Tips Menghilangkan Sakit Kepala

Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia adalah kondisi terdapatnya rasa sakit di kepala, kadang di leher bagian belakang leher atau punggung bagian atas. Gangguan sakit kepala sekilas memang terlihat sebagai suatu masalah yang sepele, namun kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas.

Pusing via pixabay.com

Sakit kepala bila menyerang dapat membuat segala aktivitas menjadi kacau balau. Seperti yang pernah saya alami saat ini, saya mengalami sakit kepala di seluruh bagian kepala, hal ini wajar terjadi sebab penyebab sakit kepala biasanya karena sedang banyak pikiran atau menjadi pertanda akan mengalami demam. 

Selain itu mungkin karena melewatkan makan, terlalu banyak mengonsumsi kafein, dehidrasi, stres dan masih banyak lagi. Jika seperti ini biasanya orang-orang memilih untuk tidur atau langsung membeli obat sakit kepala ke apotik terdekat.

Ada banyak cara untuk mengatasi serangan sakit kepala, salah satunya dengan minum obat pereda nyeri. Namun ada pula beberapa cara alternatif yang bisadigunakan untuk mengusir penderitaan akibat sakit kepala. Tapi terlebih dahulu marilah untuk mengetahui macam-macam, dan penyebab sakit kepala tersebut. 


Macam-macam Sakit Kepala

Ada beberapa jenis sakit kepala diantaranya, sakit kepala cluster, sakit kepala migrain, sakit kepala berkepanjangan, sakit kepala vertigo dan sebagainya. Langkah pengobatan untuk setiap jenis sakt kepala sebagaian ada yang berbeda. 

Jadi sebelum memilih obat mana yang akan kamudimakan, sebaiknya pastikan terlebih dahulu jenis sakit kepala mana yang saat inidirasakan. Untuk gejala setiap jenis sakit kepala akan saya share dalam artikel selanjutnya.


Penyebab sakit kepala

Tersebut tentunya dikarenakan oleh beberapa faktor seperti sering masuk angin, kurang darah, kekurangan cairan, sering kelelahan, kurang tidur dan istirahat, hingga karena benturan ataupun stres berlebih. Dan tentunya hal tersebut merupakan sebuah kondisi yang sangat tidak nyaman dan harus segera di atasi


Cara Ampuh Mengatasi Sakit Kepala

Bagi kamu yang saat ini sedang terserang sakit kepala, mungkin kamu dapat melakukan tips untuk mengurangi dan mengatasi sakit kepala berikut ini :

Meminum Air Putih

Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa salah satu penyebab sakit kepala adalah karena dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh. Dan pasti kamupun tentu sudah mengetahui bahwa air merupakan komponen asupan yang sangat diperlukan oleh tubuh. 

Maka dari itu, jika kamu  terserang sakit kepala, segeralah minum air putih. Kemudian biasakan minum air putih 8 - 10 gelas perharinya agar terhindar dari sakit kepala.


Makan Kentang

Makan kentang via pixabay.com

Selain disebabkan oleh kekurangan cairan atau dehidrasi, sakit kepala juga dapat disebabkan oleh hilangnya elektrolit seperti kalium. Nah, untuk mengatasinya tentu kamu harus banyak mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalium yaitu salah satunya adalah kentang. 

Sebaiknya kentang yang akan kamu makan, dimasak dengan cara dibakar dengan kulitnya, atau direbus bukan digoreng.

Makan Pisang

Pisang via pixabay.com

Buah pisang mempunyai banyak manfaat. Selain kaya akan potasium ternyata pisang juga kaya akan magnesium yang dapat membantu meredakan migrain. Nah, jika sakit kepalamumenyerang, kamu bisa memakan buah pisang untuk mengurangi rasa sakit pada kepala.


Es Batu

via pixabay.com

Tahukan kamu, ternyata es batu juga dapat di gunakan untuk mengurangi rasa sakit pada kepala. Caranya mudah, hanya perlu mengosok-gosokan atau mengkompreskan es batu secara perlahan pada daerah kepala  yang terasa sakit. 

Es batu akan menyebabkan mati rasa pada daerah kepala yang terasa sakit, sehingga akan mengurangi rasa sakit kepala.

Memakan atau Minuman Sesuatu yang Mengandung Mint

Mint via pixabay.com

Nah, kalau cara ini lebih cocok jika sakit kepala yang kamu derita disebabkan oleh maag karena melewatkan makan sehingga perutmenjadi mual dan sakit kepala. Cara terbaik untuk mengobatinya yaitu dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung mint seperti teh pappermint dan sebagainya.


Kopi

Kopi via pixabay.com

Masih ingatkah  kamu  dengan kalimat "sesuatu yang berlebihan itu tidak baik?" nah, begitupun dengan kopi, jika kita mengkonsumsi dalam jumlah wajar tidak lebih dari 2-3 cangkir perhari, ternyata kopi juga bisa jadi solusi saat  kamu  mengatasi sakit kepala. Karena kandungan kafein dalam kopi 40% lebih efektif dalam mengobati sakit kepala. 

Tapi ingat, jangan terlalu banyak minum kopi karena bisa memicu sakit kepala lagi, jadi minumlah kopi tidak lebih dari 2-3 cangkir per harinya.


Biji Wijen

Biji wijen via pixabay.com

Kandungan vitamin E dalam biji wijen dapat membantu menstabilkan estrogen dalam tubuh, sehingga dapat mencegah migrain. Selain itu biji wijen juga kaya akan magneisum yang juga dapat mencegah sakit kepala. 

Selain biji wijen, makanan seperti kacang-kacangan, minyak zaitun, dandelion, gandum, dan kentang manis, juga banyak mengandung magnesium.


Makan Kari

Makan kari via pixabay.com

Saran ini mungkin tampak aneh, tetapi ini manjur lho. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rowett Research Institute, Skotlandia menemukan bahwa rempah-rempah dalam kari bisa menjadi penghilang rasa sakit kepala. 

Maka nikmatilah sepiring kari ayam yang dapat membuat perut kenyang dan akan menghilangkan sakit kepala secara alami pula.


Mengkonsumsi Ikan

Konsumsi ikan via pixabay.com

Mengkonsumsi ikan juga dapat membantu meredakan sakit kepala terutama untuk ikan yang berlemak seperti ikan salmon, makarel atau tuna yang kaya akan omega -3 dan lemak esensial yang dapat mencegah peradangan yang dapat menimbulkan sakit kepala sebelah atau migrain.


Kompres Kepala

Kompres kepala via iyaa.com

Ambillah kain lembut atau handuk kecil, lalu basahi dengan air bersuhu dingin. Lalu, tempelkan di kepala dan leher bagian belakang. Cara tersebut bisa mengurangi rasa sakit karena membuat efek relaksasi.


Mengobati Sakit Kepala dengan Semangka

Obati dengan semangka via pixabay.com

Semangka merupakan jenis buah-buahan yang kaya akan air, jadi dapat kamu  gunakan untuk mengatasi sakit kepala yang diakibatkan oleh dehidrasi atau kekurangan cairan.


Seduh Secangkir Teh Hitam

Coba teh hitam via pixabay.com

Tambahkan perasan air lemon. Saat masih hangat, minum perlahan. Ini berguna untuk meredakan sakit kepala dengan segera.


Cobalah Mengkonsumsi Sup Panas

Makan sup panas via pixabay.com

Setelah itu, cobalah tidur dalam suasana tenang atau temaram. Cara ini juga sangat manjur untuk menghilangkan sakit kepala.


Gunakan Telunjuk dan Ibu Jari

Gunakan jaru untuk pijat via vehealt.blogspot.com 

Gunakan jari telunjuk dan ibu jariuntuk menekan secara perlahan batang hidung kamu . Dan, lakukan juga pijatan pada pelipis secara bergantian. Tapi ingat, jangan tekan terlalu keras.


Mengatasi Sakit Kepala Dengan Streching

Lakukan streching via pixabay.com

Streching merupakan gerakan peregangan atau senam. Sakit kepala juga dapat disebabkan oleh otot-otot yang tegang, jadi jika kamu sakit kepala, cobalah untuk melakukan gerakan-gerkan senam, atau bisa juga dengan melakukan yoga.


Tidur Secara Teratur

Tidur via pixabay.com

Tahukah kamu terlalu banyak tidur itu salah, namun kurang tidur juga salah, karena tidur itu harus normal. Manusia tidak bisa bekerja selama 24 jam, karena manusia bukanlah robot. 

Usahakan  kamu  mendapatkan waktu tidur yang cukup misalnya 7-8 jam agar terhindari dari yang namanya sakit kepala.


Tarik Nafas Perlahan Sambil pejamkan mata 

Relaksasi via pixabay.com

Karena memejamkan mata adalah cara efektif untuk meredakan ketegangan otot mata yang menimbulkan rasa sakit kepala.


Hindari Stress

Hindari stress via pixabay.com

Tak jarang sakit kepala juga disebabkan oleh otot-otot atau urat syaraf yang tegang, dalam salah satu penyebabnya karena terlalu banyak fikiran yang akhirnya menyebabkan stres dan sakit kepala. Jadi saran saya, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan.

Luangkan waktu kamu  untuk melakukan refreshing.

Biji Alpukat

Biji alpukat via pixabay.com

Jika penyebab sakit kepala disebabkan oleh demam, kamu bisa membuat pengompres alami dari biji alpukat. Caranya sediakan 2 biji buah alpukat kemudian parut. Setelah itu campur dengan sedikit air, kemudian tempel di dahi selama kurang lebih 1-2 jam atau setiap kamu tidur dimalam hari.


Biofeedback

Biofeedback Via drkockler.com

Ini adalah suatu metode menggunakan sensor elektronik untuk memonitor fungsi tubuh seperti masalah ketegangan otot, suhu kulit, detak jantung, dan tekanan darah. Keterangan kondisi pasien biasanya akan terlihat melalui suara atau gambar di komputer. 

Study menunjukkan, biofeedback sangat efektif untuk mengatasi migrain dan ketegangan di kepala. Sebuah analisis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Headache menunjukkan terapi perilaku, seperti biofeedback, lebih hemat biaya dibandingkan pemberian resep obat.


Akupuntur

Akupuntur via pixabay.com

Dalam metode akupunktur, jarum tipis dimasukkan ke bawah lapisan kulit untuk menyetel kembali aliran energi, atau qi, di dalam tubuh. Sebuah analisis oleh para ahli yang dikenal sebagai Cochrane review menemukan, akupunktur dapat membantu mencegah migrain akut dengan lebih sedikit efek samping. 

Bukti juga menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu orang dengan sakit kepala kronis

Pijat

Pijat via pixabay.com

Berikan pijat selama 15 menit di lokasi sakit kepala. Pijat pada daerah penghilang rasa sakit dilakukan dengan cara memijat bagian telapak tangan yang berada diantara jempol dan jari telunjuk dan diikuti dengan pemijatan pada daerah ini juga di bagian kaki. Lakukan pemijatan sampai diri kamu  merasakan sakit karena pemijatan ini.

Selain itu kamu juga bisa menggunakan minyak peppermint untuk mengoleskan pada dahi, tulang rahang atau belakang leher. Minyak ini bertindak sebagai krim kortison alami yang mengurangi rasa sakit dan membantu menenangkan saraf serta merevitalisasi energi.

Selain itu, untuk pertolongan sementara sakit kepala, kamu bisa mencoba untuk menggosok pelipis atauleher, punggung, kepala, atau bahu. "kamu  akan merasa lebih baik sementara waktu, tapi kemudian  kamu  harus melakukannya lagi," kata Salwa H. Hanna, MD,  pemilik dan direktur medis dari Headache Clinic of Denver. 

Dalam sebuah penelitian kecil, penderita migren yang mendapatkansesi pijat selama enam minggu, frekuensi migrainnya cenderung berkurang dan mendapatkan kualitas tidur lebih baik.


Peregangan



Lakukan peregangan untuk mengurangi otot tegang yang memberi kontribusi terhadap nyeri. Cobalah tiga gerakan ini yaitu gerakan leher, dagu ke depan, ke atas, dan ke samping kiri dan kanan.
Kedua gerakan bahu ke atas, putar bahu ke depan dan belakang.dan ketiga leher isometric yaitu tangan menekan pada setiap sisi kepala. Lakukan peregangan dua kali sehari selama 20 menit per sesi. Tahan peregangan selama lima detik, relaks selama lima detik, dan ulangi setiap peregangan tiga sampai lima kali.


Aerobik

Aerobik via pixabay.com

Latihan aerobik yang teratur, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat mengurangi intensitas dan frekuensi migraine loh.

MenurutNational Pain Foundation. Sebuah penelitian kecil yang dipublikasikan dalam jurnal Headache terhadap pasien migrain yang melakukan senam teratur selama 12-minggu dengan bersepeda di dalam ruangan menunjukkan, ada peningkatan kualitas hidup dan berkurangnya angka kejadian migrain, serta intensitas nyeri.


Meditasi

Meditasi via pixabay.com

Berbagai teknik meditasi dapat digunakan untuk memfokuskan perhatian dan menenangkan pikiran dari gangguan seperti nyeri kronis. Pada titik ini, ada sedikit data tentang efek dari meditasi pada migrain. 

Para peneliti di Johns Hopkins School of Medicine, di Baltimore, yang terlibat dalam percobaan klinis mencoba menentukan apakah Vipassana teknik meditasi kuno India yang berfokus pada pikiran dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. 

Sebuah riset kecil pada penderita migrain menemukan bahwa meditasi spiritual mengurangi frekuensi sakit kepala dan toleransi nyeri yang lebih baik ketimbang meditasi sekuler dan relaksasi otot.


Yoga

Yoga via pixabay.com

Sebuah penelitian kecil mengenai sakit kepala melibatkan dua kelompok pasien migrain secara acak yang ditugaskan melakukan terapi yoga selama tiga bulan. Hasilnya, dibandingkan dengan kelompok kontrol, peserta yoga lebih sedikit mengalami serangan sakit kepala.


Oleh: Siti Fatimah

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni