Jokowi - Iriana : Kisah Cinta Keluarga Bernuansa Sederhana

Siapa yang tidak mengenal Joko Widodo atau yang akrab di sapa “Jokowi”. Mantan walikota Solo ini pernah mendapat penghargaan sebagai walikota terbaik ketiga di dunia. Kini beliau adalah seorang presiden terpilih periode tahun 2014-2019 untuk Indonesia.

Mungkin kita semua bertanya-tanya, siapa pendamping sosok joko widodo, seperti apakah ia, dan bagaimana bisa berkenalan dan bertahan sampai sekarang ini. apakah ia seorang wanita yang mendampingi lelakinya menuju sukses, ataukah wanita yang bertemu saat Jokowi sudah di puncak ?.

Beliau yang tangguh pendamping Jokowi ini bernama Iriana. Perempuan yang lahir di surakarta jawa tengah 1 oktober 51 tahun silam, adalah istri pertama dan satu-satunya Jokowi.

Bapak Jokowi dan Ibu Iriana - Twitter @IrianaJKW
Pertemuan Jokowi dan Iriana sangat biasa, Iriana adalah aseorang teman dari adik perempuan Jokowi. Dulu Iriana sering bermain kerumah Jokowi karena ajakan sang adik, dan suatu hari tanpa sengaja Iriana bertemu dengan Jokowi. Saat itu Jokowi sedang berkuliah di Universitas Gajah Mada jurusan Kehutanan, dan faktanya Iriana adalah pacar pertama dan satu-satunya Jokowi.

Pergaulan saat itu belum sefulgar sekarang, yang bisa saja langsung jadian sesaat setelah bertemu dan berkenalan. Jokowi memang langsung punya feeling kuat terhadap Iriana, tapi bukan berarti mereka langsung berkenalan dan pacaran dengan mudah. Dimata Jokowi, Iriana adalah seorang perempuan yang sederhana dan cenderung “ndeso”.

Pendekatan Jokowi kepada Iriana memang tidak sesepesial pasangan pada umumnya, yang merangkai bunga, mengantar jemput atau memberikan coklat setiap hari. meskipun demikian Iriana bukanlah perempuan yang mudah di taklukan, untuk menaklukan hati Iriana,
"Jokowi membutuhkan waktu enam sampai lima bulan kala itu, untuk menaklukkan hati Iriana"
Apakah ada adegan penembakan lalu ada ikatan jadian ?..oooo tidak...semua berjalan mengalir lancar. Saat enam bulan tersebut Jokowi memberanikan diri untuk mengajak Iriana bersepeda, dan gayungpun bersambut Iriana meng iyakan ajakan tersebut. saat Iriana menyanggupi ajakan Jokowi bersepeda, bagi Jokowi artinya Iriana sudah mau untuk menjadi kekasihnya, meski tanpa ikatan pacaran atau adegan penembakan.

Menurut Iriana Jokowi bukanlah tipe pria romantis yang identik dengan bunga. Selama 28 tahun menikah tak sekalipun Jokowi memberikan bunga kepada Jokowi. Iriana dan Jokowi juga tidak mengenal budaya ulang tahun. Entah itu ulang tahun pernikahan, atau ulang tahun kelahiran, bagi keduanya semua itu bukanlah hal yang istimewa untuk di rayakan apalagi di gembar-gemborkan seperti artis. Namun begitu sebagai ayah tiga anak, dimata Iriana, Jokowi adalah seorang ayah yang tegas dan bertanggung jawab. Jokowi selalu bilang tidak ketika itu melanggar prinsip, dan iya ketika itu memang di butuhkan atau tidak bertentangan dengan prinsip.

Menurut Iriana, selain tegas, Jokowi juga sosok seorang yang tau menempatkan prioritas. Saat di rumah dia memperhatikan rumah, tidak berbicara mengenai pekerjaan atau politik. Semua pembicaraan saat di rumah adalah keluarga. meskipun kadang ada beberapa pekerjaan ringan seperti satu atau dua buah tanda tangan yang ia bawa pulang.

Namun begitu perempuan inilah yang ada  di balik kesuksesan Jokowi. Perannya yang besar dalam kehidupan Jokowi membuat Iriana patut di berikan predikat sebagai istri hebat. Bagaimana tidak, Iriana melayani Jokowi dari mulai hal yang kecil seperti membuatkan jamu, menyiapkan makanan kesukaan Jokowi, hingga membereskan rumah. Semua itu ia lakukan di tengah kesubukannya sebagai ketua PKK Kota Solo, dan kemudian beralih menjadi ketua PKK Jakarta seiring kepindahan Jokowi menjadi gubernur Jakarta waktu itu, menggantikan Fauzi Bowo.

Cinta mereka tumbuh karena terbiasa, seperti pepatah jawa “witing tresno jalaran soko kulino”. Kesederhanaan yang mereka miliki membuat cinta mereka awet hingga jenjang pernikahan, setelah 4 tahun menjalin hubungan berpacaran.

Iriana menikah dengan Jokowi pada tanggal 23 Desember tahun 1986. Saat itu Jokowi hanya pekerja di PT Kertas Kraft Aceh dan setelah menikah, Jokowi dan Iriana tinggal di Aceh.

Saat Iriana hamil muda Jokowi memutuskan untuk kembali ke Solo dan melepaskan pekerjaannya di Aceh. Dan lahirlah putra pertama Jokowi dan Iriana bernama Gibran Rakabuming (1988), disusul dengan Kahiyang Ayu (1991), dan Kaesang Pangarep (1995).

Anak pertama Jokowi, Gibran Rakabuming merupakan lulusan manajemen lulusan Management Develompmnet Istititut of Singapura, yang kini mejadi pengusaha katering di Solo, Jawa Tengah. Kahiyang Ayu anak kedua Jokowi baru saja lulus dari Universitas Negeri Solo, Jurusan Ilmu Teknologi Pangan. Sedangkan anak ketiga, Kaesang Pangarep, kini masih menimba ilmu di Singapura.

Bagi Iriana keluarga adalah nomor satu dari dulu ketika menjabat sebagai ketua PKK sampai sekarang menjadi ibu negara Indonesia. Meskipun pekerjaan lebih berat, namun sebisa mungkin Iriana akan tetap melakukan kebiasaan sehari-harinya untuk mengurus rumah tangga.

Sedangkan Jokowi merupakan sosok yang demokratis dalam keluarganya. Hal ini di buktikan oleh pengakuan anak-anaknya yang tidak pernah di larang untuk memilih jalur apapun sebagai karirnya. Bahkan untuk urusan pengambilan jurusan di perkuliahan, Jokowi selalu menyerahkan kepada anak-anaknya.

Di mata anak-anaknya, Jokowi juga adalah seorang ayah yang lucu dan suka “ndagel”. Ndagel dalam bahas indonesia berarti melawak. Tidak dengan anak saja, dengan istri tercinta juga melakukan hal yang sama. Namun meskipun demikian saat dibutuhkan untuk berbicara serius, Jokowi juga akan berbicara dengan serius. Tetapi hal itu sangat jarang di lakukan. Baginya rumah adalah tempat melepas penat, tidak untuk berserius-serius ria atau melakukan dan memikirkan hal yang spaneng. Keluarga sudah seperti hiburang bagi seorang joko widodo.

Sifat Iriana yang mengayomi , baik itu kepada Jokowi atau anak-anaknya, membuat suasana di rumah menjadi semakin nyaman. Mungkin karena kenyamanan itu yang membuat rumah tangga Jokowi seperti adem ayem dan jauh dari perkara yang serius.

Untuk soal makanan pasangan Iriana dan Jokowi juga tidak neko-neko. Apapun yang ada di meja makan, meskipun Cuma tempe ya itu yang harus dimakan. Keduanya tidak terlalu ribet mengenai makanan, asal itu halal. Mungkin hal itulah yang menyebabkan Jokowi berbadan kurus seperti ini. namun Iriana mengungkapkan , tidak ada yang berubah dengan postur tubuh Jokowi. Dari dulu sampai sekarang tetap saja kurus.

Musik?

Yaa...Iriana tahu betul apa musik kesukaan Jokowi. Jokowi memang politikus dengan sejuta kontofersial yang ada. Dia pernah menonton konser metalica di Jakarta beberapa waktu lalu. Yaa apalagi kalau bukan musik rok. Di mata Iriana sosok Jokowi yang kalem sangat berbeda dengan musik kesukaanya. Iriana mengatakan meskipun kalem tapi jiwanya tetap rock and roll.

Well...dimana-mana Jokowi selalu memakai kemeja atau batik sederhana, bahkan cenderung sangat biasa untuk sekelas orang terpandang seperti beliau. Dibalik pakaian sederhana Jokowi, terdapat seorang desainer tangguh yang teramat dia cintai. Ya...siapa lagi kalau bukan Iriana. Sejak dulu Irianalah yang menjahitkan baju Jokowi.

Hmm...jangan di tanya apakah bahannya khusus dan mahal?. Iriana menegaskan bahwa semua bahan pakaian Jokowi berasal dari toko kain biasa. Bahannya juga tidak yang neko-neko. Semua dipilih berdasarkan kenyamanan. Jokowi menyukai pakaian yang biasa saja, tidak terlalu banyak motif atau corak. Jokowi lebih suka mengenakan pakaian dengan satu atau dua motif atau bahkan polos.

Namun saat Iriana juga sibuk, Jokowi punya tukang jahit andalan untuk membuat kemejanya, meskipun demikian Irianalah yang tetap memilihkan bahan dan desainnya. Penjahitnya bukanlah seorang penjahit terkenal, penjahit langganan Jokowi adalah penjahit kampung yang biaya jahitnya hanya 50-6- ribu per kemeja. Semua kemeja di jahitkan tukang jahit, kecuali seragam kantor, yang memang sudah dipersiapkan dari kantor.

Saat ada yang memberikannya baju putih polos, dengan bahan mewah, Jokowi mengaku hanya memakainya sekali dan sudah tidak pernah di sentuh lagi. Iriana mengatakan Jokowi tidak terlalu menyukai bahannya, sehingga dipakaipun terasa tidak nyaman. Karenanya dipakai hanya sekali untuk tetap menghormati yang memberikan saja.

Jokowi meskipun sudah naik tahtan beberapa kali dalam waktu yang singkat, namun menurut Iriana, Jokowi bukan sosok seorang yang ambisius. Dia hanya bekerja dengan baik seperti jabatan dan posisi yang sudah di amanahkan dari rakyat kepadanya. Bagi Jokowi jabatan seperti titipan dari Tuhan lewat rakyat, jika sudah tidak di kehendaki, maka ia akan mundur tanpa beban. Iriana tidak pernah mendengar Jokowi menceritakan tentang ambisi-ambisinya, menurutnya karena Jokowi memang tidak punya ambisi, apalagi mengenai jabatan.

Harapan terbesar Jokowi, Iriana dan anak-anaknya hanya simpel saja. cukup diberikan kesehatan satu sama lain. bagi keluarga Jokowi kesehatan adalah yang terpenting dari segala-galanya. Karena tanpa kesehatan tidak bisa melakukan dan menikmati apa-apa.

Jokowi dan Iriana sudah seperti pasangan yang saling memberi dan menerima, saling mengisi kekosongan satu sama lain...ya. lebih tepatnya saling melengkapi.

Iriana seperti sudah hafal detail-detail tentang kesukaan atau ketidaksukaan seorang Jokowi. Jokowi juga memberikan kenyamanan dalam keluarganya, meskipun ia memiliki aktifitas yang luar biasa.
Jokowi, Iriana dan ketiga anaknya adalah sebuah Potret keluarga yang mempunyai banyak rutinitas, dan kesibukan yang luar biasa. Belum lagi tekanan-tekanan baik dari rakyat maupun rekan sesama politik. Hal itu di tanggapi dengan santai dan tindakan wajar serta sederhana.

Bermula dari kesederhanaan cinta itu tumbuh, begitupun juga dengan cara menjalaninya, dan itu yang di terapkan oleh semua orang.

Oleh : Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni