21 Ciri Seseorang yang Anti Sosial

Banyak jenis orang-orang yang ada di sekitarmu. Untuk itu kamu jangan sampai salah dalam memilih seseorang untuk menjadi temanmu. Banyak dari mereka yang akan memberi pengaruh dalam hidupmu, baik pengaruh buruk maupun pengaruh baik.

Berteman dengan seorang yang anti sosial akan membuat kehidupan kamu sangat monoton dan kamu tidak akan mendapatkan pengalaman apapun jika berteman dengan seorang yang seperti itu.Untuk itu kamu perlu mengenali ciri-ciri seorang yang anti sosial agar kamu tidak salah dalam memilih teman. Simak sob..!!


Ciri-ciri seorang yang anti sosial adalah menolak beberapa pekerjaan 

Menolak via recareered.com
Khususnya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan orang banyak. Seorang yang anti sosial bukan berarti tidak bekerja, ia akan memilih bekerja di belakang layar atau memilih pekerjaan yang minim berhubungan dengan orang lain. Misalnya : juru masak, pustakawan, penjaga counter, satpam perusahaan dan lain-lain. Orang yang anti sosial berpikir ia bisa hidup tanpa bantuan orang lain, atau sangat meminimalisir berinteraksi untuk meminta tolong dengan orang lain.


Biasanya orang yang anti sosial sangat menghindari hal-hal seperti mengeluh, memberikan pendapat atau saran, bahkan ketika ada seseorang memberikan pertanyaan kepadanya

Senang menghindar via www.thechangeblog.com

Mengapa demikian, karena seorang yang anti sosial menghindari ada orang lain merespon apa yang ia utarakan. Ketika orang lain merespon apa yang tengah di utarakan seorang yang anti sosial, maka terjadialah interaksi antara keduanya. 

Orang yang anti sosial sangat menghindari adanya interaksi, mungkin karena ia merasa jika berinteraksi hanyalah membuang-mbuang waktu dan tidak ada gunanya.

Seorang yang anti sosial umumnya hanya berinteraksi dengan orang lain jika hanya benar-benar membutuhkan sesuatu, atau meminta tolong hal-hal yang tidak bisa ia kerjakan.


Menyembunyikan masalah

Menyembunyikan masalah via pixabay.com
Seorang yang anti sosial pasti ada sisi lemah dalam hidupnya. Namun saat-saat seorang anti sosial sedang tertimpa masalah, ia memilih untuk menyembunyikannya sendiri. Ia juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaiakn permasalahannya sendiri. Seorang yang anti sosial bersikap demikian karena tidak ingin hidupnya terlalu dicampuri oleh orang lain.

Ketika seorang yang anti sosial tidak menemukan titik temu dalam masalahnya, umumnya mereka mengalami kecenderungan depresi, barulah ketika seperti itu ia meminta bantuan kepada orang lain.

Menyembunyikan permasalahan agar tidak merepotkan orang lain memang tidak salah bila dilakukan, tapi ketika kemampuan kamu tidak bisa menampung masalah sendirian maka kesehatanlah yang akan menjadi korban.

Lakukan sharing dengan seorang terdekat, mungkin keluarga atau sahabat, tidak perlu orang asing yang lain, jika kamu memang seseorang yang anti sosial. Selain meringankan permasalahan sharing dengan orang lain akan menghindarkan kamu dari penyakit depresi.


Pemikir tentang pro kontra

Terlalu banyak pertimbangan via pixabay.com
Ketika ingin melakukan sesuatu, seorang yang anti sosial pasti akan memikirkan pro dan kontra tentang tindakan yang akan diambil. Kembali lagi karena sesuatu yang akan diputuskan sebisa mungkin tidak melibatkan orang banyak. Mereka yang anti sosial akan berpikir keras tentang hal itu, mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam, dan mengabaikan inti permasalahan yang harus ia selesaikan.

Memang seperti itu jika terjadi dalam sebuah tim perusahaan terkesan egois. Karena kemungkinan seorang yang anti sosial bukan hanya akan menyembunyikan permasalahan, tapi hal baik yang seharusnya di bagikan untuk orang lain.


Menghindari kontak mata dan tersenyum lama

Menghindari kontak mata via pixabay.com
Menghindari kontak mata dan tersenyum dalam waktu lama kepada orang lain memang paling sering dilakukan oleh seorang yang anti sosial ketika bertemu dengan orang baru. Ia terkesan malas untuk mengawali sebuah perbincangan dengan orang lain, karena takut orang lain akan semakin dalam mengenal atau mengulik kehidupan pribadinya.

Seorang yang anti sosial biasanya ketika ia bertemu dengan orang baru atau teman lama akan menghindar. Ia bisa jadi akan memilih jalan yang memutar yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke tempat tujuan yang diinginkan daripada bertegur sapa dengan orang lain.

Mengapa demikian? karena seorang yang anti sosial berfikir jika kontak mata akan mendorong seseornag menanyakan suatu hal atau mengomentari suatu hal terhadap dirinya. Dan saat seorang yang anti sosial tersenyum, maka kemungkinan pembicaraan yang panjang akan berlanjut.

Hal itu sangat dihindari oleh seorang yang anti sosial.


Hidup dalam masa lalu

Terikat dengan masa lalu via pixabay.com
Tidak semua orang yang anti sosial dahulunya adalah seorang yang seperti itu, bisa jadi karena seorang tersebut mengalami trauma di masa lalu yang membuat ia ketakutan dan enggan berinteraksi dengan orang lain.

Seorang yang anti sosial yang dialami karena trauma masa lalu, artinya sepanjang hidupnya ia akan hidup bersama masa lalunya.Ia takut mengenal orang baru karena dirasa akan mengingatkan atau akan menimbulkan trauma yang serupa dengan kejadian buruknya di masa lalu.

Ada baiknya jika kamu adalah seorang yang anti sosial, datang ke pskiater untuk menyembuhkan masa lalu demi menyusun masa depan yang lebih baik, mintalah tips-tips pada pskiater tentang hal-hal tidak beres yang kamu alami ketika dulu. Ikuti saranya dengan baik. Tanpa perubahan pola pikir tentang trauma masa lalu yang di alami seorang yang anti sosial, ia tidak akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk masa depannya.


Hidup dengan hewan peliharaan

Hidup dengan peliharaan via pixabay.com
Ketahuilah seorang yang anti sosial juga mempunyai teman. Namun rata-rata dari mereka lebih senang bergaul dengan hewan peliharaan atau boneka-boneka yang mereka ajak bicara ketika sedang ingin berbagi kebahagiaan atau keterpurukan. 

Bagi mereka hewan peliharaan atau benda-benda mati tersebut memang tidak akan membantunya menyelesaikan masalah, namun mereka beranggapan bahwa hewan peliharaan atau benda-benda tersebut adalah tempat mencurahkan perasaan tanpa menyusahkan dirinya. Ia bebas bercerita tanpa harus menjawab pertanyaan umpan balik, karena telah kita ketahui bersama bahwa hewan peliharaan atau benda-benda tersebut tidak bisa bicara apa lagi memberikan komentar atau solusi.


Tidak peduli dengan omongan orang

Tidak peduli via www.business2community.com
Seorang yang anti sosial cenderung tidak memperdulikan apa yang dibicarakan orang lain tentang dirinya. Baginya omongan orang hanya akan melintas kemudian pergi tanpa singgah sebentar saja dalam otak atau hatinya. 

Bagi seorang yang anti sosial kebenaran mutlak adaa pada dirinya sendiri, bukan omongan orang lain. Oleh karena itu seorang yang anti sosial tidak mudah percaya dengan orang, jika ia menemukan satu saja seorang yang dipercaya, artinya dia menaruh suatu harapan besar seperti menjadi pendengar curhatnya yang baik, atau tempat meminta bantuan saat mengalami kesulitan dalam hidup.


Tidak dominan

Tidak dominan via pixabay.com
Seorang yang anti sosial tidak ingin menjadi dominan dalam suatu kelompok. Ia tidak akan menunjukan bakat yang ada dalam dirinya sendiri apalagi memamerkan karya yang ia ciptakan kepada orang lain.

Hal itu karena seorang yang anti sosial berfikir bahwa jika ia terlihat atau terkesan dominan, akan mengundang seseorang untuk berinteraksi dengannya, entah itu bertanya, memberi komentar atau sekedar menyemangati. Hal itu sangat mengganggu bagi seorang yang anti sosial.


Egois hanya ingin dimengerti

Egois via work.chron.com
Seorang yang anti sosial hanya ingin dimengerti oleh orang lain. hal ini dapat di buktikan oleh beberapa ciri di atas. Simak baik-baik beberapa ciri di atas kemudian kamu dapat menyimpulkan sendiri.

Seperti halnya mereka akan meminta bantuan orang lain saat terdesak, namun saat orang lain mencoba berinteraksipun seorang yang anti sosial akan buru-buru meng “cut” pembicaraan mereka dengan berbagai cara.

Sungguh sikap tersebut adalah cerminan dari sikap egois. Mereka seperti tidak mau merubah sikap, dan seolah-olah menyuruh orang lain memahami keadaan yang ia alami.


Tidak peduli dikatakan sombong

Cuek dibilang sombong via cahayahati217.blogspot.com
Seorang yang anti sosial pasti adalah orang yang asik dan sibuk dengan dunianya sendiri. Ia tidak perduli dengan orang lain, karena ia marasa bisa untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri. Apapun yang ia inginkan akan ia penuhi bagaimanapun caranya. Ketika seseorang merasa sudah dipenuhi oleh hal-hal yang ia inginkan pasti ada perubahan sikap yang mencolok darinya.

Hal itu akan menimbulkan asumsi orang lain terhadap seorang tersebut. ia bisa di katakan sombong, tapi entah karena tidak peka atau pura-pura tidak peka seorang yang anti sosial sama sekali tidak memperdulikan orang yang mengatakan ia sombong.


Tidak peduli orang lain unjuk gigi

Tidak peduli via zoewiezo.deviantart.com
Seorang yang anti sosial selain ia tidak minat untuk pamer apapun yang ia miliki karena ditakutkan akan memicu komentar orang lain dan berujung pada interaksi yang aktif, ia juga tidak perduli ketika orang lain sedang unjuk gigi di depannya. 

Ia akan cuek dengan apa yang orang lain lakukan. Baginya ketika permasalahannya selesai, dan ia mempunyai kebahagiaan yang cukup dalam hidupnya seorang yang anti sosial tidak akan menyempatkan diri untuk peduli dengan orang lain, sekalipun orang lain tersebut sedang pamer atau menunjukkan sesuatu pada dirinya. 


Mengunci diri dalam kamar

Menyendri di kamar via pixabay.com
Seorang yang anti sosial lebih nyaman tinggal dalam rumah atau kamarnya sendiri. Mengapa? Karena seorang yang anti sosial sebisa mungkin menghadirkan apa yang ia inginkan dan apa yang ia butuhkan dalam rumah atau kamarnya sendiri.

Apalagi jika bukan kerena untuk meminimalisir interaksi atau minta bantuan terhadap orang lain. Saat dalam kamar atau rumahnya sendiri, seorang yang anti sosial merasa bebas melakukan apapun yang ia suka. 

Saat mengurung diri di rumah atau di kamar seorang yang anti sosial juga akan terhindar dari komentar atau omongan-omongan miring dari orang lain

Namun, sepandai-pandainya sorang yang anti sosial menyembunyikan diri, toh suatu saat ia akan keluar dari persembunyannya, dan saat itulah ia kesulitan menata hidupnya.


Memiliki perkumpulan dengan masalah sejenis

via idealistcareers.org
Seorang yang anti sosial biasanya akan nyaman dengan seorang yang juga anti sosial. Di jepang ada istilah untuk seseorang yang mengalami anti sosial, yaitu Hikikomori. Seorang Hikikomori biasanya akan mengurung diri di rumah dan menarik diri dari pergaulan selama 6 bulan lamanya. Saat itu seorang yang Hikikomori benar-benar tidak melakukan interkasi dengan orang lain.

Di Jepang rata-rata seorang yang Hikikomori adalah berusia 20-29 tahun. Kebanyakan dari mereka adalah seorang laki-laki.Yang membahayakan adalah jika Hikikomori dilakukan oleh pemuda atau pemudi yang masih berusia produktif, ia akan kehilangan masa-masa dimana seharusnya ia memperoleh pengalaman yang banyak dan menakjubkan dalam hidupnya.

Bagaimana Hikikomori ?

Mungkin sebagian dari kamu akan bertanya tanya bagaimana cara seorang Hikikomori tetap hidup. Seorang Hikikomori tetap akan makan, minum, mandi, dan buang air. Semua peralatan untuk itu akan di siapkan sebelumnya dengan sangat lengkap, agar menyamankan seorang Hikikomori menjalani proses penarikan diri dari lingkungannya.

Secara makanan mungkin seorang Hikikomori bisa terpenuhi, secara nutrisipun bisa, tapi entahlah untuk kesehatan mentalnya. Apakah seorang yang seperti “terisolir” itu mampu mendapatkan kesehatan jiwa yang cukup. Karena tanpa berkomunikasi dengan dunia luar seorang benar-benar akan menjadi terbelakang.


Fantasi

via pixabay.com
Seorang yang anti sosial akan berfantasi untuk pindah ke negara lain atau bahkan menciptakan wilayah untuk di jadikan sebuah negara, yang aturannya adalah menjunjung tinggi ketenangan. Seorang anti sosial mengartikan sebuah ketenangan adalah bebas dari interaksi dengan orang lain.

Untuk kamu yang mungkin adalah seorang yang anti sosial, apakah kelak kamu akan melahirkan bayimu sendiri, dan apakah kamu akan menguburkan mayatmu sendiri tanpa bantuan orang lain. Bahkan di indonnesia baru baru ini gemar tentang seorang yang meninggal tanpa didatangi untuk dikuburkan oleh orang lain karena semasa hidupnya tidak pernah bergaul dengan orang lain. 

Lantas dengan seperti itu apakah kamu akan berjalan menuju pemakaman seorang diri lalu menimbun tubuhmu sendiri dengan tanah?


Investasi

via pixabay.com
Seorang yang anti sosial juga memikirkan kemapanan hidupnya. Mungkin sebagian dari mereka melakukan investasi jangka panjang atau bergabung dengan sebuah club MLM. Namun, seorang yang anti sosial hanya akan berkontribusi uang, dan bukan ikut berinteraksi di dalamnya.

Mereka akan menerima hasil saat sudah waktunya, dan mengenai syarat-syarat yang berhubungan dengan interaksi kepada orang lain, mungkin mereka cenderung mewakilkannya kepada orang lain.

Mungkin seorang yang anti sosial bergabung dengan koperasi di daerah tempat ia tinggal. Jika kamu perhatikan mungkin ia akan muncul saat melakukan registrasi dan pembayaran simpanan pokok atau wajibnya saja. Untuk kegiatan yang dilakukan sesama anggota, ia tidak akan muncul. 


Tidak banyak bicara

Jarang bicara via www.myheartsmission.com
Seorang anti sosial ketika terjebak dalam interaksi dengan orang lain, mungkin pertama ia akan mengucapkan kalimat yang agak panjang. Kedua kalinya kalimat itu akan di persingkat dan berusaha membuat kata-kata yang tidak menimbulkan pertanyaan yang lain, dan ketiga kalinya ia akan diam dan hanya mengisyaratkan bahasa tubuh.

Biasanya seorang yang anti sosial hanya tersenyum, mengangguk atau mengeluarkan kata “ummh” untuk tahap ketiga tersebut. Bahkan mereka tidak segam mengutarakan kata tidak tahu untuk sesuatu yang sebenarnya ia ketahui, demi meng “cut” interaksinya dengan orang lain.


Jarang menyapa

Orang antisosial biasanya jarang menyapa orang lain via www.wikihow.com
Seorang yang anti sosial mungkin bisa untuk sekedar menyapa orang lain, tapi dalam benaknya ia ingin sekali dibalas lalu di abaikan begitu saja. Seorang yang anti sosial menyapa orang lain rata-rata dengan berlalu atau berjalan melewatinya tanpa berhenti untuk memberi pertanyaan lebih lanjut.


Lelah

Saat lelah via pixabay.com
Ketika seorang yang anti sosial benar-benar merasa lelah, ia cenderung lebih keras terhadap orang lain. Misalnya ketika ia pulang dari aktivitas yang padat, dan saat itu ada seorang teman atau tetangga yang menghadangnya di pintu masuk rumahnya untuk menanyakan suatu hal atau mengomentari sesuatu tentang orang tersebut, maka seorang yang anti sosial akan berucap cenderung kasar untuk menghentikan penghadangan tersebut.

Jika dalam keadaan normal, menghadapi penghadangan seperti itu cukup dengan pengurangan kata atau jawaban bahasa tubuh yang mngisyaratkan ketidak tertarikan dengan obrolan tersebut. Namun demikian saat dalam keadaan lelah, sorang yang anti sosial tidak segan untuk membentak bahkan memarahi orang yang menghadangnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut dia tidak begitu penting.


Kisah cinta online

via fabandfru.com
Seorang yang anti sosial buakn berarti tidak butuh cinta dari orang lain. Bagaimanapun juga seorang yang anti sosial punya kodrat yang sama dengan manusia biasa. Kebutuhan tentang cintanya pun juga sama dengan orang lain. Seorang seperti itu juga menginginkan perhatian dan kasih sayang lawan jenisnya, hanya saja cara yang mereka lakukan mungkin tidak biasa atau asing untuk kamu sebagai manusia normal.

Seorang yang anti sosial lebih nyaman di perhatikan oleh lawan jenis yang tidak bertemu secara langsung. Mungkin seorang yang anti sosial menjalani hubungan kisah cinta dengan cara online.Saat menggunakan cara itu, perhatian akan di dapat secara penuh, tanpa adanya tatapan muka atau interaksi secara langsung.

Itulah kesenangan yang orang anti sosial rasakan dalam menjalani kehidupan percintaannya. Ketika memutuskan untuk menikah, itu adalah keputusan yang besar dan bukan main-main. Pasti pasangan yang ia temukan adalah seorang dengan anti sosial juga, sehingga mereka mempunyai kesamaan kemudian memutuskan untuk menikah.

Saat berumah tangga mereka akan tertutup sekali dengan keadaan sekitar, tak jarang orang yang anti sosial tidak peka dengan keadaan tetangganya, atau kabar apa yang menerpa daerah tempat ia tinggal bersama keluarganya.

Gejala orang yang seperti ini sering muncul di komleks perumahan di kota besar, tak jarang antara tetangga satu sama lain tidak mengetahui berita kematian yang menimpa keluarga lain, padahal masih dalam satu kompleks perumahan yang sama.


Mengabaikan perkenalan dengan lawan jenis yang sedang tertarik



Menjajaki pertemanan atau percintaan dengan seorang yang anti sosial cukup sulit. Kamu akan menemui kendala-kendala dari yang terberat hingga teringan sepanjang usaha yang kamu lakukan. 

Saat berkenalan pertama kali baik itu sebagai teman ataupun sebagai sorang yang mengajaknya kenalan, mungkin kamu akan mengalami penolakan sampai beberapa kali. 

Kembali lagi pada sifat seorang yang anti sosial tidak mudah tertarik dengan hal apapun termasuk seseorng yang mencoba ingin mengenalnya lebih dekat.

Akan sulit jika kamu tidak mempunyai mental dan semangat yang kuat.Lebih baik kamu mengajaknya berkenalan lewat media lain seperti surat, sms, bbm, atau di jejaring sosial yang ia punya.

Saat tidak bertatapan langsung, seorang yang anti sosial akan jauh lebih nyaman menerima perkenalanmu. Berhasil atau tidak tergantung usaha yang kamu lakukan, dan bagaimana kondisi perasaan yang ia miliki.Salah-salah kamu akan mendapatkan omelan jika ia sedang tidak punya keinginan untuk berkenalan.

Sebenarnya seorang yang anti sosial sadar kelemahanya, bahwa ia kesulitan untuk dapat berinteraksi dengan orang lain. ada dua hal yang membuatnya tidak bisa merubah itu. Pertama ia terlalu nyaman dengan keadaannya yang demikian, dan yang kedua ia ingin berubah tapi tidak mengetahui bagaimana caranya, dan ia juga tidak memiliki seseorang untuk mengajaknya kearah yang pergaulan yang lebih sehat.

Zaman sekarang penuntun tidak harus seseorang, namun kini sudah banyak tips-tips yang di bagikan oleh internet mengenai cara bergaul bagi seorang yang anti sosial. Buku panduan juga dapat di temukan dimana-mana. Namun jika seorang yang anti sosial tidak mampu merubah pola pikirnya atas dasar niat dan tekad yang kuat, semua masukan dan tips dari buku dengan katgori best seller akan percuma.

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni