Mark Zuckerberg & Andrew Darwis : FB & Kaskus

Kemajuan teknologi membuat perbedaan dalam segala aspek dan menawarkan banyak kemudahan. Salah satunya adalah kemudahan dalam berinteraksi dan bersosialisasi antar sesama pengguna. Selain itu, berkutat dengan dunia cyber juga memungkinkan kita untuk mendapatkan keuntungan secara finansial. Salah satu contohnya adalah Mark Zuckerberg, founder jejaring sosial Facebook berasal dari Amerika.



Tak kalah, Indonesia juga memiliki Andrew Darwis, owner sekaligus founder dari forum komunikasi Kaskus. Facebook dan Kaskus, maupun pemiliknya memiliki persamaan maupun perbedaan sifat dan karakteristik yang membedakan antara satu dengan yang lainnya. Check this out, guys!


Facebook dan Kaskus, sama-sama dibuat untuk memenuhi tugas kuliah

Pendiri Facebook via www.maxmanroe.com

Pada awalnya, Facebook dibuat untuk memenuhi tugas dari salah mata kuliah di Harvard University. Pada saat itu, Mark Zuckerberg hanya ingin  membuat data sistem sosial media di kelasnya.  Data sistem sosial media ini mempublikasikan direktori mahasiswa sendiri, yaitu buku angkatan yang disebut sebagai "The Facebook".

Direktori foto semacam itu merupakan hal yang penting bagi mahasiswa di sana. Pada awalnya, mahasiswa dapat mengunggah berbagai hal seperti tahun angkatan, kedekatan mereka dengan teman-teman, nomor telepon, bahkan berbagi foto dan video.

Namun kenyataannya semakin banyak saja orang yang bergabung, maka berawal dari sinilah kemudian ia mengembangkan sistem bagi jejaring sosial dan menamainya Facebook. Facebook pun berkembang pesat, menjangkau seluruh negara dan menjadi situs jejaring sosial terbesar di dunia saat ini.

Saat ini, Mark Zuckerberg, founder Facebook yang berusia 30 tahun kini memiliki total kekayaan lebih dari US$6.9 Milyar atau senilai 69 Trilyun Rupiah lebih hal ini menjadikannya sebagai menjadi pemuda terkaya di dunia.

Di Indonesia, kita punya Andrew Darwis. Awalnya Andrew membuat portal Kaskus sebagai tugas tatkala studi di Seattle University. Kaskus sendiri awalnya ditujukan sebagai forum komunikasi untuk mengobati rasa kangen tanah air lewat dunia maya.

Tanpa disangka, Kaskus kini menjadi sumber pundi-pundi uang baginya. Saat ini kaskus menjadi forum komunitas terbesar di Indonesia dengan lebih dari 1.755.000 anggota.


Facebook dan Kaskus, sama-sama panen penghargaan dan sarat prestasi

Andrew Darwis dan Kaskus via biografiteladan.blogspot.com

Baik Mark maupun Andre, mereka sama-sama dianugerahi banyak penghargaan. Mark misalnya, bahkan Forbes mencatatnya sebagai milyarder termuda, atas usaha sendiri dan bukan karena warisan, yang pernah tercatat dalam sejarah. Kekayaannya ditaksir sekitar satu setengah miliar dolar Amerika.

Awal tahun 2009 Mark Zuckerberg mendapat penghargaan Young Global Leaders. Bahkan, Microsoft tertarik untuk membeli 1,6 persen saham Facebook dengan nilai 240 juta Dollar, akhir Oktober lalu. Transaksi ini menunjukkan nilai kapitalisasi Facebook ternyata lebih tinggi, yaitu sekitar 15 miliar Dollar. Setelah itu sejumlah tawaran mengepung Facebook.

Berbagai penghargaan juga diterima oleh Andrew di antaranya The Best Indonesian Communities for 2005 and 2006 versi Alexa dan Wikipedia, dari Microsoft dengan nominasi Kaskus Indonesia Innovative Top Web Site pada tahun 2008, dan dari Indosat dengan nominasi Kaskus The Online Inspiring Award pada tahun 2009.


Facebook dan Kaskus, saling kompetisi berdasarkan jumlah penggunanya

Perbandingan antara jumlah pengguna Facebook dan Kaskus juga cukup menarik untuk dibahas. Seperti dikutip dari The Next Web, tercatat dalam bulan September lalu, pengguna aktif bulanan Facebook kini sudah melewati angka 1,19 miliar akun. Dari angka tersebut, 874 juta pengguna di antaranya mengakses Facebook dari perangkat mobile.

Pada bulan yang sama, secara rata-rata Facebook diakses secara aktif oleh 728 juta pengguna per hari, dengan 507 juta pengguna di antaranya merupakan pengakses Facebook dari ponsel, smartphone, komputer, maupun tablet.

Sedangkan Kaskus, forum komunikasi ini memiliki lebih dari 6 juta pengguna terdaftar. Pengguna Kaskus umumnya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa yang berdomisili di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Kaskus, yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk, bermula dari sekadar hobi dari komunitas kecil yang kemudian berkembang hingga saat ini. Kaskus dikunjungi sedikitnya oleh 900 ribu orang, dengan jumlah page view melebihi 15.000.000 setiap harinya. Hingga bulan Juli 2012, Kaskus sudah mempunyai lebih dari 601 juta posting.

Menurut Alexa.com, pada bulan Juli 2014 Kaskus berada di peringkat 285 dunia dan menduduki peringkat 7 situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.


Mark dan Andre, sama-sama menempuh pendidikan yang relevan dengan bidangnya

Sistem Informasi via edukasi.kompas.com

Kedua orang ini memiliki kesamaan yaitu menempuh pendidikan yang relevan di bidangnya. Andre menempuh pendidikan sarjana di jurusan Sistem Informasi, Universitas Bina Nusantara, lulus tahun 1998, kemudian dilanjutkan ke jurusan Multimedia & Web Design di Art Institute of Seattle dengan waktu tempuh antara tahun 1999 sampai tahun 2003, dan yang terakhir mengambil Master of Computer Science di Seattle University antara tahun 2004 sampai 2006.

Sedangkan Mark menempuh pendidikan menengahnya di Di Ardsley High School, dia mendapat nilai tinggi pada mata pelajaran klasika sebelum pindah ke Phillips Exeter Academy, Universitas Harvard pada tahun pertamanya. Namun, Mark tidak sempat lulus dari universitas terbaik dunia ini.


Ditinjau dari usia, perbedaan usia Andre dan Mark cukup jauh

Mark Elliot Zuckerberg lahir 14 Mei 1984, sedangkan Andre Darwis lahir pada 20 Juli 1979. Hal ini menjadikan Mark memiliki usia yang jauh lebih muda dibanding Andre. Mark saat ini berusia 30 tahun, sedangkan Andre berusia 35 tahun. Tetapi, perbedaan usia tersebut tidak begitu terlihat, karena keduanya sama-sama memiliki tipe wajah baby-face, sehingga terkesan awet muda.


Track records Mark dan Andre sama-sama kontroversial


Andrew Darwis via www.biskom.web.id

Andre, pria yang sempat mengenyam bangku Universitas Bina Nusantara selama satu tahun ini dalam perjalanannya membangun eksistensi Kaskus ini dulunya harus bersusah payah membangun image Kaskus yang sempat lekat dengan pornografi. Iya, memang dulu Kaskus memang sempat lekat dengan konten pornografi.

Sebelum disahkannya UU ITE yang membatasi peredaran materi pornografi, kaskus sering dijadikan ajang tukar konten cabul oleh penggunanya. Mereka membagi kegemarannya tersebut dalam satu sub forum khusus bernama BB 17 (buka-bukaan 17 tahun). Namun hal itu tak berlangsung lama, karena Andrew dan tim Kaskus sepakat untuk berubah dan menampilkan kelebihan lain dari Kaskus sebagai situs yang bermanfaat.

Sedangkan Mark, tampaknya memiliki track records yang lebih rumit. CEO Facebook itu sebelumnya dituduh meretas secara ilegal beberapa email milik saingan bisnis dan wartawan. Tuduhan peretasan itu datang dari sebuah situs berita bisnis Business Insider yang telah melakukan penyidikan selama dua tahun.

Menurut Business Insider, Mark melakukan itu untuk menjaga nama baiknya. Kejahatan yang dilakukan oleh Mark menurut Business Insider dilakukan pertama kali pada tahun 2004, saat itu Mark mengetahui kalau surat kabar universitas Harvard, The Crimson berencana memuat artikel tentang dirinya. Dengan menggunakan password dan nama pengguna facebook salah satu wartawan koran tersebut, Mark kemudian meretas akun surat kabar tersebut.

Kejahatan kedua yang dilakukan oleh Mark juga dilakukan pada tahun 2004. Kali ini yang menjadi sasaran adalah saingan Mark yang telah menuduh Mark mencuri ide mereka mengenai masalah jejaring sosial. Menurut Business Insider, Mark kemudian meretas komputer saingannya tersebut dan merusak jaringan komputer saingannya. Tuduhan mencuri ide tersebut sampai saat ini masih berjalan dan bahkan telah menjadi gugatan resmi di pengadilan dengan nilai USD 65 juta.

Dalam kasus yang pertama, Business Insider mengungkapkan kalau Mark telah menceritakan bagaimana ia meretas salah satu akun dari staf The Crimson kepada salah seorang temannya. Ia menggunakan The Facebook, situs jejaring sosial miliknya, untuk mencari siapa saja staf The Crimson yang tergabung dalam situs tersebut dan kemudian meneliti laporan "kesalahan login" untuk masuk ke The Facebook yang saat itu masih merupakan situs jejaring sosial intra Harvard University. Dari "kesalahan login" itu Mark mencoba menggunakan password yang salah tersebut untuk mencoba mengakses akun email dari anggota The Crimson.

Sedangkan dalam kasus yang kedua, Mark dituduh telah meretas situs Harvard Connection yang merupakan situs jejaring sosial intra Harvard University seperti halnya The Facebook. Mark sendiri sebenarnya pernah diminta untuk membantu pembuatan Harvard Connection.

Setelah berhasil meretas Harvard Connection, Mark kemudian melakukan penggantian isi profil dari para pengguna Harvard University, termasuk milik pendiri dan juga murid Harvard yang telah menuduhnya mencuri ide, Cameron Winklevoss.

Selain itu, Mark juga menggunakan akun dari para pengguna Harvard Connection yang saat itu berganti nama menjadi ConnectU, dan mengganti pengaturan profil mereka menjadi "tidak terlihat" sehingga banyak orang kesulitan menemukan teman mereka di situs tersebut. Dan yang paling parah Mark menonaktifkan kurang lebih 20 akun Connect U.


Facebook dan Kaskus, sama-sama memiliki aktifitas jual beli yang ramai di dalamnya



Facebook memiliki banyak online shop, Facebook page, dan Facebook advertising  yang bertebaran di dalamnya. Hal ini menjadikan Facebook memiliki aktfitas jual beli yang ramai di dalamnya.
Begitu pula dengan Kaskus, situs kaskus tersebut saat ini memiliki forum andalan yang paling diminati, yaitu The Lounge dan FJB (Forum Jual Beli). Sesuai namanya, The Lounge diperuntukkan sebagai ajang bersantai dan bertukar informasi sesama pengguna.

Sedangkan di FJB, pengguna bisa berbisnis dan menawarkan barang dagangan mereka kepada pengguna lainnya. Selain kedua sub forum di atas, Kaskus mempunyai lebih dari 50 sub forum lainnya. Intensnya komunikasi yang dibangun para anggota Kaskus membuat mereka banyak memunculkan istilah yang berlaku di antara mereka, seperti cendol, pertamax, maho, jebakan betmen, newbie dan banyak lagi. Tak jarang, istilah tersebut merambah ke dunia nyata dan menjadi tren dikalangan anak muda.


Mark dan Andre, sama-sama pernah bertemu dengan presiden di negaranya masing-masing

Mark dan Presiden Jokowi via www.pekanbaru.co

Baik Andre dan Mark sama-sama pernah bertemu dengan Presiden di negaranya masing-masing. Bahkan, Andrew Darwis mengatakan Kaskus sebagai komunitas online terbesar di Indonesia  yang dapat digunakan untuk membantu pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Jokowi sendiri kata dia adalah seorang Kaskuser atau seseorang yang memiliki akun Kaskus. Namun Presiden terpilih itu tak mau menyebutkan nama yang digunakan di dunia maya. Andre sendiri mengaku sudah memeriksa langsung dan Jokowi diketahui memang mempunyai akun.

Selain itu sewaktu masih menjabat Wali Kota Solo, Jokowi juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina di Kaskus regional Solo. Beliau kerap hadir di acara yang digelar Kaskuser Solo. Begitu pula dengan Mark. Ia juga pernah bertemu dengan Barrack Obama. Bahkan, Barack Obama merasa tersanjung karena Mark mau menggunakan jas ketika menemuinya.


Facebook dan Kaskus sama-sama dibuat oleh anak muda

Andrew Darwis via artikel.okeschool.com

Mark membuat Facebook dengan bantuan dari teman sekamarnya Dustin Moskovitz dan Eduardo Saverin.  Mereka pertama kali dimulai dari Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, Cornell, Brown, dan Yale, dan kemudian disebarluaskan di sekolah lain yang memiliki kontak sosial dengan Harvard University.

Zuckerberg pindah ke Palo Alto, California, bersama Moskovitz dan beberapa teman. Mereka menyewa sebuah rumah kecil yang berfungsi sebagai kantor. Begitu pula dengan Kaskus, Kaskus lahir pada tanggal 6 November 1999 oleh tiga pemuda asal Indonesia yaitu Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan, yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat.

Facebook dan Kaskus, sama-sama memiliki modal awal yang kecil

Modal biaya yang kecil via pixabay.com

Facebook dan Kaskus sama-sama hanya membutuhkan modal yang relatif kecil. Facebook hanya bermodalkan 1000 USD pada awalnya, sedangkan kaskus hanya membutuhkan 3 USD.

Well, Mark Zuckerberg dan Andrew Darwis adalah dua contoh pemuda yang memiliki inovasi tinggi dan mampu menghasilkan keuntungan berlipat lewat karyanya. Mereka mampu menangkap peluang dengan terus berkembangnya dunia maya.

Dan yang terpenting mereka bekerja atas kecintaan. Mereka memanfaatkan dunia maya sebagai media mengasah kemampuan dan inovasi, bukan untuk hal-hal yang kontra produktif.

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni