Jadikan Donor Darah Sebagai Bagian Gaya Hidup Kamu

Banyak generasi muda saat ini yang menghabiskan waktu diakhir pekan dengan berbagai kegiatan yang menuntut kesenangan semalam. Berpesta, nongkrong di kafe-kafe yang menampilkan live music, melakukan penjelajalah ke gunung, bersantai di pesisir pantai, dan kesenangan lainnya. 

Kegiatan donor darah via harianpos.com

Tapi berapa banyak anak muda yang menjadikan kegiatan seperti donor darah sebagai bagian darigaya hidup mereka? Jawabannya banyak! Kamu pasti mengira hanya sedikit dari generasimu yang menjadikan kegiatan donor darah sebagai rutinitas yang biasa mereka lakukan. Kalau memang berpikir demikian, sepertinya kamu terlalu banyak bersenang-senang tanpa memikirkan kesenangan orang lain. Saatnya berubah!

Palam Merah Indonesia (PMI) terus mendorong orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat untuk menjadikan kegiatan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup mereka. 

Apakah kamu tahu bahwa satu kantong darah dapat menyelematkan tiga nyawa orang? Banyak keuntungan yang dapat kamu rasakan selain kesenangan akan manfaat darah yang didonorkan bagi orang yang membutuhkannya. 

Seseorang yang menyumbangkan darahnya tiga sampai empat kali dalam satu tahun, mampu membebaskannya dari ancaman penyakit seperti Hepatitis C, Hepatitis B, Sipilis, bahkan HIV. PMI terus melakukan cara-cara kreatif untuk meningkatkan kebiasaan mendonor darah bagi generasi muda. 

Selain menyediakan fasilitas donor darah di sejumlah tempat umum seperti kampus, mall, dan penempatan kendaraan donor di lokasi-lokasi yang berbeda, PMI pun membuat slogan kampanye “Blood Donor is Lifesyle” secara nasional.

Kampanye ini tidak hanya berlaku bagi generasi muda yang sudah menjadikan donor darah sebagai gaya hidup, tetapi juga bagi anak-anak muda yang belum mengetahui bahwa kegiatan donor darah memiliki banyak manfaat yang dapat mereka petik. 

Kampanye inipun menghasilkan harapan kepada para generasi muda agar tidak menjadikan donor darah sebagai kegiatan seremonial belaka atau tidak menjadi partisipan pasif semata, tetapi terus melakukannya secara konsisten di masa mendatang. Pasalnya, menurut organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), PMI setidaknya membutuhkan sekitar 4.5 juta kantong dara pertahun untuk didonorkan. 

Sedangkan faktanya, saat ini Indonesia masih terus berusaha mendapatkan sekitar 3.5 juta kantong darah per tahun, kurang 1 juta dari standar kebutuhan yang disarankan WHO. Berdasarkan hasil perhitungan statistik tahun 2013 lalu, PMI telah menerima sekitar 2.500.883 kantong darah dengan 41% pendonor sebagai partisipan baru. 

Bayangan akan kegiatan donor darah yang menyakitkan, memperlihatkan proses pengambilan darah yang begitu banyak memang kerap menjadi momok yang membuat generasi muda urung mendonorkan darahnya. Membayangkan jarum suntik masuk melalui lapisan kulit menuju pembuluh darah mungkin memang mengerikan buat kamu. 

Tapi faktanya, donor darah bukanlah kegiatan yang menyakitkan pendonornya. Alih-alih merasa takut, banyak pendonor muda yang merasa ketagihan karena telah merasakan langsung dampak positif dari gaya hidup barunya ini. 

Lalu mengapa anak muda didorong sebagai pendonor utama? Alasannya adalah sederhana, lantaran darah yang dihasilkan masih segar dan sehat dan jumlah anak muda yang ada di Indonesia terbilang banyak. Bukan lagi menjadi alasan jika kamu berkata “Maaf, tapi saya nggak tahu dimana tempat mendonorkan darah,” atau “Males ah, kantor PMI-nya jauh.” 

Hentikan alasan itu sekarang juga karena PMI telah mendekati banyak tempat-tempat dimana anak muda berkumpul seperti kampus dan pusat-pusat perbelanjaan. Bahkan sejak tahun 2010 lalu, PMI telah mendirikan gerai-gerai donor darah di dua tempat tersebut di berbagai daerah di Indonesia.

Sudah saatnya mengubah kebiasaan kamu ke arah yang lebih positif. Menjadikan donor darah sebagai gaya hidup akan memberikan manfaat bagi setiap pendonornya untuk jangka waktu yang lama. Tentunya sebuah gigitan seekor laba-laba tidak akan membuat kamu berubah menjadi pahlawan super seperti Spiderman. 

Tapi tusukan jarum kecil yang menembus pembuluh darah dapat menjadikanmu seorang pahlawan bagi orang lain yang membutuhkan seorang pendonor darah. Satu darah untuk tiga nyawa sangatlah berarti. Dan inilah manfaat yang akan kamu rasakan dengan menjadikan donor darah sebagai gaya hidup.


Mencegah Penyakit Jantung

Sakit jantung via life.viva.co.id

Gaya hidup donor darah sangat baik bagi kesehatan pendonor itu sendiri. Kegiatan ini mampu mengurangi jumlah zat besi yang berada di dalam tubuh manusia. Dengan begitu, setiap pendonor mampu mengurangi resiko terserang penyakit jantung. Study yang dihasilkan oleh American Journal of Epidemiology mengatakan bahwa seorang pendonor darah memiliki persentase lebih kecil untuk menderita serangan jantung.

Hal ini disebabkan karena ketika seseorang menyumbangkan darahnya, zat besi yang berada di dalam tubuhnya akan berkurang dalam sistem peredaran darah dan secara signifikan mampu mengurangi risiko penyakit pada jantung.


Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Kanker

Mengurangi resiko kanker via pixabay.com

Keseimbangan kandungan zat besi di dalam tubuh dapat mengurangi terkena risiko penyakit kanker. Seperti yang telah disampaikan di atas, donor darah dapat mengurangi zat besi berlebihan yang terdapat dalam tubuh. 

Seorang pendonor darah yang konsisten mendonorkan darahnya terbukti mampu mengurangi risiko penyakit kanker seperti kanker hati, kanker paru-paru, kanker usus besar, kanker lambung, dan kanker tenggorokan. 

Lalu kamu masih takut dengan jarum suntik ketimbang risiko terkena kanker? Kalau benar begitu, kamu kehilangan kesempatan untuk menurunkan risiko terkena penyakit mengerikan ini.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Check up gratis via pixabay.com
Kegiatan donor darah bukanlah aktifitas yang dapat kamu lakukan setiap waktu. Seorang pendonor darah harus dipastikan berada dalam keadaan sehat saat mendonor. Oleh sebab itu sebelum proses pendonoran darah, sejumlah tahap pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan oleh pendonor. 

Dan pemeriksaan dilakukan tanpa dipungut bayaran! Selain gratis, banyak keuntungan lain yang dapat kamu rasakan dari pemeriksaan kesehatan ini. Sebagai contoh, kamu akan mengetahui berapa tinggi tekanan darah dan apakah risiko yang akan dihadapi berdasarkan tekanan darah tersebut. 

Setelah proses pendonoran, darah pendonor akan masuk ke dalam lab untuk mengetahui apakah kesehatan darah mereka baik atau tidak. Oleh sebab itu seorang pendonor darah dapat mengetahui lebih cepat mengenai masalah kesehatan mereka.

Kisah menarik soal donor darah ini terjadi pada seorang nenek berusia 63 tahun bernama Jan Grasham. Grasham bercerita bagaimana donor darah menyelamatkan hidupnya. Grasham didiagnosa menderika kanker usus yang diketahuinya ketika ia mendonorkan darahnya disalah satu pusat kesehatan di New Forest, Amerika Serikat. 

Menurutnya, jauh sebelum melakukan pendonoran darah, ia tidak pernah merasa memiliki gejala penyakit kanker ususdan tidak berpikir pula untuk memeriksanya ke dokter. Tetapi setelah mengetahuinya melalui donor darah, ia percaya bahwa gaya hidupnya sebagai pendonor darah adalah salah satu utama mengapa ia masih dapat hidup hingga saat ini. 

Penyakitnya tersebut ia ketahui saat ia mendonorkan darahnya yang ke-57 pada bulan Agustus 2007 lalu dan diberitahu bahwa ia tak dapat menyumbangkannya karena tingkat zat besi di darahnya terlalu rendah.


Mengetahui Golongan Darah

Golongan darah via arifabdurahman.com

Kamu tidak tahu tipe golongan darahmu sendiri? Jika ya, sudah saatnya untuk melakukan donor darah. Bersamaan dengan proses pemeriksaan kesehatan, kamu akan mengetahui analisis mengenai darah yang didonorkan dan golongan darah mu sendiri.

Semuanya dilakukan gratis! Berbeda jika kamu dengan sengaja mengunjungi ruang praktik dokter hanya untuk mengetaui darahmu termasuk ke dalam golongan apa yang tentunya membutuhkan biaya. 

Darah yang didonorkan akan diperiksa untuk memastikan bahwa darah tersebut layak untuk digunakan. Pemeriksaan itu termasuk pemeriksaan apakah darah sudah terinfeksi virus HIV, sipilis, atau hepatitis. 

Jika darah mengandung faktor kesehatan yang tidak baik, darah yang telah disumbangkan tidak boleh digunakan dan pendonor akan mengetahui masalah kesehatan yang dihadapinya.


Makanan dan Minuman Gratis

Dapat makan minum gratis via pixabay.com

Ada banyak hal menyenangkan yang akan didapatkan sebagai pendonor darah yang mungkin tidak diketahui. Salah satu keuntungan sebagai pendonor darah adalah kamu akan mendapatkan beberapa makanan dan minuman gratis. Memang bukan makanan dan minuman senikmat makanan cafe yang biasa kamu kunjungi di malam minggu. 

Setelah proses donor darah kamu akan mendapatkan bermacam-macam makanan ringan, dan minuman bubur kacang hijau dan jussecara gratis. Bahkan dalam beberapa acara khusus, terkadang PMI memberikan souvenir berupa kaos, stiker, dan produk-produk kampanye lain sebagai media promosi kegiatan donor darah. 

Jika telah menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup, kamu pasti selalu ingin mengabarkan kepada kawan-kawanmu bahwa donor darah adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Coba deh....


Mengurangi Kalori

Dapat mengurangi kalori via pixabay.com

Banyak studi mengatakan bahwa mendonorkan darah mampu mengurangi risiko serangan jantung dan kanker. Tetapi kamu akan mendapatkan keuntungan lainnya, salah satunya adalah mengurangi jumlah kalori yang terdapat di dalam tubuh.

Seorang pendonor darah akan mengurangi sekitar 650 kalori untuk setiap kantong darah yang disumbangkan. Keuntungan ini ditimbulkan dari penurunan zat besi yang menyebabkan darah menjadi lebih kental. Setelahnya, tubuh akan berproses secara alami untuk mengembalikan kadar zat besi yang terdapat di dalam tubuh. Proses inilah yang mampu mempercepat oksidasi kolesterol.Seorang pendonor darah yang konsisten mampu mengembalikan tekstur darahyang sebelumnya mengental akibat penurunan kadar zat besi dalam tubuh.


Pembuatan Sel Darah Merah Baru

Membentuk sel darah baru via sains.me

Kegiatan donor darah mampu mendorong pembuatan sel darah merah baru. Setiap proses pendonoran darah, sumsum tulang bagian belakang kamu akan segera mengisi kembali sel darah merah yang telah disumbangkan. 

Dengan begitu, kamu tidak kehilangan darah sama sekali karena pasokan darah terus mengalami reproduksi. So, jangan takut untuk kekurangan darah ya guys!


Mengurangi Zat Besi

via pixabay.com

Dalam tubuh orang dewasa yang sehat biasanya terdapat sekitar 5 gram zat besi, terutama dalam sel darah merah dan juga di bagian sumsum tulang belakang. Ketika menyumbangkan satu unit darah, kamu akan kehilangan sekitar seperempat dari 1 gram zat besi dan akan direproduksi dari makanan yang dikonsumsi setelah proses donor dilakukan. 

Pengaturan kadar zat besi yang berada tubuh adalah hal yang sangat baik karena jumlah zat besi berlebihan dalam tubuh dapat menjadi pengaruh buruk bagi pembuluh darah. Namun efek tersebut mungkin tidak berlaku bagi seseorang berusia lanjut. 

Hal tersebut dikatakan oleh para peneliti dari Veteran Affairs Medical Center dan Dartmouth Medical School yang telah melakukan penelitian terkait donor darah yang berhubungan dengan kesehatan tubuh manusia. 

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 1.277 perempuan dan laki-laki berusia 43 hingga 87 tahun. Peneliti menemukan pula penyakit arteri perifer pada para pendonor berusia lanjut. Arteri perifer adalah penyakit yang menyebabkan berkurangnya aliran darah akibat penyempitan pembuluh darah arteri. 

Salah seorang peneliti, Dr. Leo Zacharski mengatakan pula bahwa hasil penelitian memang menunjukkan bahwa pengurangan zat besi dalam tubuh manusia dapat menurunkan risiko terkena serangan jatung atau stroke yang mampu menyebabkan kematian. 

Untuk mendukung teorinya, ia mengatakan bahwa kesehatan pembuluh darah dapat dijaga dengan cara menyeimbangkan kadar zat besi dalam tubuh sejak usia muda. Oleh sebab itu, Zacharski menegaskan untuk mendapatkan kesehatan pembuluh darah yang aman dan tidak memerlukan biaya adalah dengan menjadikan kegiatan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup anak muda. 

Tetapi tentu saja itu bukan satu-satunya tujuan utama dalam melakukan donor darah. Kalau ingin donor darah harus ikhlas ya.... 


Obat Awet Muda

Anti aging via pixabay.com

Donor darah memang bukan obat awet muda dalam arti sesungguhnya. Tetapi melakukan kebaikan bagi orang lain adalah salah satu cara untuk menjalani kehidupan yang lebih lama bagi seseorang. 

Menurut studyHealth Psychology, orang-orang yang membantu orang lain secara sukarelamemiliki kemungkinan yang signifikan untuk mengurangi ancaman kematian sebanyak empat tahun dibandingkan mereka yang melakukan banyak hal untuk diri mereka sendiri.

Tentu harus selalu diingat bahwa sebuah kantong darah dapat menyelamatkan tiga nyawa orang. Oleh karena itu semakin banyak orang yang mulai menjadikan donor darah sebagai gaya hidup mereka, semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan.
Ada banyak study yang dilakukan tentang manfaat donor darah sebagai gaya hidup. Para peniliti dari Journal of the American Medical Association menemukan bahwa pendonor berusia 43 hingga 61 tahun yang menjadikan donor darah sebagai gaya hidup dan secara rutin mendonorkannya setiap 6 bulan sekali lebih sedikit terkena risiko serangan jantung dan stroke.

Data WHO mengatakan bahwa ada sekitar 92 juta donor darah yang secara global disumbangkan setiapa tahun. Tetapi ada sekitar 30 juta pendonor yang hanya sekali menyumbangkan darahnya dan tak pernah mengulanginya lagi. Diperlukan dorongan yang kuat untuk mengembalikan para pendonor dan meyakinkan mereka bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka.

Ada banyak negara yang dapat menjadi contoh baik soal pemenuhan kebutuhan transfusi darah dalam sistem kesehatan mereka, misalnya saja Vietnam. Negara yang sempat berseteru lama dengan Amerika Serikat ini mampu memenuhi kebutuhan kantong-kantong darah dan meningkatkan jumlah pendonor darah dari hanya sepertiga dari total pasokan hingga mendekati angka 90% kebutuhan donor darah dalam waktu 10 tahun. 

Tren donor darah sebagai gayahidup telah diterapkan oleh banyak warga negara Vietnam. Hal ini juga telah memberikan manfaat dengan meningkatnya jumlah cadangan kantong darah selama setahun yang sebelumnya berjumlah 268.394 unit menjadi 776.420 unit pada periode yang sama. 

Dengan kesadaran mendonor, maka kamu dapat mengurangi ketakukan menipisnya persediaan darah saat dibutuhkan. Menjadi seorang pendonorpun tidak hanya dapat menyelamatkan seorang manusia, tetapi memberikan kembali senyum kepada banyak keluarga dan sahabat di belakang penerima donor. 

Indonesia dapat melakukan hal tersebut. Dengan kampanye “Blood Donor is Lifesyle” yang dilakukan PMI. 

Sudah bukan waktunya bagi anak muda Indonesia untuk selalu bertanya pada lawan jenisnya “nomer pin kamu berapa?.” Tetapi mereka seharusnya lebih sering bertanya, “sudah berapa kali kamu mendonorkan darah?”

Oleh: Muhammad Meisa

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni