Tips menyingkirkan kecanduan gula

Siapa yang tidak menyukai gula? Berapa banyak gula yang kamu konsumsi setiap hari? Mulai dari gula pasir untuk menyeduh kopi, dari kue-kue manis, hingga minuman ringan?

kecanduan gula via pixabay.com

Gula yang mempunyai rasa manis memang terasa begitu menyenangkan ketika kamu mengonsumsinya. Setelahmengonsumsi gula, kamu merasa bahwa pikiranmu begitu terasa tenang dan santai. Itulah sebabnya kamupun sangat menyukai makanan manis seperti permen, kue, cake, dan kukis.

Rekomendasi asupan gula harian untuk pria kurang dari 150 kalori atau setara sembilan sendok teh dan perempuan 100 kalori setara enam sendok teh. Gula yang perlu dibatasi adalah gula yang ditambahkan pada makanan bukan gula alami yang terdapat dalam buah-buahan.

Namun terlalu banyak mengonsumsi gula juga bisa membahayakan untuk kesehatan tubuh kamu lho. Ancaman diabetes bisa menyerang secara tiba-tiba jika kamu tidak mengontrol asupan gula. 

Hati-hatilah, mengkonsumsi gula berlebihan selain membahayakan juga menyebabkan kecanduan. Oleh karena ituperlunya memahami mengapa gula sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. 

Nah berikut ini Saya akan berbagi sedikit informasi yang bisa membantu kamu dalam memahami mengenai gula bagi kesehatan kamu.


Beberapa tanda orang kecanduan gula antara lain:

Kamu kehilangan kontrol dan makan lebih banyak dari yang direncanakan.
Kamu merasa buruk ketika tak makan makanan bergula
Kalau sedikit makan gula kamu jadi merasa gugup, gemetar, bahkan keringat dingin.

Gula pun menyimpan misteri lho. Yaitu bahaya yang tersembunyi pada manisnya gula. Berikut merupakan bahaya yang tersembunyi di balik manisnya gula


Gula pasir bukan makanan bergizi

Gula pasir via pixabay.com
Gula yang sehari-hari kamu kenal adalah gula dalam bentuk sukrosa, yaitu gula pasir putih yang diproses secara industri dari air tebu atau bit. Sukrosa tidak bisa digolongkan dalam makanan bergizi karena selama proses pengolahannya, seluruh kandungan vitamin, mineral, protein, serat, air dan zat-zat pendukung penting lainnya telah dibuang.

Struktur kimiawi sukrosa tidak terdapat di alam dan karenanya tidak cocok untuk sistem tubuh manusia.

Ketika dikonsumsi, gula jenis ini akan dengan cepat meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga merangsang pankreas mengeluarkan insulin yaitu hormon yang bertugas mengendalikan kadar gula darah untuk menyeimbangkannya kembali. 

Fluktuasi yang cepat pada kadar gula darah seperti itu bukanlah hal yang sehat karena menimbulkan stres pada tubuh. 

Selain dalam bentuk gula pasir sebagai penyeduh kopi dan teh, waspada gula yang tersembunyi dalam berbagai makanan dan minuman manis seperti cake, donat, pie, permen, pastry, aneka kue kering, biskuit, es krim, milk shake hingga aneka minuman ringan olahan gula.


Berbeda dengan gula-gula lain seperti fruktosa pada buah-buahan dan madu, laktosa pada susu dan maltosa pada biji-bijian termasuk zat alami yang memiliki nilai gizi. 

Sedangkan gula mentah adalah jenis gula yang bentuknya kasar dan lengket. Asalnya dari air tebu dan pembuatannya hanya dilakukan dengan cara direbus biasa. Jenis gula ini masih mengandung sedikit gizi, tetapi sekarang gula mentah agak sulit diperoleh.

Sedangkan yang disebut gula cokelat atau brown sugar seperti yang banyak dijual di pasar swalayan, sebenarnya tidak lebih dari gula pasir putih yang diberi molase untuk memperkaya rasa dan warnanya. Jadi jika dikonsumsi akan memberikan efek yang sama di dalam tubuh Kamu


Bisa menekan sistem imun



Sukrosa menekan sistem imun dengan cara memaksa pankreas memproduksi insulin secara berlebihan. Insulin akan tetap tinggal dalam sirkulasi darah walaupun proses penguraian gula sudah lama sekali. 

Salah satu efeknya adalah menekan produksi hormon pertumbuhan pada kelenjar pituitari yaitu kelenjar seukuran biji kacang polong yang terletak pada dasar otak.


Hormon pertumbuhan adalah regulator utama pada sistem imun. Karena itu kebiasaan mengkonsumsi banyak gula setiap hari akan menyebabkan defisiensi hormon pertumbuhan yang serius dan konsekuensinya adalah menurunnya kekebalan tubuh akibat darah terus-menerus kebanjiran insulin.

Selain itu, kelebihan gula dalamm darah dapat menyebabkan defisiensi vitamin C. Gula darah dan vitamin C memiliki struktur kimia yang serupa. Ketika kadar gula dalam darah meningkat, mereka akan berlomba memasuki sel-sel tubuh. 

Jika kadarnya sangat tinggi, mereka akan memenuhi sel-sel tubuh dan tidak menyisakan tempat untuk vitamin C. Padahal sel-sel darah putih memerlukan vitamin C untuk melakukan fungsinya membasmi virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Sistem imun juga akan memperlakukan gula pasir sebagai zat asing yang bersifat racun, karena struktur kimiawinya yang sudah tidak alami lagi dan adanya zat-zat kimia lainnya yang digunakan dalam proses pengolahan. 

Jadi, gula tidak hanya memicu respon yang seharusnya tidak terjadi dari sistem imun saja, tetapi sekaligus juga menekan fungsi imun itu sendiri.


Merusak berbagai organ

Merusak sistem organ tubuh via pixabay.com

Beban berlebihan pada pankreas di suatu titik akan menyebabkan peradangan dan gangguan produksi insulin. Kekurangan insulin menyebabkan kadar gula dalam darah terus-menerus tinggi dan jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah. 

Gula juga memicu pertumbuhan jamur candida penyebab infeksi candidiasis seperti masalah keputihan, sariwan, dan lain-lain.

Karena gula tidak bergizi, metabolismenya akan menggunakan persediaan gizi yang ada pada jaringan. Karena itu, konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan tubuh kekurangan gizi. 

Penelitian terakhir juga membuktikan bahwa kerusakan gigi akibat gula bukan semata-mata disebabkan melekatnya gula pada gigi dan bakteri saja, tetapi juga akibat berkurangnya kalsium dari gigi. 

Gula juga menghabiskan persediaan kalium dan magnesium dalam tubuh yaitu mineral-mineral yang dibutuhkan untuk fungsi jantung sehat, sehingga dapat menjadi faktor penyebab penyakit jantung.

Kebanyakan orang mengkonsumsi gula melebihi kebutuhan yang digunakan untuk energi. Padahal kelebihan gua akan selalu diubah oleh liver menjadi molekul yang disebut trigliserida dan disimpan dalam lemak. Atau menghasilkan kolesterol dari sisa metabolisme gula yang akan masuk ke pembuluh darah dan arteri. 

Di sini gula dapat menjadi faktor penyebab obsesitas dan penyimpitan pembuluh arteri.


Mempercepat penuaan dan memperparah kanker

Bahaya kanker via pixabay.com

Alasan lain yang perlu dipertimbangkan dalam menghindari gula adalah untuk memperlambat proses penuaan. Gula menimbulkan penuaan dengan 2 cara, yaitu:

Pertama, dengan membuat ikatan dengan protein dalam tubuh sehingga membentuk senyawa campuran gula-protein yang disebut advanced glycation end products (AGEs). Semakin tinggi kadar AGEs dalam darah, semakin cepat kamu mengalami proses penuaan.

Kedua, dadar gula yang tinggi dalam aliran darah juga merangsang meningkatnya jumlah radikal bebas yang juga berakibat mempercepat proses penuaan. Di dalam pembuluh darah, radikal bebas menimbulkan terjadinya penumpukan plak yang bisa memicu penyumbatan arteri dan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Bagi penderita kanker, mengontrol kadar gula dalam darah dengan cara membatasi konsumsi gula juga membantu memperlambat pertumbuhan kanker dan meningkatkan kekebalan tubuh. 

Karena itu, mengontrol kadar gula dalam darah dengan berbagai cara, merupakan salah satu hal terpenting dalam program terapi kanker.


Menyebabkan kegemukan dan kecanduan

Penyebab kegemukan via pixabay.com

Dari penelitian lain juga diketahui bahwa perilaku kekerasan dalam penjara dapat diturunkan dengan hanya mengurangi kadar gula dan karbohidrat yang diproses pada makanan sehari-hari. 

Pada 1991 pemerintah Singapura juga melarang penjualan minuman ringan bergula di seluruh sekolah dan pusat kegiatan pemuda, mengingat bahaya yang dapat diakibatkan gula pada kesehatan mental dan fisik anak-anak.

Para ahli gizi dari Universitas Comell juga pernah meneliti bahwa terlalu banyak meminum minuman soft drink mudah menyebabkan anak-anak kegemukan. Sebab, anak-anak itu tidak pernah menghitung tambahan kalori yang mereka dapat dari minuman ringan tersebut dan tetap makan dengan porsi seperti biasa. 

Minuman ringan yang diteliti terdiri dari minuman bersoda, teh dalam kemasan botol dan berbagai minuman dengan rasa buah.

Tentunya tidak mungkin bagi kamu untuk menghindari mengkonsumsi gula sama sekali. Alapagi menghindarinya secara drastis. Gula adalah zat adiktif yang memiliki sifat ketergantungan seperti narkoba.

Semakin banyak yang kamu konsumsi, semakin besar keinginan kamu untuk terus mengkonsumsinya. Jadi menghentikan kebiasaan memakan gula secara mendadak juga bisa menimbulkan gejala seperti ketika menghentikan narkoba, antara lain kelelahan, lesu, depresi, gangguan suasana hati, nyeri anggota badan dan kepala pusing.

Nah, dengan kamu mengetahui tentang bahaya yang terkandung pada gula. Maka sekarang kamu perlu tahu Cara untuk menyingkirkan kecanduan gula tersebut. Berikut adalah cara untuk menyingkirkan kecanduan gula.


Singkirkan semua makanan manis di dapur

Hindari makanan manis via pixabay.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan jika ingin menghilangkan kecanduan akan gula adalah dengan menyingkirkan semua makanan manis yang ada di dalam lemari dapur. Sebab, jika mengetahui bahwa kamu masih menyimpan makanan tersebut, maka kemungkinan akan tergoda untuk mengonsumsinya.

Jangan kurangi gula secara drastis bahkan tak mengonsumsinya sama sekali, lakukan bertahap agar tubuh bisa beradaptasi.

Makan secara tepat waktu

Makan tepat waktu via pixabay.com
Pola makan yang teratur serta seimbang mampu menghindarkan kamu dari kecanduan akan gula. Konsumsilah makanan yang mencakup protein, serat, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat. Hal ini akan menjaga keseimbangan gula darah.


Gunakan pemanis alami

Tebu via www.kaskus.co.id
Jika ingin menambahkan pemanis dalam makanan, pilihlah pemanis sehat seperti madu. Sebab lebih menguntungkan untuk kesehatanmu.

So, ganti pemanis buatan pada makanan dengan pemanis alami seperti buah dan sayur. Mengandung vitamin dan mineral, yang berguna untuk tubuh..

Olahraga

Olahraga dengan teratur via pixabay.com

Olahraga teratur, terkena paparan cahaya secara alami, serta tidur teratur secara ajaib dapat menghilangkan kecanduan kamu akan gula. Olahraga rutin 30-45 selama 3-4 kali seminggu. 

Olahraga bisa meningkatkan endorphin, hormon yang menimbulkan perasaan bahagia. Ini jauh lebih manis daripada yang bisa diberikan oleh gula.

Konsumsi camilan sehat

Perbanyak minum air mineral via pixabay.com

Perilaku konsumsi gula seringkali datang ketika kamu lapar tidak terkontrol. Sehingga selalu sediakan camilan sehat disela waktu makanmu.

Biasakan minum air putih 6-7 gelas per hari agar merasa kenyang sehingga bisa mengurangi konsumsi gula.


Makan teratur

Makanan dengan gizi seimbang via pixabay.com
Makan teratur serta seimbang mampu menghindarkan kamu dari kecanduan gula. Disarankan untuk menkonsumsi makanan sehat yang mencakup protein, serat, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat. Dengan makan teratur, tubuh tidak akan ngemil yang manis-manis lagi.

Kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, mie, pasta. Karena karbohidrat juga dapat diubah menjadi gula dalam tubuh.

Konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein seperti ikan dan telur sehingga tak mudah lapar.
Masak sendiri makanan sehingga dapat menakar kandungan bahan-bahannya terutama gula. Kalau pun malas masak, sekarang banyak dijual healthy food siap santap yang minim bahkan bebas gula.


Baca label pada kemasan makanan

Baca label kemasan makanan via motivationtaurus.blogspot.com

Baca label setiap produk yang dibeli. Periksa kadar gulanya, jika tinggi, letakkan kembali di tempatnya. Jangan terkecoh oleh label makanan "bebas lemak" karena seringkali produk tersebut mengandung banyak gula.


Alihkan Perhatian

Kontrol dan alihkan perhatian dari makanan via pixabay.com

Dengan mengalihkan perhatian pada hal lain, kamu akan segera melupakan kecanduan pada makanan manis. Dengan menonton acara televisi, membaca buku, menari dengan iringan lagu favorit, bermain piano, atau tidur siang, kamu akan lupa dengan cemilan yang diinginkan. Usahakan untuk tidak duduk sendirian dan memikirkan kecanduan kamu
  

Carilah kualitas, bukan kuantitas





Daripada makan sebatang cokelat, gantilah dengan menyantap sepotong kecil cokelat hitam yang mengandung 70 persen bubuk cokelat. Daripada menyantap semangkuk gourmet ice cream yang mengandung kadar 20 persen lemak susu, sebaiknya santaplah satu sekop light ice cream yang mengandung 5 persen lemak susu. 

Cara ini akan lebih memuaskan dan kamu hanya akan mengonsumsi sedikit gula dalam jangka panjang.


Kunyahlah permen karet bebas gula

Makan permen karet via pixabay.com

Jika dilain waktu hasrat kecanduan kamu timbul, makanlah permen karet daripada es loli. Riset menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat menurunkan hasrat kecanduan dan mengonsumsi makanan manis.


Tingkatkan pola makan keseluruhan

Pola makan seimbang via pixabay.com

Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini, namun cara-cara berikut bisa membantu mengatasi kecanduan gula secara khusus:

Konsumsilah makanan yang mengandung protein dan lemak lebih banyak, karena dapat membuat kamu merasa kenyang.
Makanlah dalam porsi kecil namun sering untuk menjaga level gula darah tetap stabil dan menghilangkan kebutuhan tubuh terhadap makanan mengandung gula sebagai sumber energi yang cepat. Hindarilah kebiasaan melewatkan makankhususnya sarapan.
Konsumsilah multivitamin harian. Beberapa nutrisi dapat membantu menjaga gula darah agar tetap stabil, jadi pastikan kamu mengonsumsi multivitamin secara tepat.


Penuhi dengan serat

Makanan berserat via pixabay.com

"Serat selalu membantu memberikan rasa kenyang," demikian ungkap ahli gizi, Gerbstadt. Makanan tinggi serat juga memberikan kamu lebih banyak energi, serta menjaga peningkatan gula darah sehingga tak mendadak lapar sesudah makan. 

Carilah serat larut dari buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian. Atau, tambahkan sedikit selai kacang pada apel sebagai protein dan serat combo. Sebagai bonus, serat juga dapat melindungi dari penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Kurangi konsumsi jus buah dengan gula

Hindari jus dengan gula via pixabay.com

Mungkin kamu tertanya-tanya “Bukankah jus buah itu menyehatkan kan?” Ya memang benar jus buah sangatlah menyehatkan. Sayangnya, sebagian besar jus buah telah ditambah gula yang terkadang ditulis sebagai ‘fruktosa’.


Jangan tambahkan gula pada sereal



Kebanyakan produk sereal yang tersedia dipasaran sudah mengandung gula didalamnya. Periksa labelnya, jika mengandung lebih dari 10 gram gula per 100 gram produk, maka itu artinya ‘tinggi’ kandungan gulanya.


Hentikan kebiasaan mengonsumsi makanan manis favorit kamu selama 3 minggu

Kontrol makanan manis favoritmu via pixabay.com

Setelah selang waktu itu, indera perasa kamu akan mengalami perubahan dan kecanduan kamu akan makanan manis tidak akan sekuat sebelumnya.


Kendalikan dorongan untuk ngemil, terutama makanan manis

Kontrol makan makanan manis via pixabay.com

Misalnya jika kamu ingin menyantap sepotong donat manis, ambil jeda 15 menit untuk memikirkan makanan itu lagi atau alihkan dengan aktivitas lain.


Mengganti kue-kue dengan roti gandum dan madu alami

Makan roti gandum via pixabay.com

Daripada makan kue-kue manis yang tinggi gula, lebih baik memilih makan roti gandum yang diolesi dengan madu murni. 

Madu murni memiliki rasa manis alami yang memiliki manfaat sehat untuk tubuh, seperti antimikroba, antioksidan, dan mengontrol nafsu makan.

Mengganti kebiasaan makan makanan ringan dengan kacang mentah

Makan kacang via pixabay.com

Kacang-kacangan mentah, biji-bijian, buah-buahan kering, dapat menjadi alternatif camilan yang baik untuk mencegah kecanduan gula. Kacang-kacangan mentah dan biji-bijian menawarkan protein, energi, dan lemak nabati yang sehat daripada mengambil camilan lain yang mengandung pemanis buatan.

Demikian tadi tips-tips untuk menyingkirkan kecanduan gula. Semoga bermanfaat ya. Salam sehat.

Oleh: Siti Fatimah

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni