk mengeksplor kota yang dikunjungi dari sudut pandang yang lain. Hasilnya, pengetahuan serta pengalaman dari traveling bisa bertambah, deh.


Kamu Bisa Belajar Untuk Merencanakan Masa Depan Dengan Matang

Manajemen perencanaan sangat penting, tak lepas halnya dengan rencana hidup untuk masa depan. Nah, kamu bisa pelajari itu ketika akan merencanakan perjalanan sendirian! Yup, secara tidak langsung, akan terlatih untuk menentukan masa depanmu. Apapun yang ditentukan sekarang, akan berimbas di masa depan.
Kamu harus mengambil keputusan untuk masa depanmu sebaik mungkin. Bila salah langkah bersiaplah menanggung akibatnya.
Penentuan langkah mana yang akan diambil dalam menentukan hidup untuk beberapa waktu ke depan, juga diterapkan saat kamu menentukan agenda dan langkah-langkah perjalananmu ketika akan traveling sendirian, lho.

Seperti halnya menentukan kemana akan pergi, dimana akan menginap, apa yang akan dilakukan selama traveling, adalah contoh kecilnya. Diluar penentuan tersebut, kamu juga harus memikirkan solusi lain apabila traveling yang dilakukan tidak berjalan sesuai rencana.

Pikirkanlah sematang mungkin, karena rencana yang sempurna tidak akan menjamin lancarnya perjalanan kamu. That’s life. Kita harus waspada dan bersiap dengan rencana yang lain agar hidup kita tidak berantakan.


Kamu Bisa Belajar Bertanggung Jawab


Bagian yang paling krusial saat melakukan traveling sendirian adalah apapun yang dilakukan adalah hasil kerjamu dan atas tanggung jawab sendiri. Jadi, apapun yang terjadi, kamu tidak bisa menyalahkan orang lain.

Resiko apapun yang diterima, harus ditanggung sendiri. Nah, disitulah kamu akan belajar bertanggung jawab terhadap pilihan dan keputusan yang dijalani selama traveling. Lantas, bagaimana bila yang dipilih itu merupakan langkah yang salah atau keliru? Jangan panik! Sebagai pribadi yang bertanggung jawab, tentu kamu harus menjalani resiko yang diterima atas pilihan kamu.
 Tapi ingat, selalu ambil sisi positif dari setiap apa yang kamu alami, ya!

Kamu Bisa Memiliki Kesempatan Untuk Belajar Bahasa Lain

Ketika traveling, apalagi jika yang kamu kunjungi adalah kota atau negara dengan bahasa yang berbeda dengan bahasamu sehari-hari, tentu akan membuka kesempatan untuk mengetahui dan mempelajari bahasa yang berlaku di wilayah tersebut.

Suka tidak suka, mau tidak mau, karena bepergian sendirian, tentu apabila memerlukan sesuatu kamu membutuhkan interaksi dengan orang pribumi di wilayah yang dikunjungi. Nah, bila yang didapatkan adalah perbedaan bahasa, mau tidak mau harus mempelajari, paling tidak sekedar tahu bahasa umum tentang bahasa mereka, bukan? Hal ini biasanya sangat berguna apabila kamu menanyakan arah, rekomendasi penginapan, membeli sesuatu, dan lain-lain.

Mempelajari bahasa lain dalam waktu yang singkat memang sulit. Alangkah baiknya, menyiapkan kamus kecil atau kamus saku yang bisa membantu dalam berkomunikasi dengan orang pribumi disana.

Tips dari Nilni, agar interaksi yang dilakukan lebih mudah dan lebih terasa dekat, selain mempelajari bahasa, kamu juga harus mempelajari budaya yang berkembang disana. Misalnya, budaya menyapa, budaya memanggil, budaya menghormati, dan lain sebagainya. Seperti halnya di Indonesia, budaya menyapa atau bertemu adalah dengan berjabat tangan dan tersenyum.

Lain halnya dengan di Jepang, budaya menyapa dilakukan dengan membungkukkan badan ke hadapan orang yang ditemui. Hal seperti ini terlihat sepele, tetapi penting juga lho untuk mendukung proses interaksi kamu dengan orang-orang sekitar.


Melatih Kepercayaan Diri Kamu


Yang namanya bepergian sendirian, udah pasti kamu akan percaya diri dong dalam setiap waktu maupun kesempatan. Apapun yang nantinya ditemui di perjalanan, kamu tentu sudah mempersiapkan diri untuk menyikapinya, baik itu berupa tantangan ataupun kesempatan.

Hal-hal yang kamu lakukan seorang diri, apalagi itu cukup beresiko, pada dasarnya bisa melatih kepercayaan diri. Percaya diri untuk membuktikan bahwa bisa melakukan hal tersebut, percaya diri bahwa kamu adalah pribadi yang sanggup dan unggul, percaya diri bahwa kamu adalah seorang yang menyukai tantangan.

Kepercayaan diri ini nantinya juga berimbas pada kehidupan sehari-hari, loh. Dalam melakukan apapun, lebih bisa percaya diri menjalaninya.


Kamu belajar untuk menjadi seseorang yang berpikiran terbuka

Berpikiran luas atau memiliki pikiran terbuka adalah salah satu hal yang juga bisa didapatkan dari bepergian atau traveling sendirian. Yup, dengan traveling sendiri, kamu bisa lebih berpikir kritis atas apapun yang dialami.
Kenapa? Karena apa yang dirasakan dan dipikirkan, hanya kamu share dengan diri sendiri. Kamu akan melakukan komunikasi dengan diri sendiri, berpikir kritis merenungi apa yang sebenarnya sedang dialami. 

Jika benar-benar menyadari tanggung jawab dan motivasi ketika traveling seorang diri, kamu akan melihat apa yang dialami ini dari berbagai sudut pandang. Seburuk apapun itu, paling tidak bisa melihat sesuatu dari sisi baiknya, yang tentunya bermanfaat untuk diri sendiri ke depannya.


Kamu Bisa Melawan Rasa Takutmu Sendiri

Kalahkan rasa takut yang dimiliki dengan bepergian seorang diri! Ya, apapun itu, kamu harus menghilangkan rasa takut yang hinggap di dalam dirimu bukan? Terlebih lagi apabila rasa takut itu cenderung mengganggu hari-harimu.

Takut ketinggian, laba-laba, serangga, takut kemana-mana sendirian, hingga takut pada kehidupan sosial yang ramai, seharusnya bisa dihilangkan. Bila bepergian sendirian, secara tidak langsung akan ada sebuah dorongan yang sifatnya agak memaksa untuk melakukan suatu hal yang bisa mematikan rasa takutmu.
Ketika kamu sudah mencoba dan menemukan hasilnya, perlahan-lahan, rasa takut itu akan hilang karena telah terbiasa.

Kamu Dapat Belajar Untuk Hidup Sederhana


Bepergian sendirian dengan model backpacker? Sangat menantang! Ya, kamu bisa melakukannya sesuai dengan rencanamu, kok. Lewat cara traveling seperti ini, juga bisa mendapatkan pelajaran hidup untuk hidup sederhana, lho!

Bisa bayangin dong gimana rasanya survive dengan bekal yang pas dan cukup selama perjalanan kamu? Tidak berlebihan. Pada dasarnya, hal seperti ini memang sulit dirasakan bagi sebagian orang pada awal perjalanan, tetapi ketika seseorang sudah menikmati perjalanannya, maka seseorang tersebut lama-lama akan terbiasa.

Nah, pola hidup yang sederhana dan apa adanya ini, bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Bukan berarti pada kehidupan sehari-hari nantinya akan menyepelekan segala fasilitas hidupmu, paling tidak, bisa lebih sederhana dan lebih mensyukuri segala yang ada dalam hidup selama ini.


Belajar Untuk Menjaga dan Menghargai Apa yang Kamu miliki

Kamu tentu bertanggung jawab penuh terhadap barang yang dibawa saat traveling. Tidak ada asisten, teman, ataupun keluarga yang bisa membantu untuk menjaga barang-barangmu. Dengan begitu, bisa lebih waspada dan berhati-hati dalam menjaga barang bawaan.

Seperti halnya menjaga barang yang dibawa supaya aman dari pencurian ataupun kehilangan, kamu juga tentu akan lebih bijak menggunakan barang yang dibawa. Bijak dalam menggunakan uang, misalnya. Tentu akan lebih berhati-hati dalam menggunakan uang untuk membelikannya sesuatu, karena hal tersebut berkaitan dengan kondisi kehidupan dalam beberapa hari ke depan selama traveling.


Kamu Belajar Untuk Mendapatkan Teman Baru

Kamu seorang yang pemalu? Susah bersosialisasi? Cuek dan sering dicap sombong? Apapun itu, tidak peduli! Ketika bepergian sendirian, keadaan akan memaksamu untuk bersosialisasi dengan keadaan sekitar.

Nah, itulah yang bisa menjadi kesempatan untuk berani bersosialisasi secara aktif dan mendapatkan teman baru. Siapapun mereka, paling tidak teman baru itu akan membantu selama traveling disana.
Caranya? Simple. Senyumlah dengan ramah, dan ajak seseorang itu berkenalan. Banyaklah bertanya mengenai dirinya dan wilayahnya atau wilayah yang sedang kamu kunjungi itu.

Pertemanan yang hanya kamu dapatkan dalam waktu singkat itu, bisa dilanjutkan dengan media komunikasi lainnya, seperti telepon, surat, atau bahkan di era modern dan canggih saat ini yakni melalui media sosial.


Kamu Akan Belajar Mensyukuri Hidupmu Sendiri


Disela waktu menikmati perjalananmu yang seru itu, kamu juga punya kesempatan untuk merenungi kehidupanmu, lho. Akan ada saatnya untuk memiliki waktu yang tenang untuk menyendiri tanpa seorangpun yang mengganggu.

Disaat itulah kamu dapat berkaca pada diri sendiri, merenungi apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan. Disisi lain, kamu pasti akan merasa bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan padamu hingga saat ini.

Saat perenungan di tengah kesendirian ini bisa kamu jadikan momen untuk belajar mensyukuri apapun yang diberikan Tuhan dalam hidup. Dirimulah yang menentukan hidupmu, jika tidak mensyukurinya, kamu akan selalu merasa kurang. Betul, kan?


Kamu Bisa Belajar Menjadi Mandiri

Terlatih untuk mandiri ketika bepergian traveling sendirian tentu menjadi hal yang sangat pasti. Di setiap langkah yang dilakukan saat bepergian tersebut, kamu memutuskan dan melakukannya sendiri. Hal-hal inilah yang bisa membuatmu menjadi pribadi yang mandiri, tidak bergantung kepada orang lain.

Kemandirian yang kamu latih dari proses traveling seorang diri, seharusnya bisa dipertahankan dan diterapkan ke dalam hidup sehari-hari, sehingga ke depannya akan menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kamu pelajari dari traveling seorang diri. Takut? Nggak perlu. Selama bisa menjaga diri dan bertanggung jawab atau waspada terhadap diri sendiri, kamu harus yakin kalau semuanya akan bail-baik saja.

Everything’s gonna be alright, ya. Dan kamupun, akan memiliki kenangan dan pengalaman yang sangat berharga dan tidak terlupakan sepanjang sejarah hidup kamu. Traveling sendirian? Nggak perlu ragu!

Oleh: Intantya Putri

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni