Melirik Kisah Cinta Pemuda Jaman Dulu

Menjalin kisah cinta pada zaman dulu dan sekarang pasti banyak perbedaan. Hal ini karena dunia semakin berkembang, dan manusiapun semakin berubah perilakunya. Banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari teknologi, lingkungan, adat, dan sistem yang berlaku mengalami kemajuan yang pesat.

Soal asmarapun demikian. pernahkah kamu bertanya kepada orang tua tentang bagaimana gaya pacaran mereka zaman dahulu. Bahkan percintaan yang mereka alami zaman dahulu sangat berdampak dengan aturan dan gaya didik mengenai pacaran terhadap sang anak. Meski ada hal baik yang dapat di ambil, namun ada beberapa hal yang sudah tidak relevan jika di terapkan pada zaman sekarang.

Tidak ada salahnya jika kamu sebagai anak muda zaman sekarang mengetahui cara berpacaran pemuda zaman dahulu. Mungkin untuk sumber inspirasi, yang dapat kamu terapkan dalam hubungan kamu yang sekarang.

Meskipun kuno, namun gaya pacaran pemuda zaman dahulu cenderung aman dan tidak menimbulkan bahaya bagi kedua belah pihak maupun orang lain. jarang kasus-kasus kejahatan dalam berpacaran terjadi zaman dahulu.

Berikut ini adalah beberapa cara berpacaran pemuda tempo dulu :


Surat

Surat cinta via www.romania-insider.com
Zaman dahulu dalam mengungkapkan perasaan atau mencurahkan rindu tak semudah seperti zaman sekarang. Dahulu belum banyak teknologi canggih seperti handphone, email, facebook, atau twitter. Berkomunikasipun tak sebebas langsung bertemu lalu ngobrol. Salah-salah akan menimbulkan fitnah dan merugikan diri sendiri atau pasangan

Zaman dahulu pemuda dalam berpacaran menggunakan media surat.

Sering dilakukan jika pasangan tersebut dalam hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR). Rindu yang terungkap lewat kata-kata dalam surat bisa disimpan sehingga awet. Bisa di baca kapanpun ketika balasan selanjutnya belum datang.

Zaman dahulu belum ada teknologi kilat khusus, yang ada surat baru sampai setelah berhari-hari. Bahkan antar pulau atau negara bisa berminggu-minggu baru sampai di tangan sang kekasih.

Tapi itulah yang membuat hubungan menjadi indah dan awet. Ada sisi-sisi yang membuat satu sama lain menjadi penasaran. Apakah bila bertemu akan sama halnya dengan kata-kata yang tersampaikan di surat. Karena saat bicara langsung tentu pasangan dapat membaca bahasa tubuh lawan bicaranya, apakah ada kebohongan atau memang jujur, pasti akan mudah terbaca saat berbicara langsung.

Namun ada juga pasangan yang tidak menjalani LDR juga berpacaran dengan media surat. Biasanya yang seperti ini adalah anak sekolah. Maklum sekolah pada zaman dahulu ataurannya sangat ketat. Bagi yang ketauan berduaan akan langsung di dapatkan sanksi yang berat. Oleh karena itu agar melancarkan hubungan, sepulang sekolah pasangan satu sama lain pasti bertukar surat.

Zaman dahulu seperti itu adalah sesuatu yang sepesial dan unik. Meski tidak begitu relevan jika di terapkan pada zaman sekarang, karena sudah ada teknologi yang lebih mudah dan canggih, namun tidak ada salahnya jika kamu mencoba sesuatu yang berbeda. Tentu sensasinya akan berbeda pula.


Perjodohan

Perjodohan via blog.capterra.com
Film siti nurbaya telah membuktikan bahwa percintaan zaman dahulu benar-benar kolot dan cenderung menyiksa. Bagaimana tidak, dalam film itu dikisahkan seorang gadis yang di jodohkan dengan lelaki tua kaya raya, dan dilarang melanjutkan percintaannya dengan lelaki sebayanya.

Zaman dahulu gaya pacaran yang marak dijumpai adalah perjodohan. Dimana pihak laki-laki dan perempuan hanya bertemu sekali, itupun pertemuan pertama tak diketahui calon dari pihak laki-laki maupun perempuan. Baru hari kedua setelah hari pernikahan sudah di tentukan kedua calon mempelai dipertemukan. Mau tidak mau, suka atau tidak harus terima.

Zaman dahulu perjodohan dilakukan oleh kedua bocah yang masih belia. Kalau tidak, si lelaki pasti lebih tua sepuluh atau dua puluh tahun,sedangkan si perempuan masih belasan tahun. Hal itu di anggap wajar bahkan rata-rata memegang adat seperti itu.

Jelas jika di terapkan di zaman sekarang sudah tidak relevan. Namun apakah kamu menyadari bahwa perjodohan yang dilakukan zaman dahulu jarang sekali yang mengalami perceraian.

Hal itu terjadi karena orang tua selalu memilihkan yang terbaik untuk anaknya. Dan anak pada zaman itu sangat patuh terhadap orang tua dan pendampingnya. Mungkin karena pikiran dan tingkah laku anak pada zaman tersebut belum terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh budaya asing.


Langsung melamar

Lamaran via dating.lovetoknow.com
Zaman dahulu ketika sudah sama-sama suka dan serius, maka pihak laki-laki lebih agresif dengan langsung mendatangi rumah sang perempuan untuk melamar. Tentunya sudah berbekal keyakinan dan pekerjaan yang mapan. Karena untuk mendapatkan izin menikah zaman dahulu sangat sulit. Jika hanya modal cinta saja, tentu tidak akan di izinkan.

Dahulu cinta menjadi syarat nomor terakhir untuk dapat melamar seorang perempuan. Orang tua zaman dahulu bahkan punya standar sendiri soal memilih calon menantu. Kadang tidak menghendaki pekerjaan atau suku tertentu. atau urutan dalam saudara kandung. Itu mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat. Tidak seperti sekarang yang sudah fleksibel dan dengan perhitungan yang sederhana.

Langsung melamar pada zaman dahulu tidak bisa langsung di terima. Melainkan harus melalui tahap-tahap tertentu. karena perempuan yang lebih “kinclong” dalam satu daerah misalnya, biasanya tidak hanya satu atau dua orang pemuda saja yang melamar.
Persaingan itu sungguh ada pada zaman dahulu, dan tak segan untuk berkorban apapun untuk mendapatkannya.


Tempat romantis

Ke tempat romantis via pixabay.com
Sedikit melirik ke era tahun 90an, gaya berpacaran sedikit lebih modern. Sudah banyak pemuda-pemudi yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. tentu mereka lebih bebas dalam berpikir dan bersikap. Begitu juga dalam memilih pasangan dan berpacaran.

Kebanyakan sudah mulai mengenal gaya “jalan bareng”. Yang dimaksud disini adalah jalan-jalan berdua di tempat-tempat yang dianggap romantis. Namun, di era ini waktu “jalan bareng” hanya seminggu sekali pas hari sabtu atau minggu saja.

Berikut ini adalah beberapa tempat yang sering di singgahi:

Taman

Taman dahulu masih banyak ditumbuhi bunga dan pepohonan yang rindang, sejuk dan ada tempat duduk yang menyenangkan. Di taman juga ada arena bermain seperti ayunan, perosotan dan jungkat-jungkit. Arena ini sering di manfaatkan untuk berkencan. Mungkin memang seperti kekanak-kanakan, tapi taman menjadi salah satu tempat favorit bertemu saat malam minggu tiba.

Pantai

Pantai adalah tempat favorit yang tidak pernah berubah untuk dikunjungi saat berkencan dari dulu hingga sekarang. Karena tempatnya yang nyaman dan menyenangkan, pantai merupakan salah satu tempat romantis.

Gunung

Sama halnya dengan pantai, gunung juga ramai di kunjungi pemuda-pemudi tempo dulu. Biasanya yang mendaki gunung selalu berpasang-pasangan. mereka biasanya tergabung dalam clup atau organisasi sekolah maupun kampus sebagai pecinta alam. Dengan satu organisasi akan lebih mudah bagi pemuda-pemudi zaman dahulu untuk meluagkan waktu bersama-sama.


Berkendara di jalan raya

Bonccengan motor via thecaradvice.com
Mungkin aktivitas pacaran pemuda-pemudi zaman dulu yang satu ini masih efektif jika di terapkan di zaman sekarang. Bedanya kalau zaman sekarang pemuda-pemudi memilih “mempercantik” kendaraan yang di pakai ketimbang memilih cewek cantik yang di ajak “menunggangi” kendaraannya. Meskipun demikian biasanya semakin bagus kendaraannya, semakin cantik kekasihnya.

Zaman dahulu pasangan muda-mudi memilih menggunakan kendaraan seperti di bawah ini :

Sepeda unta

Ini mungkin untuk pasangan tahun 80an ya...karena sangat jarang yang punya motor. Kalau adapun itu sudah paling hebat dan kaya. Bagi kamu yang ingin sehat tidak ada salahnya kalau boncengan naik sepeda bareng pacar kamu.


Vespa

Ini dia kendaraan paling joss era tahun 80an. Kalau uda punya vespa berarti adalah cowok atau cewek beken. Vespa kini menjadi tren kembali, bentuknya yang unik dan hampir tidak di produksi dalam jumlah yang besar, menggugah kaum pemuda-pemudi untuk berlomba-lomba menggunakan vespa sebagai alat tranportasi yang trendi.

Yaaa...memang lebih banyak kelemahannya seperti berjalan lambat, gampang rusak, dan kalau sudah rusak susah untuk di betulkan kembali. Tapi hal itu bukan alasan untuk tidak mencoba kendaraan yang satu ini, jika kamu ingin merasakan suasana tempo dulu saat berkencan mengelilingi jalan raya.


Mobil antik

Mobil anti masih banyak di temui sampai sekarang. Seperti jenis mobil kodok, jip, sedan tua dll. Kendaraan satu ini tergolong mewah zaman dahulu, dan menjadi barang unik dan antik sekarang. Perawatan mobil antik sebanding dengan kepuasan dan kesenangan untuk memilikinya. Karena tidak semua orang mau dan telaten untuk mengurusi mobil antik.

Meskipun demikian mobil antik biasanya laris di sewa untuk foto prewed atau kendaraan pernikahan.


Double date

Double date via www.textdating.ca
Kencan ganda atau double date dulunya adalah gaya pacaran yang sering dilakukan oleh pemuda-pemudi di era tahun 90an. Cara ini di anggap mampu untuk mempermudah mengurus “perizinan dengan orang tua masing-masing pasangan. Zaman dahulu orang tua adalah manusia paling protektif dan selektif dalam menentukan siapa-siapa saja yang boleh bergaul dengan anak mereka.

Kemana aja sih kalo kencan ganda ?


Nonton bioskop

Bioskop adalah tempat elit tempo dulu. Siapa yang sudah pernah menonton film di bisokop artinya dia gaul dan keren abis. Apalagi bila nontonnya rutin setiap ada pemutaran film perdana. Pemuda-pemudi berlomba-lomba untuk mendapatkan tiket dan mengajak pasangan masing-masing.

Biasanya pasangan perempuan akan berangkat dengan teman perempuannya, begitupun juga dengan pasangan laki-laki, artinya dalam kencan ganda rata-rata pasangan datang tidak bersama-sama. Selain untuk mempermudah “perizinan” jika main dengan teman sesama perempuan, juga untuk tidak menimbulkan kecurigaan dari orang tua.


Makan di pinggir jalan

Sepulang dari bisokop, pastilah perut kosong keroncongan. Umumnya pasangan kencan ganda sebelum pulang kerumah memutuskan untuk mengisi perut mereka di warung pinggir jalan. Menu spesialnya antara lain : nasi goreng, bubur ayam, mie ayam dan lain sebagainya. Yang pasti sesuai dengan kantong.


Perpustakaan

Perpustakaan adalah tempat si kutu buku biasanya janjian untuk berkencan. Gaya pacaran pemuda-pemudi tempo dulu yang punya sifat kutu buku biasanya cenderung di habiskan dengan diskusi serius tentang suatu hal. Jika masih sekolah, yaaa masih seputar pelajaran yang ada di sekolah, atau saat sudah kuliah biasanya perpustakaan digunakan untuk mengerjakan tugas bersama gebetan atau pasangan.


Kencan dengan keluarganya

Kencan dengan keluarga via theoffice.wikia.com
Tak hanya saling berkencan dengan pasangan, umumnya pemuda zaman dulu juga melakukan hal itu dengan anggota keluarganya, khususnya orang tua. Untuk apa lagi kalau bukan menarik perhatian dan mengharapkan sebuah restu hubungan. Pendekatan kepada orang tua calon pasangan dahulu adalah hal yang penting untuk memperlancar hubungan.

Karena para orang tua yang sudah setuju, biasanya dengan mudah melancarkan jika si anak ingin bepergian dengan kekasihnya. Orang tua akan memberi kepercayaan ketika sudah yakin si calon pasangan anak adalah seorang yang baik dan sudah di ketahui asal usulnya. Biasanya kalau PDKT sama camer si cowok atau cewek akan melakukan kegiatan seperti :

Memancing dengan camer
Bermain catur dengan camer
Mengantar makanan ketempat camer
Campur tangan di acara keluarga camer
Memberikan oleh-oleh sepulang jalan-jalan
Malam mingguan membawa makanan untuk camer
Menawarkan bantuan kepada camer, dsb

Gaya pacaran dahulu atau sekarang sebenarnya hanya variasi dalam membina sebuah hubungan saja, tidak harus di ikuti atau tidak mesti di benci dan di jauhi. Adakalanya kembali ke zaman dahulu membuat kita mengerti indahnya kisah klasik yang mampu menyimpan kenangan lebih berbekas. Mungkin sekarang kita sudah di manjakan dengan teknologi komunikasi, hingga lupa esensi berkomunikasi adalah saling “menjalin” satu sama lain, bukan hanya sekedar ungkapan sayang-sayangan yang tidak bermakna apa-apa.

Pacaran bisa di artikan pengenalan untuk itu kenali pasanganmu sebaik mungkin sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih jauh.

Advertisement



    Komentar


About Us | Contact | Kebijakan Privasi
©2014 Nilni