Kisah Prabowo dan Titik Soeharto : Ketika Cinta Kalah dengan Kuasa

Kisah cinta yang terbangun dengan rasa bahagia, belum tentu berakhir manis. Begitulah prabowo subianto dan titik soeharto. Sebagaimanapun keduanya adalah seorang yang sama-sama bertahta, namun bila sang penguasa menentang, cinta seperti tak ada digdayanya.

Penguasa kala itu bernama soeharto, yang tidak lain adalah ayah kandung titik soeharto, mertua dari prabowo. Gonjang-ganjing yang sempat memporakporandakan negeri ini pada tahun 1998, turut berimbas pada runtuhnya biduk rumah tangga prabowo dan titik.

Prabowo Subiyanto - www.limamenitnews.com

Awal

Titik soeharto dulunya adalah seorang murid dari soemitro yang tidak lain adalah ayah dari prabowo. Meskipun demikian dia tidak mengetahui akan hal itu, sampai setelah dua tahun berpacaran dan mengenalkannya pada sang ayah, barulah ia tahu bahwa titik soeharto adalah mantan muridnya.
Soemitro tahu bahwa titik adalah anak yang istimewa.

Perangainya yang sopan dan bersahaja, di tambah lagi dia adalah seorang putri dari presiden soeharto saat itu, membuat soemitro memberikan pacuan pada prabowo. Ia mengatakan bahwa “jika ia tidak bisa mendapatkan titik, kamu payah”.

Segera saat itu prabowo bergegas untuk mengambil langkah serius dengan membawa titik untuk diperkenalkan kepada keluarga besarnya.

Prabowo dan Titik Soeharto via sosok.kompasiana.com

Prabowo mulai mengenalkan titik kepada neneknya, sebagai anggota keluarga tertua, prabowo berharap saat itu neneknya memberinya restu. Dimata sang nenek titik adalah anak yang sopan dan rendah hati, tidak susah saat itu untuk membuat nenek prabowo simpatik kepadanya. Prabowo mengenalkan titik kepada sang nenek sebagai anak yang biasa awalnya, bukan dari kalangan pejabat tinggi, keturunan kraton atau militer.

Hal itu dilakukan prabowo untuk menghindari image buruk yang akan titik peroleh ketika neneknya mengetahui bahwa titik adalah anak pejabat tinggi bahkan seorang presiden kala itu. Nenek prabowo sangat benci feodal, dan prabowo takut jika neneknya tahu bahwa ibu tien, yang tidak lain adalah ibu dari titik soeharto adalah keturunan kraton yang menjujung feodalisme.

Namun demikian, kesan pertama yang baik sudah di dapat titik saat bertemu sang nenek, walaupun pada akhirnya sang nenek mengetahui asal-usul dari titik dan mendadak berubah sikap waktu itu tapi baik soemitro maupun istrinya, sebetulnya sudah menyetujuinya.

Pada kesempatan yang lain, ibu tien sempat ada perbincangan dengan soemitro mengenai kisah asmara yang di jalin anak-anak mereka. Ibu tien mendesak soemitro untuk segera memberi restu, melamar dan meresmikan hubungan titiek dan prabowo.

Mendengar hal itu soemitro membicarakannya dengan prabowo, namun prabowo terkesan menunda-nunda untuk melamar titik, itulah yang membuat soemitro kebingungan. Apalagi yang di tunggu sebenarnya?.

Prabowo berniat melamar titik secara personal, namun hal itu tidak diperbolehkan dalam adat dari pihak soeharto. Soemitro kemudian berkuncung ke kediaman soeharto bersama istri dan prabowo untuk melamar titik.

Pak harto, sapaan dari soeharto kala itu, sebelum menerima lamaran, beliau ingin berbicara kepada calon mempelai untuk memberikan nasihat. Mengingat pak harto kala itu adalah seorang presiden, bila menggelar acara apapun pasti akan disoroti oleh masyarakat.

Singkat cerita lamaranpun diterima, prabowo dan titik menikah pada tahun 1983. Dari pernikahan tersebut prabowo dan titik dikaruniai seorang anak bernama Ragowo Hediprasetyo atau yang akrap disapa dengan didiet prabowo. Didiet tumbuh di Boston Amerika Serikat, dan sekarang tinggal di Prancis yang berprofesi sebagai desainer.


Kisruh

Tak ada yang tahu bagaimana status prabowo dan titik sekarang. Di tempat yang berbeda titik yang tahun 2014 ini mencalonkan dirisebagai anggota legislatif menyebutkan bahwa status nya adalah “pernah menikah”, namun di tempat yang lain prabowo yang kala itu mencalonkan diri sebagai calon presiden mengatakan bahwa statusnya “cerai”. Namun demikian hubungan keduanya tetap berlangsung baik, dan tidak ada pertikaian atau perang dingin.

Sebagai mantan istri, titik mengungkapkan bahwa hubungan secara personal dengan prabowo berlangsung baik, karena ada ikatan anak yang tidak mungkin benar-benar memisahkan mereka.

Menurut berbagai sumber, hubungan titik dan prabowo memburuk dua tahun setelah pak harto lengser dari jabatanya sebagai presiden pada tahun 1998. Maraknya kisruh 98 membuat keluarga dari pihak pak harto marah-marah pada prabowo, pasalnya prabowo yang seorang militan diam saja, tidak membela keluarga saat mahasiswa berbondong-bondong ke DPR dan melakukan unjuk rasa besar-besaran dan menghujat pak harto.

Mungkin disisi lain sebagai abdi negara, prabowo sudah mengetahui keburukan yang dilakukan oleh mertuanya, namun disisi lain ia tetap menghormatinya karena pak harto adalah ayah dari istri tercintanya.

Tanggal 25 Mei 1998 Letjen Prabowo Subianto resmi dicopot dari Pangkostrad oleh Wiranto. Tak tinggal diam, prabowo pun saat itu pergi ke luar negeri untuk membangun usaha sebagai penyambung hidupnya.

Semenjak itu kisah cinta titik – prabowo tak lagi terungkap ke ruang publik. Namun, menurut berbagai sumber mereka memtuskan untuk berpisah, meskipun tak ada seorang yang tau pasti mengapa alasan perpisahan dan kapan terjadinya.

Bisa jadi perpisahan tersebut karena tentangan dari sang penguasa orde baru, karena prabowo di anggap pembangkang, dan lalai dalam tugasnya untuk membela pemerintahan, mungkin karena hasrat hatinya tidak menghendaki membela yang sudah jelas salah, dan tidak tega untuk ikut menghakimi karena sudah jadi mantu dan sudah di anggap anak sendiri.

Sebuah pergejolakan hati yang pelik, jika memang demikian yang terjadi. Cintanya kandas karena urusan negara.


Rujuk

Beberapa saat setelah prabowo mencalonkan diri sebagai presiden indonesia periode 2014-2019, dan maju di putaran pilpres, ada desas-desus mengenai rujuknya prabowo dan titik. Mungkin karena pertimbangan hubungan yang masih terjalin dengan baik, dan jika prabowo terpilih menjadi presiden, ia sadar jika pasti membutuhkan sosok ibu negara.

Sejak saat itu prabowo dikabarkan genjar melakukan pendekatan kembali kepada titik. Bahkan telah di lansir di salah satu stasiun tv swasta, jika kedekatannya sudah terjalin sejak tiga bulan sebelum prabowo menjalani putaran pilpres. Keduanyapun kabarnya akan merencanakan untuk melakukan pernikahan di Masjid Istiqlal jakarta.

Sebenarnya sudah sejak lama jika prabowo masih perhatian terhadap titik dan keluarga. dia tidak pernah absen di acara ulang tahun titik, dia juga meluangkan waktunya setiap tahun untuk mengunjungi makam ibu tien dan pak harto, sebagai rasa hormat dan cintanya pada keluarga titik.

Sebenarnya prabowo tidak begitu menyukai ketika awak media berusaha mencampuri urusan pribadinya. Apalagi ini adalah masalah perasaan antar personal, tidak ada kaitannya dengan politik. Berhubung prabowo mencalonkan diri sebagai presiden, isu tersebut diangkat oleh media sebagai bumbu-bumbu kampanye yang sangat menarik untuk di sorot.

Banyak pembulian yang di alami prabowo saat maju menjadi capres periode 2014-2019 terkait masalah percintaannya dengan titik soeharto. Dari hal buruk sampai cerita manis dikupas habis-habisan.  Namun keduanya tidak terbawa arus untuk saling berkomentar menjelekan karena kejadian itu. Justru mereka menanggapi santai namun terkesan tertutup.

Prabowo dan Titik via www.merdeka.com

Bukan hal mudah bagi media mengungkap bagaimana sebenarnya kesah cinta prabowo dan titik sekarang. Mungkin orang di luar berasumsi, menentang, atau mendukung. Cerita sebenarnya hanya mereka yang tau dan hasilnya juga mereka yang menentukan.

Rekan sesama politisi hatta rajasa bahkan turut mendoakan agar titik dan prabowo dapat rujuk kembali. Hal serupa juga di tunjukan oleh organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN), yakni, Perempuan Amanat Nasional (PUAN). PUAN bahkan siap untuk menjadi “mak comblang” untuk menyatukan kembali prabowo dan titik soeharto.

PUAN berencana menyatukan mereka lewat pertemuan silaturahmi dalam suatu acara yang akan mereka gelar. Bagi PUAN menyatukan keluarga yang terpisah karena konflik politik tidak ada salahnya. PUAN adalah organisasi cinta damai, dan mereka ingin mendamaikan prabowo dan titil dalam sebuah ikatan yang baik, yaitu pernikahan.

Saat PUAN menyampaikan niatnya kepada titik, dia hanya senyum-senyum saja. PUAN yakin titik bukanlah orang yang berkepentingan ketika menolak atau menerima ajakan rujuk dari prabowo. Titik bukanlah seorang perempuan yang neko-neko. Meskipun belum mengemukakan jawabannya, namun PUAN optimis titik akan bersatu kembali dengan prabowo.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah, ketika cinta dipisahkan oleh suatu hal yang  buruk, mungkin itu adalah sebuah takdir yang harus di jalani, namun bukankah Tuhan telah menjanjikan jika takdir bisa berubah karena usaha yang gigih.

Kegigihan mempersatukan cinta harus dilakukan oleh kedua belah pihak, dengan menggunakan cara yang baik. tidak berjuang sendirian, dan tidak mengemis berlebihan. Prabowo dan titik adalah potret pasangan terhormat yang tidak serta merta melandasi penyatuan hubungan hanya atas pertimbangan cinta. Cinta memang penting, namun keduanya sadar akan posisi yang di emban, dan menjadikan cinta bukan satu-satunya hal penting yang bisa menjadi landasan.

Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Termasuk tentang bagaimana perasaan keluarga masing-masing jika mereka rujuk dalam situasi yang syarat akan isu negatif seperti sekarang.
Bukankah hubungan baik dan harmonis dari dulu samapai sekarang adalah cerminan kedewasaan cinta yang mereka miliki. Mereka bisa tetap saling mendoakan, mensuport dan menyayangi satu sama lain tanpa ikatan pernikahan. dan itu adalah pilihan bijak yang tidak merugikan dan menyakitkan pada pihak manapun.

Toh jika Tuhan berkehendak menyatukan akan bersatu lewat jalan yang tak di sangka-sangka dan tentu saja pada kesempatan yang baik. seperti halnya ungkapan “semua akan indah pada saatnya”, begitulah yang harus di pegang masing-masing individu yang memiliki cinta.

Tidak sekedar grusah-grusuh menuruti ego dan nafsu demi sebuah kepentingan. Karena cinta yang syarat akan kepentingan hanya akan berakhir menjadi hal yang tidak penting.

Apalagi jika kita bicara rujuk. Rujuk adalah penyatuan ketika masing-masing pihak sudah diperbaiki lewat tempaan pada setiap keadaan. Rujuk bukan sebuah pengulangan kesalahan yang bisa semakin menyakiti perasaan kedua belah pihak yang bersangkutan.

Hanya saja kedewasaan ini susah diwujudkan saat jaman suadah semakin semrawutan seperti sekarang. Apa-apa maunya instan, tidak berfikir baik atau buruk, halal atau haram, tujuan membahagiakan atau menyengsarakan.

Bicara cinta berarti bicara kecerdasan. Atau semua akan berakhir menyedihkan.

Oleh : Puri Candraditya

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni